<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Fransiskus Berangkat ke Myanmar untuk Bahas Rohingya Bersama Suu Kyi</title><description>Paus Fransiskus telah berangkat ke Myanmar untuk menemui Suu Kyi dan Jenderal Hlaing guna membahas konflik terhadap Rohingya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/27/18/1821039/paus-fransiskus-berangkat-ke-myanmar-untuk-bahas-rohingya-bersama-suu-kyi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/27/18/1821039/paus-fransiskus-berangkat-ke-myanmar-untuk-bahas-rohingya-bersama-suu-kyi"/><item><title>Paus Fransiskus Berangkat ke Myanmar untuk Bahas Rohingya Bersama Suu Kyi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/27/18/1821039/paus-fransiskus-berangkat-ke-myanmar-untuk-bahas-rohingya-bersama-suu-kyi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/27/18/1821039/paus-fransiskus-berangkat-ke-myanmar-untuk-bahas-rohingya-bersama-suu-kyi</guid><pubDate>Senin 27 November 2017 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/27/18/1821039/paus-fransiskus-berangkat-ke-myanmar-untuk-bahas-rohingya-bersama-suu-kyi-6KR2ARf3Hc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/27/18/1821039/paus-fransiskus-berangkat-ke-myanmar-untuk-bahas-rohingya-bersama-suu-kyi-6KR2ARf3Hc.jpg</image><title>Paus Fransiskus. (Foto: AFP)</title></images><description>VATIKAN &amp;ndash; Paus Fransiskus telah meninggalkan Vatikan untuk mengunjungi Myanmar. Dalam kunjungan pertamanya ke Myanmar ini, Paus Fransiskus akan bertemu dengan pemimpin negara tersebut guna membahas krisis Rohingya.
Sebagaimana diwartakan BBC, Senin (27/11/2017), Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi serta kepala militer Jenderal Min Aung Hlaing. Dalam pertemuan tersebut, pemimpin tertinggi umat Katolik itu disarankan tidak menggunakan istilah &amp;lsquo;Rohingya&amp;rsquo; untuk menyebut warga minoritas di negara tersebut. Sebab, penyebutan ini dikhawatirkan dapat memicu hal buruk karena pejabat Myanmar menolaknya.
BACA JUGA: Paus Fransiskus 'Kutuk' Kekejaman Terhadap Rohingya
Setelah bertemu dengan pemimpin di Myanmar, Paus Fransiskus akan mengunjungi Bangladesh. Di sana, ia akan bertemu dengan sekelompok kecil pengungsi Rohingya. Paus Fransiskus akan menjadi pemimpin Katolik pertama yang mengunjungi Bangladesh sejak 1986.
Pria berusia 80 tahun itu memang dikenal dengan pandangan dan kemauannya dalam menolak ketidakadilan di dunia. Oleh karena itu, kunjungannya kali ini dilakukan untuk menemukan jalan keluar guna mengakhiri konflik yang terjadi di Rakhine State.
Konflik yang terjadi sejak Agustus 2017 itu telah membuat lebih dari 600 ribu warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, yakni Bangladesh. Mereka mengungsi guna menghindari tindakan militer di negara bagian Rakhine.
BACA JUGA: PM Bangladesh: Myanmar Harus Menerima Kembali Warga Rohingya!
Pemimpin dari berbagai negara di dunia telah mendesak pemimpin Myanmar untuk segera memulangkan para pengungsi. Pekan lalu, Myanmar dan Bangladesh akhirnya menandatangani kesepakatan pemulangan ratusan ribu orang yang telah melarikan diri ke wilayah perbatasan itu. Namun, kesepakatan ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi lembaga-lembaga bantuan. Mereka khawatir pengembalian tersebut dilakukan secara terpaksa sehingga keamanan mereka belum tentu terjamin.
Menurut pembantu Paus Fransiskus, perjalanan enam hari yang dilakukan pemimpin tertinggi Katolik itu akan digunakan untuk mendorong dialog dan rekonsiliasi setelah kesepakatan tentatif pekan lalu.
BACA JUGA: Menlu Inggris: Krisis Rohingnya 'Nodai' Reputasi Myanmar
Pertemuan Paus dengan Suu Kyi bukanlah yang pertama kali terjadi. Mereka pernah bertemu di Vatikan pada Mei, jauh sebelum krisis itu terjadi.
Selain berdialog dengan Suu Kyi dan Hlaing, Paus Fransiskus juga akan mengadakan Misa di Yangon. Misa tersebut diperkirakan akan dihadiri 660 ribu warga Katolik di Myanmar. (DJI)</description><content:encoded>VATIKAN &amp;ndash; Paus Fransiskus telah meninggalkan Vatikan untuk mengunjungi Myanmar. Dalam kunjungan pertamanya ke Myanmar ini, Paus Fransiskus akan bertemu dengan pemimpin negara tersebut guna membahas krisis Rohingya.
Sebagaimana diwartakan BBC, Senin (27/11/2017), Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi serta kepala militer Jenderal Min Aung Hlaing. Dalam pertemuan tersebut, pemimpin tertinggi umat Katolik itu disarankan tidak menggunakan istilah &amp;lsquo;Rohingya&amp;rsquo; untuk menyebut warga minoritas di negara tersebut. Sebab, penyebutan ini dikhawatirkan dapat memicu hal buruk karena pejabat Myanmar menolaknya.
BACA JUGA: Paus Fransiskus 'Kutuk' Kekejaman Terhadap Rohingya
Setelah bertemu dengan pemimpin di Myanmar, Paus Fransiskus akan mengunjungi Bangladesh. Di sana, ia akan bertemu dengan sekelompok kecil pengungsi Rohingya. Paus Fransiskus akan menjadi pemimpin Katolik pertama yang mengunjungi Bangladesh sejak 1986.
Pria berusia 80 tahun itu memang dikenal dengan pandangan dan kemauannya dalam menolak ketidakadilan di dunia. Oleh karena itu, kunjungannya kali ini dilakukan untuk menemukan jalan keluar guna mengakhiri konflik yang terjadi di Rakhine State.
Konflik yang terjadi sejak Agustus 2017 itu telah membuat lebih dari 600 ribu warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, yakni Bangladesh. Mereka mengungsi guna menghindari tindakan militer di negara bagian Rakhine.
BACA JUGA: PM Bangladesh: Myanmar Harus Menerima Kembali Warga Rohingya!
Pemimpin dari berbagai negara di dunia telah mendesak pemimpin Myanmar untuk segera memulangkan para pengungsi. Pekan lalu, Myanmar dan Bangladesh akhirnya menandatangani kesepakatan pemulangan ratusan ribu orang yang telah melarikan diri ke wilayah perbatasan itu. Namun, kesepakatan ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi lembaga-lembaga bantuan. Mereka khawatir pengembalian tersebut dilakukan secara terpaksa sehingga keamanan mereka belum tentu terjamin.
Menurut pembantu Paus Fransiskus, perjalanan enam hari yang dilakukan pemimpin tertinggi Katolik itu akan digunakan untuk mendorong dialog dan rekonsiliasi setelah kesepakatan tentatif pekan lalu.
BACA JUGA: Menlu Inggris: Krisis Rohingnya 'Nodai' Reputasi Myanmar
Pertemuan Paus dengan Suu Kyi bukanlah yang pertama kali terjadi. Mereka pernah bertemu di Vatikan pada Mei, jauh sebelum krisis itu terjadi.
Selain berdialog dengan Suu Kyi dan Hlaing, Paus Fransiskus juga akan mengadakan Misa di Yangon. Misa tersebut diperkirakan akan dihadiri 660 ribu warga Katolik di Myanmar. (DJI)</content:encoded></item></channel></rss>
