<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Presiden Jokowi Memakai Baju Adat Melayu dan Berpantun di Istana Maimun</title><description>Ada yang menarik saat pembukaan Festival  Keraton Nusantara XI di Istana Maimun Medan, Minggu malam (26/11).</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/27/340/1821344/ketika-presiden-jokowi-memakai-baju-adat-melayu-dan-berpantun-di-istana-maimun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/27/340/1821344/ketika-presiden-jokowi-memakai-baju-adat-melayu-dan-berpantun-di-istana-maimun"/><item><title>Ketika Presiden Jokowi Memakai Baju Adat Melayu dan Berpantun di Istana Maimun</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/27/340/1821344/ketika-presiden-jokowi-memakai-baju-adat-melayu-dan-berpantun-di-istana-maimun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/27/340/1821344/ketika-presiden-jokowi-memakai-baju-adat-melayu-dan-berpantun-di-istana-maimun</guid><pubDate>Senin 27 November 2017 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/27/340/1821344/ketika-presiden-jokowi-memakai-baju-adat-melayu-dan-berpantun-di-istana-maimun-MN1YS5Suq0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi saat menghadiri Festival Keraton Nusantara XI. (Foto: Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/27/340/1821344/ketika-presiden-jokowi-memakai-baju-adat-melayu-dan-berpantun-di-istana-maimun-MN1YS5Suq0.jpg</image><title>Presiden Jokowi saat menghadiri Festival Keraton Nusantara XI. (Foto: Sindonews)</title></images><description>MEDAN - Ada yang menarik saat pembukaan Festival  Keraton Nusantara XI di Istana Maimun Medan, Minggu malam (26/11).  Tidak cuma pemukulan gendang melayu, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  membuat kagum para tamu dan hadirin dengan pantun yang dibacanya saat  memberi sambutan. Jokowi mengenakan baju adat Melayu lengkap  berwarna hitam tersebut, terdengar fasih melempar pantun. &amp;ldquo;Hujan panas  turun sehari, guruh menyambar pohon jati. Hati hamba sungguh sangat  berseri, karena bisa hadir di Istana Maimun ini,&amp;rdquo; kata Jokowi yang  langsung diapresiasi tamu.Dalam kesempatan itu hadir Kepala Staf  Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Sumut  Tengku Erry Nuradi, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran  Adipati Arief Natadiningrat, Tengku Hamdi Osman Delikhan Al Hajj gelar  Raja Muda Deli serta tokoh-tokoh Melayu Sumatera Utara, raja-raja,  permaisuri, pangeran dan sultan se-Nusantara serta wali kota dan bupati  di Sumut.Sebelum memberi sambutannya, Jokowi meminta agar para  penari Melayu yang sebelumnya menampilkan tari melayu &amp;lsquo;Selamat Datang&amp;rsquo;  dapat menemaninya di atas pentas. &amp;ldquo;Saya mau memanggil dulu yang menari  tadi. Untuk menemani saya biar di panggung ini tidak sendirian, saya di  atas panggung sendiri gitu kok enggak nyaman,&amp;rdquo; kata Jokowi.Dalam  sambutannya, Jokowi mengatakan, pada September lalu, dia hadir dalam  penutupan Festival Keraton Nusantara di Taman Goa Sunyaragi, Keraton  Kasepuhan Cirebon. Kini dia kembali hadir dalam pembukaan Festival  Keraton Nusantara di Istana Maimun, Medan.&quot;Ini sebagai bentuk  apresiasi saya, kecintaan saya, kebanggaan saya pada seluruh warisan  adat dan budaya bangsa kita yang memang sangat kaya, yang memang sangat  beragam,&quot; katanya.Jokowi juga mengatakan, pada Sabtu  (26/11) kemarin, dirinya ikut dalam prosesi tarian manortor dalam  pesta adat Mandailing yang disebut Mata Ni Horja. &quot;Saya manortor di  hadapan para raja dari berbagai Marga,&quot; katanya.&quot;Saya semakin  kagum dengan kekayaan budaya yang kita miliki di setiap proses, bukan  hanya memiliki keindahan estetika yang tinggi, tapi terkandung  pesan-pesan simbolik yang sangat bermakna, yang bisa menjadi landasan  etik dalam kehidupan kita sehari-hari,&quot; katanya.Jokowi juga  menjelaskan, di setiap prosesi adat terkandung pesan untuk saling  menghormati. Jokowi juga berpesan agar selalu memperhatikan tata krama,  sopan-santun, menjaga kebersamaan, serta menguatkan tali persaudaraan.&quot;Saya  melihat nilai-nilai adiluhung itu hidup dalam tradisi adat-budaya di  setiap suku di Indonesia. Apakah dalam adat-budaya suku Batak, suku  Melayu, suku Jawa, suku Bugis dan suku-suku yang lain,&quot; katanya.Sementara  itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyebutkan Istana Maimun dalam  pantunnya. &amp;ldquo;Semat batang si pohon aren. Tengah malam dipasanglah  lentera. Selamat datang Bapak Presiden, Di Istana Maimun kebanggaan  Sumatera Utara,&quot; ucap Tengku Erry disambut tepuk tangan ribuan tamu yang  hadir. (qlh)</description><content:encoded>MEDAN - Ada yang menarik saat pembukaan Festival  Keraton Nusantara XI di Istana Maimun Medan, Minggu malam (26/11).  Tidak cuma pemukulan gendang melayu, Presiden Joko Widodo (Jokowi)  membuat kagum para tamu dan hadirin dengan pantun yang dibacanya saat  memberi sambutan. Jokowi mengenakan baju adat Melayu lengkap  berwarna hitam tersebut, terdengar fasih melempar pantun. &amp;ldquo;Hujan panas  turun sehari, guruh menyambar pohon jati. Hati hamba sungguh sangat  berseri, karena bisa hadir di Istana Maimun ini,&amp;rdquo; kata Jokowi yang  langsung diapresiasi tamu.Dalam kesempatan itu hadir Kepala Staf  Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Sumut  Tengku Erry Nuradi, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran  Adipati Arief Natadiningrat, Tengku Hamdi Osman Delikhan Al Hajj gelar  Raja Muda Deli serta tokoh-tokoh Melayu Sumatera Utara, raja-raja,  permaisuri, pangeran dan sultan se-Nusantara serta wali kota dan bupati  di Sumut.Sebelum memberi sambutannya, Jokowi meminta agar para  penari Melayu yang sebelumnya menampilkan tari melayu &amp;lsquo;Selamat Datang&amp;rsquo;  dapat menemaninya di atas pentas. &amp;ldquo;Saya mau memanggil dulu yang menari  tadi. Untuk menemani saya biar di panggung ini tidak sendirian, saya di  atas panggung sendiri gitu kok enggak nyaman,&amp;rdquo; kata Jokowi.Dalam  sambutannya, Jokowi mengatakan, pada September lalu, dia hadir dalam  penutupan Festival Keraton Nusantara di Taman Goa Sunyaragi, Keraton  Kasepuhan Cirebon. Kini dia kembali hadir dalam pembukaan Festival  Keraton Nusantara di Istana Maimun, Medan.&quot;Ini sebagai bentuk  apresiasi saya, kecintaan saya, kebanggaan saya pada seluruh warisan  adat dan budaya bangsa kita yang memang sangat kaya, yang memang sangat  beragam,&quot; katanya.Jokowi juga mengatakan, pada Sabtu  (26/11) kemarin, dirinya ikut dalam prosesi tarian manortor dalam  pesta adat Mandailing yang disebut Mata Ni Horja. &quot;Saya manortor di  hadapan para raja dari berbagai Marga,&quot; katanya.&quot;Saya semakin  kagum dengan kekayaan budaya yang kita miliki di setiap proses, bukan  hanya memiliki keindahan estetika yang tinggi, tapi terkandung  pesan-pesan simbolik yang sangat bermakna, yang bisa menjadi landasan  etik dalam kehidupan kita sehari-hari,&quot; katanya.Jokowi juga  menjelaskan, di setiap prosesi adat terkandung pesan untuk saling  menghormati. Jokowi juga berpesan agar selalu memperhatikan tata krama,  sopan-santun, menjaga kebersamaan, serta menguatkan tali persaudaraan.&quot;Saya  melihat nilai-nilai adiluhung itu hidup dalam tradisi adat-budaya di  setiap suku di Indonesia. Apakah dalam adat-budaya suku Batak, suku  Melayu, suku Jawa, suku Bugis dan suku-suku yang lain,&quot; katanya.Sementara  itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyebutkan Istana Maimun dalam  pantunnya. &amp;ldquo;Semat batang si pohon aren. Tengah malam dipasanglah  lentera. Selamat datang Bapak Presiden, Di Istana Maimun kebanggaan  Sumatera Utara,&quot; ucap Tengku Erry disambut tepuk tangan ribuan tamu yang  hadir. (qlh)</content:encoded></item></channel></rss>
