<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Paus Fransiskus, Jenderal Myanmar Tekankan Tak Ada Diskriminasi Agama</title><description>Kepala militer Myanmar berdialog selama 15 menit dengan Paus Fransiskus untuk membahas konflik yang terjadi di Rakhine State.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/28/18/1821888/bertemu-paus-fransiskus-jenderal-myanmar-tekankan-tak-ada-diskriminasi-agama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/28/18/1821888/bertemu-paus-fransiskus-jenderal-myanmar-tekankan-tak-ada-diskriminasi-agama"/><item><title>Bertemu Paus Fransiskus, Jenderal Myanmar Tekankan Tak Ada Diskriminasi Agama</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/28/18/1821888/bertemu-paus-fransiskus-jenderal-myanmar-tekankan-tak-ada-diskriminasi-agama</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/28/18/1821888/bertemu-paus-fransiskus-jenderal-myanmar-tekankan-tak-ada-diskriminasi-agama</guid><pubDate>Selasa 28 November 2017 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/28/18/1821888/bertemu-paus-fransiskus-jenderal-myanmar-tekankan-tak-ada-diskriminasi-agama-c3IkK31z9R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus saat tiba di Myanmar. (Foto: The Telegraph)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/28/18/1821888/bertemu-paus-fransiskus-jenderal-myanmar-tekankan-tak-ada-diskriminasi-agama-c3IkK31z9R.jpg</image><title>Paus Fransiskus saat tiba di Myanmar. (Foto: The Telegraph)</title></images><description>YANGON &amp;ndash; Kepala Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing hari ini bertemu dengan Paus Fransiskus di Myanmar. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdialog selama 15 menit mengenai konflik yang terjadi di Rakhine State.
Sebagaimana diwartakan The Independent, Selasa (28/11/2017), Paus Fransiskus bertemu dengan Min Aung Hlaing di kediaman Uskup Agung Myanmar Kardinal Charles Maung Bo di Yangon, Myanmar. Hlaing mengatakan kepada pemimpin tertinggi umat Katolik itu bahwa tidak ada diskriminasi agama di negaranya.
&quot;Myanmar sama sekali tidak melakukan diskriminasi terhadap agama. Sama halnya dengan militer kami yang bertindak untuk perdamaian dan stabilitas negara ini,&quot; ucap Jenderal Hlaing dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus.
BACA JUGA: Paus Fransiskus Berangkat ke Myanmar untuk Bahas Rohingya Bersama Suu Kyi
Hlaing pun menekankan bahwa setiap warga di Myanmar memiliki kebebasan untuk beragama.
&quot;Tidak ada diskriminasi antara kelompok etnis di Myanmar,&quot; imbuh Jenderal Hlaing kepada Paus Fransiskus dalam pertemuan itu.
Setelah berdialog selama 15 menit, keduanya saling tukar hadiah. Hal ini disampaikan juru bicara Vatikan Greg Burke kepada wartawan. Paus Fransiskus memberikan Jenderal Hlaing medali peringatan kunjungannya. Sementara Hlaing, lanjut Burke, memberi Paus Fransiskus kecapi berbentuk perahu dan pajangan mangkuk nasi.
Selain berkunjung ke Myanmar, Paus Fransiskus juga akan datang ke Bangladesh. Di sana, ia akan bertemu dengan warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh karena krisis yang terjadi di Rakhine.
BACA JUGA: Tiba di Myanmar, Paus Fransiskus Disambut Ribuan Umat Katolik
Perjalanan Paus Fransiskus kali ini memang difokuskan untuk membahas konflik di Rakhine State. Selain Jenderal Hlaing, ia juga akan bertemu dan berdialog dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.
Paus Fransiskus telah tiba di Myanmar pada Senin 27 November 2017. Kedatangan Sri Paus disambut oleh ribuan umat Katolik Roma yang memenuhi Yangon. Mereka rela menempuh jarak beratus-ratus kilometer hanya untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi umat Katolik itu.
&amp;ldquo;Kami datang ke sini untuk melihat Sri Paus. Ini hanya terjadi satu kali dalam ratusan tahun,&amp;rdquo; ujar pemimpin salah satu komunitas Katolik, Win Min Set.
Di bandara, kelompok etnis minoritas dengan pakaian tradisional menyambut Paus Fransiskus. Anak-anak yang hadir di sana juga mempersembahkannya bunga setelah ia turun dari pesawat. (DJI)</description><content:encoded>YANGON &amp;ndash; Kepala Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing hari ini bertemu dengan Paus Fransiskus di Myanmar. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdialog selama 15 menit mengenai konflik yang terjadi di Rakhine State.
Sebagaimana diwartakan The Independent, Selasa (28/11/2017), Paus Fransiskus bertemu dengan Min Aung Hlaing di kediaman Uskup Agung Myanmar Kardinal Charles Maung Bo di Yangon, Myanmar. Hlaing mengatakan kepada pemimpin tertinggi umat Katolik itu bahwa tidak ada diskriminasi agama di negaranya.
&quot;Myanmar sama sekali tidak melakukan diskriminasi terhadap agama. Sama halnya dengan militer kami yang bertindak untuk perdamaian dan stabilitas negara ini,&quot; ucap Jenderal Hlaing dalam pertemuannya dengan Paus Fransiskus.
BACA JUGA: Paus Fransiskus Berangkat ke Myanmar untuk Bahas Rohingya Bersama Suu Kyi
Hlaing pun menekankan bahwa setiap warga di Myanmar memiliki kebebasan untuk beragama.
&quot;Tidak ada diskriminasi antara kelompok etnis di Myanmar,&quot; imbuh Jenderal Hlaing kepada Paus Fransiskus dalam pertemuan itu.
Setelah berdialog selama 15 menit, keduanya saling tukar hadiah. Hal ini disampaikan juru bicara Vatikan Greg Burke kepada wartawan. Paus Fransiskus memberikan Jenderal Hlaing medali peringatan kunjungannya. Sementara Hlaing, lanjut Burke, memberi Paus Fransiskus kecapi berbentuk perahu dan pajangan mangkuk nasi.
Selain berkunjung ke Myanmar, Paus Fransiskus juga akan datang ke Bangladesh. Di sana, ia akan bertemu dengan warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh karena krisis yang terjadi di Rakhine.
BACA JUGA: Tiba di Myanmar, Paus Fransiskus Disambut Ribuan Umat Katolik
Perjalanan Paus Fransiskus kali ini memang difokuskan untuk membahas konflik di Rakhine State. Selain Jenderal Hlaing, ia juga akan bertemu dan berdialog dengan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi.
Paus Fransiskus telah tiba di Myanmar pada Senin 27 November 2017. Kedatangan Sri Paus disambut oleh ribuan umat Katolik Roma yang memenuhi Yangon. Mereka rela menempuh jarak beratus-ratus kilometer hanya untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi umat Katolik itu.
&amp;ldquo;Kami datang ke sini untuk melihat Sri Paus. Ini hanya terjadi satu kali dalam ratusan tahun,&amp;rdquo; ujar pemimpin salah satu komunitas Katolik, Win Min Set.
Di bandara, kelompok etnis minoritas dengan pakaian tradisional menyambut Paus Fransiskus. Anak-anak yang hadir di sana juga mempersembahkannya bunga setelah ia turun dari pesawat. (DJI)</content:encoded></item></channel></rss>
