<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siklon Tropis Cempaka, BMKG Sebut Bisa Terjadi Selama 3-18 Hari</title><description>BMKG menyebut Siklon Tropis Cempaka bisa berlangsung selama 3-18 hari. Semua pihak pun diminta selalu waspada.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/30/337/1822950/siklon-tropis-cempaka-bmkg-sebut-bisa-terjadi-selama-3-18-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/30/337/1822950/siklon-tropis-cempaka-bmkg-sebut-bisa-terjadi-selama-3-18-hari"/><item><title>Siklon Tropis Cempaka, BMKG Sebut Bisa Terjadi Selama 3-18 Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/30/337/1822950/siklon-tropis-cempaka-bmkg-sebut-bisa-terjadi-selama-3-18-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/30/337/1822950/siklon-tropis-cempaka-bmkg-sebut-bisa-terjadi-selama-3-18-hari</guid><pubDate>Kamis 30 November 2017 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Sindonews</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/30/337/1822950/siklon-tropis-cempaka-bmkg-sebut-bisa-terjadi-selama-3-18-hari-KNOySLPuxc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cuaca ekstrem. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/30/337/1822950/siklon-tropis-cempaka-bmkg-sebut-bisa-terjadi-selama-3-18-hari-KNOySLPuxc.jpg</image><title>Cuaca ekstrem. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tiga hari belakangan istilah Siklon Tropis Cempaka menjadi populer di masyarakat. Dampaknya pun berbagai macam hingga menimbulkan cuaca ekstrem. Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di berbagai daerah yang terjadi belakangan ini akibat Siklon Tropis Cempaka.

Kepala Bidang Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko mengatakan siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat Celsius. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

&quot;Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah nonfrontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam,&quot; jelasnya, Rabu 29 November 2017.

(Baca: Siklon Tropis Cempaka, BMKG Prediksi Pengaruhi Sebaran Abu Gunung Agung)
 

Kadangkala di pusat siklon tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi, mulai 10 sampai 100 km. Mata siklon ini dikelilingi dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah di mana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

Masa hidup suatu siklon tropis rata-rata 3&amp;ndash;18 hari. Dikarenakan energinya didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

&quot;Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah, yaitu badai tropis atau typhoon atau topan jika terbentuk di Samudera Pasifik Barat. Siklon atau cyclone jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan hurricane jika terbentuk di Samudera Atlantik,&quot; ujarnya.

Terkait istilah kecepatan angin maksimum, terang Hary, adalah angin permukaan rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon. &quot;Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata,&quot; ujarnya.

Wilayah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia, serta Pasifik Selatan. Sekira 2/3 kejadian siklon tropis terdapat di belahan bumi bagian utara.

(Baca: Siklon Tropis Cempaka, BMKG Sebut Berpotensi Munculkan Angin Puting Beliung)
 

Diketahui dampak Siklon Tropis Cempaka telah menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di sejumlah wilayah. Tercatat cuaca ekstrem ini menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Jawa dan Bali.

Banjir dan longsor menyebabkan 19 orang meninggal dunia. Beberapa daerah yang paling parah terdampak bencana di antaranya Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo karena paling jaraknya dekat dengan Siklon Tropis Cempaka.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yOS8xLzEwNTkzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tiga hari belakangan istilah Siklon Tropis Cempaka menjadi populer di masyarakat. Dampaknya pun berbagai macam hingga menimbulkan cuaca ekstrem. Hujan deras, tanah longsor, dan banjir di berbagai daerah yang terjadi belakangan ini akibat Siklon Tropis Cempaka.

Kepala Bidang Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko mengatakan siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 kilometer. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat Celsius. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

&quot;Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah nonfrontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam,&quot; jelasnya, Rabu 29 November 2017.

(Baca: Siklon Tropis Cempaka, BMKG Prediksi Pengaruhi Sebaran Abu Gunung Agung)
 

Kadangkala di pusat siklon tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi, mulai 10 sampai 100 km. Mata siklon ini dikelilingi dinding mata, yaitu wilayah berbentuk cincin yang dapat mencapai ketebalan 16 km, yang merupakan wilayah di mana terdapat kecepatan angin tertinggi dan curah hujan terbesar.

Masa hidup suatu siklon tropis rata-rata 3&amp;ndash;18 hari. Dikarenakan energinya didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau punah ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

&quot;Siklon tropis dikenal dengan berbagai istilah, yaitu badai tropis atau typhoon atau topan jika terbentuk di Samudera Pasifik Barat. Siklon atau cyclone jika terbentuk di sekitar India atau Australia, dan hurricane jika terbentuk di Samudera Atlantik,&quot; ujarnya.

Terkait istilah kecepatan angin maksimum, terang Hary, adalah angin permukaan rata-rata 10 menit tertinggi yang terjadi di dalam wilayah sirkulasi siklon. &quot;Angin dengan kecepatan tertinggi ini biasanya terdapat di wilayah cincin di dekat pusat siklon, atau jika siklon ini memiliki mata, berada di dinding mata,&quot; ujarnya.

Wilayah pertumbuhan siklon tropis mencakup Atlantik Barat, Pasifik Timur, Pasifik Utara bagian barat, Samudera Hindia bagian utara dan selatan, Australia, serta Pasifik Selatan. Sekira 2/3 kejadian siklon tropis terdapat di belahan bumi bagian utara.

(Baca: Siklon Tropis Cempaka, BMKG Sebut Berpotensi Munculkan Angin Puting Beliung)
 

Diketahui dampak Siklon Tropis Cempaka telah menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di sejumlah wilayah. Tercatat cuaca ekstrem ini menyebabkan banjir, longsor, dan puting beliung di 28 kabupaten/kota di Jawa dan Bali.

Banjir dan longsor menyebabkan 19 orang meninggal dunia. Beberapa daerah yang paling parah terdampak bencana di antaranya Yogyakarta, Wonogiri, Pacitan, dan Ponorogo karena paling jaraknya dekat dengan Siklon Tropis Cempaka.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yOS8xLzEwNTkzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
