<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Warisan Budaya Melayu saat Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW</title><description>Suara nyanyian mengalun diiringi pencak silat, dan tari gincak diperagakan oleh anak-anak dan remaja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/30/340/1822902/mengenal-warisan-budaya-melayu-saat-rayakan-maulid-nabi-muhammad-saw</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/11/30/340/1822902/mengenal-warisan-budaya-melayu-saat-rayakan-maulid-nabi-muhammad-saw"/><item><title>Mengenal Warisan Budaya Melayu saat Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/11/30/340/1822902/mengenal-warisan-budaya-melayu-saat-rayakan-maulid-nabi-muhammad-saw</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/11/30/340/1822902/mengenal-warisan-budaya-melayu-saat-rayakan-maulid-nabi-muhammad-saw</guid><pubDate>Kamis 30 November 2017 03:14 WIB</pubDate><dc:creator>Arsan Mailanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/30/340/1822902/mengenal-warisan-budaya-melayu-saat-rayakan-maulid-nabi-muhammad-saw-G78wMFK1pq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">perayaan maulid nabi di Bangka (Foto: Arsin/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/30/340/1822902/mengenal-warisan-budaya-melayu-saat-rayakan-maulid-nabi-muhammad-saw-G78wMFK1pq.jpg</image><title>perayaan maulid nabi di Bangka (Foto: Arsin/Okezone)</title></images><description>BANGKA - Gong dipukul, gendang ditabu, dambus dipetik, suara nyanyian mengalun diiringi pencak silat, dan tari gincak diperagakan oleh anak-anak dan remaja. Mereka menyatu sempurna saat seni tradisional khas Bangka ditampilkan dalam festival budaya melayu bernuansa Islami digelar hingga 30 November 2017, besok.

Kegiatan ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW guna membentuk motivasi yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda agar mengenal warisan budaya melayu dan bersama-sama mempertahankan kesenian budaya agar tidak hilang tergerus oleh zaman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka, Padli mengatakan, kegiatan ini merupakan seni budaya melayu bernuansa islam yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 1939 H, sebagai motivasi sekaligus memperkenalkan warisan kesenian tradisional budaya melayu khas Bangka kepada masyarakat dan generasi muda.

&quot;Kita bekerjasama dengan dinas Provinsi Babel menggelar acara kebudayaan melayu bernuansa islami memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi guna menciptakan generasi unggul yang mau mengenal warisan seni budaya melayu dan islami mencapai rahmatan lil alamin,&quot; ujarnya ditemui Okezone di Desa Kemuja, Bangka, Rabu 29 Nopember 2017 malam.

Padli menjelaskan, festival seni budaya melayu ini seperti dambus, rebana, rudat, dan hadroh (adorg) ditampilkan secara bergantian oleh peserta se Bangka Belitung. Rangkaian kegiatannya bernuansa islami seperti rebana, dambus, rudat yang ditampilkan. Ada juga kerito sorong (angkutan pada zaman nenek moyang dulu) membawa dulang berisi hasil panen dari kebun kemudian diarak keliling kampung.

&quot;Jadi dengan begitu acara budaya melayu dengan nuansa islam ini akan memotivasi anak-anak generasi kita mengetahui bahwa budaya melayu memang sudah ada sejak dulu tradisi dari nenek moyang kita. Pada hari puncaknya juga ada pengajian, pembacaan barzanji untuk mendoakan keselamatan dan dulang berisi makanan,&quot; tuturnya.

Tak hanya itu, Padli juga menyebutkan, nanti juga ada rekor Muri dari dinas pendidikan dan kebudayaan yaitu dulang terbesar berdiameter 5 meter panjangnya, nanti akan dibawa dari masjid oleh pemuda. Di dulang tersebut ada berbagai jenis makanan khas Bangka, seperti ketupat, lepat, lauk pauk, buah-buahan hasil olahan bumi kemudian diarak oleh pemuda masyarakat Desa Kemuja.

&quot;Makna dari dulang itu sendiri sesuai dengan ciri khas Bangka yaitu sepintu sedulang. Dari warga desa setiap rumah membawa dulang ada makanan khas seperti ketupat, lauk pauk, dll yang nanti didoakan pembacaan barzanji, agar sehat, panjang umur, keselamatan dunia akhirat. Setelah itu makanan disantap bersama, tradisi ini merupakan dari nenek moyang kita dulu, makanya diberi nama sepintu sedulang,&quot; jelasnya.

Sementara Ketua Komite Festival Budaya Melayu Desa Kemuja Bangka, H. Syamsudin menyatakan, pagelaran budaya melayu dan islam ini untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Jadi sebelum acara puncak pada 1 Desember 2017 nanti diisi dengan acara bernuansa islam dengan pengajian, pembacaan barzanji dan doa keselamatan bersama warga di masjid Rahmatudin, Desa Kemuja.

&quot;Kegiatan pagelaran kebudayaan ini sebenarnya untuk meningkatkan pengetahuan kepada generasi muda kita tentang budaya melayu khususnya di negeri Serumpun Sebalai ini dengan nuansa islami. Sekaligus mempertahankan, serta memperkenalkan tradisi kebudayaan khas Bangka untuk mempersatukan silaturrahim masyarakat dari seluruh tingkat kabupaten yang ada di provinsi Bangka Belitung,&quot; ucapnya.

</description><content:encoded>BANGKA - Gong dipukul, gendang ditabu, dambus dipetik, suara nyanyian mengalun diiringi pencak silat, dan tari gincak diperagakan oleh anak-anak dan remaja. Mereka menyatu sempurna saat seni tradisional khas Bangka ditampilkan dalam festival budaya melayu bernuansa Islami digelar hingga 30 November 2017, besok.

Kegiatan ini dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW guna membentuk motivasi yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda agar mengenal warisan budaya melayu dan bersama-sama mempertahankan kesenian budaya agar tidak hilang tergerus oleh zaman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka, Padli mengatakan, kegiatan ini merupakan seni budaya melayu bernuansa islam yang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada 1939 H, sebagai motivasi sekaligus memperkenalkan warisan kesenian tradisional budaya melayu khas Bangka kepada masyarakat dan generasi muda.

&quot;Kita bekerjasama dengan dinas Provinsi Babel menggelar acara kebudayaan melayu bernuansa islami memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai motivasi guna menciptakan generasi unggul yang mau mengenal warisan seni budaya melayu dan islami mencapai rahmatan lil alamin,&quot; ujarnya ditemui Okezone di Desa Kemuja, Bangka, Rabu 29 Nopember 2017 malam.

Padli menjelaskan, festival seni budaya melayu ini seperti dambus, rebana, rudat, dan hadroh (adorg) ditampilkan secara bergantian oleh peserta se Bangka Belitung. Rangkaian kegiatannya bernuansa islami seperti rebana, dambus, rudat yang ditampilkan. Ada juga kerito sorong (angkutan pada zaman nenek moyang dulu) membawa dulang berisi hasil panen dari kebun kemudian diarak keliling kampung.

&quot;Jadi dengan begitu acara budaya melayu dengan nuansa islam ini akan memotivasi anak-anak generasi kita mengetahui bahwa budaya melayu memang sudah ada sejak dulu tradisi dari nenek moyang kita. Pada hari puncaknya juga ada pengajian, pembacaan barzanji untuk mendoakan keselamatan dan dulang berisi makanan,&quot; tuturnya.

Tak hanya itu, Padli juga menyebutkan, nanti juga ada rekor Muri dari dinas pendidikan dan kebudayaan yaitu dulang terbesar berdiameter 5 meter panjangnya, nanti akan dibawa dari masjid oleh pemuda. Di dulang tersebut ada berbagai jenis makanan khas Bangka, seperti ketupat, lepat, lauk pauk, buah-buahan hasil olahan bumi kemudian diarak oleh pemuda masyarakat Desa Kemuja.

&quot;Makna dari dulang itu sendiri sesuai dengan ciri khas Bangka yaitu sepintu sedulang. Dari warga desa setiap rumah membawa dulang ada makanan khas seperti ketupat, lauk pauk, dll yang nanti didoakan pembacaan barzanji, agar sehat, panjang umur, keselamatan dunia akhirat. Setelah itu makanan disantap bersama, tradisi ini merupakan dari nenek moyang kita dulu, makanya diberi nama sepintu sedulang,&quot; jelasnya.

Sementara Ketua Komite Festival Budaya Melayu Desa Kemuja Bangka, H. Syamsudin menyatakan, pagelaran budaya melayu dan islam ini untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Jadi sebelum acara puncak pada 1 Desember 2017 nanti diisi dengan acara bernuansa islam dengan pengajian, pembacaan barzanji dan doa keselamatan bersama warga di masjid Rahmatudin, Desa Kemuja.

&quot;Kegiatan pagelaran kebudayaan ini sebenarnya untuk meningkatkan pengetahuan kepada generasi muda kita tentang budaya melayu khususnya di negeri Serumpun Sebalai ini dengan nuansa islami. Sekaligus mempertahankan, serta memperkenalkan tradisi kebudayaan khas Bangka untuk mempersatukan silaturrahim masyarakat dari seluruh tingkat kabupaten yang ada di provinsi Bangka Belitung,&quot; ucapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
