<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Caketum Golkar, Idrus Cuek Kubu Airlangga Dorong Upaya Aklamasi</title><description>Idrus tak permasalahkan munculnya nama kader-kader Golkar sebagai calon ketua umum Golkar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/05/337/1825641/soal-caketum-golkar-idrus-cuek-kubu-airlangga-dorong-upaya-aklamasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/05/337/1825641/soal-caketum-golkar-idrus-cuek-kubu-airlangga-dorong-upaya-aklamasi"/><item><title>Soal Caketum Golkar, Idrus Cuek Kubu Airlangga Dorong Upaya Aklamasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/05/337/1825641/soal-caketum-golkar-idrus-cuek-kubu-airlangga-dorong-upaya-aklamasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/05/337/1825641/soal-caketum-golkar-idrus-cuek-kubu-airlangga-dorong-upaya-aklamasi</guid><pubDate>Selasa 05 Desember 2017 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/05/337/1825641/soal-caketum-golkar-idrus-cuek-kubu-airlangga-dorong-upaya-aklamasi-TGLPclsXYI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt Ketum Golkar Idrus Marham (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/05/337/1825641/soal-caketum-golkar-idrus-cuek-kubu-airlangga-dorong-upaya-aklamasi-TGLPclsXYI.jpg</image><title>Plt Ketum Golkar Idrus Marham (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham tak mau ambil pusing alias cuek saja soal adanya upaya kubu Airlangga Hartarto agar jagoannya terpilih secara aklamasi dalam musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar.

&quot;Jadi gini, di dalam dunia politik praktis itu ya usaha kan boleh-boleh aja, semua usaha, semua itu punya hak,&quot; jelas Idrus di Ruang Rapat Fraksi Partai Golkar, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Idrus tak permasalahkan munculnya nama kader-kader Golkar sebagai calon ketua umum Golkar. Di mana, sejumlah nama yang sudah mencuat selain Airlangga dan Idrus, ada politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin.

Menurut Idrus, sebuah upaya untuk bisa menjadi seorang pemimpin adalah hal yang lumrah dalam dunia politik praktis.

&quot;Kami punya keyakinan dinamika itu bisa diselesaikan dengan satu. Kenapa, karena kekuatannya ada pada sistem,&quot; ujarnya.

&quot;Jadi kalau ada upaya kan boleh, masa upaya enggak boleh. Jadi, jangan pernah ada tersandera dalam partai, itu aja ya, biar clear semua,&quot; imbuhnya.
(Baca Juga: Ketua DPR Pengganti Setnov Harus Muda dan Berintegritas)
Idrus tak permasalahkan munculnya nama kader-kader Golkar sebagai calon ketua umum Golkar.
Meski menyatakan siap menjadi calon ketua umum, Idrus mengisyaratkan tidak terlalu berambisi. Ia beralasan di manapun posisinya yang penting adalah pengabdian kepada partai yang telah membesarkannya.

&quot;Jadi, saya sekali lagi saya katakan, kalau saya ditanya berpolitik ini adalah panggilan pengabdian. Posisinya di mana saja yang penting kita mengabdi,&quot; kata Idrus.

Idrus menekankan jangan baru mengabdi kalau sudah menjadi ketua umum. Baginya, jabatan di partai politik itu tak terlepas dari sebuah takdir.

&quot;Dia baru mau mengabdi kalau ketua umum, dia baru mau mengabdi kalau sekjen, dia baru mau aktif kalau misalkan di fraksi, kalau dia jadi anggota tidak. Itu bukan sejatinya pejuang. Pejuang-pejuang politik yang berdasarkan pada ideologi partai di mana aja. Persoalan jabatan itu persoalan takdir kan,&quot; tegasnya.

Sebelumnya, isu Munaslub mencuat dilatarbelakangi kasus hukum yang menjerat Ketus Umum Golkar Setya Novanto. Di mana, Setya Novanto telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).
(Baca Juga: Ridwan Hisjam: Saya Siap Gantikan Novanto sebagai Ketua DPR)</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham tak mau ambil pusing alias cuek saja soal adanya upaya kubu Airlangga Hartarto agar jagoannya terpilih secara aklamasi dalam musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar.

&quot;Jadi gini, di dalam dunia politik praktis itu ya usaha kan boleh-boleh aja, semua usaha, semua itu punya hak,&quot; jelas Idrus di Ruang Rapat Fraksi Partai Golkar, Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Idrus tak permasalahkan munculnya nama kader-kader Golkar sebagai calon ketua umum Golkar. Di mana, sejumlah nama yang sudah mencuat selain Airlangga dan Idrus, ada politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin.

Menurut Idrus, sebuah upaya untuk bisa menjadi seorang pemimpin adalah hal yang lumrah dalam dunia politik praktis.

&quot;Kami punya keyakinan dinamika itu bisa diselesaikan dengan satu. Kenapa, karena kekuatannya ada pada sistem,&quot; ujarnya.

&quot;Jadi kalau ada upaya kan boleh, masa upaya enggak boleh. Jadi, jangan pernah ada tersandera dalam partai, itu aja ya, biar clear semua,&quot; imbuhnya.
(Baca Juga: Ketua DPR Pengganti Setnov Harus Muda dan Berintegritas)
Idrus tak permasalahkan munculnya nama kader-kader Golkar sebagai calon ketua umum Golkar.
Meski menyatakan siap menjadi calon ketua umum, Idrus mengisyaratkan tidak terlalu berambisi. Ia beralasan di manapun posisinya yang penting adalah pengabdian kepada partai yang telah membesarkannya.

&quot;Jadi, saya sekali lagi saya katakan, kalau saya ditanya berpolitik ini adalah panggilan pengabdian. Posisinya di mana saja yang penting kita mengabdi,&quot; kata Idrus.

Idrus menekankan jangan baru mengabdi kalau sudah menjadi ketua umum. Baginya, jabatan di partai politik itu tak terlepas dari sebuah takdir.

&quot;Dia baru mau mengabdi kalau ketua umum, dia baru mau mengabdi kalau sekjen, dia baru mau aktif kalau misalkan di fraksi, kalau dia jadi anggota tidak. Itu bukan sejatinya pejuang. Pejuang-pejuang politik yang berdasarkan pada ideologi partai di mana aja. Persoalan jabatan itu persoalan takdir kan,&quot; tegasnya.

Sebelumnya, isu Munaslub mencuat dilatarbelakangi kasus hukum yang menjerat Ketus Umum Golkar Setya Novanto. Di mana, Setya Novanto telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).
(Baca Juga: Ridwan Hisjam: Saya Siap Gantikan Novanto sebagai Ketua DPR)</content:encoded></item></channel></rss>
