<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OKEZONE STORY: Nan Madol, Kota Misterius yang Sering Disebut Atlantis</title><description>Nan Madol disebut-sebut sebagai inspirasi H.P. Lovecraft dalam menggambarkan kota fiksi R'lyeh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/06/18/1825630/okezone-story-nan-madol-kota-misterius-yang-sering-disebut-atlantis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/06/18/1825630/okezone-story-nan-madol-kota-misterius-yang-sering-disebut-atlantis"/><item><title>OKEZONE STORY: Nan Madol, Kota Misterius yang Sering Disebut Atlantis</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/06/18/1825630/okezone-story-nan-madol-kota-misterius-yang-sering-disebut-atlantis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/06/18/1825630/okezone-story-nan-madol-kota-misterius-yang-sering-disebut-atlantis</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/05/18/1825630/okezone-story-nan-madol-kota-misterius-yang-sering-disebut-atlantis-hdOK7lm3Ry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Abovetopsecret</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/05/18/1825630/okezone-story-nan-madol-kota-misterius-yang-sering-disebut-atlantis-hdOK7lm3Ry.jpg</image><title>Foto: Abovetopsecret</title></images><description>NAN MADOL adalah sebuah kota misterius yang kerap disebut sebagai mistis Atlantis oleh para arkeolog. Dibangun di terumbu lepas pantai Pulau Pohnpei, Negara Federasi Mikronesia, misteri kota tua itu masih belum terpecahkan sampai hari ini.
Tanpa fondasi tanah, manusia berhasil membangun kota itu di atas batu dan karang. Sejarahnya panjang dan memesona. Meski berukuran kecil, lokasi itu menyimpan banyak rahasia.
Nan Madol dapat diartikan &quot;ruang di antara&quot;. Maksudnya, tempat ini bisa jadi saluran menuju 92 pulau kecil yang mengelilinginya . Namun, artinya akan berbeda jika menilik buku berjudul &quot;Pohnpei, An Island Argosy&quot; karya Gane Ashby. Nama awal pulau itu berubah menjadi Soun Nan-leng yang artinya &quot;Terumbu sungai&quot;.
Vintage News, Rabu (6/12/2017), berada di tengah laguna, tempat ini begitu indah dengan pulau-pulau kecilnya. Paduan bangunan dan air sebagai jalannya, membuat kota seluas 1,6 km dan 0,8 km pun dijuluki &quot;Vanesia-nya Pasifik&quot;. Struktur di pulau ini dibangun menggunakan batu yang terpola sehingga terlihat besar bak raksasa.
Menurut legenda, ada dua penyihir bernama Olosohpa dan Olisihpa yang membangun sebuah Kanamwayso atau kota mistis dari kano yang mereka gunakan. Kota itulah yang menjadi tempat mereka beribadah kepada tuhan pertanian, Nahnisohn Sahpw.
Kedua ahli sihir itulah yang mengangkat batu-batu raksasa di tempatnya dengan bantuan seekor naga terbang. Ketika salah satu dari mereka meninggal, seorang penyihir lainnya membentuk dinasti yang disebut Saudeleur. Penyihir yang tersisa menikahi seorang gadis desa setempat dan mereka berdua menghasilkan penguasa masa depan dinasti tersebut.
Dinasti Saudeleur sendiri ada pada 1100-1628. Namun tempat ini   dikisahkan sudah ada lebih awal, yakni pada abad pertama Masehi, hingga   tujuh abad kemudian kota berkembang, dan kembali ditingkatkan pada   sekira 1200 Masehi.
Kepercayaan tradisional menyebutkan tempat itu telah dibangun oleh   orang yang juga membangun Leluh, yakni sebuah kota tua di dekat pulau   Lelu, Federasi Mikronesia. Namun hal itu dipatahkan karena peninggalan   karbon terbaru menunjukkan bahwa Nan Madol lebih tua dari Leluh.Pembangunan wilayah di Nan Madol cukup adil. Mayoritas pulau  kecil di sana digunakan untuk keperluan perumahan, kamar mayat, sampai  tempat makanan. Adapun di tengahnya, berdiri Royal Mortuary, atau  kuburan bagi keluarga kerajaan yang dikelilingi oleh tembok setinggi 26  kaki.
Menurut para ilmuwan, ada kurang dari seribu warga yang tinggal di  sana. Populasi utama terdiri dari penduduk desa dan sejumlah besar  kepala suku.
Selama bertahun-tahun, Nan Madol telah membangkitkan banyak legenda,  mitos, dan kontroversi tentang Atlantis yang dibicarakan Plato. Hal ini  dibandingkan dengan mitos yang telah lama hilang dari Mu, dimana  peradaban manusia dikatakan telah lahir.
Batu besar itu menginspirasi teori konspirasi dan penulis seperti  David Hatcher Childress dan Erich von Daeniken. Dalam bukunya &quot;Evidence  of the Gods&quot;, von Daeniken menuliskan bahwa sarkofagus yang mengandung  platinum bar ditemukan di perairan Nan Madol. &quot;Peti mati platina&quot; ini  juga yang konon ditemukan oleh orang Jepang setelah Perang Dunia I.  Sayangnya, benda itu sudah tidak diketahui di mana saat ini.
Setelah mengalami kemunduran besar pada abad ke-15, tempat itu  ditinggalkan penghuninya sampai awal abad ke-19. Sudah banyak peneliti  dan ilmuwan yang mengunjunginya untuk mencoba memahami sejarah dan  konstruksinya.
Nan Madol juga telah menginspirasi H.P. Lovecraft, untuk  menggambarkan , R&amp;rsquo;lyeh, sebuah kota fiktif yang pertama kali muncul  dalam buku terkenal &quot;The Call of Cthulhu&quot;. (Hotlas Mora Sinaga/Magang).</description><content:encoded>NAN MADOL adalah sebuah kota misterius yang kerap disebut sebagai mistis Atlantis oleh para arkeolog. Dibangun di terumbu lepas pantai Pulau Pohnpei, Negara Federasi Mikronesia, misteri kota tua itu masih belum terpecahkan sampai hari ini.
Tanpa fondasi tanah, manusia berhasil membangun kota itu di atas batu dan karang. Sejarahnya panjang dan memesona. Meski berukuran kecil, lokasi itu menyimpan banyak rahasia.
Nan Madol dapat diartikan &quot;ruang di antara&quot;. Maksudnya, tempat ini bisa jadi saluran menuju 92 pulau kecil yang mengelilinginya . Namun, artinya akan berbeda jika menilik buku berjudul &quot;Pohnpei, An Island Argosy&quot; karya Gane Ashby. Nama awal pulau itu berubah menjadi Soun Nan-leng yang artinya &quot;Terumbu sungai&quot;.
Vintage News, Rabu (6/12/2017), berada di tengah laguna, tempat ini begitu indah dengan pulau-pulau kecilnya. Paduan bangunan dan air sebagai jalannya, membuat kota seluas 1,6 km dan 0,8 km pun dijuluki &quot;Vanesia-nya Pasifik&quot;. Struktur di pulau ini dibangun menggunakan batu yang terpola sehingga terlihat besar bak raksasa.
Menurut legenda, ada dua penyihir bernama Olosohpa dan Olisihpa yang membangun sebuah Kanamwayso atau kota mistis dari kano yang mereka gunakan. Kota itulah yang menjadi tempat mereka beribadah kepada tuhan pertanian, Nahnisohn Sahpw.
Kedua ahli sihir itulah yang mengangkat batu-batu raksasa di tempatnya dengan bantuan seekor naga terbang. Ketika salah satu dari mereka meninggal, seorang penyihir lainnya membentuk dinasti yang disebut Saudeleur. Penyihir yang tersisa menikahi seorang gadis desa setempat dan mereka berdua menghasilkan penguasa masa depan dinasti tersebut.
Dinasti Saudeleur sendiri ada pada 1100-1628. Namun tempat ini   dikisahkan sudah ada lebih awal, yakni pada abad pertama Masehi, hingga   tujuh abad kemudian kota berkembang, dan kembali ditingkatkan pada   sekira 1200 Masehi.
Kepercayaan tradisional menyebutkan tempat itu telah dibangun oleh   orang yang juga membangun Leluh, yakni sebuah kota tua di dekat pulau   Lelu, Federasi Mikronesia. Namun hal itu dipatahkan karena peninggalan   karbon terbaru menunjukkan bahwa Nan Madol lebih tua dari Leluh.Pembangunan wilayah di Nan Madol cukup adil. Mayoritas pulau  kecil di sana digunakan untuk keperluan perumahan, kamar mayat, sampai  tempat makanan. Adapun di tengahnya, berdiri Royal Mortuary, atau  kuburan bagi keluarga kerajaan yang dikelilingi oleh tembok setinggi 26  kaki.
Menurut para ilmuwan, ada kurang dari seribu warga yang tinggal di  sana. Populasi utama terdiri dari penduduk desa dan sejumlah besar  kepala suku.
Selama bertahun-tahun, Nan Madol telah membangkitkan banyak legenda,  mitos, dan kontroversi tentang Atlantis yang dibicarakan Plato. Hal ini  dibandingkan dengan mitos yang telah lama hilang dari Mu, dimana  peradaban manusia dikatakan telah lahir.
Batu besar itu menginspirasi teori konspirasi dan penulis seperti  David Hatcher Childress dan Erich von Daeniken. Dalam bukunya &quot;Evidence  of the Gods&quot;, von Daeniken menuliskan bahwa sarkofagus yang mengandung  platinum bar ditemukan di perairan Nan Madol. &quot;Peti mati platina&quot; ini  juga yang konon ditemukan oleh orang Jepang setelah Perang Dunia I.  Sayangnya, benda itu sudah tidak diketahui di mana saat ini.
Setelah mengalami kemunduran besar pada abad ke-15, tempat itu  ditinggalkan penghuninya sampai awal abad ke-19. Sudah banyak peneliti  dan ilmuwan yang mengunjunginya untuk mencoba memahami sejarah dan  konstruksinya.
Nan Madol juga telah menginspirasi H.P. Lovecraft, untuk  menggambarkan , R&amp;rsquo;lyeh, sebuah kota fiktif yang pertama kali muncul  dalam buku terkenal &quot;The Call of Cthulhu&quot;. (Hotlas Mora Sinaga/Magang).</content:encoded></item></channel></rss>
