<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dedi Mulyadi Bersikukuh Munaslub Golkar Harus Dilaksanakan Bulan Desember 2017</title><description>Munaslub digelar untuk mencari pengganti Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi E-KTP.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/06/337/1826378/dedi-mulyadi-bersikukuh-munaslub-golkar-harus-dilaksanakan-bulan-desember-2017</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/06/337/1826378/dedi-mulyadi-bersikukuh-munaslub-golkar-harus-dilaksanakan-bulan-desember-2017"/><item><title>Dedi Mulyadi Bersikukuh Munaslub Golkar Harus Dilaksanakan Bulan Desember 2017</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/06/337/1826378/dedi-mulyadi-bersikukuh-munaslub-golkar-harus-dilaksanakan-bulan-desember-2017</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/06/337/1826378/dedi-mulyadi-bersikukuh-munaslub-golkar-harus-dilaksanakan-bulan-desember-2017</guid><pubDate>Rabu 06 Desember 2017 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/06/337/1826378/dedi-mulyadi-bersikukuh-munaslub-golkar-harus-dilaksanakan-bulan-desember-2017-XBDshwRW6A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD Jawa Barat Golkar Dedi Mulyadi. Foto Antara/Reno Esnir</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/06/337/1826378/dedi-mulyadi-bersikukuh-munaslub-golkar-harus-dilaksanakan-bulan-desember-2017-XBDshwRW6A.jpg</image><title>Ketua DPD Jawa Barat Golkar Dedi Mulyadi. Foto Antara/Reno Esnir</title></images><description>

JAKARTA &amp;ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar bersikukuh untuk melaksanakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar dilaksanakan pada bulan Desember 2017.

Munaslub dilakukan untuk menentukan Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang saat ini telah menjadi tersangka kasus pengadaan proyek KTP elektronik.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa munaslub harus dilaksanakan pada minggu kedua bulan Desember 2017.

&quot;Harus bulan Desember tidak boleh lebih dari tanggal 16-17 (Desember),&quot; kata Dedi saat ditemui di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (6/12/2017).
Baca: Golkar: Pak Setnov Bersiap untuk Mundur
Dedi menjelaskan, bulan Desember merupakan waktu yang paling tepat, karena setelah itu akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

(Ketua Umum nonaktif Partai Golkar Setya Novanto. Foto Antara)
&quot;Januari sudah masuk tahapan pilkada. Kami kan pendaftaran. Nah, kami kan harus ada kepastian karena menyangkut nasib banyak orang dan nasib rakyat Indonesia,&quot; paparnya.

Sejauh ini ada empat nama yang sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi ketua umum Partai Golkar. Mereka yakni Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketum Golkar Idrus Marham, Ketua DPP Golkar Azis Syamsuddin dan Titiek Soeharto.

Airlangga menjadi nama yang memperoleh dukungan terbanyak dari 31 pimpinan DPD I Partai Golkar, dari total 34 DPD. Meski demikian dalam AD/RT Golkar menyatakan seseorang harus mendapat dukungan minimal 30 persen dari peserta Munaslub untuk maju sebagai Caketum.

Dedi mengklaim dirinya telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo untuk mengusung Airlangga, yang juga menjabat Menteri Perindustrian itu, sebagai ketua umum Golkar yang baru. Pihaknya pun memantau perkembangan munaslub agar warktunya tidak bergeser.

&quot;Kami akan monitor terus dalam waktu yang tidak terlalu lama ini kalau aspirasi kami ketika para DPD I melakukan pertemuan setuju 16-17 Desember,&quot; ucap bakal calon Gubernur Jawa Barat itu.

Dedi menegaskan, jika munaslub tak kunjung terlaksana, dirinya akan kembali ke DPP Golkar untuk mendorong adanya Munaslub. Dedi menyatakan DPD I memiliki kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis demi kemajuan Partai Golkar.

&quot;Tapi saya yakin DPP akan melaksanakan, DPP akan berkepentingan Partai Golkar ke depan. Kami komitmen munaslub tetap berjalan,&quot; tutup dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yNS8xLzEwNTc3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>

JAKARTA &amp;ndash; Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar bersikukuh untuk melaksanakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar dilaksanakan pada bulan Desember 2017.

Munaslub dilakukan untuk menentukan Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang saat ini telah menjadi tersangka kasus pengadaan proyek KTP elektronik.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa munaslub harus dilaksanakan pada minggu kedua bulan Desember 2017.

&quot;Harus bulan Desember tidak boleh lebih dari tanggal 16-17 (Desember),&quot; kata Dedi saat ditemui di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (6/12/2017).
Baca: Golkar: Pak Setnov Bersiap untuk Mundur
Dedi menjelaskan, bulan Desember merupakan waktu yang paling tepat, karena setelah itu akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

(Ketua Umum nonaktif Partai Golkar Setya Novanto. Foto Antara)
&quot;Januari sudah masuk tahapan pilkada. Kami kan pendaftaran. Nah, kami kan harus ada kepastian karena menyangkut nasib banyak orang dan nasib rakyat Indonesia,&quot; paparnya.

Sejauh ini ada empat nama yang sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi ketua umum Partai Golkar. Mereka yakni Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketum Golkar Idrus Marham, Ketua DPP Golkar Azis Syamsuddin dan Titiek Soeharto.

Airlangga menjadi nama yang memperoleh dukungan terbanyak dari 31 pimpinan DPD I Partai Golkar, dari total 34 DPD. Meski demikian dalam AD/RT Golkar menyatakan seseorang harus mendapat dukungan minimal 30 persen dari peserta Munaslub untuk maju sebagai Caketum.

Dedi mengklaim dirinya telah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo untuk mengusung Airlangga, yang juga menjabat Menteri Perindustrian itu, sebagai ketua umum Golkar yang baru. Pihaknya pun memantau perkembangan munaslub agar warktunya tidak bergeser.

&quot;Kami akan monitor terus dalam waktu yang tidak terlalu lama ini kalau aspirasi kami ketika para DPD I melakukan pertemuan setuju 16-17 Desember,&quot; ucap bakal calon Gubernur Jawa Barat itu.

Dedi menegaskan, jika munaslub tak kunjung terlaksana, dirinya akan kembali ke DPP Golkar untuk mendorong adanya Munaslub. Dedi menyatakan DPD I memiliki kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis demi kemajuan Partai Golkar.

&quot;Tapi saya yakin DPP akan melaksanakan, DPP akan berkepentingan Partai Golkar ke depan. Kami komitmen munaslub tetap berjalan,&quot; tutup dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8yNS8xLzEwNTc3Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
