<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berbagai Negara Termasuk PBB Kompak Menentang Keputusan AS Terkait Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel</title><description>Keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel mendapat tentangan dari berbagai negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1826444/berbagai-negara-termasuk-pbb-kompak-menentang-keputusan-as-terkait-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1826444/berbagai-negara-termasuk-pbb-kompak-menentang-keputusan-as-terkait-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel"/><item><title>Berbagai Negara Termasuk PBB Kompak Menentang Keputusan AS Terkait Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1826444/berbagai-negara-termasuk-pbb-kompak-menentang-keputusan-as-terkait-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1826444/berbagai-negara-termasuk-pbb-kompak-menentang-keputusan-as-terkait-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2017 04:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/07/18/1826444/berbagai-negara-termasuk-pbb-kompak-menentang-keputusan-as-terkait-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-djHCretmtZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kota Yerusalem. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/07/18/1826444/berbagai-negara-termasuk-pbb-kompak-menentang-keputusan-as-terkait-status-yerusalem-sebagai-ibu-kota-israel-djHCretmtZ.jpg</image><title>Kota Yerusalem. (Foto: Reuters)</title></images><description>KEPUTUSAN Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel mendapat tentangan dari berbagai negara. Pasca-Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan tersebut, berbagai negara beramai-ramai menyampaikan pendapatnya atas pengumuman itu.
Sebagaimana dilansir dari Reuters, Kamis (7/12/2017), berikut beberapa negara yang telah memberikan tanggapan resmi atas keputusan AS:
Iran
Iran &quot;secara serius mengutuk&quot; keputusan Negeri Paman Sam tersebut termasuk rencana pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Berdsarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Iran, langkah AS itu telah melanggar resolusi internasional.
Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, AS telah mencoba mengacaukan wilayah tersebut dan memulai perang untuk melindungi keamanan Israel.
Mesir
Mesir menjadi negara berikutnya yang menentang pengakuan AS terhadap Yerusalem. Selain Otoritas Negeri Piramida menyatakan, bahwa pengakuan negeri adidaya itu tidak mengubah status hukum kota tersebut sebagai bagian dari Palestina.
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Turki
Tak ingin ketinggalan, Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan yang isinya mengecam keputusan AS dan menyebutnya sebagai 'tindakan tak bertanggungjawab.' Bahkan sekira ratusan orang telah menggelar demonstrasi di luar gedung konsulat AS di Istanbul.
&quot;Kami mengecam pernyataan AS yang tidak bertanggungjawab karena mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kami meminta Pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang salah ini dan dapat menimbulkan dampak negatif,&quot; tulis pernyataan resmi Kemenlu Turki.
Arab Saudi
Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz yang merupakan sekutu dekat AS mengatakan, deklarasi Yerusalem &quot;membahayakan proses perundingan perdamaian dan ketegangan eskalasi di wilayah ini (Timur Tengah).&quot; Bahkan, menyusul pengumuman keputusan yang dibacakan oleh Presiden Donald Trump, Raja Salman dilaporkan lengsung menggelar pembicaraan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melalui sambungan telefon.
Sayangnya Otoritas Arab Saudi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perundingan yang dilakukan 2 kepala negara itu.Prancis
Pertentangan selanjutnya datang dari Prancis. Presiden  Emmanuel  Macron secara tegas menyatakan, tidak mendukung keputusan Pemerintah AS.  &quot;Keputusan ini merupakan keputusan yang patut disesalkan dan Prancis  tidak menyetujui serta menentang semua keputusan yang tak sejalan dengan  undang-undang internasional serta semua resolusi Dewan Keamanan PBB,&quot;  ujar Macron.
Macron menambahkan, status Yerusalem ini berkaitan erat dengan  masalah keamanan internasional. Ia menyatakan, akan berusaha untuk  membuat Otoritas AS berubah pikiran dan mencabut keputusan itu. Selain  itu, Presiden Macron juga mendorong semua pihak untuk tetap tenang dan  sebisa mungkin menyelesaikan masalah ini melalui dialog.
Maroko
Berdasarkan keterangan dari Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser  Bourita menegaskan, negaranya tetap memberi dukungan mutlak pada  Palestina dan menentang pengakuan AS tentang Yerusalem. Penyataan ini  konsisten sesuai dengan pernyataan Raja Maroko, Mohammed VI yang  sebelumnya juga telah mengungkapkan pertentangan keras atas keputusan  tersebut.
BACA JUGA: Jelang Pengumuman Stasus Yerusalem, Pemerintah RI Berharap AS Berubah Pikiran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyebut, keputusan AS  merupakan keputusan sepihak yang membahayakan prospek perdamaian bagi  orang Israel dan Palestina. Meski demikian,  Guterres menegaskan, bahwa  PBB akan melakukan segala cara untuk mendorong para pemimpin Israel dan  Palestina untuk kembali bersedia ke meja perundingan guna mewujudkan  perdamaian.
Indonesia
 
Meski pemerintah belum menyampaikan tanggapan lebih lanjut tentang    pengumuman AS terkait status Yerusalem,  Indonesia bisa dipastikan    menentang keputusan tersebut. Sebelumnya, jelang pengumuman itu, Menteri    Luar Negeri RI Retno Marsudi telah mengatakan, keputusan AS tersebut    dapat berdampak besar terhadap proses perdamaian antara Palestina dan    Israel.
Berdasarkan informasi dari Twitter Kemlu, Menlu Retno bahkan    menghubungi Menlu AS, Rex Tillerson dalam upaya untuk mengubah keputusan    tersebut.


#MenluRetno berkomunikasi dengan Menlu Amerika Serikat untuk tegaskan posisi    Indonesia  terkait status Jerusalem @setkabgoid @PolhukamRI @KBRIWashDC
&amp;mdash;    KEMLU RI (@Portal_Kemlu_RI) December    6, 2017



</description><content:encoded>KEPUTUSAN Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel mendapat tentangan dari berbagai negara. Pasca-Presiden Donald Trump mengumumkan keputusan tersebut, berbagai negara beramai-ramai menyampaikan pendapatnya atas pengumuman itu.
Sebagaimana dilansir dari Reuters, Kamis (7/12/2017), berikut beberapa negara yang telah memberikan tanggapan resmi atas keputusan AS:
Iran
Iran &quot;secara serius mengutuk&quot; keputusan Negeri Paman Sam tersebut termasuk rencana pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Berdsarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Iran, langkah AS itu telah melanggar resolusi internasional.
Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, AS telah mencoba mengacaukan wilayah tersebut dan memulai perang untuk melindungi keamanan Israel.
Mesir
Mesir menjadi negara berikutnya yang menentang pengakuan AS terhadap Yerusalem. Selain Otoritas Negeri Piramida menyatakan, bahwa pengakuan negeri adidaya itu tidak mengubah status hukum kota tersebut sebagai bagian dari Palestina.
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Turki
Tak ingin ketinggalan, Kementerian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan yang isinya mengecam keputusan AS dan menyebutnya sebagai 'tindakan tak bertanggungjawab.' Bahkan sekira ratusan orang telah menggelar demonstrasi di luar gedung konsulat AS di Istanbul.
&quot;Kami mengecam pernyataan AS yang tidak bertanggungjawab karena mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kami meminta Pemerintah AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang salah ini dan dapat menimbulkan dampak negatif,&quot; tulis pernyataan resmi Kemenlu Turki.
Arab Saudi
Raja Arab Saudi, Salman Abdulaziz yang merupakan sekutu dekat AS mengatakan, deklarasi Yerusalem &quot;membahayakan proses perundingan perdamaian dan ketegangan eskalasi di wilayah ini (Timur Tengah).&quot; Bahkan, menyusul pengumuman keputusan yang dibacakan oleh Presiden Donald Trump, Raja Salman dilaporkan lengsung menggelar pembicaraan dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melalui sambungan telefon.
Sayangnya Otoritas Arab Saudi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai perundingan yang dilakukan 2 kepala negara itu.Prancis
Pertentangan selanjutnya datang dari Prancis. Presiden  Emmanuel  Macron secara tegas menyatakan, tidak mendukung keputusan Pemerintah AS.  &quot;Keputusan ini merupakan keputusan yang patut disesalkan dan Prancis  tidak menyetujui serta menentang semua keputusan yang tak sejalan dengan  undang-undang internasional serta semua resolusi Dewan Keamanan PBB,&quot;  ujar Macron.
Macron menambahkan, status Yerusalem ini berkaitan erat dengan  masalah keamanan internasional. Ia menyatakan, akan berusaha untuk  membuat Otoritas AS berubah pikiran dan mencabut keputusan itu. Selain  itu, Presiden Macron juga mendorong semua pihak untuk tetap tenang dan  sebisa mungkin menyelesaikan masalah ini melalui dialog.
Maroko
Berdasarkan keterangan dari Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser  Bourita menegaskan, negaranya tetap memberi dukungan mutlak pada  Palestina dan menentang pengakuan AS tentang Yerusalem. Penyataan ini  konsisten sesuai dengan pernyataan Raja Maroko, Mohammed VI yang  sebelumnya juga telah mengungkapkan pertentangan keras atas keputusan  tersebut.
BACA JUGA: Jelang Pengumuman Stasus Yerusalem, Pemerintah RI Berharap AS Berubah Pikiran
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyebut, keputusan AS  merupakan keputusan sepihak yang membahayakan prospek perdamaian bagi  orang Israel dan Palestina. Meski demikian,  Guterres menegaskan, bahwa  PBB akan melakukan segala cara untuk mendorong para pemimpin Israel dan  Palestina untuk kembali bersedia ke meja perundingan guna mewujudkan  perdamaian.
Indonesia
 
Meski pemerintah belum menyampaikan tanggapan lebih lanjut tentang    pengumuman AS terkait status Yerusalem,  Indonesia bisa dipastikan    menentang keputusan tersebut. Sebelumnya, jelang pengumuman itu, Menteri    Luar Negeri RI Retno Marsudi telah mengatakan, keputusan AS tersebut    dapat berdampak besar terhadap proses perdamaian antara Palestina dan    Israel.
Berdasarkan informasi dari Twitter Kemlu, Menlu Retno bahkan    menghubungi Menlu AS, Rex Tillerson dalam upaya untuk mengubah keputusan    tersebut.


#MenluRetno berkomunikasi dengan Menlu Amerika Serikat untuk tegaskan posisi    Indonesia  terkait status Jerusalem @setkabgoid @PolhukamRI @KBRIWashDC
&amp;mdash;    KEMLU RI (@Portal_Kemlu_RI) December    6, 2017



</content:encoded></item></channel></rss>
