<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Respons Pengakuan Status Yerusalem, Qatar Berupaya Satukan Posisi Negara Arab dan Muslim</title><description>Kecam keputusan AS, Qatar menyatakan akan berusaha menggalang dan menyatukan posisi negara-negara Islam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1827024/respons-pengakuan-status-yerusalem-qatar-berupaya-satukan-posisi-negara-arab-dan-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1827024/respons-pengakuan-status-yerusalem-qatar-berupaya-satukan-posisi-negara-arab-dan-muslim"/><item><title>Respons Pengakuan Status Yerusalem, Qatar Berupaya Satukan Posisi Negara Arab dan Muslim</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1827024/respons-pengakuan-status-yerusalem-qatar-berupaya-satukan-posisi-negara-arab-dan-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/07/18/1827024/respons-pengakuan-status-yerusalem-qatar-berupaya-satukan-posisi-negara-arab-dan-muslim</guid><pubDate>Kamis 07 Desember 2017 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/07/18/1827024/respons-pengakuan-status-yerusalem-qatar-berupaya-satukan-posisi-negara-arab-dan-muslim-hNkBvlPpQa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu Qatar Sultan bin Saad al-Murakhi dan Menlu RI Retno Marsudi. (Foto: Twitter Kemlu RI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/07/18/1827024/respons-pengakuan-status-yerusalem-qatar-berupaya-satukan-posisi-negara-arab-dan-muslim-hNkBvlPpQa.jpg</image><title>Menlu Qatar Sultan bin Saad al-Murakhi dan Menlu RI Retno Marsudi. (Foto: Twitter Kemlu RI)</title></images><description>SERPONG - Isu pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Amerika Serikat (AS) telah membuat banyak negara prihatin dan menyampaikan kecamannya, termasuk Qatar. Untuk merespons keputusan Washington tersebut, Qatar menyatakan akan berusaha untuk menggalang dan menyatukan posisi dari negara-negara Islam.
&quot;Kami menyuarakan kekhawatiran atas Yerusalem. Kami membahas mengenai upaya untuk memberikan tekanan lebih dan bagaimana menyatukan posisi negara Arab dan negara Muslim,&quot; demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad al-Murakhi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi, Kamis (7/12/2017).
BACA JUGA: Hari Pertama BDF X, Menlu Retno Jalani 10 Pertemuan Bilateral
Dalam pertemuan yang berlangsung di sela perhelatan Bali Democracy Forum ke-10 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang, Banten itu, kedua menlu juga membahas perkembangan hubungan bilateral Indonesia dengan Qatar dan kelanjutan hasil pertemuan antara Presiden Joko WIdodo dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menlu Retno mengatakan, sebagai tindak lanjut pertemuan itu, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan kunjungan ke Qatar pada pekan depan. Sementara tim dari Qatar akan ganti mengunjungi Indonesia pada Januari mendatang.
BACA JUGA: Diikuti 103 Delegasi, BDF X 2017 Resmi Dibuk
Selain Qatar, Menlu Retno juga mengadakan pertemuan dengan menteri atau pejabat setingkat dari sembilan negara lainnya. Pada hari pertama perhelatan BDF Ke-10 ini, Menlu Retno bertemu dengan perwakilan dari Yordania, Timor Leste, Tunisia, Madagaskar, Singapura, Myanmar, Turkmenistan, dan Sri Lanka. Ia juga melakukan pertemuan dengan direktur jenderal organisasi internasional Melanesian Spearhead Group.</description><content:encoded>SERPONG - Isu pengakuan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh Amerika Serikat (AS) telah membuat banyak negara prihatin dan menyampaikan kecamannya, termasuk Qatar. Untuk merespons keputusan Washington tersebut, Qatar menyatakan akan berusaha untuk menggalang dan menyatukan posisi dari negara-negara Islam.
&quot;Kami menyuarakan kekhawatiran atas Yerusalem. Kami membahas mengenai upaya untuk memberikan tekanan lebih dan bagaimana menyatukan posisi negara Arab dan negara Muslim,&quot; demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad al-Murakhi usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi, Kamis (7/12/2017).
BACA JUGA: Hari Pertama BDF X, Menlu Retno Jalani 10 Pertemuan Bilateral
Dalam pertemuan yang berlangsung di sela perhelatan Bali Democracy Forum ke-10 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City, Tangerang, Banten itu, kedua menlu juga membahas perkembangan hubungan bilateral Indonesia dengan Qatar dan kelanjutan hasil pertemuan antara Presiden Joko WIdodo dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al Thani yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menlu Retno mengatakan, sebagai tindak lanjut pertemuan itu, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan kunjungan ke Qatar pada pekan depan. Sementara tim dari Qatar akan ganti mengunjungi Indonesia pada Januari mendatang.
BACA JUGA: Diikuti 103 Delegasi, BDF X 2017 Resmi Dibuk
Selain Qatar, Menlu Retno juga mengadakan pertemuan dengan menteri atau pejabat setingkat dari sembilan negara lainnya. Pada hari pertama perhelatan BDF Ke-10 ini, Menlu Retno bertemu dengan perwakilan dari Yordania, Timor Leste, Tunisia, Madagaskar, Singapura, Myanmar, Turkmenistan, dan Sri Lanka. Ia juga melakukan pertemuan dengan direktur jenderal organisasi internasional Melanesian Spearhead Group.</content:encoded></item></channel></rss>
