<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fenomena Supermoon dan Banjir Rob di Jakarta Utara</title><description>Beberapa hari terakhir, beberapa wilayah di Jakarta Utara terendam banjir rob atau pasangnya air laut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/08/338/1827529/fenomena-supermoon-dan-banjir-rob-di-jakarta-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/08/338/1827529/fenomena-supermoon-dan-banjir-rob-di-jakarta-utara"/><item><title>Fenomena Supermoon dan Banjir Rob di Jakarta Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/08/338/1827529/fenomena-supermoon-dan-banjir-rob-di-jakarta-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/08/338/1827529/fenomena-supermoon-dan-banjir-rob-di-jakarta-utara</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2017 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/08/338/1827529/fenomena-supermoon-dan-banjir-rob-di-jakarta-utara-DFCyNeO3Ux.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir Rob di Jakarta Utara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/08/338/1827529/fenomena-supermoon-dan-banjir-rob-di-jakarta-utara-DFCyNeO3Ux.jpg</image><title>Banjir Rob di Jakarta Utara (Foto: Okezone)</title></images><description>BOGOR - Beberapa hari terakhir, beberapa wilayah di Jakarta Utara terendam banjir rob atau pasangnya air laut. Namun, banjir yang disebabkan fenomena alam 'Supermoon' ini terbilang cukup parah karena air laut menggenangi rumah warga dalam waktu yang lama.

Peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) I Wayan Nurjaya mengatakan lamanya air laut yang menggenangi wilayah Jakarta Utara tersebut dikarenakan banyaknya pemukimam warga dan industri sehingga daya serap air berkurang.

&quot;Kalau yang di Jakarta itu kan 'Supermoon' ya memang fenomena yang normal. Tapi ketika terjadi di daerah pemukimam padat ditambah kegiatan industri ekonomi yang tinggi itu yang menjadi masalah seperti di Teluk Jakarta,&quot; katanya, Jumat (8/12/2017).

Selain itu, faktor yang mempengaruhi lamanya air laut tersebut surut adalah kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan serta faktor angin dari Laut Cina Selatan ke arah Teluk Jakarta cukup kencang.

&quot;Fenomena ini bersamaan dengan musim penghujan dimana curah hujan jadi tinggi. Lalu faktor klimatologi dimana tekanan angin dari Laut Cina Selatan ke arah Jakarta itu kencang yang membuat air laut tinggi dalam waktu yang lama. Jangan lupa juga di Jakarta pemanfaatan air tanah tinggi jadi tanah Jakarta turun. Komplikasi sekali lah fenomena di Jakara,&quot; paparnya.

Dengan demikian, faktor-faktor tersebutlah disinyalir menjadi penyebab utama lamanya penyurutan air laut yang menggenangi ratusan rumah warga di Jakarta Utara akibat fenomena alam 'Supermoon' ini.

&quot;Semua faktor-faktor tersebut saling berinteraksi ya memang (surut) jadi lama. Kalau misalnya hanya karena fenomena alam 'Supermoon' dimana hanya faktor air laut yang pasang, saya kira surutnya tidak akan lama seperti yang terjadi di Jakarta,&quot; tandasnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wNy8xLzEwNjI1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>BOGOR - Beberapa hari terakhir, beberapa wilayah di Jakarta Utara terendam banjir rob atau pasangnya air laut. Namun, banjir yang disebabkan fenomena alam 'Supermoon' ini terbilang cukup parah karena air laut menggenangi rumah warga dalam waktu yang lama.

Peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) I Wayan Nurjaya mengatakan lamanya air laut yang menggenangi wilayah Jakarta Utara tersebut dikarenakan banyaknya pemukimam warga dan industri sehingga daya serap air berkurang.

&quot;Kalau yang di Jakarta itu kan 'Supermoon' ya memang fenomena yang normal. Tapi ketika terjadi di daerah pemukimam padat ditambah kegiatan industri ekonomi yang tinggi itu yang menjadi masalah seperti di Teluk Jakarta,&quot; katanya, Jumat (8/12/2017).

Selain itu, faktor yang mempengaruhi lamanya air laut tersebut surut adalah kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan serta faktor angin dari Laut Cina Selatan ke arah Teluk Jakarta cukup kencang.

&quot;Fenomena ini bersamaan dengan musim penghujan dimana curah hujan jadi tinggi. Lalu faktor klimatologi dimana tekanan angin dari Laut Cina Selatan ke arah Jakarta itu kencang yang membuat air laut tinggi dalam waktu yang lama. Jangan lupa juga di Jakarta pemanfaatan air tanah tinggi jadi tanah Jakarta turun. Komplikasi sekali lah fenomena di Jakara,&quot; paparnya.

Dengan demikian, faktor-faktor tersebutlah disinyalir menjadi penyebab utama lamanya penyurutan air laut yang menggenangi ratusan rumah warga di Jakarta Utara akibat fenomena alam 'Supermoon' ini.

&quot;Semua faktor-faktor tersebut saling berinteraksi ya memang (surut) jadi lama. Kalau misalnya hanya karena fenomena alam 'Supermoon' dimana hanya faktor air laut yang pasang, saya kira surutnya tidak akan lama seperti yang terjadi di Jakarta,&quot; tandasnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wNy8xLzEwNjI1NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
