<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ingin Ketinggalan, Kini Giliran Korut Kecam Amerika Serikat Terkait Yerusalem</title><description>Pemerintah Korea Utara (Korut) turut mengecam keputusan Pemerintah  Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/09/18/1827908/tak-ingin-ketinggalan-kini-giliran-korut-kecam-amerika-serikat-terkait-yerusalem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/09/18/1827908/tak-ingin-ketinggalan-kini-giliran-korut-kecam-amerika-serikat-terkait-yerusalem"/><item><title>Tak Ingin Ketinggalan, Kini Giliran Korut Kecam Amerika Serikat Terkait Yerusalem</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/09/18/1827908/tak-ingin-ketinggalan-kini-giliran-korut-kecam-amerika-serikat-terkait-yerusalem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/09/18/1827908/tak-ingin-ketinggalan-kini-giliran-korut-kecam-amerika-serikat-terkait-yerusalem</guid><pubDate>Sabtu 09 Desember 2017 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/09/18/1827908/tak-ingin-ketinggalan-kini-giliran-korut-kecam-amerika-serikat-terkait-yerusalem-hTI3GPLHGB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tentara Korea Utara. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/09/18/1827908/tak-ingin-ketinggalan-kini-giliran-korut-kecam-amerika-serikat-terkait-yerusalem-hTI3GPLHGB.jpg</image><title>Tentara Korea Utara. (Foto: AFP)</title></images><description>PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) turut mengecam keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kecaman ini disampaikan Korut dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan hari ini atau pada Sabtu 9 September melalui media pemerintah.
Dengan kecaman tersebut, kini negara tertutup itu telah bergabung dengan dunia internasional yang mayoritas menentang keputusan Negeri Paman Sam. Sebagaimana dikutip dari AFP, Sabtu (9/12/2017), Korut menyebut pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel merupakan tindakan sembrono dan jahat.
BACA JUGA: Kenakan Syal Tradisional Palestina, Ratusan Umat Islam Salat di Depan Gedung Putih Protes Status Yerusalem
&quot;Mengingat fakta bahwa Presiden Donald Trump memiliki mental yang tidak baik maka ia telah menyerukan penghancuran total sebuah negara yang berdaulat. Tindakan ini sama sekali ridak mengejutkan,&quot; tulis keterangan Kementerian Luar Negeri Korut yang dimuat oleh Korean Central News Agency (KCNA).
Dalam pernyataan tersebut, pihak Korut juga mengatakan, jika tindakan AS ini telah membuktikan pada dunia bahwa musuh bebuyutannya tersebut merupakan dalang utama dari perusak perdamaian dan keamanan dunia. &quot;Mereka adalah sampah dan pihak yang kejam pada masyarakat internasional,&quot; imbuh pernyataan tersebut.
Selain melontarkan kecaman kepada negara adidaya itu, Korut juga menyatakan dukungan kuat dan solidaritas bagi rakyat Palestina, negara-negara Arab serta umat Islam yang berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka yang sah. &quot;AS akan dimintai pertanggungjawaban atas semua konsekuensi dari tindakan nakal dan jahat ini,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:  Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza dan Sebabkan 2 Orang Bersenjata Tewas
Pengumuman Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv telah memicu kemarahan seluruh Muslim di dunia. Kecaman juga datang dari berbagai pihak termasuk negara-negara Eropa yang menentang keputusan AS tersebut.
Hubungan Presiden Trump dan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un telah memanas dalam beberapa bulan terakhir karena ancaman rudal dan nuklir. Bahkan kedua pemimpin itu tak segan saling melontarkan hinaan.</description><content:encoded>PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) turut mengecam keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Kecaman ini disampaikan Korut dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan hari ini atau pada Sabtu 9 September melalui media pemerintah.
Dengan kecaman tersebut, kini negara tertutup itu telah bergabung dengan dunia internasional yang mayoritas menentang keputusan Negeri Paman Sam. Sebagaimana dikutip dari AFP, Sabtu (9/12/2017), Korut menyebut pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel merupakan tindakan sembrono dan jahat.
BACA JUGA: Kenakan Syal Tradisional Palestina, Ratusan Umat Islam Salat di Depan Gedung Putih Protes Status Yerusalem
&quot;Mengingat fakta bahwa Presiden Donald Trump memiliki mental yang tidak baik maka ia telah menyerukan penghancuran total sebuah negara yang berdaulat. Tindakan ini sama sekali ridak mengejutkan,&quot; tulis keterangan Kementerian Luar Negeri Korut yang dimuat oleh Korean Central News Agency (KCNA).
Dalam pernyataan tersebut, pihak Korut juga mengatakan, jika tindakan AS ini telah membuktikan pada dunia bahwa musuh bebuyutannya tersebut merupakan dalang utama dari perusak perdamaian dan keamanan dunia. &quot;Mereka adalah sampah dan pihak yang kejam pada masyarakat internasional,&quot; imbuh pernyataan tersebut.
Selain melontarkan kecaman kepada negara adidaya itu, Korut juga menyatakan dukungan kuat dan solidaritas bagi rakyat Palestina, negara-negara Arab serta umat Islam yang berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka yang sah. &quot;AS akan dimintai pertanggungjawaban atas semua konsekuensi dari tindakan nakal dan jahat ini,&quot; tambahnya.
BACA JUGA:  Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza dan Sebabkan 2 Orang Bersenjata Tewas
Pengumuman Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv telah memicu kemarahan seluruh Muslim di dunia. Kecaman juga datang dari berbagai pihak termasuk negara-negara Eropa yang menentang keputusan AS tersebut.
Hubungan Presiden Trump dan Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un telah memanas dalam beberapa bulan terakhir karena ancaman rudal dan nuklir. Bahkan kedua pemimpin itu tak segan saling melontarkan hinaan.</content:encoded></item></channel></rss>
