<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Seluruh Dunia Harus Bergerak demi Kemerdekaan Palestina&quot;</title><description>Konflik Palestina dan Israel sudah melampaui isu agama.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/10/337/1828036/seluruh-dunia-harus-bergerak-demi-kemerdekaan-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/10/337/1828036/seluruh-dunia-harus-bergerak-demi-kemerdekaan-palestina"/><item><title>&quot;Seluruh Dunia Harus Bergerak demi Kemerdekaan Palestina&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/10/337/1828036/seluruh-dunia-harus-bergerak-demi-kemerdekaan-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/10/337/1828036/seluruh-dunia-harus-bergerak-demi-kemerdekaan-palestina</guid><pubDate>Minggu 10 Desember 2017 06:08 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/10/337/1828036/seluruh-dunia-harus-bergerak-demi-kemerdekaan-palestina-MsVnGjfbKd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa berdemo terkait klaim AS soal Yerusalem. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/10/337/1828036/seluruh-dunia-harus-bergerak-demi-kemerdekaan-palestina-MsVnGjfbKd.jpg</image><title>Massa berdemo terkait klaim AS soal Yerusalem. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengatakan, konflik Palestina dan Israel sudah melampaui isu agama. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus ditentang oleh seluruh dunia. Konflik semakin memanas setelah pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
&quot;Dunia harus bersuara, ini sudah melampaui batas agama, karena isu Palestina bukan isu agama, tetapi bagaimana kita harus memerdekakan sebuah bangsa yang sudah ditindas puluhan tahun,&quot; kata Charles kepada Okezone, Minggu (10/12/2017).&amp;nbsp;
Charles menjelaskan, pengakuan yang dilakukan Trump sangat membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel. Selain itu, tak kalah berbahaya, pengakuan ini berpotensi besar ditunggangi oleh kelompok-kelompok radikal untuk melancarkan aksi teror.&amp;nbsp;
&quot;Ini bisa dijadikan alasan bagi kelompok-kelompok radikal. Isu ini sangat rawan dibajak oleh kelompok radikal dalam melancarkan aksi tindak kekerasan, terorisme,&quot; lanjut dia.&amp;nbsp;
Charles meyakini Indonesia bisa berperan aktif menentang keputusan Trump tersebut. Upaya diplomasi ke forum-forum internasional bisa dilakukan terutama agar tidak ada negara lain yang melakukan pengakuan serupa seperti AS.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;Saya yakin bisa, karena awal saja beberapa negara Eropa sudah jelas-jelas menolak Trump. Ini sudah melampaui agama, ini sudah jelas ada penjajahan, pendudukan ilegal oleh suatu negara ke negara lain. Oleh karena itu seluruh dunia harus bergerak mendukung kemerdekaan Palestina,&quot; jelas dia.

&quot;Caranya seperti apa? tentu saja harus melalui hukum dan institusi-institusi internasional seperti forum PBB, menjadi&amp;nbsp; inisiator dalam melahirkan sebuah resolusi baru yang menegaskan kembali resolusi-resolusi yang sudahh diputukan sebelumnya,&quot; tutup Charles.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengecam pernyataan sepihak  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald  Trump yang memberikan pengakuan  Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.  Pemerintah Indonesia meminta Negeri  Paman Sam mempertimbangkan keputusan  tersebut.
(Baca juga: Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember)
&quot;Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat  terhadap  Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta Amerika Serikat   mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,&quot; kata Jokowi di Istana   Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Desember 2017.
Kepala Negara mengatakan, pengakuan sepihak tersebut telah   melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, di mana   AS merupakan anggota tetapnya. &quot;Ini bisa mengguncang stabilitas   keamanan dunia,&quot; tegas Jokowi.
&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wOC8xLzEwNjM1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengatakan, konflik Palestina dan Israel sudah melampaui isu agama. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus ditentang oleh seluruh dunia. Konflik semakin memanas setelah pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
&quot;Dunia harus bersuara, ini sudah melampaui batas agama, karena isu Palestina bukan isu agama, tetapi bagaimana kita harus memerdekakan sebuah bangsa yang sudah ditindas puluhan tahun,&quot; kata Charles kepada Okezone, Minggu (10/12/2017).&amp;nbsp;
Charles menjelaskan, pengakuan yang dilakukan Trump sangat membahayakan proses perdamaian Palestina dan Israel. Selain itu, tak kalah berbahaya, pengakuan ini berpotensi besar ditunggangi oleh kelompok-kelompok radikal untuk melancarkan aksi teror.&amp;nbsp;
&quot;Ini bisa dijadikan alasan bagi kelompok-kelompok radikal. Isu ini sangat rawan dibajak oleh kelompok radikal dalam melancarkan aksi tindak kekerasan, terorisme,&quot; lanjut dia.&amp;nbsp;
Charles meyakini Indonesia bisa berperan aktif menentang keputusan Trump tersebut. Upaya diplomasi ke forum-forum internasional bisa dilakukan terutama agar tidak ada negara lain yang melakukan pengakuan serupa seperti AS.&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&quot;Saya yakin bisa, karena awal saja beberapa negara Eropa sudah jelas-jelas menolak Trump. Ini sudah melampaui agama, ini sudah jelas ada penjajahan, pendudukan ilegal oleh suatu negara ke negara lain. Oleh karena itu seluruh dunia harus bergerak mendukung kemerdekaan Palestina,&quot; jelas dia.

&quot;Caranya seperti apa? tentu saja harus melalui hukum dan institusi-institusi internasional seperti forum PBB, menjadi&amp;nbsp; inisiator dalam melahirkan sebuah resolusi baru yang menegaskan kembali resolusi-resolusi yang sudahh diputukan sebelumnya,&quot; tutup Charles.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengecam pernyataan sepihak  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald  Trump yang memberikan pengakuan  Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.  Pemerintah Indonesia meminta Negeri  Paman Sam mempertimbangkan keputusan  tersebut.
(Baca juga: Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember)
&quot;Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat  terhadap  Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta Amerika Serikat   mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,&quot; kata Jokowi di Istana   Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Desember 2017.
Kepala Negara mengatakan, pengakuan sepihak tersebut telah   melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, di mana   AS merupakan anggota tetapnya. &quot;Ini bisa mengguncang stabilitas   keamanan dunia,&quot; tegas Jokowi.
&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wOC8xLzEwNjM1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
