<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Peluang Gerindra Calonkan Sudrajat di Pilgub Jabar 2018</title><description>Gerindra dinilai telat untuk munculkan nama jagoannya yang akan maju di pilgub Jawa Barat 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1828955/menakar-peluang-gerindra-calonkan-sudrajat-di-pilgub-jabar-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1828955/menakar-peluang-gerindra-calonkan-sudrajat-di-pilgub-jabar-2018"/><item><title>Menakar Peluang Gerindra Calonkan Sudrajat di Pilgub Jabar 2018</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1828955/menakar-peluang-gerindra-calonkan-sudrajat-di-pilgub-jabar-2018</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1828955/menakar-peluang-gerindra-calonkan-sudrajat-di-pilgub-jabar-2018</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2017 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/12/525/1828955/menakar-peluang-gerindra-calonkan-sudrajat-di-pilgub-jabar-7LLo2dNL4o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayjend Sudrajat (Foto: Antara) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/12/525/1828955/menakar-peluang-gerindra-calonkan-sudrajat-di-pilgub-jabar-7LLo2dNL4o.jpg</image><title>Mayjend Sudrajat (Foto: Antara) </title></images><description>BANDUNG - Partai Gerindra secara mengejutkan mengumumkan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat sebagai cagub di Pilgub Jawa Barat 2018.
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi memberikan analisisnya. Ia memandang Gerindra terlambat dalam memutuskan sikapnya tersebut.
&quot;Mengusulkan Sudrajat menurut saya adalah setback. Karena nama beliau ini agak telat (dimunculkan) ya,&quot; kata Muradi, Selasa (12/12/2017).
Jika memang akan mengusung Sudrajat, idealnya Gerindra dan Sudrajat sendiri sejak jauh-jauh hari melakukan sosialisasi. Apalagi, nama Sudrajat tidak begitu dikenal di Jawa Barat.
&quot;Kalau dia dari awal (akan diusung), dari awal harusnya sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi,&quot; ucapnya.
Untuk bisa membuka peluang kemenangan, butuh langkah ekstra keras dari Gerindra dan Sudrajat. Pemilihan sosok cawagub pun harus benar-benar dapat mendongkrak raihan suara di pilgub nanti.
Terkait sosok cawagub, sejauh ini belum ada keputusan Sudrajat akan dipasangkan dengan siapa. Tapi, Gerindra akan menjalin komunikasi dengan PKS dan PAN untuk membuka peluang koalisi.
Jika jadi berkoalisi dengan PKS dan PAN, maka akan butuh pembahasan mendalam untuk menentukan sosok cawagub. Sejauh ini, baru PKS yang mantap mengusung nama yaitu Ahmad Syaikhu. Itu pun PKS saat ini masih bersama Deddy Mizwar yang akan diusung sebagai cagub.
Soal kemungkinan Sudrajat disandingkan dengan Syaikhu, hal itu akan cukup berat. Sebab, Syaikhu dinilai sosok yang kurang tepat untuk mendongkrak raihan suara.
&quot;Sudrajat karakter orang yang tidak terlalu aktif, dia menunggu. Dengan cara ini, butuh pendamping yang bukan sekelas Syaikhu untuk bisa mengangkat suara Gerindra atau Sudrajat,&quot; jelas Muradi.
Sementara sejauh ini, PAN belum memutuskan sikapnya meski sempat diklaim akan mengarahkan dukungannya kepada pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Meski PAN sebelumnya tidak terlalu berhasrat mendorong kadernya jadi cawagub, hal itu bisa berubah jika PAN jadi berkoalisi dengan Gerindra.
Jika Gerindra berubah arah dan memilih mendukung Deddy Mizwar dan menempatkan Sudrajat sebagai cawagubnya, maka PKS kemungkinan tidak akan mau berkoalisi.
&quot;Kalau kembali cagubnya Demiz, PKS pasti enggak mau (koalisi) karena PKS ingin mendorong kadernya, Ahmad Syaikhu. Katakanlah Deddy Mizwar cagub dan Sudrajat cawagubnya, maka akan kehilangan PKS dan PAN. Jadi, agak rumit posisi Sudrajat ini,&quot; papar Muradi.</description><content:encoded>BANDUNG - Partai Gerindra secara mengejutkan mengumumkan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat sebagai cagub di Pilgub Jawa Barat 2018.
Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi memberikan analisisnya. Ia memandang Gerindra terlambat dalam memutuskan sikapnya tersebut.
&quot;Mengusulkan Sudrajat menurut saya adalah setback. Karena nama beliau ini agak telat (dimunculkan) ya,&quot; kata Muradi, Selasa (12/12/2017).
Jika memang akan mengusung Sudrajat, idealnya Gerindra dan Sudrajat sendiri sejak jauh-jauh hari melakukan sosialisasi. Apalagi, nama Sudrajat tidak begitu dikenal di Jawa Barat.
&quot;Kalau dia dari awal (akan diusung), dari awal harusnya sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi,&quot; ucapnya.
Untuk bisa membuka peluang kemenangan, butuh langkah ekstra keras dari Gerindra dan Sudrajat. Pemilihan sosok cawagub pun harus benar-benar dapat mendongkrak raihan suara di pilgub nanti.
Terkait sosok cawagub, sejauh ini belum ada keputusan Sudrajat akan dipasangkan dengan siapa. Tapi, Gerindra akan menjalin komunikasi dengan PKS dan PAN untuk membuka peluang koalisi.
Jika jadi berkoalisi dengan PKS dan PAN, maka akan butuh pembahasan mendalam untuk menentukan sosok cawagub. Sejauh ini, baru PKS yang mantap mengusung nama yaitu Ahmad Syaikhu. Itu pun PKS saat ini masih bersama Deddy Mizwar yang akan diusung sebagai cagub.
Soal kemungkinan Sudrajat disandingkan dengan Syaikhu, hal itu akan cukup berat. Sebab, Syaikhu dinilai sosok yang kurang tepat untuk mendongkrak raihan suara.
&quot;Sudrajat karakter orang yang tidak terlalu aktif, dia menunggu. Dengan cara ini, butuh pendamping yang bukan sekelas Syaikhu untuk bisa mengangkat suara Gerindra atau Sudrajat,&quot; jelas Muradi.
Sementara sejauh ini, PAN belum memutuskan sikapnya meski sempat diklaim akan mengarahkan dukungannya kepada pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu. Meski PAN sebelumnya tidak terlalu berhasrat mendorong kadernya jadi cawagub, hal itu bisa berubah jika PAN jadi berkoalisi dengan Gerindra.
Jika Gerindra berubah arah dan memilih mendukung Deddy Mizwar dan menempatkan Sudrajat sebagai cawagubnya, maka PKS kemungkinan tidak akan mau berkoalisi.
&quot;Kalau kembali cagubnya Demiz, PKS pasti enggak mau (koalisi) karena PKS ingin mendorong kadernya, Ahmad Syaikhu. Katakanlah Deddy Mizwar cagub dan Sudrajat cawagubnya, maka akan kehilangan PKS dan PAN. Jadi, agak rumit posisi Sudrajat ini,&quot; papar Muradi.</content:encoded></item></channel></rss>
