<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjuangan 3 Jam Warga Bogor Dapatkan Gas 3 Kg yang Sedang Langka      </title><description>Warga Bogor butuhkan waktu sekira 3 jam untuk mendapatkan gas 3 kg yang saat ini tengah langka di pasaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1829096/perjuangan-3-jam-warga-bogor-dapatkan-gas-3-kg-yang-sedang-langka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1829096/perjuangan-3-jam-warga-bogor-dapatkan-gas-3-kg-yang-sedang-langka"/><item><title>Perjuangan 3 Jam Warga Bogor Dapatkan Gas 3 Kg yang Sedang Langka      </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1829096/perjuangan-3-jam-warga-bogor-dapatkan-gas-3-kg-yang-sedang-langka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/12/525/1829096/perjuangan-3-jam-warga-bogor-dapatkan-gas-3-kg-yang-sedang-langka</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2017 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/12/525/1829096/perjuangan-3-jam-warga-bogor-dapatkan-gas-3-kg-yang-sedang-langka-AISuvzN37y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">warga antri gas 3kg (Foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/12/525/1829096/perjuangan-3-jam-warga-bogor-dapatkan-gas-3-kg-yang-sedang-langka-AISuvzN37y.jpg</image><title>warga antri gas 3kg (Foto: Okezone) </title></images><description>

BOGOR - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ternyata masih dirasakan sejumlah warga di Kota Bogor. Sulitnya mendapat gas tersebut membuat warga rela mengantre berjam-jam demi mendapat gas.

Seperti yang dirasakan warga Bantar Kemang, Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor ini misalnya. Mereka terpaksa mengantre berjam-jam di pangkalan gas demi mendapat gas bersubsidi tersebut.

Salah satu warga Uyung (62), mengaku kesulitan mendapat gas elpiji ukuran 3 kilogram ini sudah terjadi hampir satu bulan. Ia pun terpaksa mengantre selama 3 jam untuk mendapat jatah gas.

&quot;Sudah satu bulan ini. Susah cari gas di warung-warung, makanya saya langsung beli ke pangkalan,&quot; katanya, kepada Okezone, Selasa (12/12/2017).

Ia pun mengaku sejumlah warung enggan menjual gas bersubsidi tersebut kepada pembeli yang tidak dikenal atau bukan langganan. Hal itupun menambah sulit warga karena harus membeli gas ke pangkalan.

&quot;Sekalinya ada di warung engga dikasih, alasannya bukan langganan, harganya juga Rp20 ribu. Jadi harus ke pangkalan, untung harganya normal,&quot; ungkapnya.

Hal senada juga dirasakan ibu rumah tangga, Yoyoh (59) yang mengaku kesukitan mendapat gas 3 kilogram. Selain sulit, pembelian gas di pangkalan dijatah sebanyak satu tabung gas perkepala.

&quot;Cuma boleh beli satu tabung, itu juga harus nulis nama dulu. Kalau beli di warung susah, harganya juga mahal sampai Rp20 ribu di warung,&quot; ungkap Yoyoh.

Yoyoh pun berharap agar pemerintah segera menyelesaikam kelangkaan gas ini. Menurutnya, kelangkaan ini sangat menyulitkan warga terutama ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dapur.

&quot;Semoga cepat normal lagi, stoknya ditambah lagi. Kalau gimi kasihan ibu-ibu apalagi yang sudah tua. Gas kan kebutuhan pokok untuk masak,&quot; tandasnya.

</description><content:encoded>

BOGOR - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ternyata masih dirasakan sejumlah warga di Kota Bogor. Sulitnya mendapat gas tersebut membuat warga rela mengantre berjam-jam demi mendapat gas.

Seperti yang dirasakan warga Bantar Kemang, Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor ini misalnya. Mereka terpaksa mengantre berjam-jam di pangkalan gas demi mendapat gas bersubsidi tersebut.

Salah satu warga Uyung (62), mengaku kesulitan mendapat gas elpiji ukuran 3 kilogram ini sudah terjadi hampir satu bulan. Ia pun terpaksa mengantre selama 3 jam untuk mendapat jatah gas.

&quot;Sudah satu bulan ini. Susah cari gas di warung-warung, makanya saya langsung beli ke pangkalan,&quot; katanya, kepada Okezone, Selasa (12/12/2017).

Ia pun mengaku sejumlah warung enggan menjual gas bersubsidi tersebut kepada pembeli yang tidak dikenal atau bukan langganan. Hal itupun menambah sulit warga karena harus membeli gas ke pangkalan.

&quot;Sekalinya ada di warung engga dikasih, alasannya bukan langganan, harganya juga Rp20 ribu. Jadi harus ke pangkalan, untung harganya normal,&quot; ungkapnya.

Hal senada juga dirasakan ibu rumah tangga, Yoyoh (59) yang mengaku kesukitan mendapat gas 3 kilogram. Selain sulit, pembelian gas di pangkalan dijatah sebanyak satu tabung gas perkepala.

&quot;Cuma boleh beli satu tabung, itu juga harus nulis nama dulu. Kalau beli di warung susah, harganya juga mahal sampai Rp20 ribu di warung,&quot; ungkap Yoyoh.

Yoyoh pun berharap agar pemerintah segera menyelesaikam kelangkaan gas ini. Menurutnya, kelangkaan ini sangat menyulitkan warga terutama ibu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dapur.

&quot;Semoga cepat normal lagi, stoknya ditambah lagi. Kalau gimi kasihan ibu-ibu apalagi yang sudah tua. Gas kan kebutuhan pokok untuk masak,&quot; tandasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
