<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Charles II, Raja Spanyol Terakhir yang &quot;Tersihir&quot; dan Penyakitan</title><description>Ketika diautopsi, jenazah Raja Charles dalam keadaan tidak biasa, yakni tidak ada setetes darah dan kepalanya dipenuhi air.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/13/18/1829496/charles-ii-raja-spanyol-terakhir-yang-tersihir-dan-penyakitan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/13/18/1829496/charles-ii-raja-spanyol-terakhir-yang-tersihir-dan-penyakitan"/><item><title>Charles II, Raja Spanyol Terakhir yang &quot;Tersihir&quot; dan Penyakitan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/13/18/1829496/charles-ii-raja-spanyol-terakhir-yang-tersihir-dan-penyakitan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/13/18/1829496/charles-ii-raja-spanyol-terakhir-yang-tersihir-dan-penyakitan</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2017 08:01 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/13/18/1829496/charles-ii-raja-spanyol-terakhir-yang-tersihir-dan-penyakitan-78QtAiwXXy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Charles ditemukan meninggal dalam keadaan yang tidak biasa (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/13/18/1829496/charles-ii-raja-spanyol-terakhir-yang-tersihir-dan-penyakitan-78QtAiwXXy.jpg</image><title>Raja Charles ditemukan meninggal dalam keadaan yang tidak biasa (Foto: The Vintage News)</title></images><description>DARI sekian banyak kerajaan di Eropa, House of Habsburg terkenal sebagai salah satu kerajan yang mencetak para raja dan kaisar yang hebat. Raja dan Kaisar Habsburg menguasai beberapa kerajaan di masa lalu, seperti Bohemia, Kroasia, Portugis, Jerman, dan beberapa kerajaan di Spanyol.
Raja Charles II dari Spanyol, adalah raja terakhir Habsburg. Ia dikenang sebagai raja yang lemah dan penyakitan. Kekurangan fisik, intelektual dan kondisi emosionalnya menghambat pekerjaannya. Akibat kondisinya tersebut, ia mendapat julukan &amp;ldquo;The Bewitched&amp;rdquo; (Yang Tersihir).
Charles II lahir di Madrid pada 1661 dan merupakan anak dari Raja Philip IV dari Spanyol dengan istri keduanya, Mariana dari Austria. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya yang otomatis menjadi pewaris tunggal takhta ayahnya.
Charles menjadi raja yang sah setelah kematian Phillip IV. Akan tetapi, kondisi fisik dan mental Charles yang buruk menghambat kinerjanya dalam mengerjakan tugas kerajaan. Kondisi tersebut merupakan hasil dari para leluhurnya yang seringkali menikah dengan saudara kandung.
Hubungan macam itu biasa terjadi di bangsawan Eropa pada abad-17 tak terkecuali Spanyol. Kasus Habsburg adalah yang terekstrem. Kekuasaan mereka didapat dengan perkawinan sedarah dan tak ragu meski harus menikahi keluarga lain.
Kesehatan dan gangguan mental Charles II memberikan dampak yang besar terhadap hidupnya. Ia meninggal di usia 38 tahun, lima hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39. Raja yang lemah ini tak memiliki anak dan ahli waris. Penerus potensial Habsburg pun telah meninggal lebih dulu.
Ia memutuskan untuk mengangkat keponakannya, Phillip, Duke of Anjou, yang berusia 16 tahun sebagai penggantinya. Akan tetapi, Philip juga merupakan ahli waris dari Kerajaan Prancis karena ia merupakan cucu dari raja Prancis yang berkuasa, Louis XIV.  Ibunya, Maria Theresa dari Spanyol, merupakan istri pertama anak  penguasa Prancis terkenal itu.
Pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan takhta Charles II menjadi permasalahan di antara para menteri di seluruh benua Eropa.Dinukil dari Vintage News, Rabu (13/12/2017), Charles II mengundurkan diri sebagai raja setelah mengalami gangguan syaraf yang disebabkan oleh tekanan untuk mengeluarkan Spanyol dari krisis ekonomi. Sejak saat itu, ia menghabiskan waktunya untuk hal-hal sederhana, seperti bermain game dan menghabiskan waktunya untuk kegiatan serupa.
Setelah kematiannya, terjadi periode krisis politik dan ketidakseimbangan kekuasaan di Eropa yang memicu perang perebutan kekuasaan di Spanyol.
Namun, fakta yang menarik dari kematian Charles II bukan terletak pada krisis politik yang memuncak menjadi perang melainkan pada keanehan dan kondisi tubuhnya sebelum meninggal.
Di minggu-minggu terakhirnya, Charles menjadi sangat rapuh. Ia menjadi aneh dan supersensitif. suatu kali, Charles II pernah meminta agar makam keluarganya digali agar ia bisa melihat jenazah mereka.
Seorang fisikawan yang melakukan autopsi mengatakan bahwa tubuhnya tidak memiliki darah setetes pun, jantungnya hanya sebesar biji merica, paru-parunya berkarat, ususnya busuk, kepalanya dipenuhi air dan ia hanya memiliki satu testis yang hitam sehitam batu bara.
Sejarawan Amerika, Will and Ariel Durant, penulis buku The Story of Civilization menggambarkan Charles II sebagai seorang raja yan lumpuh, pendek, pikun, epilepsi dan ia sudah benar-benar botak sebelum usianya mencapai 35 tahun.
Di bawah kepemimpinan Charles II, situasi Spanyol terancam bahaya. Kekuasaan dan pengaruh Spanyol menurun dengan sangat cepat. Selain itu, perekonomian juga hampir kolaps dan menjadi sangat lemah terutama di antara 1650-1700.
Kelaparan, tingkat produktivitas yang rendah dan mewabahnya epidemi merupakan beberapa bagian kehancuran yang dihadapi kerajaan tersebut. Namun, yang lebih parah daripada itu, jumlah penduduk menurun dan wilayah kekuasaan menyusut.
Kisah Charles II dari The House of Habsburg menjadi pelajaran bagi kerajaan-kerajaan lain untuk berhati-hati saat mengangkat seseorang menjadi raja. Jika mereka ingin mempertahankan kehebatan kerajaan, maka mereka harus memiliki pemimpin yang hebat juga.
(Griska Laras Widanti/Magang)</description><content:encoded>DARI sekian banyak kerajaan di Eropa, House of Habsburg terkenal sebagai salah satu kerajan yang mencetak para raja dan kaisar yang hebat. Raja dan Kaisar Habsburg menguasai beberapa kerajaan di masa lalu, seperti Bohemia, Kroasia, Portugis, Jerman, dan beberapa kerajaan di Spanyol.
Raja Charles II dari Spanyol, adalah raja terakhir Habsburg. Ia dikenang sebagai raja yang lemah dan penyakitan. Kekurangan fisik, intelektual dan kondisi emosionalnya menghambat pekerjaannya. Akibat kondisinya tersebut, ia mendapat julukan &amp;ldquo;The Bewitched&amp;rdquo; (Yang Tersihir).
Charles II lahir di Madrid pada 1661 dan merupakan anak dari Raja Philip IV dari Spanyol dengan istri keduanya, Mariana dari Austria. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya yang otomatis menjadi pewaris tunggal takhta ayahnya.
Charles menjadi raja yang sah setelah kematian Phillip IV. Akan tetapi, kondisi fisik dan mental Charles yang buruk menghambat kinerjanya dalam mengerjakan tugas kerajaan. Kondisi tersebut merupakan hasil dari para leluhurnya yang seringkali menikah dengan saudara kandung.
Hubungan macam itu biasa terjadi di bangsawan Eropa pada abad-17 tak terkecuali Spanyol. Kasus Habsburg adalah yang terekstrem. Kekuasaan mereka didapat dengan perkawinan sedarah dan tak ragu meski harus menikahi keluarga lain.
Kesehatan dan gangguan mental Charles II memberikan dampak yang besar terhadap hidupnya. Ia meninggal di usia 38 tahun, lima hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39. Raja yang lemah ini tak memiliki anak dan ahli waris. Penerus potensial Habsburg pun telah meninggal lebih dulu.
Ia memutuskan untuk mengangkat keponakannya, Phillip, Duke of Anjou, yang berusia 16 tahun sebagai penggantinya. Akan tetapi, Philip juga merupakan ahli waris dari Kerajaan Prancis karena ia merupakan cucu dari raja Prancis yang berkuasa, Louis XIV.  Ibunya, Maria Theresa dari Spanyol, merupakan istri pertama anak  penguasa Prancis terkenal itu.
Pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan takhta Charles II menjadi permasalahan di antara para menteri di seluruh benua Eropa.Dinukil dari Vintage News, Rabu (13/12/2017), Charles II mengundurkan diri sebagai raja setelah mengalami gangguan syaraf yang disebabkan oleh tekanan untuk mengeluarkan Spanyol dari krisis ekonomi. Sejak saat itu, ia menghabiskan waktunya untuk hal-hal sederhana, seperti bermain game dan menghabiskan waktunya untuk kegiatan serupa.
Setelah kematiannya, terjadi periode krisis politik dan ketidakseimbangan kekuasaan di Eropa yang memicu perang perebutan kekuasaan di Spanyol.
Namun, fakta yang menarik dari kematian Charles II bukan terletak pada krisis politik yang memuncak menjadi perang melainkan pada keanehan dan kondisi tubuhnya sebelum meninggal.
Di minggu-minggu terakhirnya, Charles menjadi sangat rapuh. Ia menjadi aneh dan supersensitif. suatu kali, Charles II pernah meminta agar makam keluarganya digali agar ia bisa melihat jenazah mereka.
Seorang fisikawan yang melakukan autopsi mengatakan bahwa tubuhnya tidak memiliki darah setetes pun, jantungnya hanya sebesar biji merica, paru-parunya berkarat, ususnya busuk, kepalanya dipenuhi air dan ia hanya memiliki satu testis yang hitam sehitam batu bara.
Sejarawan Amerika, Will and Ariel Durant, penulis buku The Story of Civilization menggambarkan Charles II sebagai seorang raja yan lumpuh, pendek, pikun, epilepsi dan ia sudah benar-benar botak sebelum usianya mencapai 35 tahun.
Di bawah kepemimpinan Charles II, situasi Spanyol terancam bahaya. Kekuasaan dan pengaruh Spanyol menurun dengan sangat cepat. Selain itu, perekonomian juga hampir kolaps dan menjadi sangat lemah terutama di antara 1650-1700.
Kelaparan, tingkat produktivitas yang rendah dan mewabahnya epidemi merupakan beberapa bagian kehancuran yang dihadapi kerajaan tersebut. Namun, yang lebih parah daripada itu, jumlah penduduk menurun dan wilayah kekuasaan menyusut.
Kisah Charles II dari The House of Habsburg menjadi pelajaran bagi kerajaan-kerajaan lain untuk berhati-hati saat mengangkat seseorang menjadi raja. Jika mereka ingin mempertahankan kehebatan kerajaan, maka mereka harus memiliki pemimpin yang hebat juga.
(Griska Laras Widanti/Magang)</content:encoded></item></channel></rss>
