<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pilpres 2019, Gatot Dinilai Cocok Berpasangan dengan Anies</title><description>Jika mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu disimulasikan menjadi capres,  sosok yang tepat untuk mendampinginya adalah Anies Baswedan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829470/pilpres-2019-gatot-dinilai-cocok-berpasangan-dengan-anies</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829470/pilpres-2019-gatot-dinilai-cocok-berpasangan-dengan-anies"/><item><title>Pilpres 2019, Gatot Dinilai Cocok Berpasangan dengan Anies</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829470/pilpres-2019-gatot-dinilai-cocok-berpasangan-dengan-anies</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829470/pilpres-2019-gatot-dinilai-cocok-berpasangan-dengan-anies</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2017 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/13/337/1829470/pilpres-2019-gatot-dinilai-cocok-berpasangan-dengan-anies-m69igbldNJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/13/337/1829470/pilpres-2019-gatot-dinilai-cocok-berpasangan-dengan-anies-m69igbldNJ.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash;Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, masuk dalam sejumlah lembaga survei untuk berlaga dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019, salah satunya Indo Barometer. Lembaga pimpinan Muhammad Qodari ini menempatkan nama Gatot dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) 2019 dengan perolehan angka sebesar 9,6 persen pada November 2017.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai Gatot layak untuk maju sebagai cawapres Joko Widodo pada 2019. Namun persoalannya, Jokowi disebut belum tentu mau bila disandingkan dengan Gatot pada pesta demokrasi tersebut.

&quot;Karena posisi Gatot sebagai Panglima TNI pun dicopot oleh Jokowi sebelum waktunya. Gatot ketika jadi panglima bersinar sehinga popularitasnya tinggi. Dalam hal ini, Jokowi tidak senang jika ada anak buahnya main politik,&quot; kata Ujang kepada Okezone, Rabu (13/12/2017).

(Baca Juga: Turun Tahta sebagai Panglima TNI, Elektabilitas Gatot Nurmantyo Meroket untuk Pilpres 2019)

Ia melanjutkan, jika mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu disimulasikan menjadi capres, sosok yang tepat untuk mendampinginya adalah Anies Baswedan. Kendati masih menjabat sebagai Gubernur DKI pada 2019, Anies disebut dapat meniru langkah Jokowi yang &quot;lompat&quot; untuk mengikuti kontestasi pilpres.

&quot;Jika Gatot menjadi capres maka yang cocok untuk mendampingi Gatot yaitu Anies Baswedan. Kan dulu Jokowi waktu maju jadi calon presiden posisinya masih jadi Gubernur DKI Jakarta. Jika Anies berkinerja baik dan mampu menyetop reklamasi, bisa saja dia menjadi calon wapresnya Gatot,&quot; imbuh Ujang.
(Baca Juga: Membaca Peluang Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019)




&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wNS8yMi8xMDYyMDEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash;Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, masuk dalam sejumlah lembaga survei untuk berlaga dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019, salah satunya Indo Barometer. Lembaga pimpinan Muhammad Qodari ini menempatkan nama Gatot dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) 2019 dengan perolehan angka sebesar 9,6 persen pada November 2017.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai Gatot layak untuk maju sebagai cawapres Joko Widodo pada 2019. Namun persoalannya, Jokowi disebut belum tentu mau bila disandingkan dengan Gatot pada pesta demokrasi tersebut.

&quot;Karena posisi Gatot sebagai Panglima TNI pun dicopot oleh Jokowi sebelum waktunya. Gatot ketika jadi panglima bersinar sehinga popularitasnya tinggi. Dalam hal ini, Jokowi tidak senang jika ada anak buahnya main politik,&quot; kata Ujang kepada Okezone, Rabu (13/12/2017).

(Baca Juga: Turun Tahta sebagai Panglima TNI, Elektabilitas Gatot Nurmantyo Meroket untuk Pilpres 2019)

Ia melanjutkan, jika mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) itu disimulasikan menjadi capres, sosok yang tepat untuk mendampinginya adalah Anies Baswedan. Kendati masih menjabat sebagai Gubernur DKI pada 2019, Anies disebut dapat meniru langkah Jokowi yang &quot;lompat&quot; untuk mengikuti kontestasi pilpres.

&quot;Jika Gatot menjadi capres maka yang cocok untuk mendampingi Gatot yaitu Anies Baswedan. Kan dulu Jokowi waktu maju jadi calon presiden posisinya masih jadi Gubernur DKI Jakarta. Jika Anies berkinerja baik dan mampu menyetop reklamasi, bisa saja dia menjadi calon wapresnya Gatot,&quot; imbuh Ujang.
(Baca Juga: Membaca Peluang Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019)




&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wNS8yMi8xMDYyMDEvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
