<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Daerah yang Diprediksi Akan Memanas di Pilkada 2018</title><description>Sebanyak 171 daerah yang akan menggelar pesta demokrasi secara bersamaan  itu terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829820/5-daerah-yang-diprediksi-akan-memanas-di-pilkada-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829820/5-daerah-yang-diprediksi-akan-memanas-di-pilkada-2018"/><item><title>5 Daerah yang Diprediksi Akan Memanas di Pilkada 2018</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829820/5-daerah-yang-diprediksi-akan-memanas-di-pilkada-2018</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/13/337/1829820/5-daerah-yang-diprediksi-akan-memanas-di-pilkada-2018</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2017 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Zen Arivin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/13/337/1829820/5-daerah-yang-diprediksi-akan-memanas-di-pilkada-2018-NSn6bzRdyt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/13/337/1829820/5-daerah-yang-diprediksi-akan-memanas-di-pilkada-2018-NSn6bzRdyt.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tahun 2018 merupakan tahun politik bagi Bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, sebanyak 171 daerah di Nusantara akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak pada 27 Juni 2018 mendatang.

Sebanyak 171 daerah yang akan menggelar pesta demokrasi secara bersamaan itu terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menentukan tanggal kapan pendaftaran calon kepala daerah itu dilangsungkan, yakni sejak 8 hingga 10 Januari 2018 mendatang.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8zMS8xLzEwNDgwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dengan demikian, para politisi maupun partai politik (parpol) hanya memiliki waktu kurang dari sebulan dari saat ini untuk menentukan calon maupun menggalang koalisi. Tak heran, jika saat ini sejumlah politisi dan parpol pun semakin intens melakukan lobi-lobi politik.

Berikut lima daerah yang diprediksi akan menjadi medan pertarungan sengit para politisi dan parpol pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 yang dilansir dari berbagai sumber :



5. Pilgub Papua

Pilgub Papua diprediksi tak kalah menarik dari daerah-daerah lain di  Jawa. Sebab, beberapa figur politisi diyakini akan ikut serta dalam  kontestasi politik lima tahunan itu.

Sebut saja, Gubernur Papua petahana Lukas Enembe. Ketua DPD Demokrat  Papua ini mengklaim telah mendapatkan dukungan dari sebagian besar  parpol. Diantaranya PAN, PKS, Gerindra, PPP, Nasdem dan Hanura.

(Baca Juga: Maju di Pilgub Papua 2018, Stafsus Presiden Jokowi Lenis Kogoya Minta Restu Mendagri)

Lukas diprediksi akan head to head dengan Lenis Kogoya. Lenis  merupakan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo. Beberapa waktu  lalu, Lenis mengaku sudah meminta izin kepada Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk maju sebagai peserta Pilkada Papua 2018.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/09/11/42231/223626_medium.jpg&quot; alt=&quot;PERKENALKAN! SiBeksi, Maskot Pilkada Kota Bekasi 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain itu Lenis juga mengatakan jika ada tiga parpol yang berniat  mengusung dirinya menjadi calon gubernur (Cagub) Papua. Ketiga partai  itu adalah PDIP, Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

4. Pilgub Bali

Tensi politik dalam Pilgub Bali 2018 diyakini sejumlah pihak akan   cukup tinggi. Setelah sembilan parpol melakukan koalisi guna mengalahkan   pasangan pasangan calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur   (Cawagub) Bali, Wayan Koster dan Cok Ace yang resmi diusung PDIP.

Sembilan parpol yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) itu   antara lain, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai   Demokrat, Partai NasDem, PKPI, PAN, PKS, dan Perindo.

(Baca Juga: Resmi! PDIP Usung I Wayan Koster-Cok Ace di Pilgub Bali 2018)

Namun, hingga kini sembilan parpol tersebut belum memutuskan siapa   sosok yang akan diusung dalam Pilgub Bali nantinya. Kendati demikian,   nama Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dan Wali Kota Denpasar IB Rai   Dharmawijaya Mantra disebut-sebut menjadi kandidat terkuat yang akan   diusung sembilan parpol ini.
3. Pilgub Jawa Tengah

Dari tiga provinsi di Jawa, kontestasi politik Pilgub di Jawa Tengah    (Jateng) diyakini bakalan lebih seru ketimbang dua daerah lain, yakni    Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selain Gubernur Petahana Ganjar Pranowo, beberapa nama tokoh besar    disebut-sebut akan turun gunung dan turut serta dalam Pilkada Jateng    ini. Sepertihalnya nama Budi Waseso (Buwas) yang diprediksi akan diusung    oleh PDIP jika Ganjar tak maju di periode kedua ini.

Hingga saat ini, sudah ada lima nama yang mendaftar sebagai calon    gubernur (Cagub) ke partai besutan Megawati Soekarno Putri itu.    Sedangkan 14 kandidat mendaftar sebagai cawagub. PDIP sendiri baru akan    mengumumkan siapa figur yang diusungnya pada awal Januari 2018    mendatang.

(Baca Juga: Sepi Senyap, &quot;Nyanyian Nina Bobok&quot; Parpol untuk Rakyat di Pilgub Jateng)

Selain Budi Waseso yang kini menjabat sebagai Kepala Badan narkotika    Nasional (BNN) pusat, nama mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah    Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, juga santer muncul ke publik.    Marwan disebut-sebut akan diusung PKB dalam Pilkada Jateng.

Tak hanya itu, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,    Sudirman Said, dipastikan akan ikut dalam gelaran Pilkada Jateng.    Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara resmi    menyampaikan dukungannya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8yNS8xLzEwMTgyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sedangkan PAN sendiri sejak awal siap mendukung Ganjar Pranowo untuk    kembali bertarung dalam Pilkada Jateng. Kendati dengan syarat Ganjar    harus menjadikan kader internal PAN sebagai pendampingnya.

2. Pilgub Jawa Timur

Pertarungan pada Pilgub Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan akan     berlangsung sengit. Sepertinya hanya akan ada dua pasangan calon     (Paslon) yang akan bertarung dalam Pilkada yang digelar 27 Juni 2018     mendatang.

Pasangan Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung PDIP dan     PKB serta PKS sepertinya akan head to head dengan pasangan Khofifah     Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang didukung oleh Demokrat,     Golkar, PPP serta Nasdem dan Hanura.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wNS8xLzEwNDk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sementara rumor munculnya poros baru yang diusung Gerindra dalam     Pilgub Jatim dinilai sebagian kalangan bakal sulit untuk terealisasi.     Kendati saat ini, Gerindra sudah memberikan dukungan kepada La Nyalla     Mattalitti, namun hingga kini PAN belum juga memberikan lampu hijau     untuk bergabung dalam poros baru itu.

Justru, partai berlambang matahari itu santer dikabarkan akan merapat     ke pasangan Khofifah-Emil Dardak. Tentunya, tanpa dukungan PAN,   Partai   Gerindra tidak akan bisa mengusung mantan Ketua PSSI dalam   kontestasi   politik Pilgub Jatim 2018 mendatang lantaran hanya memiliki   13 kursi di   DPRD Jatim.

(Baca Juga: Menunggu Tangan Dingin dan Kepiawaian Prabowo di Pilgub Jatim 2018)

Sedangkan syarat minimal guna mengusung calon sesuai dengan Peraturan     KPU 9/2016 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,     Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota,  yakni    20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 20 kursi.

1. Pilgub Jawa Barat

Di mata beberapa pengamat, perhelatan Pilgub Jawa Barat (Jabar)      diyakini akan berlangsung sengit. Bahkan diprediksi kejutan-kejutan akan      muncul dalam pesta demokrasi lima tahunan sekali itu.

Salah satunya, munculnya figur Mayjend (Purn) TNI Sudrajat yang      diusung oleh Partai Gerindra. Bahkan, diam-diam PDIP juga melakukan      komunikasi yang cukup intens dengan partai besutan Prabowo Subianto itu.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wNS8xLzEwNDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kendati hingga kini PDIP belum juga akan memutuskan siapa sosok yang      akan diusung. Sejumlah nama seperti Dedi Mulyadi, Anton Charliyan  dan     Iwa Karniwa dikabarkan memiliki potensi kuat untuk diusung  partai     berlambang banteng moncong putih ini.

Tak hanya itu, mencuatnya nama-nama seperti Ridwan Kamil yang diusung      Nasdem dan Golkar serta Deddy Mizwar yang dudukung Demokrat, PKS  dan     PAN juga diyakini membuat perhelatan Pilgub Jabar akan semakin    dinamis.

(Baca Juga: PAN-Demokrat-PKS Sepakat Usung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018)

Meskipun koalisi tersebut masih berpotensi untuk kembali terpecah.      Sebab, hingga kini baik Ridwan Kamil maupun Deddy Mizwar belum      menentukan siapa yang bakal menjadi pendampingnya. Selain itu, pasca      menyatakan dukungannya ke Mayjend (Purn) TNI Sudrajat, kini Gerindra      terus melakukan komunikasi politik dengan PKS dan PAN.
</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun 2018 merupakan tahun politik bagi Bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, sebanyak 171 daerah di Nusantara akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak pada 27 Juni 2018 mendatang.

Sebanyak 171 daerah yang akan menggelar pesta demokrasi secara bersamaan itu terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menentukan tanggal kapan pendaftaran calon kepala daerah itu dilangsungkan, yakni sejak 8 hingga 10 Januari 2018 mendatang.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8zMS8xLzEwNDgwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dengan demikian, para politisi maupun partai politik (parpol) hanya memiliki waktu kurang dari sebulan dari saat ini untuk menentukan calon maupun menggalang koalisi. Tak heran, jika saat ini sejumlah politisi dan parpol pun semakin intens melakukan lobi-lobi politik.

Berikut lima daerah yang diprediksi akan menjadi medan pertarungan sengit para politisi dan parpol pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 yang dilansir dari berbagai sumber :



5. Pilgub Papua

Pilgub Papua diprediksi tak kalah menarik dari daerah-daerah lain di  Jawa. Sebab, beberapa figur politisi diyakini akan ikut serta dalam  kontestasi politik lima tahunan itu.

Sebut saja, Gubernur Papua petahana Lukas Enembe. Ketua DPD Demokrat  Papua ini mengklaim telah mendapatkan dukungan dari sebagian besar  parpol. Diantaranya PAN, PKS, Gerindra, PPP, Nasdem dan Hanura.

(Baca Juga: Maju di Pilgub Papua 2018, Stafsus Presiden Jokowi Lenis Kogoya Minta Restu Mendagri)

Lukas diprediksi akan head to head dengan Lenis Kogoya. Lenis  merupakan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo. Beberapa waktu  lalu, Lenis mengaku sudah meminta izin kepada Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk maju sebagai peserta Pilkada Papua 2018.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/09/11/42231/223626_medium.jpg&quot; alt=&quot;PERKENALKAN! SiBeksi, Maskot Pilkada Kota Bekasi 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain itu Lenis juga mengatakan jika ada tiga parpol yang berniat  mengusung dirinya menjadi calon gubernur (Cagub) Papua. Ketiga partai  itu adalah PDIP, Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

4. Pilgub Bali

Tensi politik dalam Pilgub Bali 2018 diyakini sejumlah pihak akan   cukup tinggi. Setelah sembilan parpol melakukan koalisi guna mengalahkan   pasangan pasangan calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur   (Cawagub) Bali, Wayan Koster dan Cok Ace yang resmi diusung PDIP.

Sembilan parpol yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bali (KRB) itu   antara lain, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai   Demokrat, Partai NasDem, PKPI, PAN, PKS, dan Perindo.

(Baca Juga: Resmi! PDIP Usung I Wayan Koster-Cok Ace di Pilgub Bali 2018)

Namun, hingga kini sembilan parpol tersebut belum memutuskan siapa   sosok yang akan diusung dalam Pilgub Bali nantinya. Kendati demikian,   nama Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta dan Wali Kota Denpasar IB Rai   Dharmawijaya Mantra disebut-sebut menjadi kandidat terkuat yang akan   diusung sembilan parpol ini.
3. Pilgub Jawa Tengah

Dari tiga provinsi di Jawa, kontestasi politik Pilgub di Jawa Tengah    (Jateng) diyakini bakalan lebih seru ketimbang dua daerah lain, yakni    Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selain Gubernur Petahana Ganjar Pranowo, beberapa nama tokoh besar    disebut-sebut akan turun gunung dan turut serta dalam Pilkada Jateng    ini. Sepertihalnya nama Budi Waseso (Buwas) yang diprediksi akan diusung    oleh PDIP jika Ganjar tak maju di periode kedua ini.

Hingga saat ini, sudah ada lima nama yang mendaftar sebagai calon    gubernur (Cagub) ke partai besutan Megawati Soekarno Putri itu.    Sedangkan 14 kandidat mendaftar sebagai cawagub. PDIP sendiri baru akan    mengumumkan siapa figur yang diusungnya pada awal Januari 2018    mendatang.

(Baca Juga: Sepi Senyap, &quot;Nyanyian Nina Bobok&quot; Parpol untuk Rakyat di Pilgub Jateng)

Selain Budi Waseso yang kini menjabat sebagai Kepala Badan narkotika    Nasional (BNN) pusat, nama mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah    Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, juga santer muncul ke publik.    Marwan disebut-sebut akan diusung PKB dalam Pilkada Jateng.

Tak hanya itu, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,    Sudirman Said, dipastikan akan ikut dalam gelaran Pilkada Jateng.    Setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara resmi    menyampaikan dukungannya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOC8yNS8xLzEwMTgyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sedangkan PAN sendiri sejak awal siap mendukung Ganjar Pranowo untuk    kembali bertarung dalam Pilkada Jateng. Kendati dengan syarat Ganjar    harus menjadikan kader internal PAN sebagai pendampingnya.

2. Pilgub Jawa Timur

Pertarungan pada Pilgub Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan akan     berlangsung sengit. Sepertinya hanya akan ada dua pasangan calon     (Paslon) yang akan bertarung dalam Pilkada yang digelar 27 Juni 2018     mendatang.

Pasangan Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang diusung PDIP dan     PKB serta PKS sepertinya akan head to head dengan pasangan Khofifah     Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang didukung oleh Demokrat,     Golkar, PPP serta Nasdem dan Hanura.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wNS8xLzEwNDk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sementara rumor munculnya poros baru yang diusung Gerindra dalam     Pilgub Jatim dinilai sebagian kalangan bakal sulit untuk terealisasi.     Kendati saat ini, Gerindra sudah memberikan dukungan kepada La Nyalla     Mattalitti, namun hingga kini PAN belum juga memberikan lampu hijau     untuk bergabung dalam poros baru itu.

Justru, partai berlambang matahari itu santer dikabarkan akan merapat     ke pasangan Khofifah-Emil Dardak. Tentunya, tanpa dukungan PAN,   Partai   Gerindra tidak akan bisa mengusung mantan Ketua PSSI dalam   kontestasi   politik Pilgub Jatim 2018 mendatang lantaran hanya memiliki   13 kursi di   DPRD Jatim.

(Baca Juga: Menunggu Tangan Dingin dan Kepiawaian Prabowo di Pilgub Jatim 2018)

Sedangkan syarat minimal guna mengusung calon sesuai dengan Peraturan     KPU 9/2016 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur,     Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota,  yakni    20 persen dari jumlah kursi di DPRD atau 20 kursi.

1. Pilgub Jawa Barat

Di mata beberapa pengamat, perhelatan Pilgub Jawa Barat (Jabar)      diyakini akan berlangsung sengit. Bahkan diprediksi kejutan-kejutan akan      muncul dalam pesta demokrasi lima tahunan sekali itu.

Salah satunya, munculnya figur Mayjend (Purn) TNI Sudrajat yang      diusung oleh Partai Gerindra. Bahkan, diam-diam PDIP juga melakukan      komunikasi yang cukup intens dengan partai besutan Prabowo Subianto itu.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wNS8xLzEwNDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kendati hingga kini PDIP belum juga akan memutuskan siapa sosok yang      akan diusung. Sejumlah nama seperti Dedi Mulyadi, Anton Charliyan  dan     Iwa Karniwa dikabarkan memiliki potensi kuat untuk diusung  partai     berlambang banteng moncong putih ini.

Tak hanya itu, mencuatnya nama-nama seperti Ridwan Kamil yang diusung      Nasdem dan Golkar serta Deddy Mizwar yang dudukung Demokrat, PKS  dan     PAN juga diyakini membuat perhelatan Pilgub Jabar akan semakin    dinamis.

(Baca Juga: PAN-Demokrat-PKS Sepakat Usung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018)

Meskipun koalisi tersebut masih berpotensi untuk kembali terpecah.      Sebab, hingga kini baik Ridwan Kamil maupun Deddy Mizwar belum      menentukan siapa yang bakal menjadi pendampingnya. Selain itu, pasca      menyatakan dukungannya ke Mayjend (Purn) TNI Sudrajat, kini Gerindra      terus melakukan komunikasi politik dengan PKS dan PAN.
</content:encoded></item></channel></rss>
