<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penghormatan Terakhir untuk AM Fatwa, Ketua DPD: Selamat Jalan Pak Fatwa!</title><description>DPD RI memberikan penghormatan terkahir untuk salah satu anggotanya, AM Fatwa yang meninggal dunia pagi ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830187/penghormatan-terakhir-untuk-am-fatwa-ketua-dpd-selamat-jalan-pak-fatwa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830187/penghormatan-terakhir-untuk-am-fatwa-ketua-dpd-selamat-jalan-pak-fatwa"/><item><title>Penghormatan Terakhir untuk AM Fatwa, Ketua DPD: Selamat Jalan Pak Fatwa!</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830187/penghormatan-terakhir-untuk-am-fatwa-ketua-dpd-selamat-jalan-pak-fatwa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830187/penghormatan-terakhir-untuk-am-fatwa-ketua-dpd-selamat-jalan-pak-fatwa</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2017 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/14/337/1830187/penghormatan-terakhir-untuk-am-fatwa-ketua-dpd-selamat-jalan-pak-fatwa-oMbepmiVI9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenazah AM Fatwa saat dibawa ke Gedung MPR/DPR/DPD RI. (Foto: Bayu S/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/14/337/1830187/penghormatan-terakhir-untuk-am-fatwa-ketua-dpd-selamat-jalan-pak-fatwa-oMbepmiVI9.jpg</image><title>Jenazah AM Fatwa saat dibawa ke Gedung MPR/DPR/DPD RI. (Foto: Bayu S/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI memberikan penghormatan terakhir kepada politikus senior yang saat ini menjadi Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Andi Mappetahang Fatwa (AM Fatwa).
AM Fatwa telah tutup usia pada Kamis (14/12/2/2017) sekira pukul 06.45 WIB setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit MMC, Jakarta.
Tampak hadir dalam penghormatan terakhir di Lobi Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat Ketua DPD, Oesman Sapta Odang yang juga menjadi Inspektur Upacara; Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Plt Ketua DPR, Fadli Zon.
&quot;Kami sangat kehilangan teman yang punya kearifan,&quot; kata OSO dalam pidatonya.
Oso kemudian mengucapkan belasungkawa atas kepergian Fatwa. Senator asal Kalimantan Barat itu juga mendoakan almarhum mendapat tempat layak di sisi Allah SWT.
&quot;Atas nama DPD kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kami memanjatkan doa, agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,&quot; ungkap dia.
(Baca juga: AM Fatwa Meninggal, Oesman Sapta: Dia Adalah Seorang Petarung!)
&quot;Selamat jalan Pak Fatwa,&quot; imbuh Oso.

Setelah dilakukan penghormatan terakhir, jenazah juga disalatkan langsung di tempat yang sama. Usai melakukan salat jenazah, rencananya jenazah akan disemayamkan di rumahnya dan selanjutnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Anak AM Fatwa, Dian AM Fatwa mengatakan, ayahnya diduga meninggal  karena sakit liver. &quot;Beliau sakit sirosis liver. Livernya sudah menjadi  sirosis karena dulunya beliau terkena hepatitis pada waktu di tahanan  politik,&quot; ujarnya.
Sosok pria kelahiran Bone 12 Februari 1939 ini dikenal sebagai salah  satu sosok yang kritis terhadap kebijakan orde lama dan orde baru.  Bahkan, tak jarang intelektualitas kritisnya, membuat dia sering  mendapat teror dan tindak kekerasan dari dua rezim pemerintahan  tersebut.
Sebelum mencapai karier politik yang cemerlang, AM Fatwa bahkan divonis  18 tahun penjara dari tuntutan seumur hidup saat melakukan kotbah  politik yang kritis terhadap orde baru serta membuka lembaran putih  peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984.
Mencapai karier politik cemerlangnya, AM Fatwa dikenal sebagai  seorang deklarator berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi  ketua PAN (1998-2005) hingga kini dirinya masih menjabat sebagai Dewan  Kehormatan PAN hingga periode 2020 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI memberikan penghormatan terakhir kepada politikus senior yang saat ini menjadi Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI, Andi Mappetahang Fatwa (AM Fatwa).
AM Fatwa telah tutup usia pada Kamis (14/12/2/2017) sekira pukul 06.45 WIB setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit MMC, Jakarta.
Tampak hadir dalam penghormatan terakhir di Lobi Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat Ketua DPD, Oesman Sapta Odang yang juga menjadi Inspektur Upacara; Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Plt Ketua DPR, Fadli Zon.
&quot;Kami sangat kehilangan teman yang punya kearifan,&quot; kata OSO dalam pidatonya.
Oso kemudian mengucapkan belasungkawa atas kepergian Fatwa. Senator asal Kalimantan Barat itu juga mendoakan almarhum mendapat tempat layak di sisi Allah SWT.
&quot;Atas nama DPD kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Kami memanjatkan doa, agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,&quot; ungkap dia.
(Baca juga: AM Fatwa Meninggal, Oesman Sapta: Dia Adalah Seorang Petarung!)
&quot;Selamat jalan Pak Fatwa,&quot; imbuh Oso.

Setelah dilakukan penghormatan terakhir, jenazah juga disalatkan langsung di tempat yang sama. Usai melakukan salat jenazah, rencananya jenazah akan disemayamkan di rumahnya dan selanjutnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Anak AM Fatwa, Dian AM Fatwa mengatakan, ayahnya diduga meninggal  karena sakit liver. &quot;Beliau sakit sirosis liver. Livernya sudah menjadi  sirosis karena dulunya beliau terkena hepatitis pada waktu di tahanan  politik,&quot; ujarnya.
Sosok pria kelahiran Bone 12 Februari 1939 ini dikenal sebagai salah  satu sosok yang kritis terhadap kebijakan orde lama dan orde baru.  Bahkan, tak jarang intelektualitas kritisnya, membuat dia sering  mendapat teror dan tindak kekerasan dari dua rezim pemerintahan  tersebut.
Sebelum mencapai karier politik yang cemerlang, AM Fatwa bahkan divonis  18 tahun penjara dari tuntutan seumur hidup saat melakukan kotbah  politik yang kritis terhadap orde baru serta membuka lembaran putih  peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984.
Mencapai karier politik cemerlangnya, AM Fatwa dikenal sebagai  seorang deklarator berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi  ketua PAN (1998-2005) hingga kini dirinya masih menjabat sebagai Dewan  Kehormatan PAN hingga periode 2020 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
