<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Upacara Militer Sambut Jenazah AM Fatwa saat Tiba di TMP Kalibata</title><description>Upacara militer sambut jenazah AM Fatwa saat tiba di TMP Kalibata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830347/upacara-militer-sambut-jenazah-am-fatwa-saat-tiba-di-tmp-kalibata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830347/upacara-militer-sambut-jenazah-am-fatwa-saat-tiba-di-tmp-kalibata"/><item><title>Upacara Militer Sambut Jenazah AM Fatwa saat Tiba di TMP Kalibata</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830347/upacara-militer-sambut-jenazah-am-fatwa-saat-tiba-di-tmp-kalibata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/14/337/1830347/upacara-militer-sambut-jenazah-am-fatwa-saat-tiba-di-tmp-kalibata</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2017 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/14/337/1830347/upacara-militer-sambut-jenazah-am-fatwa-saat-tiba-di-tmp-kalibata-50qncrLsPg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemakaman jenazah AM Fatwa di TMP Kalibata. (Foto: Harits/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/14/337/1830347/upacara-militer-sambut-jenazah-am-fatwa-saat-tiba-di-tmp-kalibata-50qncrLsPg.jpg</image><title>Pemakaman jenazah AM Fatwa di TMP Kalibata. (Foto: Harits/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Jenazah almarhum Andi Mapetahang (AM) Fatwa telah tiba di lokasi TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Jenazah almarhum langsung disambut upacara militer dengan inspektur upacara Ketua DPD RI, Oesman Sapta.
&amp;ldquo;Saya inspektur upacara atas nama negara bangsa dan TNI, dengan ini mempersembahkan di persada ibu Pertiwi,&amp;rdquo;ucap Oso saat memberikan sambutan, Kamis (1/12/2017).
&amp;ldquo;Semoga jalan dharmakbati yang ditempuhnya bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya semoga mendapat tempat di sisi-Nya,&amp;rdquo; sambung Oso.
Jenazah AM Fatwa kemudian mendapatkan penghormatan senjata sebelum diturunkan ke liang kubur.
Anak AM Fatwa, Dian AM Fatwa mengatakan, ayahnya diduga meninggal   karena sakit liver. &quot;Beliau sakit sirosis liver. Livernya sudah menjadi   sirosis karena dulunya beliau terkena hepatitis pada waktu di tahanan   politik,&quot; ujarnya.

Sosok pria kelahiran Bone 12 Februari 1939 ini dikenal sebagai  salah  satu sosok yang kritis terhadap kebijakan orde lama dan orde  baru.  Bahkan, tak jarang intelektualitas kritisnya, membuat dia sering   mendapat teror dan tindak kekerasan dari dua rezim pemerintahan   tersebut.
(Baca juga: AM Fatwa Meninggal, Oesman Sapta: Dia Adalah Seorang Petarung!)
Sebelum mencapai karier politik yang cemerlang, AM Fatwa bahkan  divonis  18 tahun penjara dari tuntutan seumur hidup saat melakukan  kotbah  politik yang kritis terhadap orde baru serta membuka lembaran  putih  peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984.
Mencapai karier politik cemerlangnya, AM Fatwa dikenal sebagai   seorang deklarator berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi   ketua PAN (1998-2005) hingga kini dirinya masih menjabat sebagai Dewan   Kehormatan PAN hingga periode 2020 mendatang.
Tak hanya moncer dalam kepengurusan partai politik yang didirikannya,  AM Fatwa terpilih menjadi anggota DPR RI pada 1999 yang diusung  kendaraan politik besutannya tersebut. Tak berselang lama jabatan Wakil  Ketua DPR/MPR RI bisa disandangnya selama dua periode pada 1999 hingga  masa jabatan 2009.
Nama AM Fatwa sendiri mulai dikenal sebagai tokoh nasional, tak  heran jika beberapa penghargaan seperti Bintang Maha Putera Adipradana  yang diberikan oleh Presiden RI, tiga penghargaan dari museum rekor  Indonesia sebagai anggota parlemen paling produktif menulis buku, pledoi  terpanjang di pengadilan negeri serta mengenai penggunaan hak bertanya  DPD kepada presiden.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xNC8yMi8xMDY1OTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Jenazah almarhum Andi Mapetahang (AM) Fatwa telah tiba di lokasi TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Jenazah almarhum langsung disambut upacara militer dengan inspektur upacara Ketua DPD RI, Oesman Sapta.
&amp;ldquo;Saya inspektur upacara atas nama negara bangsa dan TNI, dengan ini mempersembahkan di persada ibu Pertiwi,&amp;rdquo;ucap Oso saat memberikan sambutan, Kamis (1/12/2017).
&amp;ldquo;Semoga jalan dharmakbati yang ditempuhnya bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya semoga mendapat tempat di sisi-Nya,&amp;rdquo; sambung Oso.
Jenazah AM Fatwa kemudian mendapatkan penghormatan senjata sebelum diturunkan ke liang kubur.
Anak AM Fatwa, Dian AM Fatwa mengatakan, ayahnya diduga meninggal   karena sakit liver. &quot;Beliau sakit sirosis liver. Livernya sudah menjadi   sirosis karena dulunya beliau terkena hepatitis pada waktu di tahanan   politik,&quot; ujarnya.

Sosok pria kelahiran Bone 12 Februari 1939 ini dikenal sebagai  salah  satu sosok yang kritis terhadap kebijakan orde lama dan orde  baru.  Bahkan, tak jarang intelektualitas kritisnya, membuat dia sering   mendapat teror dan tindak kekerasan dari dua rezim pemerintahan   tersebut.
(Baca juga: AM Fatwa Meninggal, Oesman Sapta: Dia Adalah Seorang Petarung!)
Sebelum mencapai karier politik yang cemerlang, AM Fatwa bahkan  divonis  18 tahun penjara dari tuntutan seumur hidup saat melakukan  kotbah  politik yang kritis terhadap orde baru serta membuka lembaran  putih  peristiwa Tanjung Priok pada 12 September 1984.
Mencapai karier politik cemerlangnya, AM Fatwa dikenal sebagai   seorang deklarator berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi   ketua PAN (1998-2005) hingga kini dirinya masih menjabat sebagai Dewan   Kehormatan PAN hingga periode 2020 mendatang.
Tak hanya moncer dalam kepengurusan partai politik yang didirikannya,  AM Fatwa terpilih menjadi anggota DPR RI pada 1999 yang diusung  kendaraan politik besutannya tersebut. Tak berselang lama jabatan Wakil  Ketua DPR/MPR RI bisa disandangnya selama dua periode pada 1999 hingga  masa jabatan 2009.
Nama AM Fatwa sendiri mulai dikenal sebagai tokoh nasional, tak  heran jika beberapa penghargaan seperti Bintang Maha Putera Adipradana  yang diberikan oleh Presiden RI, tiga penghargaan dari museum rekor  Indonesia sebagai anggota parlemen paling produktif menulis buku, pledoi  terpanjang di pengadilan negeri serta mengenai penggunaan hak bertanya  DPD kepada presiden.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xNC8yMi8xMDY1OTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
