<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usung Sudrajat di Pilgub Jabar, Deddy Mizwar Doakan Gerindra Cepat Temukan Teman Koalisi</title><description>Soal sikap Gerindra yang mendekati PKS dan PAN, ia mengaku menghargainya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830052/usung-sudrajat-di-pilgub-jabar-deddy-mizwar-doakan-gerindra-cepat-temukan-teman-koalisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830052/usung-sudrajat-di-pilgub-jabar-deddy-mizwar-doakan-gerindra-cepat-temukan-teman-koalisi"/><item><title>Usung Sudrajat di Pilgub Jabar, Deddy Mizwar Doakan Gerindra Cepat Temukan Teman Koalisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830052/usung-sudrajat-di-pilgub-jabar-deddy-mizwar-doakan-gerindra-cepat-temukan-teman-koalisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830052/usung-sudrajat-di-pilgub-jabar-deddy-mizwar-doakan-gerindra-cepat-temukan-teman-koalisi</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2017 05:39 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/14/525/1830052/usung-sudrajat-di-pilgub-jabar-deddy-mizwar-doakan-gerindra-cepat-temukan-teman-koalisi-2ppbipW4Eh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/14/525/1830052/usung-sudrajat-di-pilgub-jabar-deddy-mizwar-doakan-gerindra-cepat-temukan-teman-koalisi-2ppbipW4Eh.jpg</image><title>(Foto: Antara)</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; Deddy Mizwar bersikap santai menanggapi Partai Gerindra yang mendekati PKS dan PAN dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. PKS dan PAN selama ini sangat mesra dengan Demokrat yang berencana mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Sementara Gerindra sudah memutuskan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat. Tapi, Gerindra membutuhkan koalisi karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Barat. Sedangkan syarat minimal bisa mengusung cagub harus memiliki 20 kursi di DPRD.

Menurut Demiz, sapaan Deddy Mizwar, PKS dan PAN selama ini tidak ada masalah. Ia masih berhubungan baik dengan kedua partai tersebut. Soal sikap Gerindra yang mendekati PKS dan PAN, ia mengaku menghargainya.

&quot;Sekarang (PKS dan PAN) masih oke, enggak ada masalah. Jadi kalau keinginan-keinginan sebuah partai (Gerindra) berkoalisi dengan yang lain, PKS dan PAN, itu keinginan-keinginan yang harus kita hargai, enggak harus kita pojokkan. Biarkan aja berproses dengan baik,&quot; kata Demiz di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, Demokrat, PKS, dan PAN sudah sepakat akan mengusungnya sebagai cagub. Ahmad Syaikhu pun diyakini akan disepakati sebagai cawagub. Tapi, hal itu tinggal membutuhkan dukungan dari PAN yang saat ini masih melakukan pembahasan di internalnya.

Ia pun bersyukur dengan proses yang sudah dilaluinya. Sebab, ia dan Syaikhu sudah sepaket alias lebih maju selangkah dibanding kandidat lain yang belum berpasangan. &quot;Tinggal teknis administrasi mengeluarkan SK. Itu aja patut disyukuri,&quot; ungkapnya.

(Baca Juga: Akui Tak Populer, Sudrajat Optimis Menang di Pilgub Jabar)

Disinggung apakah Gerindra sengaja mendekati PKS dan PAN untuk 'mengetes pasar', ia tidak mau mengomentarinya. Yang jelas, ia mengaku menghormati Gerindra, apapun langkah yang dilakukannya.

&quot;Saya enggak berprasangka apa-apa. Silakan saja. Gerindra partai besar, kita harus hormati keputusan-keputusannya, pasti punya pertimbangan-pertimbangan yang matang,&quot; jelas Demiz.

Ia bahkan mendoakan Gerindra dan Sudrajat sebagai kandidat cagubnya segera mendapatkan pasangan dan mitra koalisi. &quot;Selamat buat Pak Sudrajat, semoga cepat mendapatkan pasangannya,&quot; ujarnya.

&quot;Selamat buat Gerindra, semoga cepat mendapatkan partai koalisinya sehingga bisa ikut dalam kontestasi pilkada di Jawa Barat,&quot; tutur Demiz.

(Baca Juga: Resmi Usung Sudrajat di Pilgub Jabar, Gerindra Mulai &quot;Genit&quot;)


    
BANDUNG &amp;ndash; Deddy Mizwar bersikap santai menanggapi Partai Gerindra yang mendekati PKS dan PAN dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. PKS dan PAN selama ini sangat mesra dengan Demokrat yang berencana mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.
&amp;nbsp;
Sementara Gerindra sudah memutuskan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat. Tapi, Gerindra membutuhkan koalisi karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Barat. Sedangkan syarat minimal bisa mengusung cagub harus memiliki 20 kursi di DPRD.
&amp;nbsp;
Menurut Demiz, sapaan Deddy Mizwar, PKS dan PAN selama ini tidak ada masalah. Ia masih berhubungan baik dengan kedua partai tersebut. Soal sikap Gerindra yang mendekati PKS dan PAN, ia mengaku menghargainya.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang (PKS dan PAN) masih oke, enggak ada masalah. Jadi kalau keinginan-keinginan sebuah partai (Gerindra) berkoalisi dengan yang lain, PKS dan PAN, itu keinginan-keinginan yang harus kita hargai, enggak harus kita pojokkan. Biarkan aja berproses dengan baik,&quot; kata Demiz di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/12/2017).
&amp;nbsp;
Menurutnya, Demokrat, PKS, dan PAN sudah sepakat akan mengusungnya sebagai cagub. Ahmad Syaikhu pun diyakini akan disepakati sebagai cawagub. Tapi, hal itu tinggal membutuhkan dukungan dari PAN yang saat ini masih melakukan pembahasan di internalnya.
&amp;nbsp;
Ia pun bersyukur dengan proses yang sudah dilaluinya. Sebab, ia dan Syaikhu sudah sepaket alias lebih maju selangkah dibanding kandidat lain yang belum berpasangan. &quot;Tinggal teknis administrasi mengeluarkan SK. Itu aja patut disyukuri,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Disinggung apakah Gerindra sengaja mendekati PKS dan PAN untuk 'mengetes pasar', ia tidak mau mengomentarinya. Yang jelas, ia mengaku menghormati Gerindra, apapun langkah yang dilakukannya.
&amp;nbsp;
&quot;Saya enggak berprasangka apa-apa. Silakan saja. Gerindra partai besar, kita harus hormati keputusan-keputusannya, pasti punya pertimbangan-pertimbangan yang matang,&quot; jelas Demiz.
&amp;nbsp;
Ia bahkan mendoakan Gerindra dan Sudrajat sebagai kandidat cagubnya segera mendapatkan pasangan dan mitra koalisi. &quot;Selamat buat Pak Sudrajat, semoga cepat mendapatkan pasangannya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
&quot;Selamat buat Gerindra, semoga cepat mendapatkan partai koalisinya sehingga bisa ikut dalam kontestasi pilkada di Jawa Barat,&quot; tutur Demiz.
&amp;nbsp;
  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                                                                                                                                                                       </description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; Deddy Mizwar bersikap santai menanggapi Partai Gerindra yang mendekati PKS dan PAN dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. PKS dan PAN selama ini sangat mesra dengan Demokrat yang berencana mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

Sementara Gerindra sudah memutuskan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat. Tapi, Gerindra membutuhkan koalisi karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Barat. Sedangkan syarat minimal bisa mengusung cagub harus memiliki 20 kursi di DPRD.

Menurut Demiz, sapaan Deddy Mizwar, PKS dan PAN selama ini tidak ada masalah. Ia masih berhubungan baik dengan kedua partai tersebut. Soal sikap Gerindra yang mendekati PKS dan PAN, ia mengaku menghargainya.

&quot;Sekarang (PKS dan PAN) masih oke, enggak ada masalah. Jadi kalau keinginan-keinginan sebuah partai (Gerindra) berkoalisi dengan yang lain, PKS dan PAN, itu keinginan-keinginan yang harus kita hargai, enggak harus kita pojokkan. Biarkan aja berproses dengan baik,&quot; kata Demiz di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/12/2017).

Menurutnya, Demokrat, PKS, dan PAN sudah sepakat akan mengusungnya sebagai cagub. Ahmad Syaikhu pun diyakini akan disepakati sebagai cawagub. Tapi, hal itu tinggal membutuhkan dukungan dari PAN yang saat ini masih melakukan pembahasan di internalnya.

Ia pun bersyukur dengan proses yang sudah dilaluinya. Sebab, ia dan Syaikhu sudah sepaket alias lebih maju selangkah dibanding kandidat lain yang belum berpasangan. &quot;Tinggal teknis administrasi mengeluarkan SK. Itu aja patut disyukuri,&quot; ungkapnya.

(Baca Juga: Akui Tak Populer, Sudrajat Optimis Menang di Pilgub Jabar)

Disinggung apakah Gerindra sengaja mendekati PKS dan PAN untuk 'mengetes pasar', ia tidak mau mengomentarinya. Yang jelas, ia mengaku menghormati Gerindra, apapun langkah yang dilakukannya.

&quot;Saya enggak berprasangka apa-apa. Silakan saja. Gerindra partai besar, kita harus hormati keputusan-keputusannya, pasti punya pertimbangan-pertimbangan yang matang,&quot; jelas Demiz.

Ia bahkan mendoakan Gerindra dan Sudrajat sebagai kandidat cagubnya segera mendapatkan pasangan dan mitra koalisi. &quot;Selamat buat Pak Sudrajat, semoga cepat mendapatkan pasangannya,&quot; ujarnya.

&quot;Selamat buat Gerindra, semoga cepat mendapatkan partai koalisinya sehingga bisa ikut dalam kontestasi pilkada di Jawa Barat,&quot; tutur Demiz.

(Baca Juga: Resmi Usung Sudrajat di Pilgub Jabar, Gerindra Mulai &quot;Genit&quot;)


    
BANDUNG &amp;ndash; Deddy Mizwar bersikap santai menanggapi Partai Gerindra yang mendekati PKS dan PAN dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. PKS dan PAN selama ini sangat mesra dengan Demokrat yang berencana mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.
&amp;nbsp;
Sementara Gerindra sudah memutuskan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat. Tapi, Gerindra membutuhkan koalisi karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Barat. Sedangkan syarat minimal bisa mengusung cagub harus memiliki 20 kursi di DPRD.
&amp;nbsp;
Menurut Demiz, sapaan Deddy Mizwar, PKS dan PAN selama ini tidak ada masalah. Ia masih berhubungan baik dengan kedua partai tersebut. Soal sikap Gerindra yang mendekati PKS dan PAN, ia mengaku menghargainya.
&amp;nbsp;
&quot;Sekarang (PKS dan PAN) masih oke, enggak ada masalah. Jadi kalau keinginan-keinginan sebuah partai (Gerindra) berkoalisi dengan yang lain, PKS dan PAN, itu keinginan-keinginan yang harus kita hargai, enggak harus kita pojokkan. Biarkan aja berproses dengan baik,&quot; kata Demiz di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/12/2017).
&amp;nbsp;
Menurutnya, Demokrat, PKS, dan PAN sudah sepakat akan mengusungnya sebagai cagub. Ahmad Syaikhu pun diyakini akan disepakati sebagai cawagub. Tapi, hal itu tinggal membutuhkan dukungan dari PAN yang saat ini masih melakukan pembahasan di internalnya.
&amp;nbsp;
Ia pun bersyukur dengan proses yang sudah dilaluinya. Sebab, ia dan Syaikhu sudah sepaket alias lebih maju selangkah dibanding kandidat lain yang belum berpasangan. &quot;Tinggal teknis administrasi mengeluarkan SK. Itu aja patut disyukuri,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Disinggung apakah Gerindra sengaja mendekati PKS dan PAN untuk 'mengetes pasar', ia tidak mau mengomentarinya. Yang jelas, ia mengaku menghormati Gerindra, apapun langkah yang dilakukannya.
&amp;nbsp;
&quot;Saya enggak berprasangka apa-apa. Silakan saja. Gerindra partai besar, kita harus hormati keputusan-keputusannya, pasti punya pertimbangan-pertimbangan yang matang,&quot; jelas Demiz.
&amp;nbsp;
Ia bahkan mendoakan Gerindra dan Sudrajat sebagai kandidat cagubnya segera mendapatkan pasangan dan mitra koalisi. &quot;Selamat buat Pak Sudrajat, semoga cepat mendapatkan pasangannya,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
&quot;Selamat buat Gerindra, semoga cepat mendapatkan partai koalisinya sehingga bisa ikut dalam kontestasi pilkada di Jawa Barat,&quot; tutur Demiz.
&amp;nbsp;
  Normal 0     false false false  IN X-NONE X-NONE                                                                                                                                                                       </content:encoded></item></channel></rss>
