<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nama dan Fakta di Pilgub Jabar 2018, Siapa yang Layak Dipilih?</title><description>Pilgub Jawa Barat 2018 akan bergulir pada Juni 2018 mendatang. Sejumlah nama-nama sudah bermunculan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830155/nama-dan-fakta-di-pilgub-jabar-2018-siapa-yang-layak-dipilih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830155/nama-dan-fakta-di-pilgub-jabar-2018-siapa-yang-layak-dipilih"/><item><title>Nama dan Fakta di Pilgub Jabar 2018, Siapa yang Layak Dipilih?</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830155/nama-dan-fakta-di-pilgub-jabar-2018-siapa-yang-layak-dipilih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/14/525/1830155/nama-dan-fakta-di-pilgub-jabar-2018-siapa-yang-layak-dipilih</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2017 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/14/525/1830155/nama-dan-fakta-di-pilgub-jabar-2018-siapa-yang-layak-dipilih-enIAdjgBrR.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/14/525/1830155/nama-dan-fakta-di-pilgub-jabar-2018-siapa-yang-layak-dipilih-enIAdjgBrR.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Pilgub Jawa Barat 2018 akan bergulir pada Juni 2018 mendatang. Sejumlah nama-nama sudah bermunculan.

Persiapan Pilgub Jawa Barat sendiri berjalan alot. Partai-partai tampak malu-malu dan berhati-hati dalam menentukan kandidat yang akan diusung.

Untuk bisa mengusung kandidat di pilgub, minimal partai harus memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat. Dari seluruh partai yang ada, hanya PDIP yang bisa mengusung pasangan sendiri tanpa berkoalisi.

(Baca Juga: 5 Daerah yang Diprediksi Akan Memanas di Pilkada 2018)

Itu karena PDIP memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat. Sementara partai lain otomatis harus berkoalisi dan memiliki jumlah kursi minimal 20 agar bisa mengusung pasangan.

Tapi, bukan PDIP yang pertama mengumumkan mengusung kandidat. Partai pertama yang mengambil langkah adalah NasDem. Meski hanya memiliki lima kursi di DPRD Jawa Barat, NasDem cukup berani mengumumkan akan mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub pada 19 Maret 2017.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/06/45265/234316_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perhelatan Pilgub Jabar 2018 Diluncurkan dengan Kegembiraan, Wisata dan Edukasi Politik&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Setelah NasDem, partai lain yang merapat untuk mengusung Ridwan Kamil adalah PKB, PPP, dan Golkar. Yang menarik adalah tersingkirnya Dedi Mulyadi sebagai kandidat cagub dari Golkar. Secara mengejutkan, Golkar memilih merapat ke Ridwan Kamil dan mendorong Daniel Muttaqien sebagai cawagubnya.

Partai berikutnya yang mengumumkan akan mengusung kandidat adalah PKS dan Gerindra. Kedua partai itu sepakat akan mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu). Pengumuman dilakukan ke media pada 17 Agustus 2017.

(Baca Juga: Polri Terjunkan 170 Ribu Personel Kawal Pilkada Serentak 2018)

Pengusungan Demiz-Syaikhu sendiri disertai syarat, yaitu Demiz harus menjadi kader Gerindra. Tapi, Demiz yang sempat menyatakan kesanggupannya, justru tak memproses keanggotaannya.

Gerindra yang kecewa dengan sikap Demiz pun akhirnya secara mengejutkan mengumumkan mencabut dukungan dari pasangan Demiz-Syaikhu pada 12 September 2017. Gerindra kemudian bermanuver dengan merapat ke Poros Baru yang dihuni PPP, Demokrat, dan PAN.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/04/15/35988/206546_medium.jpg&quot; alt=&quot;Apel Siaga Lawan Kecurangan Pilgub DKI Jakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Tapi, Poros Baru kemudian pecah. PPP merapat ke Ridwan Kamil. PAN dan Demokrat semakin mesra hingga akhirnya mengusung Deddy Mizwar sebagai cagub. PKS pun merapat belakangan ke PAN dan Demokrat. Sementara Gerindra menjadi sendirian.

Secara perlahan, Demiz kemudian menjadi kader Demokrat. Ia terhitung menjadi anggota pada 16 November 2017. Bergabungnya Demiz menjadi kader kemudian memantapkan Demokrat untuk mengusungnya sebagai cagub. Itu jadi syarat dari Demokrat jika Demiz ingin diusung menjadi cagub. Demiz pun tidak keberatan menjadi anggota Demokrat.

(Baca Juga: Indeks Kerawanan Pilkada 2018 Hingga Tiga Provinsi Paling Rawan Terjadi Gesekan)

Selanjutnya, Gerindra sempat terombang-ambing. Gerindra sempat mendekati NasDem untuk membuka kemungkinan berkoalisi mengusung Ridwan Kamil. Di saat yang sama, Gerindra juga menjalin komunikasi dengan partai lain.

Tapi, pada akhirnya Gerindra secara mengejutkan mengumumkan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat menjadi cagub. Itu diumumkan secara resmi pada 9 Desember 2017 lalu oleh Ketua Umum Prabowo Subianto.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8zMS8xLzEwNDgwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Gerindra pun kini mulai 'genit' dengan mendekati PKS dan PAN. Padahal, PKS dan PAN sejauh ini akan mengusung Demiz sebagai cagub dan Syaikhu sebagai cawagub. Tapi, PAN belum memutuskan sikap soal sosok cawagub apakah sepakat mengusung Syaikhu atau tidak. PAN membutuhkan waktu untuk mengkaji hal itu.

Manuver-manuver pun terus terjadi jelang bergulirnya pilgub. Tapi, secara umum sudah ada gambaran siapa akan diusung partai mana. Saat ini, sudah ada tiga orang yang akan diusung sebagai cagub. Berikut ini para cagub tersebut:

Ridwan Kamil

Pria yang akrab disapa Emil ini akan diusung oleh NasDem, PKB, PPP,  dan Golkar. Emil sendiri saat ini aktif sebagai Wali Kota Bandung. Di  luar itu, ia dikenal publik sebagai arsitek, dosen, hingga sempat  membintangi beberapa iklan, salah satunya iklan rokok.

Ia cukup aktif di dunia media sosial. Itu jadi satu hal pembeda Emil  dibanding wali kota sebelum-sebelumnya yang terbilang kaku. Di media  sosial, tak jarang Emil memamerkan program dan keberhasilannya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8xMy8xLzEwNTIzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tapi, ia juga sering berkelakar dalam berbagai unggahannya. Tak  jarang, beberapa pihak menyebut aktifnya Emil di media sosial terlalu  berlebihan. Meski begitu, pro dan kontra terus bergulir.

Sebelum memutuskan diri akan maju di Pilgub Jawa Barat, Emil  sebenarnya sempat digadang-gadang maju di Pilgub DKI. Tapi, ia  memutuskan batal maju di Pilgub DKI dengan berbagai alasan.

(Baca Juga: Pencarian Cawagub, Ridwan Kamil: Jadi Politikus Jangan Baper)

Emil sendiri belum jelas akan berpasangan dengan siapa di pilgub. Ia  dihadapkan pada pilihan sulit karena partai pengusungnya mendorong  masing-masing kadernya menjadi cawagub.

Deddy Mizwar

Deddy saat ini merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat yang terpilih   melalui Pilgub Jawa Barat 2013. Ia mendampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad   Heryawan.

Pria yang akrab disapa Demiz ini akan didukung Demokrat, PKS, dan   PAN. Tapi, PAN masih belum memastikan apakah akan tetap mengusung Demiz   dengan Ahmad Syaikhu sebagai cawagubnya atau tidak. Kepastian untuk   mengusung Syaikhu sebagai cawagub baru datang dari Demokrat dan PKS.   Tapi, ketiga partai sama-sama sepakat mengusung Demiz sebagai cagub.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/03/29/35224/203911_medium.jpg&quot; alt=&quot;Serahkan LHKPN ke KPK, Harta Deddy Mizwar Rp36 M&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Sebelum menjadi pejabat, Demiz dikenal publik sebagai aktor senior.   Majunya ia di Pilgub Jawa Barat 2013 lalu pun cukup mengejutkan. Tapi,   Demiz menjadi pemenang saat mendampingi Aher.

(Baca Juga: PAN-Demokrat-PKS Sepakat Usung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018)

Kini, Demiz pun menatap pilgub. Ia berencana naik jabatan untuk menjadi orang nomor satu di Jawa Barat.

Mayjen TNI (Purn) Sudrajat

Nama ini cukup mengejutkan diusung Gerindra sebagai cagub. Sebab,    nama Sudrajat terbilang kurang populer di Jawa Barat. Tapi, Gerindra    punya pertimbangan sendiri mendorong Sudrajat menjadi cagub.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/10/45389/234800_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gerindra Usung Mayjen TNI Purnawirawan Sudrajat Maju sebagai Cagub di Pilgub Jabar&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Sudrajat sendiri memiliki latar belakang sebagai TNI. Salah satu    jabatan yang pernah diembannya adalah sebagai Kapuspen TNI. Ia juga    merupakan CEO Susi Air.

(Baca Juga: Diusung Gerindra Maju Pilgub Jabar, Sudrajat: Saya Yakin Tidak Akan Sendirian)

Belum diketahui Sudrajat akan berpasangan dengan siapa. Sebab,    Gerindra belum memiliki mitra koalisi. Gerindra membutuhkan sembilan    kursi tambahan karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Barat.

Sementara itu, bursa cawagub Jawa Barat masih cair hingga kini. Belum     ada kandidat yang benar-benar mantap diusung sebagai pasangan.   Berikut   ini beberapa nama kandidat cawagub yang muncul:

Uu Ruzhanul Ulum

Bupati Tasikmalaya ini menjadi satu-satunya nama yang didorong PPP     menjadi cawagub pendamping Ridwan Kamil. Uu merupakan Bupati  Tasikmalaya    dua periode.

Asep Maoshul

Sebelum nama Uu didorong, sebenarnya ada nama Asep Maoshul yang juga     digadang-gadang bakal jadi cawagub. Asep merupakan anggota DPR RI  dari    PPP. Tapi, nama Asep tenggelam begitu saja. Sehingga, saat ini  hanya    nama Uu yang muncul dari PPP sebagai kandidat cawagub  pendamping  Ridwan   Kamil.

Syaiful Huda

Ia merupakan Ketua DPW PKB Jawa Barat saat ini. Latar belakang Huda     merupakan orang berbasis pesantren. Selain itu, ia saat ini juga aktif     sebagai staf ahli Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah  Tertinggal.

Maman Imanulhaq

Belakangan ini selain Syaiful Huda, PKB memunculkan sosok Maman     Imanulhaq. Anggota DPR RI dari PKB ini digadang-gadang punya kapasitas     mumpuni untuk menjadi cawagub pendamping Ridwan Kamil. Ia akan  bersaing    bersama Syaiful Huda dan kandidat cawagub lainnya.

Daniel Muttaqien

Daniel merupakan anggota Komisi V DPR dari Golkar. Selain itu, ia     sempat jadi anggota DPRD Jawa Barat. Salah satu yang membuatnya dikenal     karena ia merupakan anak Irianto MS Syaifuddin (Bupati Indramayu dua     periode) dan Anna Sophanah (Bupati Indramayu saat ini).

Daniel sendiri menjadi satu-satunya kandidat cawagub pendamping     Ridwan Kamil dari Golkar. Ia 'menyingkirkan' Dedi Mulyadi yang     sebelumnya digadang-gadang akan jadi cawagub. Daniel disebut-sebut     memiliki basis suara cukup kuat di kawasan Pantura.

Ahmad Syaikhu

Nama Ahmad Syaikhu menjadi satu-satunya kandidat cawagub dari PKS     untuk mendampingi Deddy Mizwar. Ia saat ini merupakan Wakil Wali Kota     Bekasi. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Jawa Barat.

Syaikhu sendiri sudah mendapat sinyal didukung Demokrat dan PKS     menjadi cawagub. Tapi, PAN masih belum memutuskan sikapnya. PAN sejauh     ini baru memutuskan akan mengusung Demiz sebagai cagub.


&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wNS8xLzEwNDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara secara umum, Pilgub Jawa Barat sendiri memiliki jumlah      pemilih tetap sebanyak 32.809.507 orang. Jumlah itu berkurang sekira 1      juta orang dibanding Pilgub Jawa Barat 2018. Adapun pelaksanaan  pilgub     akan digelar pada 27 Juni mendatang.

Pilgub Jawa Barat 2013 sendiri menghasilkan pasangan Ahmad      Heryawan-Deddy Mizwar sebagai pemenang. Saat itu, pasangan ini meraih      suara sebanyak 6.515.313. Posisi kedua ditempati Rieke Diah      Pitaloka-Teten Masduki dengan 5.714.997 suara.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/11/19/44731/232413_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ketika Maskot Pilkada Kota Sukabumi Sosialisasikan Pilkada Serentak 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Peringkat ketiga ada Dede Yusuf-Lex Laksamana dengan 5.077.522 suara.      Posisi keempat ada Irianto MS Syaifuddin-Tatang Farhanul Hakim   dengan    2.448.358 suara. Di posisi buncit ada pasangan dari jalur   independen    yaitu Dikdik Maulana-Cecep Toyib dengan 359.233 suara.

Saat itu, total suara sah mencapai 20.115.423. Suara tidak sah mencapai 598.356.

</description><content:encoded>BANDUNG - Pilgub Jawa Barat 2018 akan bergulir pada Juni 2018 mendatang. Sejumlah nama-nama sudah bermunculan.

Persiapan Pilgub Jawa Barat sendiri berjalan alot. Partai-partai tampak malu-malu dan berhati-hati dalam menentukan kandidat yang akan diusung.

Untuk bisa mengusung kandidat di pilgub, minimal partai harus memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat. Dari seluruh partai yang ada, hanya PDIP yang bisa mengusung pasangan sendiri tanpa berkoalisi.

(Baca Juga: 5 Daerah yang Diprediksi Akan Memanas di Pilkada 2018)

Itu karena PDIP memiliki 20 kursi di DPRD Jawa Barat. Sementara partai lain otomatis harus berkoalisi dan memiliki jumlah kursi minimal 20 agar bisa mengusung pasangan.

Tapi, bukan PDIP yang pertama mengumumkan mengusung kandidat. Partai pertama yang mengambil langkah adalah NasDem. Meski hanya memiliki lima kursi di DPRD Jawa Barat, NasDem cukup berani mengumumkan akan mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub pada 19 Maret 2017.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/06/45265/234316_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perhelatan Pilgub Jabar 2018 Diluncurkan dengan Kegembiraan, Wisata dan Edukasi Politik&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Setelah NasDem, partai lain yang merapat untuk mengusung Ridwan Kamil adalah PKB, PPP, dan Golkar. Yang menarik adalah tersingkirnya Dedi Mulyadi sebagai kandidat cagub dari Golkar. Secara mengejutkan, Golkar memilih merapat ke Ridwan Kamil dan mendorong Daniel Muttaqien sebagai cawagubnya.

Partai berikutnya yang mengumumkan akan mengusung kandidat adalah PKS dan Gerindra. Kedua partai itu sepakat akan mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu). Pengumuman dilakukan ke media pada 17 Agustus 2017.

(Baca Juga: Polri Terjunkan 170 Ribu Personel Kawal Pilkada Serentak 2018)

Pengusungan Demiz-Syaikhu sendiri disertai syarat, yaitu Demiz harus menjadi kader Gerindra. Tapi, Demiz yang sempat menyatakan kesanggupannya, justru tak memproses keanggotaannya.

Gerindra yang kecewa dengan sikap Demiz pun akhirnya secara mengejutkan mengumumkan mencabut dukungan dari pasangan Demiz-Syaikhu pada 12 September 2017. Gerindra kemudian bermanuver dengan merapat ke Poros Baru yang dihuni PPP, Demokrat, dan PAN.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/04/15/35988/206546_medium.jpg&quot; alt=&quot;Apel Siaga Lawan Kecurangan Pilgub DKI Jakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Tapi, Poros Baru kemudian pecah. PPP merapat ke Ridwan Kamil. PAN dan Demokrat semakin mesra hingga akhirnya mengusung Deddy Mizwar sebagai cagub. PKS pun merapat belakangan ke PAN dan Demokrat. Sementara Gerindra menjadi sendirian.

Secara perlahan, Demiz kemudian menjadi kader Demokrat. Ia terhitung menjadi anggota pada 16 November 2017. Bergabungnya Demiz menjadi kader kemudian memantapkan Demokrat untuk mengusungnya sebagai cagub. Itu jadi syarat dari Demokrat jika Demiz ingin diusung menjadi cagub. Demiz pun tidak keberatan menjadi anggota Demokrat.

(Baca Juga: Indeks Kerawanan Pilkada 2018 Hingga Tiga Provinsi Paling Rawan Terjadi Gesekan)

Selanjutnya, Gerindra sempat terombang-ambing. Gerindra sempat mendekati NasDem untuk membuka kemungkinan berkoalisi mengusung Ridwan Kamil. Di saat yang sama, Gerindra juga menjalin komunikasi dengan partai lain.

Tapi, pada akhirnya Gerindra secara mengejutkan mengumumkan akan mengusung Mayjen TNI (Purn) Sudrajat menjadi cagub. Itu diumumkan secara resmi pada 9 Desember 2017 lalu oleh Ketua Umum Prabowo Subianto.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8zMS8xLzEwNDgwMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Gerindra pun kini mulai 'genit' dengan mendekati PKS dan PAN. Padahal, PKS dan PAN sejauh ini akan mengusung Demiz sebagai cagub dan Syaikhu sebagai cawagub. Tapi, PAN belum memutuskan sikap soal sosok cawagub apakah sepakat mengusung Syaikhu atau tidak. PAN membutuhkan waktu untuk mengkaji hal itu.

Manuver-manuver pun terus terjadi jelang bergulirnya pilgub. Tapi, secara umum sudah ada gambaran siapa akan diusung partai mana. Saat ini, sudah ada tiga orang yang akan diusung sebagai cagub. Berikut ini para cagub tersebut:

Ridwan Kamil

Pria yang akrab disapa Emil ini akan diusung oleh NasDem, PKB, PPP,  dan Golkar. Emil sendiri saat ini aktif sebagai Wali Kota Bandung. Di  luar itu, ia dikenal publik sebagai arsitek, dosen, hingga sempat  membintangi beberapa iklan, salah satunya iklan rokok.

Ia cukup aktif di dunia media sosial. Itu jadi satu hal pembeda Emil  dibanding wali kota sebelum-sebelumnya yang terbilang kaku. Di media  sosial, tak jarang Emil memamerkan program dan keberhasilannya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8xMy8xLzEwNTIzOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Tapi, ia juga sering berkelakar dalam berbagai unggahannya. Tak  jarang, beberapa pihak menyebut aktifnya Emil di media sosial terlalu  berlebihan. Meski begitu, pro dan kontra terus bergulir.

Sebelum memutuskan diri akan maju di Pilgub Jawa Barat, Emil  sebenarnya sempat digadang-gadang maju di Pilgub DKI. Tapi, ia  memutuskan batal maju di Pilgub DKI dengan berbagai alasan.

(Baca Juga: Pencarian Cawagub, Ridwan Kamil: Jadi Politikus Jangan Baper)

Emil sendiri belum jelas akan berpasangan dengan siapa di pilgub. Ia  dihadapkan pada pilihan sulit karena partai pengusungnya mendorong  masing-masing kadernya menjadi cawagub.

Deddy Mizwar

Deddy saat ini merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat yang terpilih   melalui Pilgub Jawa Barat 2013. Ia mendampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad   Heryawan.

Pria yang akrab disapa Demiz ini akan didukung Demokrat, PKS, dan   PAN. Tapi, PAN masih belum memastikan apakah akan tetap mengusung Demiz   dengan Ahmad Syaikhu sebagai cawagubnya atau tidak. Kepastian untuk   mengusung Syaikhu sebagai cawagub baru datang dari Demokrat dan PKS.   Tapi, ketiga partai sama-sama sepakat mengusung Demiz sebagai cagub.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/03/29/35224/203911_medium.jpg&quot; alt=&quot;Serahkan LHKPN ke KPK, Harta Deddy Mizwar Rp36 M&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Sebelum menjadi pejabat, Demiz dikenal publik sebagai aktor senior.   Majunya ia di Pilgub Jawa Barat 2013 lalu pun cukup mengejutkan. Tapi,   Demiz menjadi pemenang saat mendampingi Aher.

(Baca Juga: PAN-Demokrat-PKS Sepakat Usung Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2018)

Kini, Demiz pun menatap pilgub. Ia berencana naik jabatan untuk menjadi orang nomor satu di Jawa Barat.

Mayjen TNI (Purn) Sudrajat

Nama ini cukup mengejutkan diusung Gerindra sebagai cagub. Sebab,    nama Sudrajat terbilang kurang populer di Jawa Barat. Tapi, Gerindra    punya pertimbangan sendiri mendorong Sudrajat menjadi cagub.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/10/45389/234800_medium.jpg&quot; alt=&quot;Gerindra Usung Mayjen TNI Purnawirawan Sudrajat Maju sebagai Cagub di Pilgub Jabar&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Sudrajat sendiri memiliki latar belakang sebagai TNI. Salah satu    jabatan yang pernah diembannya adalah sebagai Kapuspen TNI. Ia juga    merupakan CEO Susi Air.

(Baca Juga: Diusung Gerindra Maju Pilgub Jabar, Sudrajat: Saya Yakin Tidak Akan Sendirian)

Belum diketahui Sudrajat akan berpasangan dengan siapa. Sebab,    Gerindra belum memiliki mitra koalisi. Gerindra membutuhkan sembilan    kursi tambahan karena hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jawa Barat.

Sementara itu, bursa cawagub Jawa Barat masih cair hingga kini. Belum     ada kandidat yang benar-benar mantap diusung sebagai pasangan.   Berikut   ini beberapa nama kandidat cawagub yang muncul:

Uu Ruzhanul Ulum

Bupati Tasikmalaya ini menjadi satu-satunya nama yang didorong PPP     menjadi cawagub pendamping Ridwan Kamil. Uu merupakan Bupati  Tasikmalaya    dua periode.

Asep Maoshul

Sebelum nama Uu didorong, sebenarnya ada nama Asep Maoshul yang juga     digadang-gadang bakal jadi cawagub. Asep merupakan anggota DPR RI  dari    PPP. Tapi, nama Asep tenggelam begitu saja. Sehingga, saat ini  hanya    nama Uu yang muncul dari PPP sebagai kandidat cawagub  pendamping  Ridwan   Kamil.

Syaiful Huda

Ia merupakan Ketua DPW PKB Jawa Barat saat ini. Latar belakang Huda     merupakan orang berbasis pesantren. Selain itu, ia saat ini juga aktif     sebagai staf ahli Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah  Tertinggal.

Maman Imanulhaq

Belakangan ini selain Syaiful Huda, PKB memunculkan sosok Maman     Imanulhaq. Anggota DPR RI dari PKB ini digadang-gadang punya kapasitas     mumpuni untuk menjadi cawagub pendamping Ridwan Kamil. Ia akan  bersaing    bersama Syaiful Huda dan kandidat cawagub lainnya.

Daniel Muttaqien

Daniel merupakan anggota Komisi V DPR dari Golkar. Selain itu, ia     sempat jadi anggota DPRD Jawa Barat. Salah satu yang membuatnya dikenal     karena ia merupakan anak Irianto MS Syaifuddin (Bupati Indramayu dua     periode) dan Anna Sophanah (Bupati Indramayu saat ini).

Daniel sendiri menjadi satu-satunya kandidat cawagub pendamping     Ridwan Kamil dari Golkar. Ia 'menyingkirkan' Dedi Mulyadi yang     sebelumnya digadang-gadang akan jadi cawagub. Daniel disebut-sebut     memiliki basis suara cukup kuat di kawasan Pantura.

Ahmad Syaikhu

Nama Ahmad Syaikhu menjadi satu-satunya kandidat cawagub dari PKS     untuk mendampingi Deddy Mizwar. Ia saat ini merupakan Wakil Wali Kota     Bekasi. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Jawa Barat.

Syaikhu sendiri sudah mendapat sinyal didukung Demokrat dan PKS     menjadi cawagub. Tapi, PAN masih belum memutuskan sikapnya. PAN sejauh     ini baru memutuskan akan mengusung Demiz sebagai cagub.


&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8wNS8xLzEwNDk2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara secara umum, Pilgub Jawa Barat sendiri memiliki jumlah      pemilih tetap sebanyak 32.809.507 orang. Jumlah itu berkurang sekira 1      juta orang dibanding Pilgub Jawa Barat 2018. Adapun pelaksanaan  pilgub     akan digelar pada 27 Juni mendatang.

Pilgub Jawa Barat 2013 sendiri menghasilkan pasangan Ahmad      Heryawan-Deddy Mizwar sebagai pemenang. Saat itu, pasangan ini meraih      suara sebanyak 6.515.313. Posisi kedua ditempati Rieke Diah      Pitaloka-Teten Masduki dengan 5.714.997 suara.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/11/19/44731/232413_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ketika Maskot Pilkada Kota Sukabumi Sosialisasikan Pilkada Serentak 2018&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Peringkat ketiga ada Dede Yusuf-Lex Laksamana dengan 5.077.522 suara.      Posisi keempat ada Irianto MS Syaifuddin-Tatang Farhanul Hakim   dengan    2.448.358 suara. Di posisi buncit ada pasangan dari jalur   independen    yaitu Dikdik Maulana-Cecep Toyib dengan 359.233 suara.

Saat itu, total suara sah mencapai 20.115.423. Suara tidak sah mencapai 598.356.

</content:encoded></item></channel></rss>
