<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan RI, Indonesia Tak Gentar Bela Palestina </title><description>Dukungan konsisten Indonesia terhadap Palestina diawali dengan sejarah indah kedua negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831562/jadi-negara-pertama-yang-akui-kemerdekaan-ri-indonesia-tak-gentar-bela-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831562/jadi-negara-pertama-yang-akui-kemerdekaan-ri-indonesia-tak-gentar-bela-palestina"/><item><title>Jadi Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan RI, Indonesia Tak Gentar Bela Palestina </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831562/jadi-negara-pertama-yang-akui-kemerdekaan-ri-indonesia-tak-gentar-bela-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831562/jadi-negara-pertama-yang-akui-kemerdekaan-ri-indonesia-tak-gentar-bela-palestina</guid><pubDate>Minggu 17 Desember 2017 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/17/18/1831562/jadi-negara-pertama-yang-akui-kemerdekaan-ri-dorong-indonesia-tak-gentar-bela-palestina-fWaMLzCHHs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Indonesia gelar aksi bela Palestina. (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/17/18/1831562/jadi-negara-pertama-yang-akui-kemerdekaan-ri-dorong-indonesia-tak-gentar-bela-palestina-fWaMLzCHHs.jpg</image><title>Warga Indonesia gelar aksi bela Palestina. (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>SUDAH bukan menjadi rahasia lagi jika Indonesia sangat setia membela Palestina. Bahkan kini, ketika konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas akibat status Yerusalem, bangsa Indonesia secara tegas memberi dukungan kepada  Palestina. Rupanya kesetiaan untuk memberi pembelaan berawal dari sejarah.
Palestina diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain.
BACA JUGA: Awal Pendudukan Israel di Yerusalem, dari Deklarasi Balfour Sampai Perang Enam Hari
Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.

Umat Islam di Bangladesh turun ke jalan memprotes pengakuan sepihak AS atas Yerusalem. (Foto: Reuters)
Dalam buku yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc pada halaman 40 itu juga diterangkan bahwa pengakuan Mufti Besar Palestina, Amin Al-Husaini diumumkan melalui Radio Berlin berbahasa Arab. Berita yang disiarkan melalui radio tersebut terus disebarluaskan selama 2 hari berturut-turut. Bahkan buletin harian &amp;ldquo;Al-Ahram&amp;rdquo; yang terkenal juga menyiarkan berita itu.
Saat itu, Amin Al-Husaini diketahui tengah bersembunyi di Jerman pada permulaan Perang Dunia II. Ulama kharismatik tersebut mengumumkan dukungannya atas kemerdekaan Indonesia di tengah situasi sulit. Ia diketahui tengah berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.
BACA JUGA: Dukung Aksi Bela Palestina, Said Aqil: Kita Hutang Budi Sama Palestina
Tak hanya memberi dukungan, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini kemudian mendesak Negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mengikuti jejaknya. Seruan yang disampaikan Muhammad Amin Al-Husaini ini kemudian disambut baik oleh Mesir. Setelah Palestina, Mesir jadi negara selanjutnya yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mesir mengakui kedaulatan Republik Indonesia tepatnya pada 22 Maret 1946.
Setelah itu, negara Arab lain yang mengikuti jejak Palestina dan  Mesir adalah Suriah, Irak, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan. Secara  resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946  menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui  Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.
Keputusan Liga Arab untuk memberikan dukungan pada Indonesia  dilandasi pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan. Hingga  detik ini, Indonesia menjadi negara yang terus konsisten membela  Palestina untuk segera meraih kemerdekaannya mengingat jasa negara Islam tersebut di masa lalu.
BACA JUGA: Sepucuk Surat yang Mengawali Penderitaan Panjang Rakyat Palestina
Tak sendirian, Indonesia membela Palestina bersama negara-negara berpenduduk Muslim lainnya. Secara tegas Indonesia menentang keputusan Amerika  Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai  Ibu Kota Israel. Dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Indonesia juga kembali menegaskan Yerusalem sebagai Ibu Kota  Palestina bersama  dengan 57 negara lainnya.
Hari ini bahkan masyarakat Indonesia menggelar Aksi Bela Palestina.  Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan kedua negara dan besarnya  dukungan dari Indonesia. Aksi ini bahkan didukung langsung oleh tokoh  ternama yaitu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said  Aqil Siradj. Ia menegaskan dukungannya dalam aksi tersebut dan menilai  bahwa Indonesia telah berhutang budi dengan Palestina.

&quot;Saya dukung (aksi bela Palestina), saya katakan kita punya utang  budi pada Palestina karena Palestina-lah bangsa Arab yang  pertama kali mengakui kemerdekaan, setelah itu baru Mesir dan Arab,&quot; tegasnya.
BACA JUGA: Konflik Berkepanjangan, Palestina Ingin Damai dengan Israel Sejak 1993
Aksi Bela Palestina sendiri diawali dengan Salat Subuh berjamaah di  Monas. Setelah itu akan dilanjutkan dengan orasi anti penjajahan dan  melantunkan dzikir serta salawat demi kemerdekaan Palestina. Lalu,  perwakilan massa juga akan menyampaikan petisi ke Kedubes AS.
</description><content:encoded>SUDAH bukan menjadi rahasia lagi jika Indonesia sangat setia membela Palestina. Bahkan kini, ketika konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas akibat status Yerusalem, bangsa Indonesia secara tegas memberi dukungan kepada  Palestina. Rupanya kesetiaan untuk memberi pembelaan berawal dari sejarah.
Palestina diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain.
BACA JUGA: Awal Pendudukan Israel di Yerusalem, dari Deklarasi Balfour Sampai Perang Enam Hari
Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain.

Umat Islam di Bangladesh turun ke jalan memprotes pengakuan sepihak AS atas Yerusalem. (Foto: Reuters)
Dalam buku yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc pada halaman 40 itu juga diterangkan bahwa pengakuan Mufti Besar Palestina, Amin Al-Husaini diumumkan melalui Radio Berlin berbahasa Arab. Berita yang disiarkan melalui radio tersebut terus disebarluaskan selama 2 hari berturut-turut. Bahkan buletin harian &amp;ldquo;Al-Ahram&amp;rdquo; yang terkenal juga menyiarkan berita itu.
Saat itu, Amin Al-Husaini diketahui tengah bersembunyi di Jerman pada permulaan Perang Dunia II. Ulama kharismatik tersebut mengumumkan dukungannya atas kemerdekaan Indonesia di tengah situasi sulit. Ia diketahui tengah berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al-Quds, Palestina.
BACA JUGA: Dukung Aksi Bela Palestina, Said Aqil: Kita Hutang Budi Sama Palestina
Tak hanya memberi dukungan, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini kemudian mendesak Negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mengikuti jejaknya. Seruan yang disampaikan Muhammad Amin Al-Husaini ini kemudian disambut baik oleh Mesir. Setelah Palestina, Mesir jadi negara selanjutnya yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Mesir mengakui kedaulatan Republik Indonesia tepatnya pada 22 Maret 1946.
Setelah itu, negara Arab lain yang mengikuti jejak Palestina dan  Mesir adalah Suriah, Irak, Yaman, Arab Saudi dan Afghanistan. Secara  resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab pada 18 November 1946  menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui  Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.
Keputusan Liga Arab untuk memberikan dukungan pada Indonesia  dilandasi pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan. Hingga  detik ini, Indonesia menjadi negara yang terus konsisten membela  Palestina untuk segera meraih kemerdekaannya mengingat jasa negara Islam tersebut di masa lalu.
BACA JUGA: Sepucuk Surat yang Mengawali Penderitaan Panjang Rakyat Palestina
Tak sendirian, Indonesia membela Palestina bersama negara-negara berpenduduk Muslim lainnya. Secara tegas Indonesia menentang keputusan Amerika  Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai  Ibu Kota Israel. Dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Indonesia juga kembali menegaskan Yerusalem sebagai Ibu Kota  Palestina bersama  dengan 57 negara lainnya.
Hari ini bahkan masyarakat Indonesia menggelar Aksi Bela Palestina.  Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan kedua negara dan besarnya  dukungan dari Indonesia. Aksi ini bahkan didukung langsung oleh tokoh  ternama yaitu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said  Aqil Siradj. Ia menegaskan dukungannya dalam aksi tersebut dan menilai  bahwa Indonesia telah berhutang budi dengan Palestina.

&quot;Saya dukung (aksi bela Palestina), saya katakan kita punya utang  budi pada Palestina karena Palestina-lah bangsa Arab yang  pertama kali mengakui kemerdekaan, setelah itu baru Mesir dan Arab,&quot; tegasnya.
BACA JUGA: Konflik Berkepanjangan, Palestina Ingin Damai dengan Israel Sejak 1993
Aksi Bela Palestina sendiri diawali dengan Salat Subuh berjamaah di  Monas. Setelah itu akan dilanjutkan dengan orasi anti penjajahan dan  melantunkan dzikir serta salawat demi kemerdekaan Palestina. Lalu,  perwakilan massa juga akan menyampaikan petisi ke Kedubes AS.
</content:encoded></item></channel></rss>
