<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Parpol Penguasa Afsel Gelar Kongres untuk Pemilihan Capres</title><description>Capres yang terpilih juga akan memimpin parpol tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831709/parpol-penguasa-afsel-gelar-kongres-untuk-pemilihan-capres</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831709/parpol-penguasa-afsel-gelar-kongres-untuk-pemilihan-capres"/><item><title>Parpol Penguasa Afsel Gelar Kongres untuk Pemilihan Capres</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831709/parpol-penguasa-afsel-gelar-kongres-untuk-pemilihan-capres</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/17/18/1831709/parpol-penguasa-afsel-gelar-kongres-untuk-pemilihan-capres</guid><pubDate>Minggu 17 Desember 2017 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Ainur Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/17/18/1831709/parpol-penguasa-afsel-gelar-kongres-untuk-pemilihan-capres-QkpHJP0cGF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/17/18/1831709/parpol-penguasa-afsel-gelar-kongres-untuk-pemilihan-capres-QkpHJP0cGF.jpg</image><title>Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. (Foto: Reuters)</title></images><description>JOHANNESBURG - Partai yang paling berkuasa di Afrika Selatan (Afsel), Kongres Nasional Afrika (ANC), akan mengumumkan penerus Presiden Jacob Zuma sebagai pemimpin partai. Pengumuman tersebut akan disampaikan pada pemilihan tokoh baru pengganti pimpinan Afsel. Pemilihan tersebut sangat penting karena siapa pun yang muncul sebagai pemimpin partai baru kemungkinan akan menjadi Presiden Afsel selanjutnya tepatnya pada 2019.
Dalam pemilihan tersebut, sebagian besar anggota ANC mendukung Wakil Presiden Afsel Cyril Ramaphosa. Tak kalah, kandidat favorit Zuma yang juga mantan istrinya, Nkosazana Dlamini-Zuma, juga menjadi salah satu kandidat pemimpin partai tersebut.
BACA JUGA: Seperti Zimbabwe, Presiden Afsel Akan Dipaksa Lengser?
Dilansir dari Reuters, Minggu (17/12/2017), Ramaphosa (65) mendapat suara mayoritas dari cabang partai yang tersebar di seluruh negeri. Tapi bukan berarti Ramaphosa dipastikan akan menang saat perolehan suara akhirnya bisa dihitung.
Pemilu mungkin merupakan momen paling penting bagi ANC dalam 23 tahun kekuasaannya. Tuduhan skandal dan korupsi telah mencemari kepresidenan Zuma dan partai yang meluncurkan kekuasaan mayoritas kulit hitam di bawah nama peraih Nobel Perdamaian Nelson Mandela. Citra ANC pun ternoda di dalam dan luar negeri.
Juru bicara ANC, Zizi Kodwa, mengatakan bahwa ANC berharap dapat segera mengumumkan penerus Zuma, namun ini bergantung pada &quot;proses mendapatkan mandat,&quot; atau memastikan kelayakan kandidat yang ada.
BACA JUGA: Pasca-Muncul Isu Kudeta, Presiden Afsel: Mugabe Dikurung di Rumah dan Istrinya Melarikan diri ke Namibia
 
Dalam pemilihan tersebut, Dlamini-Zuma berjanji dalam kampanyenya untuk mengatasi ketidaksetaraan rasial yang terjadi di Afrika Selatan sejak berakhirnya peraturan minoritas kulit putih. Sedangkan Ramaphosa bersumpah untuk memerangi korupsi dan merevitalisasi ekonomi. Pesan itu telah turun dengan baik dengan investor asing.
Sekadar diketahui, ANC melihat mayoritas pemilihnya menyusut dalam beberapa tahun terakhir dan beberapa analis memprediksi pada 2019 bisa saja mereka kehilangan semua pemilih.
&quot;Kami yang membawa Afsel ke dalam kekacauan ini dengan memilih Zuma untuk menjadi presiden. Seharusnya kami dapat menilai pria tersebut lebih jauh. Dengan melihat ke belakang, kami sadar telah salah menilai dan itu adalah hal yang mengerikan,&quot; ujar Pejabat senior ANC, Jackson Mthembu.
(pai)</description><content:encoded>JOHANNESBURG - Partai yang paling berkuasa di Afrika Selatan (Afsel), Kongres Nasional Afrika (ANC), akan mengumumkan penerus Presiden Jacob Zuma sebagai pemimpin partai. Pengumuman tersebut akan disampaikan pada pemilihan tokoh baru pengganti pimpinan Afsel. Pemilihan tersebut sangat penting karena siapa pun yang muncul sebagai pemimpin partai baru kemungkinan akan menjadi Presiden Afsel selanjutnya tepatnya pada 2019.
Dalam pemilihan tersebut, sebagian besar anggota ANC mendukung Wakil Presiden Afsel Cyril Ramaphosa. Tak kalah, kandidat favorit Zuma yang juga mantan istrinya, Nkosazana Dlamini-Zuma, juga menjadi salah satu kandidat pemimpin partai tersebut.
BACA JUGA: Seperti Zimbabwe, Presiden Afsel Akan Dipaksa Lengser?
Dilansir dari Reuters, Minggu (17/12/2017), Ramaphosa (65) mendapat suara mayoritas dari cabang partai yang tersebar di seluruh negeri. Tapi bukan berarti Ramaphosa dipastikan akan menang saat perolehan suara akhirnya bisa dihitung.
Pemilu mungkin merupakan momen paling penting bagi ANC dalam 23 tahun kekuasaannya. Tuduhan skandal dan korupsi telah mencemari kepresidenan Zuma dan partai yang meluncurkan kekuasaan mayoritas kulit hitam di bawah nama peraih Nobel Perdamaian Nelson Mandela. Citra ANC pun ternoda di dalam dan luar negeri.
Juru bicara ANC, Zizi Kodwa, mengatakan bahwa ANC berharap dapat segera mengumumkan penerus Zuma, namun ini bergantung pada &quot;proses mendapatkan mandat,&quot; atau memastikan kelayakan kandidat yang ada.
BACA JUGA: Pasca-Muncul Isu Kudeta, Presiden Afsel: Mugabe Dikurung di Rumah dan Istrinya Melarikan diri ke Namibia
 
Dalam pemilihan tersebut, Dlamini-Zuma berjanji dalam kampanyenya untuk mengatasi ketidaksetaraan rasial yang terjadi di Afrika Selatan sejak berakhirnya peraturan minoritas kulit putih. Sedangkan Ramaphosa bersumpah untuk memerangi korupsi dan merevitalisasi ekonomi. Pesan itu telah turun dengan baik dengan investor asing.
Sekadar diketahui, ANC melihat mayoritas pemilihnya menyusut dalam beberapa tahun terakhir dan beberapa analis memprediksi pada 2019 bisa saja mereka kehilangan semua pemilih.
&quot;Kami yang membawa Afsel ke dalam kekacauan ini dengan memilih Zuma untuk menjadi presiden. Seharusnya kami dapat menilai pria tersebut lebih jauh. Dengan melihat ke belakang, kami sadar telah salah menilai dan itu adalah hal yang mengerikan,&quot; ujar Pejabat senior ANC, Jackson Mthembu.
(pai)</content:encoded></item></channel></rss>
