<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amelia Dyer, Perawat yang Menjelma Menjadi Pembunuh Berdarah Dingin dan Eksekusi 300 Bayi</title><description>Amelia Dyer tercatat dalam sejarah sebagai seorang pembunuh berdarah dingin di era Victoria atau pada abad ke-19.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/19/18/1832491/amelia-dyer-perawat-yang-menjelma-menjadi-pembunuh-berdarah-dingin-dan-eksekusi-300-bayi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/19/18/1832491/amelia-dyer-perawat-yang-menjelma-menjadi-pembunuh-berdarah-dingin-dan-eksekusi-300-bayi"/><item><title>Amelia Dyer, Perawat yang Menjelma Menjadi Pembunuh Berdarah Dingin dan Eksekusi 300 Bayi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/19/18/1832491/amelia-dyer-perawat-yang-menjelma-menjadi-pembunuh-berdarah-dingin-dan-eksekusi-300-bayi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/19/18/1832491/amelia-dyer-perawat-yang-menjelma-menjadi-pembunuh-berdarah-dingin-dan-eksekusi-300-bayi</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2017 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rufki Ade Vinanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/19/18/1832491/amelia-dyer-perawat-yang-menjelma-menjadi-pembunuh-berdarah-dingin-dan-eksekusi-300-bayi-wioWCBSqtY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Amerlia Dyer. (Foto: Pikabu/The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/19/18/1832491/amelia-dyer-perawat-yang-menjelma-menjadi-pembunuh-berdarah-dingin-dan-eksekusi-300-bayi-wioWCBSqtY.jpg</image><title>Amerlia Dyer. (Foto: Pikabu/The Vintage News)</title></images><description>NAMA Amelia Dyer tercatat dalam sejarah sebagai seorang pembunuh berdarah dingin di era Victoria atau pada abad ke-19. Perempuan kelahiran Bristol, Inggris itu diketahui dengan keji mencabut nyawa orang-orang yang paling tidak berdaya yakni para bayi.
Amelia Dyer diketahui membunuh lebih dari 300 bayi selama musim panas 1896. Kasus pembunuhan ini sendiri baru tersebar ke telinga publik internasional pada 2013 lalu. Pihak berwenang Inggris saat itu menerbitkan catatan kriminal kriminal yang berlangsung selama berabad-abad.
Kasus Amelia Dyer diketahui menjadi salah satu tragedi yang paling mengerikan. Ia diketahui membunuh para korbannya demi uang. Sebelum melakukan pembunuhan berantai, Dyer membuka sebuah bisnis yang dikenal dengan nama Baby Farmer. Bisnis ini merupakan sejenis jasa penitipan bayi.
Hanya saja, bayi-bayi yang dititipkan merupkan bayi yang tak diinginkan oleh orangtuanya atau yang lahir dari seorang ibu tak bersuami. Sebagaimana dilansir The Vintage News, Selasa (19/12/2017), Dyer memasang iklan tentang bisinisnya di surat kabar lokal dengan memberikan penawaran yang menarik.
Ia menyebut bahwa jasanya akan senantiasa memberi fasilitas yang layak dan pakaian hangat bagi para bayi. Jasa Baby Farmer diketahui akan merawat bayi-bayi itu dalam waktu lama dan para orangtualah yang akan membayar biaya perawatan mereka. Kasus ini terungkap setelah seringnya ditemukan mayat bayi di Sungai Thames.
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menemukan Dyer sebagai pelakunya. Ketika petugas menggeledah tempat tinggalnya, mereka menemukan banyak bukti seperti surat kontrak dengan orangtua bayi, pakaian bayi serta iklan jasa miliknya di surat kabar. Selain itu, polisi juga mendapati bau busuk di rumah Dyer.
Bau busuk tersebut sangat terasa di bagian dapur dan kamar tidur. Di sanalah, polisi banyak menemukan jasad bayi yang belum dibuang. Setelah itu, petugas melanjutkan penelusuran ke sungai Thames. Berdasarkan catatan kepolisian, kematian 50 bayi yang ditemukan di Sungai Thames semuanya terkait dengan Dyer.
Perempuan keji itu diketahui memulai karir sebagai perawat pada  1860-an  ketika usianya menginjak 20 tahunan sebelum beralih ke bisnis.  Di masa  itu, bisnis Baby Farmer terkenal menguntungkan dan secara umum   diiklankan secara terbuka. Sebagian bayi yang beruntung dirawat dengan   baik dan sebagian lainnya tewas dengan mengenaskan.

Stigma tentang anak haram telah membuat banyak ibu menyerahkan anak  mereka ke Baby Farmer. Hukum kala itu, tak mewajibkan seorang pria untuk  menafkahi anaknya yang tak lahir secara sah. Amelia Dyer menipu dan  mengelabui para orangtua bayi. Setelah kontrak  ia dapatkan, maka saat  itu juga ia akan membiarkan para bayi kelaparan.
Sebagian besar bayi tewas karena tak diberi makan dan sebagian  lainnya mati dicekik oleh Dyer. Perempuan kejam itu biasanya mencekik  para malaikat kecil itu dengan seutas tali. Kekejamannya tak berhenti di  situ. Ketika para bayi masih hidup, Dyer akan menggunakan opium yakni  salah satu jenis narkoba untuk menenangkan mereka yang menangis.
Hal ini dilakukan Dyer semata-mata agar uang yang ia terima dari  orangtua bayi bisa ia gunakan untuk dirinya sendiri.  Dyer berhasil  menjalankan bisnis mengerikan ini selama bertahun-tahun tanpa terendus  pihak berwenang. Sebelum kasus ini terungkap secara keseluruhan, seorang  dokter pernah melaporkan Dyer ke polisi.
Dokter tersebut diketahui pernah bekerja bersama Dyer. Dokter yang  tak diketahui namanya itu curiga karena banyak sekali bayi yang mati  dalam penanganan Dyer sehingga ia melaporkan mantan perawat yang pernah  bekerja dengannya itu ke polisi. Sayangnya, Dyer hanya dijatuhi hukuman  penjara selama 6 bulan.
Setelah ia keluar dari penjara, ia melanjutkan bisnisnya dan pada  titik ini, Dyer memotong komunikasi dengan dokter manapun. Ia  menyingkirkan jenazah para bayi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati.  Atas perbuatannya ini, Dyer dijatuhi hukuman gantung. Kasus ini  mendorong Otoritas Inggris untuk mengawasi lebih ketat jasa Baby Farmer.
</description><content:encoded>NAMA Amelia Dyer tercatat dalam sejarah sebagai seorang pembunuh berdarah dingin di era Victoria atau pada abad ke-19. Perempuan kelahiran Bristol, Inggris itu diketahui dengan keji mencabut nyawa orang-orang yang paling tidak berdaya yakni para bayi.
Amelia Dyer diketahui membunuh lebih dari 300 bayi selama musim panas 1896. Kasus pembunuhan ini sendiri baru tersebar ke telinga publik internasional pada 2013 lalu. Pihak berwenang Inggris saat itu menerbitkan catatan kriminal kriminal yang berlangsung selama berabad-abad.
Kasus Amelia Dyer diketahui menjadi salah satu tragedi yang paling mengerikan. Ia diketahui membunuh para korbannya demi uang. Sebelum melakukan pembunuhan berantai, Dyer membuka sebuah bisnis yang dikenal dengan nama Baby Farmer. Bisnis ini merupakan sejenis jasa penitipan bayi.
Hanya saja, bayi-bayi yang dititipkan merupkan bayi yang tak diinginkan oleh orangtuanya atau yang lahir dari seorang ibu tak bersuami. Sebagaimana dilansir The Vintage News, Selasa (19/12/2017), Dyer memasang iklan tentang bisinisnya di surat kabar lokal dengan memberikan penawaran yang menarik.
Ia menyebut bahwa jasanya akan senantiasa memberi fasilitas yang layak dan pakaian hangat bagi para bayi. Jasa Baby Farmer diketahui akan merawat bayi-bayi itu dalam waktu lama dan para orangtualah yang akan membayar biaya perawatan mereka. Kasus ini terungkap setelah seringnya ditemukan mayat bayi di Sungai Thames.
Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menemukan Dyer sebagai pelakunya. Ketika petugas menggeledah tempat tinggalnya, mereka menemukan banyak bukti seperti surat kontrak dengan orangtua bayi, pakaian bayi serta iklan jasa miliknya di surat kabar. Selain itu, polisi juga mendapati bau busuk di rumah Dyer.
Bau busuk tersebut sangat terasa di bagian dapur dan kamar tidur. Di sanalah, polisi banyak menemukan jasad bayi yang belum dibuang. Setelah itu, petugas melanjutkan penelusuran ke sungai Thames. Berdasarkan catatan kepolisian, kematian 50 bayi yang ditemukan di Sungai Thames semuanya terkait dengan Dyer.
Perempuan keji itu diketahui memulai karir sebagai perawat pada  1860-an  ketika usianya menginjak 20 tahunan sebelum beralih ke bisnis.  Di masa  itu, bisnis Baby Farmer terkenal menguntungkan dan secara umum   diiklankan secara terbuka. Sebagian bayi yang beruntung dirawat dengan   baik dan sebagian lainnya tewas dengan mengenaskan.

Stigma tentang anak haram telah membuat banyak ibu menyerahkan anak  mereka ke Baby Farmer. Hukum kala itu, tak mewajibkan seorang pria untuk  menafkahi anaknya yang tak lahir secara sah. Amelia Dyer menipu dan  mengelabui para orangtua bayi. Setelah kontrak  ia dapatkan, maka saat  itu juga ia akan membiarkan para bayi kelaparan.
Sebagian besar bayi tewas karena tak diberi makan dan sebagian  lainnya mati dicekik oleh Dyer. Perempuan kejam itu biasanya mencekik  para malaikat kecil itu dengan seutas tali. Kekejamannya tak berhenti di  situ. Ketika para bayi masih hidup, Dyer akan menggunakan opium yakni  salah satu jenis narkoba untuk menenangkan mereka yang menangis.
Hal ini dilakukan Dyer semata-mata agar uang yang ia terima dari  orangtua bayi bisa ia gunakan untuk dirinya sendiri.  Dyer berhasil  menjalankan bisnis mengerikan ini selama bertahun-tahun tanpa terendus  pihak berwenang. Sebelum kasus ini terungkap secara keseluruhan, seorang  dokter pernah melaporkan Dyer ke polisi.
Dokter tersebut diketahui pernah bekerja bersama Dyer. Dokter yang  tak diketahui namanya itu curiga karena banyak sekali bayi yang mati  dalam penanganan Dyer sehingga ia melaporkan mantan perawat yang pernah  bekerja dengannya itu ke polisi. Sayangnya, Dyer hanya dijatuhi hukuman  penjara selama 6 bulan.
Setelah ia keluar dari penjara, ia melanjutkan bisnisnya dan pada  titik ini, Dyer memotong komunikasi dengan dokter manapun. Ia  menyingkirkan jenazah para bayi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati.  Atas perbuatannya ini, Dyer dijatuhi hukuman gantung. Kasus ini  mendorong Otoritas Inggris untuk mengawasi lebih ketat jasa Baby Farmer.
</content:encoded></item></channel></rss>
