<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Titiek Soeharto:  Jabatan Sekjen Golkar Sebaiknya Diisi Kalangan Militer </title><description>&quot;Kalau saya lebih baik serahkan kalau bisa yang TNI, kita sudah lama Golkar nggak punya Sekjen yang dari TNI&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/19/337/1832858/titiek-soeharto-jabatan-sekjen-golkar-sebaiknya-diisi-kalangan-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/19/337/1832858/titiek-soeharto-jabatan-sekjen-golkar-sebaiknya-diisi-kalangan-militer"/><item><title>Titiek Soeharto:  Jabatan Sekjen Golkar Sebaiknya Diisi Kalangan Militer </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/19/337/1832858/titiek-soeharto-jabatan-sekjen-golkar-sebaiknya-diisi-kalangan-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/19/337/1832858/titiek-soeharto-jabatan-sekjen-golkar-sebaiknya-diisi-kalangan-militer</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2017 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Bayu Septianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/19/337/1832858/titiek-soeharto-jabatan-sekjen-golkar-sebaiknya-diisi-kalangan-militer-TMeChtDYro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Titiek Soeharto (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/19/337/1832858/titiek-soeharto-jabatan-sekjen-golkar-sebaiknya-diisi-kalangan-militer-TMeChtDYro.jpg</image><title>Titiek Soeharto (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto mengusulkan jabatan Sekretaris Jenderal sebaiknya diisi oleh seseorang yang berasal dari kalangan militer.

Usulan Titiek ini muncul lantaran adanya isu bahwa posisi Sekjen yang saat ini dijabat Idrus Marham bakal tergantikan seiring akan adanya revitalisasi kepengurusan dibawah Ketua Umum Airlangga Hartarto.

&quot;Kalau saya lebih baik serahkan kalau bisa yang TNI, kita sudah lama Golkar nggak punya Sekjen yang dari TNI,&quot; ujar Titiek di sela-sela Munaslub Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).
&amp;nbsp;(Baca: Jabatan Idrus Marham di Golkar Mulai 'Digoyang')
Putri Presiden ke-II Indonesia, Soeharto itu menilai di tangan orang berlatar belakang militer, keorganisasian Golkar terasa lebih solid seperti saat Golkar di masa Orde Baru.

&quot;Waktu itu zamannya dulu Orba Sekjennya TNI kita bisa solid, bagus Golkarnya,&quot; jelas Titiek.

Diketahui memang dalam perjalananannya, jabatan Sekjen Partai Golkar sebelumnya kerap kali diisi oleh kalangan militer. Misalnya era kepemimpinan Jusuf Kalla, sekjen diduduki oleh Letjen TNI (Purn) Soemarsono.

Di era Akbar Tandjung, sekjen dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Budi Harsono. Sebelumnya ketika Harmoko menjadi ketua umum, sekjen dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Ary Mardjono.

Meski begitu, Titiek enggan menyebut siapa siapa yang cocok mengisi jabatan Sekjen. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Airlangga Hartarto.

Sejauh ini nama-nama politikus Golkar lintas generasi yang disebut-sebut akan menggantikan Idrus yakni Happy Bone, Ibnu Munzir, Ace Hasan Syadzily dan Andi Sinulingga, yang akrab disapa Ucok.
&amp;nbsp;(Baca juga: Idrus Marham : Munaslub Golkar Jangan Sampai Menimbulkan Masalah Baru)
&quot;Salah satunya dari yang sudah ada. Mereka berdua sudah di dalam,&quot; ucapnya.

Terkait revitalisasi kepengurusan, Titiek menganggap perlu dilakukan Airlangga. Hal ini menurut Titiek guna mengevaluasi kinerja orang-orang yang saat ini berada di dalam kepengurusan namun tak banyak bekerja.

&quot;Kita cari yang muda-muda dan memang kerjanya bagus ya. Dievaluasi kemarin-kemarin yang cuma nama aja banyak tapi nggak kerja, saya rasa perlu,&quot; tuturnya.

Titiek menegaskan tak ada tawar-menawar yang dilakukan Airlangga terkait adanya wacana revitalisasi kepengurusan ini. Ia siap membantu Airlangga untuk membawa perubahan bagi Partai Golkar.

&quot;Nggak ada tawaran-tawaran, kita tetap saling bantu, kalau memang semaunya sudah memutuskan Airlangga aklamasi sebagai ketum kita dukung,&quot; tukasnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xOS8xLzEwNjc5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto mengusulkan jabatan Sekretaris Jenderal sebaiknya diisi oleh seseorang yang berasal dari kalangan militer.

Usulan Titiek ini muncul lantaran adanya isu bahwa posisi Sekjen yang saat ini dijabat Idrus Marham bakal tergantikan seiring akan adanya revitalisasi kepengurusan dibawah Ketua Umum Airlangga Hartarto.

&quot;Kalau saya lebih baik serahkan kalau bisa yang TNI, kita sudah lama Golkar nggak punya Sekjen yang dari TNI,&quot; ujar Titiek di sela-sela Munaslub Partai Golkar di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).
&amp;nbsp;(Baca: Jabatan Idrus Marham di Golkar Mulai 'Digoyang')
Putri Presiden ke-II Indonesia, Soeharto itu menilai di tangan orang berlatar belakang militer, keorganisasian Golkar terasa lebih solid seperti saat Golkar di masa Orde Baru.

&quot;Waktu itu zamannya dulu Orba Sekjennya TNI kita bisa solid, bagus Golkarnya,&quot; jelas Titiek.

Diketahui memang dalam perjalananannya, jabatan Sekjen Partai Golkar sebelumnya kerap kali diisi oleh kalangan militer. Misalnya era kepemimpinan Jusuf Kalla, sekjen diduduki oleh Letjen TNI (Purn) Soemarsono.

Di era Akbar Tandjung, sekjen dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Budi Harsono. Sebelumnya ketika Harmoko menjadi ketua umum, sekjen dijabat oleh Letjen TNI (Purn) Ary Mardjono.

Meski begitu, Titiek enggan menyebut siapa siapa yang cocok mengisi jabatan Sekjen. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Airlangga Hartarto.

Sejauh ini nama-nama politikus Golkar lintas generasi yang disebut-sebut akan menggantikan Idrus yakni Happy Bone, Ibnu Munzir, Ace Hasan Syadzily dan Andi Sinulingga, yang akrab disapa Ucok.
&amp;nbsp;(Baca juga: Idrus Marham : Munaslub Golkar Jangan Sampai Menimbulkan Masalah Baru)
&quot;Salah satunya dari yang sudah ada. Mereka berdua sudah di dalam,&quot; ucapnya.

Terkait revitalisasi kepengurusan, Titiek menganggap perlu dilakukan Airlangga. Hal ini menurut Titiek guna mengevaluasi kinerja orang-orang yang saat ini berada di dalam kepengurusan namun tak banyak bekerja.

&quot;Kita cari yang muda-muda dan memang kerjanya bagus ya. Dievaluasi kemarin-kemarin yang cuma nama aja banyak tapi nggak kerja, saya rasa perlu,&quot; tuturnya.

Titiek menegaskan tak ada tawar-menawar yang dilakukan Airlangga terkait adanya wacana revitalisasi kepengurusan ini. Ia siap membantu Airlangga untuk membawa perubahan bagi Partai Golkar.

&quot;Nggak ada tawaran-tawaran, kita tetap saling bantu, kalau memang semaunya sudah memutuskan Airlangga aklamasi sebagai ketum kita dukung,&quot; tukasnya.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xOS8xLzEwNjc5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
