<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Pearl Hart, Bandit Perempuan Legendaris di Masa Wild West</title><description>Pearl Hart  lahir di tengah keluarga yang cukup terpandang hingga mampu memberikan pendidikan yang baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/20/18/1833122/kisah-pearl-hart-bandit-perempuan-legendaris-di-masa-wild-west</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/20/18/1833122/kisah-pearl-hart-bandit-perempuan-legendaris-di-masa-wild-west"/><item><title>Kisah Pearl Hart, Bandit Perempuan Legendaris di Masa Wild West</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/20/18/1833122/kisah-pearl-hart-bandit-perempuan-legendaris-di-masa-wild-west</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/20/18/1833122/kisah-pearl-hart-bandit-perempuan-legendaris-di-masa-wild-west</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2017 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/20/18/1833122/pearl-hart-bandit-perempuan-legendaris-di-masa-wild-west-yFGqQxhXh1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pearl Hart. (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/20/18/1833122/pearl-hart-bandit-perempuan-legendaris-di-masa-wild-west-yFGqQxhXh1.jpg</image><title>Pearl Hart. (Foto: The Vintage News)</title></images><description>SALAH satu figur legenda di masa wild west adalah seorang bandit perempuan bernama Pearl Hart. Namanya melegenda karena menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi perampok di Amerika Serikat (AS) sepanjang akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Pearl Hart terlahir dengan nama Pearl Taylor sekira 1871 di Lindsay, Ontario, Kanada. Ia lahir di tengah keluarga yang cukup terpandang hingga mampu memberikan pendidikan yang baik. Hidupnya menyentuh titik balik pada usia 17, selayaknya seorang remaja yang mencari jati diri.
Ia terpikat oleh pesona seorang penjudi berkharisma bernama Frederick Hart. Bak pasangan dimabuk asmara, keduanya seolah tidak terpisahkan. Hart rela melakukan berbagai pekerjaan demi mempertahankan hubungan meski tidak bisa melepaskan kecanduan judi.
Kebiasaan buruk Frederick Hart itu berdampak cukup masif bagi Pearl Taylor. Ketika keduanya hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat alkohol dan judi, Hart kerap menyiksa Pearl. Pasangan itu sebenarnya dikaruniai dua orang anak, tetapi semuanya dikirimkan Pearl ke ibunya karena tidak memiliki uang yang cukup untuk membesarkan mereka.
Hubungan keduanya pun putus sambung beberapa kali. Pada 1893, pasangan itu berkelana dan bekerja di Chicago World&amp;rsquo;s Fair dengan harapan mendapatkan pekerjaan di sana. Sepanjang gelaran, Pearl tertarik pada gaya hidup koboi saat menonton Buffalo Bill&amp;rsquo;s Wild West Show.
Pearl memutuskan untuk mengikuti nalurinya dan keluar dari pekerjaan di World Fair, bersama suaminya, dan seorang pianis bernama Dan Bandman. Dalam sebuah wawancara, Pearl Hart menyebut masa itu sebagai sebuah pencarian jati diri yang sesungguhnya.
&amp;ldquo;Saya baru berusia 22 tahun. Saya cantik, putus asa, kehilangan semangat, dan siap menghadapi apa pun yang datang. Saya tidak peduli dengan periode hidup pada masa itu. Saya berkelana dari satu kota ke kota lain hingga tiba di Phoenix, Arizona,&amp;rdquo; tukas Pearl Hart, mengutip dari Vintage News, Rabu (20/12/2017).
Menurut beberapa sumber, selama periode itu Pearl menyukai beberapa hal buruk, termasuk morfin. Ia lantas pindah ke kota tambang Globe, Arizona, ketika Perang Amerika-Spanyol pecah. Di tempat itu, ia menemukan lagi cinta dalam diri seorang pria Jerman bernama Joe Boot.
Pada titik itu, Pearl dan Joe sama-sama tidak punya uang untuk sekadar bertahan hidup. Keduanya lantas memutuskan untuk menyandera dan merampok sebuah kereta kuda yang sedang dalam perjalanan dari Globe menuju Florence pada 30 Mei 1899.
Saat beraksi, Pearl Hart memangkas habis rambutnya serta mengenakan pakaian laki-laki. Ia mempersenjatai diri dengan revolver kaliber 38. Sementara Joe menyandang pistol Colt kaliber 45. Keduanya berhasil membawa kabur uang senilai 431 dolar AS beserta dua senjata api dari tangan korban.Pasangan itu tertangkap pada 5 Juni 1899 dalam operasi yang dipimpin Sheriff Truman dari Pinal County. Boot langsung menyerah sementara Pearl berjuang untuk melarikan diri. Namun, upaya itu gagal.
Hart dan Boot dijebloskan ke penjara di Globe. Di dalam jeruji besi, Hart kerap membual dengan menyebut dirinya sebagai &amp;lsquo;Ratu Bandit&amp;rsquo;. Setelah beberapa pekan mendekam, Hart berhasil kabur tetapi tidak lama kemudian kembali menghuni hotel prodeo.
Hal tersebut tidak menghalangi ketenaran Hart yang kadung dianggap sebagai perempuan nakal. Rumor mengenai dirinya menyebar dengan cepat. Saat disidang di Florence pada 1899, Hart mengucapkan kalimat yang kemudian terkenal.
&amp;ldquo;Saya tidak mau diadili di bawah undang-undang di mana jenis kelamin saya tidak diperkenankan bersuara,&amp;rdquo; kata Pearl Hart.
Juri memutuskan untuk membebaskannya dan percaya pada cerita Hart bahwa dia sengaja merampok karena ingin mengirim uang kepada ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Tetapi tidak demikian halnya dengan hakim. Ia marah besar saat pembacaan vonis.
Hakim mengganti semua juri dan kembali mengadili Hart atas kepemilikan pistol revolver tanpa izin. Pearl Hart divonis lima tahun penjara oleh hakim dalam prosedur baru tersebut. Sementara Joe Boot, harus rela menerima hukuman 30 tahun penjara. Tetapi, Joe berhasil kabur pada 1901 dan tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya.
Pearl perlahan-lahan mengubah hidupnya selama di penjara. Ia selalu mampu menghibur para pengunjung dan media yang datang ke penjara. Karena itu, Pearl Hart dibebaskan pada 1902 dan pindah ke Kansas City.
Di kota tersebut, ia mencoba menjual status sebagai &amp;lsquo;Bandit Perempuan&amp;rsquo;. Pearl sempat tampil dalam lakon drama yang ditulis oleh saudarinya. Tapi, nasibnya memang tidak beruntung. Ia ditangkap pihak berwenang karena kedapatan membeli barang-barang curian. Pearl lantas menghilang usai ditangkap.
Cerita mengenai Pearl Hart berakhir misterius. Menurut beberapa laporan, dia meninggal di Kansas City pada dekade 1960, tetapi ada juga yang mengklaim si bandit perempuan menetap di San Fransisco, California, hingga tutup usia pada 1952.
(pai)</description><content:encoded>SALAH satu figur legenda di masa wild west adalah seorang bandit perempuan bernama Pearl Hart. Namanya melegenda karena menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi perampok di Amerika Serikat (AS) sepanjang akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Pearl Hart terlahir dengan nama Pearl Taylor sekira 1871 di Lindsay, Ontario, Kanada. Ia lahir di tengah keluarga yang cukup terpandang hingga mampu memberikan pendidikan yang baik. Hidupnya menyentuh titik balik pada usia 17, selayaknya seorang remaja yang mencari jati diri.
Ia terpikat oleh pesona seorang penjudi berkharisma bernama Frederick Hart. Bak pasangan dimabuk asmara, keduanya seolah tidak terpisahkan. Hart rela melakukan berbagai pekerjaan demi mempertahankan hubungan meski tidak bisa melepaskan kecanduan judi.
Kebiasaan buruk Frederick Hart itu berdampak cukup masif bagi Pearl Taylor. Ketika keduanya hidup dalam kondisi memprihatinkan akibat alkohol dan judi, Hart kerap menyiksa Pearl. Pasangan itu sebenarnya dikaruniai dua orang anak, tetapi semuanya dikirimkan Pearl ke ibunya karena tidak memiliki uang yang cukup untuk membesarkan mereka.
Hubungan keduanya pun putus sambung beberapa kali. Pada 1893, pasangan itu berkelana dan bekerja di Chicago World&amp;rsquo;s Fair dengan harapan mendapatkan pekerjaan di sana. Sepanjang gelaran, Pearl tertarik pada gaya hidup koboi saat menonton Buffalo Bill&amp;rsquo;s Wild West Show.
Pearl memutuskan untuk mengikuti nalurinya dan keluar dari pekerjaan di World Fair, bersama suaminya, dan seorang pianis bernama Dan Bandman. Dalam sebuah wawancara, Pearl Hart menyebut masa itu sebagai sebuah pencarian jati diri yang sesungguhnya.
&amp;ldquo;Saya baru berusia 22 tahun. Saya cantik, putus asa, kehilangan semangat, dan siap menghadapi apa pun yang datang. Saya tidak peduli dengan periode hidup pada masa itu. Saya berkelana dari satu kota ke kota lain hingga tiba di Phoenix, Arizona,&amp;rdquo; tukas Pearl Hart, mengutip dari Vintage News, Rabu (20/12/2017).
Menurut beberapa sumber, selama periode itu Pearl menyukai beberapa hal buruk, termasuk morfin. Ia lantas pindah ke kota tambang Globe, Arizona, ketika Perang Amerika-Spanyol pecah. Di tempat itu, ia menemukan lagi cinta dalam diri seorang pria Jerman bernama Joe Boot.
Pada titik itu, Pearl dan Joe sama-sama tidak punya uang untuk sekadar bertahan hidup. Keduanya lantas memutuskan untuk menyandera dan merampok sebuah kereta kuda yang sedang dalam perjalanan dari Globe menuju Florence pada 30 Mei 1899.
Saat beraksi, Pearl Hart memangkas habis rambutnya serta mengenakan pakaian laki-laki. Ia mempersenjatai diri dengan revolver kaliber 38. Sementara Joe menyandang pistol Colt kaliber 45. Keduanya berhasil membawa kabur uang senilai 431 dolar AS beserta dua senjata api dari tangan korban.Pasangan itu tertangkap pada 5 Juni 1899 dalam operasi yang dipimpin Sheriff Truman dari Pinal County. Boot langsung menyerah sementara Pearl berjuang untuk melarikan diri. Namun, upaya itu gagal.
Hart dan Boot dijebloskan ke penjara di Globe. Di dalam jeruji besi, Hart kerap membual dengan menyebut dirinya sebagai &amp;lsquo;Ratu Bandit&amp;rsquo;. Setelah beberapa pekan mendekam, Hart berhasil kabur tetapi tidak lama kemudian kembali menghuni hotel prodeo.
Hal tersebut tidak menghalangi ketenaran Hart yang kadung dianggap sebagai perempuan nakal. Rumor mengenai dirinya menyebar dengan cepat. Saat disidang di Florence pada 1899, Hart mengucapkan kalimat yang kemudian terkenal.
&amp;ldquo;Saya tidak mau diadili di bawah undang-undang di mana jenis kelamin saya tidak diperkenankan bersuara,&amp;rdquo; kata Pearl Hart.
Juri memutuskan untuk membebaskannya dan percaya pada cerita Hart bahwa dia sengaja merampok karena ingin mengirim uang kepada ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Tetapi tidak demikian halnya dengan hakim. Ia marah besar saat pembacaan vonis.
Hakim mengganti semua juri dan kembali mengadili Hart atas kepemilikan pistol revolver tanpa izin. Pearl Hart divonis lima tahun penjara oleh hakim dalam prosedur baru tersebut. Sementara Joe Boot, harus rela menerima hukuman 30 tahun penjara. Tetapi, Joe berhasil kabur pada 1901 dan tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya.
Pearl perlahan-lahan mengubah hidupnya selama di penjara. Ia selalu mampu menghibur para pengunjung dan media yang datang ke penjara. Karena itu, Pearl Hart dibebaskan pada 1902 dan pindah ke Kansas City.
Di kota tersebut, ia mencoba menjual status sebagai &amp;lsquo;Bandit Perempuan&amp;rsquo;. Pearl sempat tampil dalam lakon drama yang ditulis oleh saudarinya. Tapi, nasibnya memang tidak beruntung. Ia ditangkap pihak berwenang karena kedapatan membeli barang-barang curian. Pearl lantas menghilang usai ditangkap.
Cerita mengenai Pearl Hart berakhir misterius. Menurut beberapa laporan, dia meninggal di Kansas City pada dekade 1960, tetapi ada juga yang mengklaim si bandit perempuan menetap di San Fransisco, California, hingga tutup usia pada 1952.
(pai)</content:encoded></item></channel></rss>
