<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Andil Besar Seorang Ibu Antarkan Saut Situmorang ke Pucuk Pimpinan KPK</title><description>Tanpa restu serta didikan dari sang bunda, Saut tidak akan bisa menjadi salah satu orang yang paling ditakuti koruptor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/22/337/1834498/andil-besar-seorang-ibu-antarkan-saut-situmorang-ke-pucuk-pimpinan-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/22/337/1834498/andil-besar-seorang-ibu-antarkan-saut-situmorang-ke-pucuk-pimpinan-kpk"/><item><title>Andil Besar Seorang Ibu Antarkan Saut Situmorang ke Pucuk Pimpinan KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/22/337/1834498/andil-besar-seorang-ibu-antarkan-saut-situmorang-ke-pucuk-pimpinan-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/22/337/1834498/andil-besar-seorang-ibu-antarkan-saut-situmorang-ke-pucuk-pimpinan-kpk</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2017 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/22/337/1834498/andil-besar-seorang-ibu-antarkan-saut-situmorang-ke-pucuk-pimpinan-kpk-KDTyMiHsUn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waki Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/22/337/1834498/andil-besar-seorang-ibu-antarkan-saut-situmorang-ke-pucuk-pimpinan-kpk-KDTyMiHsUn.jpg</image><title>Waki Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menjadi salah satu pucuk pimpinan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah sesuatu yang mudah bagi Thony Saut Situmorang. Mungkin, tanpa restu serta didikan dari sang bunda, Saut tidak akan bisa menjadi salah satu orang yang paling ditakuti koruptor.
Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara itu resmi menjabat sebagai Komisioner KPK pada 21 Desember 2015 bersama empat pimpinan lainnya. Saut sempat terkenang akan pesan-pesan dari ibundanya, Shinta, yang mengantarkannya menjadi petinggi di lembaga antirasuah.
Saut menceritakan, sewaktu masih berada di bangku Sekolah Dasar (SD), dia sempat memaksa sang bunda untuk membelikannya bola plastik. Permintaan itu dimintanya dengan cara memaksa dan merengek-rengek.
Namun demikian, sang bunda tidak menggubris dan menghiraukan permintaan Saut. Ibunya hanya meminta Saut untuk bersabar. &quot;Saut , kamu bahkan tidak akan dapat apa-apa kalau kamu tidak sabar dan tenang,&quot; kata Saut menirukan pesan dari sang ibunda.
(Baca Juga: Hadiri Perayaan Hari Ibu di Raja Ampat, Presiden Jokowi Disambut Tarian Suling Tambur)
Kata-kata yang terlontar dari mulut sang ibundanya itulah yang hingga kini masih teringat oleh Saut saat mengusut beberapa kasus-kasus korupsi di Indonesia. &quot;Pesan itu saya ingat terus kemana saya pergi,&quot; terangnya, Jumat (22/12/2017).
&quot;Dan belakangan saya melihat kesabaran adalah utama, karena kesabaran akan  membangun kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan,  tanggung jawab, kerja keras ,sederhana, berani dan adil,&quot; imbuhnya.
Pesan sang bunda sempat terlintas saat Saut mengusut kasus-kasus korupsi yang menyeret seorang wanita yang notabennya juga seorang ibu dari anak-anaknya. Sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret beberapa ibu-ibu di negeri ini, seperti dugaan suap pembangunan Pasar Atas Cimahi, yang menyeret mantan Wali Kotanya, Atty Suharti Tochija.
Kemudian, mantan Bupati Klaten, Sri Hartini yang ditetapkan tersangka atas perkara suap jual-beli jabatan di lingkungannya. Lily Martiani Maddani, istri dari Gubernur nonaktif Bengkulu Ridwan Mukti yang tertangkap tangan menerima uang suap.
Selanjutnya, mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S. Haryani juga terjerat dalam kasus korupsi yang berhubungan dengan KPK. Miryam disangkakan terjerat dalam perkara merintangi dan menghalangi proses penyidikan e-KTP.
(Baca Juga: Pesan Antikorupsi Wanita Penggawa KPK di Hari Ibu)
Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha yang terjerat dalam tiga kasus korupsi di KPK. Ada pula mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari&amp;lrm; yang diduga menerima suap serta gratifikasi.&amp;lrm;
Bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, Saut menitipkan pesan kepada sejumlah pejabat wanita yang akan atau telah menjadi seorang ibu agar menanamkan integritas untuk anak-anak, keluarga, serta dirinya sendiri.
&amp;lrm;&quot;Karena ibu adalah tumpuan harapan, karena ibulah peletak dasar integritas umat manusia yang akan menumbuhkan perubahan peradaban kebaikan yang membahagiakan umat di bumi,&quot; ujarnya.
Oleh karenanya, kata Saut, pemerintah juga harus memperhatikan bagi ibu-ibu yang ada di Indonesia untuk memberikan penanaman nilai-nilai integritas. Nantinya, integritas tersebut dapat menjadi acuan untuk anak-anaknya dalam membangun bangsa dan negara.
&quot;Negara harus mendorong semua ibu mendapatkan peluang membangun putra-putri mereka sejak dini agar penerus republik ini berintegritas. Selamat hari ibu, Salam integritas untuk semua para ibu yang sedang di pekerjaan dan yang di rumah,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8yMi8yMi8xMDY5MjgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Menjadi salah satu pucuk pimpinan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukanlah sesuatu yang mudah bagi Thony Saut Situmorang. Mungkin, tanpa restu serta didikan dari sang bunda, Saut tidak akan bisa menjadi salah satu orang yang paling ditakuti koruptor.
Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara itu resmi menjabat sebagai Komisioner KPK pada 21 Desember 2015 bersama empat pimpinan lainnya. Saut sempat terkenang akan pesan-pesan dari ibundanya, Shinta, yang mengantarkannya menjadi petinggi di lembaga antirasuah.
Saut menceritakan, sewaktu masih berada di bangku Sekolah Dasar (SD), dia sempat memaksa sang bunda untuk membelikannya bola plastik. Permintaan itu dimintanya dengan cara memaksa dan merengek-rengek.
Namun demikian, sang bunda tidak menggubris dan menghiraukan permintaan Saut. Ibunya hanya meminta Saut untuk bersabar. &quot;Saut , kamu bahkan tidak akan dapat apa-apa kalau kamu tidak sabar dan tenang,&quot; kata Saut menirukan pesan dari sang ibunda.
(Baca Juga: Hadiri Perayaan Hari Ibu di Raja Ampat, Presiden Jokowi Disambut Tarian Suling Tambur)
Kata-kata yang terlontar dari mulut sang ibundanya itulah yang hingga kini masih teringat oleh Saut saat mengusut beberapa kasus-kasus korupsi di Indonesia. &quot;Pesan itu saya ingat terus kemana saya pergi,&quot; terangnya, Jumat (22/12/2017).
&quot;Dan belakangan saya melihat kesabaran adalah utama, karena kesabaran akan  membangun kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan,  tanggung jawab, kerja keras ,sederhana, berani dan adil,&quot; imbuhnya.
Pesan sang bunda sempat terlintas saat Saut mengusut kasus-kasus korupsi yang menyeret seorang wanita yang notabennya juga seorang ibu dari anak-anaknya. Sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret beberapa ibu-ibu di negeri ini, seperti dugaan suap pembangunan Pasar Atas Cimahi, yang menyeret mantan Wali Kotanya, Atty Suharti Tochija.
Kemudian, mantan Bupati Klaten, Sri Hartini yang ditetapkan tersangka atas perkara suap jual-beli jabatan di lingkungannya. Lily Martiani Maddani, istri dari Gubernur nonaktif Bengkulu Ridwan Mukti yang tertangkap tangan menerima uang suap.
Selanjutnya, mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S. Haryani juga terjerat dalam kasus korupsi yang berhubungan dengan KPK. Miryam disangkakan terjerat dalam perkara merintangi dan menghalangi proses penyidikan e-KTP.
(Baca Juga: Pesan Antikorupsi Wanita Penggawa KPK di Hari Ibu)
Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha yang terjerat dalam tiga kasus korupsi di KPK. Ada pula mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari&amp;lrm; yang diduga menerima suap serta gratifikasi.&amp;lrm;
Bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada hari ini, Saut menitipkan pesan kepada sejumlah pejabat wanita yang akan atau telah menjadi seorang ibu agar menanamkan integritas untuk anak-anak, keluarga, serta dirinya sendiri.
&amp;lrm;&quot;Karena ibu adalah tumpuan harapan, karena ibulah peletak dasar integritas umat manusia yang akan menumbuhkan perubahan peradaban kebaikan yang membahagiakan umat di bumi,&quot; ujarnya.
Oleh karenanya, kata Saut, pemerintah juga harus memperhatikan bagi ibu-ibu yang ada di Indonesia untuk memberikan penanaman nilai-nilai integritas. Nantinya, integritas tersebut dapat menjadi acuan untuk anak-anaknya dalam membangun bangsa dan negara.
&quot;Negara harus mendorong semua ibu mendapatkan peluang membangun putra-putri mereka sejak dini agar penerus republik ini berintegritas. Selamat hari ibu, Salam integritas untuk semua para ibu yang sedang di pekerjaan dan yang di rumah,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8yMi8yMi8xMDY5MjgvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
