<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Kapal Tenggelam di Waduk Cirata Versi Tim SAR&amp;#8206; Gabungan</title><description>Tim SAR gabungan yang tengah mencari keberadaan korban di Waduk Cirata menduga kapal tenggelam akibat kelebihan muatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/22/525/1834469/kronologi-kapal-tenggelam-di-waduk-cirata-versi-tim-sar-8206-gabungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/22/525/1834469/kronologi-kapal-tenggelam-di-waduk-cirata-versi-tim-sar-8206-gabungan"/><item><title>Kronologi Kapal Tenggelam di Waduk Cirata Versi Tim SAR&amp;#8206; Gabungan</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/22/525/1834469/kronologi-kapal-tenggelam-di-waduk-cirata-versi-tim-sar-8206-gabungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/22/525/1834469/kronologi-kapal-tenggelam-di-waduk-cirata-versi-tim-sar-8206-gabungan</guid><pubDate>Jum'at 22 Desember 2017 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/22/525/1834469/kronologi-kapal-tenggelam-di-waduk-cirata-versi-tim-sar-8206-gabungan-RKL7J8SewK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Waduk Cirata (foto: Mulyana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/22/525/1834469/kronologi-kapal-tenggelam-di-waduk-cirata-versi-tim-sar-8206-gabungan-RKL7J8SewK.jpg</image><title>Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Waduk Cirata (foto: Mulyana/Okezone)</title></images><description>PURWAKARTA - Tim SAR gabungan yang tengah mencari keberadaan korban tenggelam di Waduk Cirata &amp;lrm;mensinyalir, insiden ini terjadi akibat kondisi perahu yang ditumpangi warga kelebihan muatan. Sehingga, perahu oleng dan terbalik.&amp;lrm;

Begini kronologis insiden tersebut, menurut Tim Operasi Pencarian Rawa Taal yang dikomandoi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta, Letkol Inf Ari Maulana&amp;lrm;.
(Baca Juga: Korban Kapal Tenggelam di Waduk Cirata Masih Misterius&amp;lrm;)
Berdasarkan informasi yang dihimpun jajarannya, insiden tersebut, berawal &amp;lrm;perahu yang di nahkodai Dana mengangkut 15 orang penumpang dari Pulau Nusa yang lokasinya berada di seberang Danau Cirata. Secara teritorial, lokasi pulau kecil ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat.&amp;lrm;

Adapun penumpang sendiri, kata dia, merupakan para petani dan keluarganya. Mereka, merupakan warga yang hendak pulang dari ladang setelah memanen cabai di lokasi tersebut. Sayangnya, saat perjalanan pulang, sempat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.

&quot;Hujan angin ini, mengakibatkan danau bergelombang. Perahu terhempas ke arus deras hingga oleng dan terbalik. Seluruh penumpang tumpah ke danau,&quot; jelas dia.&amp;lrm;

Perlu diketahui, kata dia, korban 15 orang ini merupakan penu&amp;lrm;mpang kedua, setelah sebelumnya perahu yang mengangkut mereka mengantarkan penumpang pertama yang berjumlah enam orang.

&quot;Perahu tersebut bolak-balik. Pertama mengakut enam orang, kemudian balik lagi ke lokasi untuk mengangkut petani lainnya yang masih berada di pulau tersebut,&quot; kata dia.
(Baca Juga: Perahu Tenggelam di Waduk Cirata Diduga Akibat Kelebihan Muatan)
J&amp;lrm;adi, kata dia, insiden ini menimpa warga yang diangkut kedua kalinya. Jumlahnya 15 orang. Karena, yang enam orang sudah terlebih dahulu sampai ke seberang. Pihaknya menduga, nahkoda kapal air ini memaksakan untuk memuatkan&amp;lrm; 15 penumpang yang tersisa itu dalam satu kali jalan. Sehingga, perahu yang ditumpangi kelebihan muatan.

&quot;Mungkin tadinya mau tiga kali balikan. Tapi&amp;lrm;, karena cuaca tidak mendukung, mereka terpaksa diangkut sekaligus,&quot; jelas dia.

Sementara itu, Okezone sempat mencoba mencari tahu terkait kronologis pasti dari kejadian ini. Yakni, dengan memintai keterangan dari sang nahkoda, Dana. Hanya saja, sampai saat ini Dana masih terlihat shock dan belum bisa menjelaskan apa-apa soal insiden ini.</description><content:encoded>PURWAKARTA - Tim SAR gabungan yang tengah mencari keberadaan korban tenggelam di Waduk Cirata &amp;lrm;mensinyalir, insiden ini terjadi akibat kondisi perahu yang ditumpangi warga kelebihan muatan. Sehingga, perahu oleng dan terbalik.&amp;lrm;

Begini kronologis insiden tersebut, menurut Tim Operasi Pencarian Rawa Taal yang dikomandoi Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta, Letkol Inf Ari Maulana&amp;lrm;.
(Baca Juga: Korban Kapal Tenggelam di Waduk Cirata Masih Misterius&amp;lrm;)
Berdasarkan informasi yang dihimpun jajarannya, insiden tersebut, berawal &amp;lrm;perahu yang di nahkodai Dana mengangkut 15 orang penumpang dari Pulau Nusa yang lokasinya berada di seberang Danau Cirata. Secara teritorial, lokasi pulau kecil ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat.&amp;lrm;

Adapun penumpang sendiri, kata dia, merupakan para petani dan keluarganya. Mereka, merupakan warga yang hendak pulang dari ladang setelah memanen cabai di lokasi tersebut. Sayangnya, saat perjalanan pulang, sempat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.

&quot;Hujan angin ini, mengakibatkan danau bergelombang. Perahu terhempas ke arus deras hingga oleng dan terbalik. Seluruh penumpang tumpah ke danau,&quot; jelas dia.&amp;lrm;

Perlu diketahui, kata dia, korban 15 orang ini merupakan penu&amp;lrm;mpang kedua, setelah sebelumnya perahu yang mengangkut mereka mengantarkan penumpang pertama yang berjumlah enam orang.

&quot;Perahu tersebut bolak-balik. Pertama mengakut enam orang, kemudian balik lagi ke lokasi untuk mengangkut petani lainnya yang masih berada di pulau tersebut,&quot; kata dia.
(Baca Juga: Perahu Tenggelam di Waduk Cirata Diduga Akibat Kelebihan Muatan)
J&amp;lrm;adi, kata dia, insiden ini menimpa warga yang diangkut kedua kalinya. Jumlahnya 15 orang. Karena, yang enam orang sudah terlebih dahulu sampai ke seberang. Pihaknya menduga, nahkoda kapal air ini memaksakan untuk memuatkan&amp;lrm; 15 penumpang yang tersisa itu dalam satu kali jalan. Sehingga, perahu yang ditumpangi kelebihan muatan.

&quot;Mungkin tadinya mau tiga kali balikan. Tapi&amp;lrm;, karena cuaca tidak mendukung, mereka terpaksa diangkut sekaligus,&quot; jelas dia.

Sementara itu, Okezone sempat mencoba mencari tahu terkait kronologis pasti dari kejadian ini. Yakni, dengan memintai keterangan dari sang nahkoda, Dana. Hanya saja, sampai saat ini Dana masih terlihat shock dan belum bisa menjelaskan apa-apa soal insiden ini.</content:encoded></item></channel></rss>
