<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tradisi Natal di Berbagai Negara, Enggak Jauh Beda dengan Indonesia</title><description>Perayaan hari Natal diberbagai negara memiliki keunikan masing-masing yang tentunya menarik untuk disimak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835498/tradisi-natal-di-berbagai-negara-enggak-jauh-beda-dengan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835498/tradisi-natal-di-berbagai-negara-enggak-jauh-beda-dengan-indonesia"/><item><title>Tradisi Natal di Berbagai Negara, Enggak Jauh Beda dengan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835498/tradisi-natal-di-berbagai-negara-enggak-jauh-beda-dengan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835498/tradisi-natal-di-berbagai-negara-enggak-jauh-beda-dengan-indonesia</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2017 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hotlas Mora Sinaga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/25/18/1835498/tradisi-natal-di-berbagai-negara-enggak-jauh-beda-dengan-indonesia-bDHdNC4oYr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perayaan Natal. (Foto: Getty Images)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/25/18/1835498/tradisi-natal-di-berbagai-negara-enggak-jauh-beda-dengan-indonesia-bDHdNC4oYr.jpg</image><title>Perayaan Natal. (Foto: Getty Images)</title></images><description>TRADISI merayakan Natal telah terjadi selama bertahun-tahun di berbagai negara. Perayaan hari kelahiran Yesus Kristus itu identik dengan pohon beringin beserta hiasan-hiasannya, makanan-makanan, lonceng, bahkan tokoh berbaju merah bernama Sinterklas.
Namun faktanya, setiap negara punya cara masing-masing di luar semua hal tersebut. Kebanyakan mereka punya keunikan masing-masing karena faktor tradisi hingga sejarah setempat. Berikut tradisi Natal di 9 negara seperti dirangkum Okezone dari whychristmas.com:

1. Indonesia

Masyarakat Kristen di Indonesia biasanya beribadah terlebih dahulu sebelum merayakan Natal. Setelah beribadah, biasanya gereja juga menampilkan drama bertema 'Kelahiran Yesus' untuk disaksikan. Drama tidak hanya berpaku pada kisah Alkitab melainkan juga masalah kehidupan masa kini.
 (Foto: Getty Images)
Sementara di rumah-rumah, beragam kue menjadi sajian wajib untuk para saudara atau tetangga. Beberapa jenis kue yang disajikan biasanya nastar, kastengel, dan Putri Salju.

2. Argentina

Masyarakat di Argentina biasanya telah bersiap untuk Natal sejak awal Desember, bahkan November. Hal itu karena rata-rata mereka beragama Katolik dan Adven.

Saat itu rumah-rumah terdekorasi begitu meriah dengan lampu warna-warni dan karangan bunga berwarna hijau, emas, merah, putih yang menghiasi pintu masuknya. Tidak lupa juga 'Pesebre' atau hiasan patung Maria, Yusuf, dan bayi Yesus yang ditaruh di dekat pohon natal.
Satu tradisi malam Natal yang khas di negara Leonel Messi itu ialah 'Globos'. Yaitu tradisi menerbangkan kertas yang berisi cahaya api di dalamnya ke langit. Wujudnya mirip lampu lampion, namun berwarna putih dan berbentuk silinder.


3. Palestina
Natal menjadi perayaan yang sangat penting di Palestina. Karena di sana ada Betlehem, kota tempat Yesus dilahirkan. Betlehem berjarak sekira enam mil (10 kilometer) dari selatan Yerusalem.

Parade keliling kota yang diiringi alunan musik band bagpipe pun digelar di sana. Padahal tradisi memainkan bagpipe sempat ditinggalkan sejak tentara Inggris menduduki daerah tersebut antara 1920 dan 1948.

Di sisi lain, Gereja Ortodoks Yunani dan Gereja Apostolik Armenia tidak merayakan Natal pada 25 Desember, melainkan pada 6-7 Januari. Hal itu karena mereka menggunakan kalender Julian dan ada juga kalender Gregorian.




4. Zimbabwe

Setelah beribadah di Gereja pada malam Natal, masyarakat Zimbabwe  biasanya menggelar pesta di rumahnya masing-masing. Kerabat sampai  famili diundang untuk makan dan minum bersama. Pesta ini bisa dilakukan  sejak malam hingga pagi menjelang.

Makanan spesial yang dikonsumsi saat Natal di sana ialah ayam dengan  nasi. Hal itu karena ayam adalah bahan makanan yang sangat mahal di  Zimbabwe.

Musik-musik bervolume kencang biasa terdengar dari speaker stereo  yang ditaruh di depan rumah mereka. Tidak hanya lagu natal, tapi juga  lagu pop terbaru hingga lawas dari benua Afrika.

Kartu Natal yang digunakan di Zimbabwe juga sangat khas Afrika. Salah satunya dihiasi gambar binatang-binatang liar.

5. Korea Selatan

Sangat berbeda dengan Korea Utara yang melarang keras Natal dan  menggantikannya dengan perayaan kelahiran nenek Kim Jong Un, Korea  Selatan justru menjadikan Hari Natal sebagai libur nasional. Saat itu,  lampu-lampu akan menghiasi jalanan hingga mal-mal di Ibu Kota Seoul.

Di sana, Sinterklas atau Santa Claus dipanggil Santa Kollosu. Jika  biasanya Sinterklas memakai baju merah dan putih, di Korsel para santa  memakai biru atau merah.
&amp;nbsp;
(Foto: Getty Images)
Tradisi bertukar hadiah adalah hal populer di sana. Namun memberi uang yang paling sering dilakukan.

Dalam bahasa Korea, selamat Natal di sana berarti 'Seongtanjeol jal  bonaeyo' atau 'Jeulgaeun krismas doeseyo'. Sementara untuk orang  Kristen, memakai 'Sungtan chukhahaeyo' untuk mengucapkan selamat atas  lahirnya Yesus.

6. Selandia Baru

Kebanyakan masyarakat di Selandia Baru merayakan Natal di pantai.  Rata-rata mereka berkemah di sana, namun ada juga yang memesan kamar  penginapan.

Sejak pertengahan November, di negara tetangga Australia itu ada  rentetan tradisi parade Sinterklas dengan iringan marching band. Karena  cuaca di sana panas, para Sinterklas biasanya menggunakan 'jandals'  (sandal).

Jandals sendiri berasal dari dua kata yakni 'Japanese Sandals' atau  Sandal Jepang. Alas kaki itu sudah populer di Selandia Baru sejak akhir  1950-an dan menjadi hadiah Natal yang populer di sana.

Tidak hanya cemara, pohon Kiwi juga bisa jadi pohon Natal tersendiri  bagi mereka sejak pertengahan 1800-an. Dinamai P&amp;#333;hutukawa, pohon kiwi  yang tumbuh sangat besar dan berbunga merah cerah bisa menjadi dekorasi  dan desain pada kartu Natal.



7. Spanyol

Di Spanyol, malam Natal biasa disebut 'La Misa Del Gallo' atau Misa   Ayam. Hal itu karena mereka yakin, seekor ayam jantan seharusnya   berkokok pada malam hari sebelum Yesus lahir.

Sebelum kebaktian, masyarakat di sana biasanya menikmati 'Pavo   Trufado de Navidad' atau kalkun dengan truffle (jamur). Sementara di   wilayah barat laut Spanyol yang dikelilingi air, makanan laut menjadi   pilihan.
 (Foto: Getty Images)
'Feliz Navidad' adalah kata yang paling familiar di sana untuk   mengucapkan Selamat Natal. Selain itu juga ada beberapa kata lainnya   seperti 'Bon Nadal' untuk di Catalunya, 'Bo Nadal' di Galician, dan   'Eguberri on' di Basque.

Selain Natal, ada festival lain yang dirayakan pada 6 Januari di   Spanyol yang masih berhubungan dengan kelahiran Yesus. Ini disebut   Epiphany atau 'Fiesta de Los tres Reyes Mages', yang berarti Festival   dari Tiga Raja Ajaib. Epiphany sendiri tentang kedatangan tiga para Raja   Bijak yang membawa hadiah untuk bayi Yesus.

Dalam parade itu, tiga raja digambarkan semirip mungkin dengan kisah   aslinya yakni datang menaiki unta. Ada unta tiruan, ada juga yang   memakai unta sungguhan.

8. Finlandia

Orang Finlandia percaya bahwa Sinterklas tinggal di bagian utara   Finlandia yang disebut Korvatunturi (atau Lapland). Surat-surat dari   seluruh dunia untuk Sinterklas pun berdatangan ke wilayah sebelah utara   Lingkaran Arktik itu.

Di sana, Sinterklas dipanggil Joulupukki yang berarti 'Kambing   Natal'. Nama itu berasal dari kisah Kambing Yule yang bertobat dari   tingkah jahat mencuri semua hadiah natal. Kambing Yule berubah nama jadi   Joulupukki dan terus membagikan hadiah natal hingga posisinya   digantikan Sinterklas.

Tidak hanya manusia, hewan-hewan di sana juga merayakan Natal.   Seperti burung, merayakannya dengan memakan gandum yang digantung para   petani.

Kebersihan rumah juga sangat diperhatikan saat tiga hari suci Natal   pada 23-26 Desember. Yaitu Malam Natal, Hari Natal, dan Hari setelah   Natal (Boxing Day).

9. Kanada

Karena begitu luas, Kanada dihuni banyak orang-orang dari berbagai   latar budaya yang berbeda. Akibatnya, tradisi Natal juga campur aduk   mulai dari pengaruh Prancis, Inggris, Irlandia, Skotlandia, Jerman,   Norwegia, hingga Ukraina.

Meski begitu, satu tradisi yang umum dimiliki masyarakat di sana   yaitu pesta kue kering. Setiap keluarga akan bertukar kue dengan   saudara-saudaranya. Kue jahe dan kue keju biasanya yang paling diminati   di sana.

Selain itu, orang-orang Kanada juga akan memakan permen 'Barley   Candy' dan permen tulang ayam. Barley Candy biasanya berbentuk   Sinterklas, rusa kutub, manusia salju, pohon dan simbol Natal lainnya.   Sementara tulang ayam, berbentuk silinder seperti tulang ayam dengan   rasa seperti kayu manis. Isinya akan meleleh di mulut dengan rasa   cokelat susu krim.</description><content:encoded>TRADISI merayakan Natal telah terjadi selama bertahun-tahun di berbagai negara. Perayaan hari kelahiran Yesus Kristus itu identik dengan pohon beringin beserta hiasan-hiasannya, makanan-makanan, lonceng, bahkan tokoh berbaju merah bernama Sinterklas.
Namun faktanya, setiap negara punya cara masing-masing di luar semua hal tersebut. Kebanyakan mereka punya keunikan masing-masing karena faktor tradisi hingga sejarah setempat. Berikut tradisi Natal di 9 negara seperti dirangkum Okezone dari whychristmas.com:

1. Indonesia

Masyarakat Kristen di Indonesia biasanya beribadah terlebih dahulu sebelum merayakan Natal. Setelah beribadah, biasanya gereja juga menampilkan drama bertema 'Kelahiran Yesus' untuk disaksikan. Drama tidak hanya berpaku pada kisah Alkitab melainkan juga masalah kehidupan masa kini.
 (Foto: Getty Images)
Sementara di rumah-rumah, beragam kue menjadi sajian wajib untuk para saudara atau tetangga. Beberapa jenis kue yang disajikan biasanya nastar, kastengel, dan Putri Salju.

2. Argentina

Masyarakat di Argentina biasanya telah bersiap untuk Natal sejak awal Desember, bahkan November. Hal itu karena rata-rata mereka beragama Katolik dan Adven.

Saat itu rumah-rumah terdekorasi begitu meriah dengan lampu warna-warni dan karangan bunga berwarna hijau, emas, merah, putih yang menghiasi pintu masuknya. Tidak lupa juga 'Pesebre' atau hiasan patung Maria, Yusuf, dan bayi Yesus yang ditaruh di dekat pohon natal.
Satu tradisi malam Natal yang khas di negara Leonel Messi itu ialah 'Globos'. Yaitu tradisi menerbangkan kertas yang berisi cahaya api di dalamnya ke langit. Wujudnya mirip lampu lampion, namun berwarna putih dan berbentuk silinder.


3. Palestina
Natal menjadi perayaan yang sangat penting di Palestina. Karena di sana ada Betlehem, kota tempat Yesus dilahirkan. Betlehem berjarak sekira enam mil (10 kilometer) dari selatan Yerusalem.

Parade keliling kota yang diiringi alunan musik band bagpipe pun digelar di sana. Padahal tradisi memainkan bagpipe sempat ditinggalkan sejak tentara Inggris menduduki daerah tersebut antara 1920 dan 1948.

Di sisi lain, Gereja Ortodoks Yunani dan Gereja Apostolik Armenia tidak merayakan Natal pada 25 Desember, melainkan pada 6-7 Januari. Hal itu karena mereka menggunakan kalender Julian dan ada juga kalender Gregorian.




4. Zimbabwe

Setelah beribadah di Gereja pada malam Natal, masyarakat Zimbabwe  biasanya menggelar pesta di rumahnya masing-masing. Kerabat sampai  famili diundang untuk makan dan minum bersama. Pesta ini bisa dilakukan  sejak malam hingga pagi menjelang.

Makanan spesial yang dikonsumsi saat Natal di sana ialah ayam dengan  nasi. Hal itu karena ayam adalah bahan makanan yang sangat mahal di  Zimbabwe.

Musik-musik bervolume kencang biasa terdengar dari speaker stereo  yang ditaruh di depan rumah mereka. Tidak hanya lagu natal, tapi juga  lagu pop terbaru hingga lawas dari benua Afrika.

Kartu Natal yang digunakan di Zimbabwe juga sangat khas Afrika. Salah satunya dihiasi gambar binatang-binatang liar.

5. Korea Selatan

Sangat berbeda dengan Korea Utara yang melarang keras Natal dan  menggantikannya dengan perayaan kelahiran nenek Kim Jong Un, Korea  Selatan justru menjadikan Hari Natal sebagai libur nasional. Saat itu,  lampu-lampu akan menghiasi jalanan hingga mal-mal di Ibu Kota Seoul.

Di sana, Sinterklas atau Santa Claus dipanggil Santa Kollosu. Jika  biasanya Sinterklas memakai baju merah dan putih, di Korsel para santa  memakai biru atau merah.
&amp;nbsp;
(Foto: Getty Images)
Tradisi bertukar hadiah adalah hal populer di sana. Namun memberi uang yang paling sering dilakukan.

Dalam bahasa Korea, selamat Natal di sana berarti 'Seongtanjeol jal  bonaeyo' atau 'Jeulgaeun krismas doeseyo'. Sementara untuk orang  Kristen, memakai 'Sungtan chukhahaeyo' untuk mengucapkan selamat atas  lahirnya Yesus.

6. Selandia Baru

Kebanyakan masyarakat di Selandia Baru merayakan Natal di pantai.  Rata-rata mereka berkemah di sana, namun ada juga yang memesan kamar  penginapan.

Sejak pertengahan November, di negara tetangga Australia itu ada  rentetan tradisi parade Sinterklas dengan iringan marching band. Karena  cuaca di sana panas, para Sinterklas biasanya menggunakan 'jandals'  (sandal).

Jandals sendiri berasal dari dua kata yakni 'Japanese Sandals' atau  Sandal Jepang. Alas kaki itu sudah populer di Selandia Baru sejak akhir  1950-an dan menjadi hadiah Natal yang populer di sana.

Tidak hanya cemara, pohon Kiwi juga bisa jadi pohon Natal tersendiri  bagi mereka sejak pertengahan 1800-an. Dinamai P&amp;#333;hutukawa, pohon kiwi  yang tumbuh sangat besar dan berbunga merah cerah bisa menjadi dekorasi  dan desain pada kartu Natal.



7. Spanyol

Di Spanyol, malam Natal biasa disebut 'La Misa Del Gallo' atau Misa   Ayam. Hal itu karena mereka yakin, seekor ayam jantan seharusnya   berkokok pada malam hari sebelum Yesus lahir.

Sebelum kebaktian, masyarakat di sana biasanya menikmati 'Pavo   Trufado de Navidad' atau kalkun dengan truffle (jamur). Sementara di   wilayah barat laut Spanyol yang dikelilingi air, makanan laut menjadi   pilihan.
 (Foto: Getty Images)
'Feliz Navidad' adalah kata yang paling familiar di sana untuk   mengucapkan Selamat Natal. Selain itu juga ada beberapa kata lainnya   seperti 'Bon Nadal' untuk di Catalunya, 'Bo Nadal' di Galician, dan   'Eguberri on' di Basque.

Selain Natal, ada festival lain yang dirayakan pada 6 Januari di   Spanyol yang masih berhubungan dengan kelahiran Yesus. Ini disebut   Epiphany atau 'Fiesta de Los tres Reyes Mages', yang berarti Festival   dari Tiga Raja Ajaib. Epiphany sendiri tentang kedatangan tiga para Raja   Bijak yang membawa hadiah untuk bayi Yesus.

Dalam parade itu, tiga raja digambarkan semirip mungkin dengan kisah   aslinya yakni datang menaiki unta. Ada unta tiruan, ada juga yang   memakai unta sungguhan.

8. Finlandia

Orang Finlandia percaya bahwa Sinterklas tinggal di bagian utara   Finlandia yang disebut Korvatunturi (atau Lapland). Surat-surat dari   seluruh dunia untuk Sinterklas pun berdatangan ke wilayah sebelah utara   Lingkaran Arktik itu.

Di sana, Sinterklas dipanggil Joulupukki yang berarti 'Kambing   Natal'. Nama itu berasal dari kisah Kambing Yule yang bertobat dari   tingkah jahat mencuri semua hadiah natal. Kambing Yule berubah nama jadi   Joulupukki dan terus membagikan hadiah natal hingga posisinya   digantikan Sinterklas.

Tidak hanya manusia, hewan-hewan di sana juga merayakan Natal.   Seperti burung, merayakannya dengan memakan gandum yang digantung para   petani.

Kebersihan rumah juga sangat diperhatikan saat tiga hari suci Natal   pada 23-26 Desember. Yaitu Malam Natal, Hari Natal, dan Hari setelah   Natal (Boxing Day).

9. Kanada

Karena begitu luas, Kanada dihuni banyak orang-orang dari berbagai   latar budaya yang berbeda. Akibatnya, tradisi Natal juga campur aduk   mulai dari pengaruh Prancis, Inggris, Irlandia, Skotlandia, Jerman,   Norwegia, hingga Ukraina.

Meski begitu, satu tradisi yang umum dimiliki masyarakat di sana   yaitu pesta kue kering. Setiap keluarga akan bertukar kue dengan   saudara-saudaranya. Kue jahe dan kue keju biasanya yang paling diminati   di sana.

Selain itu, orang-orang Kanada juga akan memakan permen 'Barley   Candy' dan permen tulang ayam. Barley Candy biasanya berbentuk   Sinterklas, rusa kutub, manusia salju, pohon dan simbol Natal lainnya.   Sementara tulang ayam, berbentuk silinder seperti tulang ayam dengan   rasa seperti kayu manis. Isinya akan meleleh di mulut dengan rasa   cokelat susu krim.</content:encoded></item></channel></rss>
