<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Paus Fransiskus Berharap Konflik Palestina-Israel Diselesaikan dengan Solusi Dua Negara </title><description>paus berharap Palestina dan Israel dapat kembali melanjutkan dialog dan menyelesaikan konflik dengan solusi dua negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835774/paus-fransiskus-berharap-konflik-palestina-israel-diselesaikan-dengan-solusi-dua-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835774/paus-fransiskus-berharap-konflik-palestina-israel-diselesaikan-dengan-solusi-dua-negara"/><item><title>Paus Fransiskus Berharap Konflik Palestina-Israel Diselesaikan dengan Solusi Dua Negara </title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835774/paus-fransiskus-berharap-konflik-palestina-israel-diselesaikan-dengan-solusi-dua-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/25/18/1835774/paus-fransiskus-berharap-konflik-palestina-israel-diselesaikan-dengan-solusi-dua-negara</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2017 23:15 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/25/18/1835774/paus-fransiskus-berharap-konflik-palestina-israel-diselesaikan-dengan-solusi-dua-negara-pUmlWiK6GQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Paus Fransiskus saat menyampaikan pesan Natal Urbi et Orbi di vatikan, 25 Desember 2017. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/25/18/1835774/paus-fransiskus-berharap-konflik-palestina-israel-diselesaikan-dengan-solusi-dua-negara-pUmlWiK6GQ.jpg</image><title>Paus Fransiskus saat menyampaikan pesan Natal Urbi et Orbi di vatikan, 25 Desember 2017. (Foto: Reuters)</title></images><description>VATIKAN &amp;ndash; Paus Fransiskus menggunakan pesan Natal yang disampaikannya pada Senin, 25 Desember untuk menyerukan negosiasi solusi dua negara guna menyelesaikan konflik antara Palestina dengan Israel. Situasi di antara dua pihak bersengketa itu kembali memanas menyusul pengakuan Amerika Serikat (AS) atas status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
BACA JUGA: Paus Fransiskus Ajak Dunia Rangkul Pengungsi
Pemimpin umat Kristiani dunia itu berbicara mengenai situasi di kawasan Timur Tengah dan konflik-konflik lainnya di dunia dalam pidato tradisional &amp;ldquo;Urbi et Orbi&amp;rdquo; yang disampaikannya dari Basilika Santo Petrus, Vatikan.
&quot;Mari kita berdoa agar kemauan untuk melanjutkan dialog dapat terjadi di antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara dalam batas-batas yang disepakati dan diakui secara internasional,&quot; demikian disampaikan Paus sebagaimana dilansir Reuters, Senin (25/12/2017). Dua negara yang disebutkan merujuk pada Palestina dan Israel.
Ini adalah kali kedua Paus Fransiskus berbicara mengenai Yerusalem sejak Washington mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember lalu. Beberapa saat setelah pengumuman Washington tersebut, Paus segera meminta agar &amp;ldquo;status quo&amp;rdquo; di Yerusalem tetap dijaga agar tidak terjadi ketegangan baru yang memicu kekerasan di Timur Tengah.
Pada perayaan Natal kelima selama masa kepausannya, Paus Fransiskus juga mengangkat beberapa isu dan permasalahan dunia lainnya untuk menjadi perhatian bagi para jemaatnya. Pada upacara misa di malam Natal, Paus Fransiskus secara tegas menyampaikan dukungan dan ajakan untuk membantu para pengungsi.
BACA JUGA: Paus Fransiskus: Saya Mohon dengan Tulus Hormati Status Quo Yerusalem
Dia meminta Negara-negara Barat untuk mengesampingkan nasionalisme dan rasa takut pada imigran dan membuka pintunya untuk membantu mereka. Pesan itu kembali disampaikan Paus untuk mengingatkan dunia akan masalah pengungsi yang sedikit terlupakan.
Pria berusia 81 tahun itu juga meminta jemaatnya untuk menyadari penderitaan yang dialami oleh korban perang di Suriah, Yaman, Irak dan wilayah-wilayah konflik lainnya. Paus Fransiskus mengeluhkan bahwa para korban itu telah banyak dilupakan sehingga menyebabkan implikasi kemanusiaan yang para bagi mereka yang menderita kelaparan dan terkena penularan penyakit.</description><content:encoded>VATIKAN &amp;ndash; Paus Fransiskus menggunakan pesan Natal yang disampaikannya pada Senin, 25 Desember untuk menyerukan negosiasi solusi dua negara guna menyelesaikan konflik antara Palestina dengan Israel. Situasi di antara dua pihak bersengketa itu kembali memanas menyusul pengakuan Amerika Serikat (AS) atas status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
BACA JUGA: Paus Fransiskus Ajak Dunia Rangkul Pengungsi
Pemimpin umat Kristiani dunia itu berbicara mengenai situasi di kawasan Timur Tengah dan konflik-konflik lainnya di dunia dalam pidato tradisional &amp;ldquo;Urbi et Orbi&amp;rdquo; yang disampaikannya dari Basilika Santo Petrus, Vatikan.
&quot;Mari kita berdoa agar kemauan untuk melanjutkan dialog dapat terjadi di antara kedua belah pihak dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara dalam batas-batas yang disepakati dan diakui secara internasional,&quot; demikian disampaikan Paus sebagaimana dilansir Reuters, Senin (25/12/2017). Dua negara yang disebutkan merujuk pada Palestina dan Israel.
Ini adalah kali kedua Paus Fransiskus berbicara mengenai Yerusalem sejak Washington mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember lalu. Beberapa saat setelah pengumuman Washington tersebut, Paus segera meminta agar &amp;ldquo;status quo&amp;rdquo; di Yerusalem tetap dijaga agar tidak terjadi ketegangan baru yang memicu kekerasan di Timur Tengah.
Pada perayaan Natal kelima selama masa kepausannya, Paus Fransiskus juga mengangkat beberapa isu dan permasalahan dunia lainnya untuk menjadi perhatian bagi para jemaatnya. Pada upacara misa di malam Natal, Paus Fransiskus secara tegas menyampaikan dukungan dan ajakan untuk membantu para pengungsi.
BACA JUGA: Paus Fransiskus: Saya Mohon dengan Tulus Hormati Status Quo Yerusalem
Dia meminta Negara-negara Barat untuk mengesampingkan nasionalisme dan rasa takut pada imigran dan membuka pintunya untuk membantu mereka. Pesan itu kembali disampaikan Paus untuk mengingatkan dunia akan masalah pengungsi yang sedikit terlupakan.
Pria berusia 81 tahun itu juga meminta jemaatnya untuk menyadari penderitaan yang dialami oleh korban perang di Suriah, Yaman, Irak dan wilayah-wilayah konflik lainnya. Paus Fransiskus mengeluhkan bahwa para korban itu telah banyak dilupakan sehingga menyebabkan implikasi kemanusiaan yang para bagi mereka yang menderita kelaparan dan terkena penularan penyakit.</content:encoded></item></channel></rss>
