<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cermin Kebhinekaan dalam Perayaan Natal Terpancar dari Pesisir Jakarta</title><description>Seperti di Gereja Protestan Mahanaim, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/25/338/1835639/cermin-kebhinekaan-dalam-perayaan-natal-terpancar-dari-pesisir-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/25/338/1835639/cermin-kebhinekaan-dalam-perayaan-natal-terpancar-dari-pesisir-jakarta"/><item><title>Cermin Kebhinekaan dalam Perayaan Natal Terpancar dari Pesisir Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/25/338/1835639/cermin-kebhinekaan-dalam-perayaan-natal-terpancar-dari-pesisir-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/25/338/1835639/cermin-kebhinekaan-dalam-perayaan-natal-terpancar-dari-pesisir-jakarta</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2017 16:09 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/25/338/1835639/cermin-kebhinekaan-dalam-perayaan-natal-terpancar-dari-pesisir-jakarta-dQy7TVF7Ch.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin berdiri sejajar di Jakarta Utara (Foto: Taufik Fajar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/25/338/1835639/cermin-kebhinekaan-dalam-perayaan-natal-terpancar-dari-pesisir-jakarta-dQy7TVF7Ch.jpg</image><title>Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin berdiri sejajar di Jakarta Utara (Foto: Taufik Fajar)</title></images><description>JAKARTA - Umat Nasrani tengah bersuka cita merayakan Natal. Seperti di Gereja Protestan Mahanaim, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Perayaan Natal di Gereja Protestan Mahanaim sangat khidmat. Namun, ada hal menarik dari perayaan di kawasan pesisir Jakarta itu. Sebab, gereja yang sudah berusia 60 tahun itu berdiri sejajar dengan Masjid Al-Muqarrabin, tempat ibadah Muslim.&amp;nbsp;
Menurut Wakil Ketua Jemaat Gereja Protestan Mahanain Dikson Bawuna (61), sudah 60 tahun lamanya kerukunan umat beragama terjalin disini. Bahkan, pembangunan gereja dan masjid rampung hanya berselang setahun, yakni gereja pada 1957 dan masjid berdiri pada 1958.
&quot;Sejak 60 tahun ini, kami tidak sekali pun terjadi konflik antarumat dan masyarakat sekitar,&quot; ujar Dikson saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/12/2017). (Baca Juga: Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Gelar Ibadah Natal di Depan Istana)
Dikson menambahkan, keragaman atau perbedaan sejatinya bisa memperkokoh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka itu, toleransi perlu dijaga demi terciptanya kedamaian.
&quot;Intinya semua harus saling menghormati, agar terjadi kedamaian,&quot; tuturnya.
Sementara Pengurus Masjid Al-Muqarrabin, Muhamad (67) mengungkapkan, dalam merawat kebhinekaan pihaknya menyediakan lahan parkir untuk umat Kristiani yang akan melakukan perayaan Natal. Bukan hanya kali ini, kegiatan sosial selalu dilakukan bersama.
&quot;Kami sering melakukan kegiatan bersama. Dan selama tidak menyangkut akidah, kita pasti bersama,&quot; pungkasnya. (Baca Juga: Uniknya Pohon Natal &quot;Raksasa&quot; dari Kepingan CD di Depok)


</description><content:encoded>JAKARTA - Umat Nasrani tengah bersuka cita merayakan Natal. Seperti di Gereja Protestan Mahanaim, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Perayaan Natal di Gereja Protestan Mahanaim sangat khidmat. Namun, ada hal menarik dari perayaan di kawasan pesisir Jakarta itu. Sebab, gereja yang sudah berusia 60 tahun itu berdiri sejajar dengan Masjid Al-Muqarrabin, tempat ibadah Muslim.&amp;nbsp;
Menurut Wakil Ketua Jemaat Gereja Protestan Mahanain Dikson Bawuna (61), sudah 60 tahun lamanya kerukunan umat beragama terjalin disini. Bahkan, pembangunan gereja dan masjid rampung hanya berselang setahun, yakni gereja pada 1957 dan masjid berdiri pada 1958.
&quot;Sejak 60 tahun ini, kami tidak sekali pun terjadi konflik antarumat dan masyarakat sekitar,&quot; ujar Dikson saat dikonfirmasi wartawan, Senin (25/12/2017). (Baca Juga: Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia Gelar Ibadah Natal di Depan Istana)
Dikson menambahkan, keragaman atau perbedaan sejatinya bisa memperkokoh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka itu, toleransi perlu dijaga demi terciptanya kedamaian.
&quot;Intinya semua harus saling menghormati, agar terjadi kedamaian,&quot; tuturnya.
Sementara Pengurus Masjid Al-Muqarrabin, Muhamad (67) mengungkapkan, dalam merawat kebhinekaan pihaknya menyediakan lahan parkir untuk umat Kristiani yang akan melakukan perayaan Natal. Bukan hanya kali ini, kegiatan sosial selalu dilakukan bersama.
&quot;Kami sering melakukan kegiatan bersama. Dan selama tidak menyangkut akidah, kita pasti bersama,&quot; pungkasnya. (Baca Juga: Uniknya Pohon Natal &quot;Raksasa&quot; dari Kepingan CD di Depok)


</content:encoded></item></channel></rss>
