<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anies Masifkan Pencegahan Difteri di Ibu Kota</title><description>&quot;Nanti saya cek perkembangan terbaru dan upaya untuk melakukan vaksinasi kita jalankan terus,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/27/338/1836201/anies-masifkan-pencegahan-difteri-di-ibu-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/27/338/1836201/anies-masifkan-pencegahan-difteri-di-ibu-kota"/><item><title>Anies Masifkan Pencegahan Difteri di Ibu Kota</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/27/338/1836201/anies-masifkan-pencegahan-difteri-di-ibu-kota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/27/338/1836201/anies-masifkan-pencegahan-difteri-di-ibu-kota</guid><pubDate>Rabu 27 Desember 2017 09:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/27/338/1836201/anies-masifkan-pencegahan-difteri-di-ibu-kota-yAGKC64vum.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/27/338/1836201/anies-masifkan-pencegahan-difteri-di-ibu-kota-yAGKC64vum.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan pihaknya akan menggencarkan pencegahan penyakit difteri di Ibu Kota. Sebab, ia tak ingin penyakit pernyakit  yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan itu terus menghantui warga Jakarta dan sekitarnya.

&quot;Jadi (pencegahan) difteri kita akan lebih masif lagi. Karena satu, jumlahnya meningkat. Yang kedua muncul juga di tempat-tempat yang sebelumnya tidak terjadi. Bahkan di usia-usia yang relatif di luar usia anak-anak. Karena sudah dewasa,&quot; kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta kepada masyarakat agar aktif melaporkan kepada petugas kesehatan di sekitarnya, ketika melihat ada yang terinfeksi penyakit menular tersebut. Karena informasi dari warga at dibutuhkan dalam hal pencegahan penyakit difteri.

&quot;Kepada semua warga bila menyaksikan ada kerabat ada tetangga yang nampak seperti gejala flu jangan dibiarkan. Segera periksa ke dokter, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Supaya bisa diperiksa dan diamankan,&quot; ujarnya.

Lebih lanjut, Anies berkata, pihaknya juga mengimbau kepada Kadis Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto untuk terus turun ke wilayah yang diduga menjadi sarang dari penyakit tersebut. Lalu, dari tinjauan yang ada di lapangan agar terus memberikan laporan kepada dirinya.

&quot;Nanti saya cek perkembangan terbaru dan upaya untuk melakukan vaksinasi kita jalankan terus,&quot; pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta bernama Aufatul Khuzzah (19) meninggal dunia usai didiagnosa mengidap difteri. Padahal, gejala yang ditimbulkannya beluml terlalu lama, yakni sekira dua pekan lalu.

Kepala Dinas Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Suhara manulang membeberkan kronologi saat mahasiswi semester 5 Fakutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) itu terkena difteri.

&quot;Jadi, berdasarkan keterangan yang kami terima dari UPT Puskesmas Ciputat Timur, bahwa korban memang mengalami penurunan kondisi kesehatan dimulai sejak awal bulan Desember 2017, sepulangnya dari Yogyakarta,&quot; terangnya, Selasa 26 Desember 2017.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan pihaknya akan menggencarkan pencegahan penyakit difteri di Ibu Kota. Sebab, ia tak ingin penyakit pernyakit  yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan itu terus menghantui warga Jakarta dan sekitarnya.

&quot;Jadi (pencegahan) difteri kita akan lebih masif lagi. Karena satu, jumlahnya meningkat. Yang kedua muncul juga di tempat-tempat yang sebelumnya tidak terjadi. Bahkan di usia-usia yang relatif di luar usia anak-anak. Karena sudah dewasa,&quot; kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (27/12/2017).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta kepada masyarakat agar aktif melaporkan kepada petugas kesehatan di sekitarnya, ketika melihat ada yang terinfeksi penyakit menular tersebut. Karena informasi dari warga at dibutuhkan dalam hal pencegahan penyakit difteri.

&quot;Kepada semua warga bila menyaksikan ada kerabat ada tetangga yang nampak seperti gejala flu jangan dibiarkan. Segera periksa ke dokter, segera datang ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Supaya bisa diperiksa dan diamankan,&quot; ujarnya.

Lebih lanjut, Anies berkata, pihaknya juga mengimbau kepada Kadis Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto untuk terus turun ke wilayah yang diduga menjadi sarang dari penyakit tersebut. Lalu, dari tinjauan yang ada di lapangan agar terus memberikan laporan kepada dirinya.

&quot;Nanti saya cek perkembangan terbaru dan upaya untuk melakukan vaksinasi kita jalankan terus,&quot; pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta bernama Aufatul Khuzzah (19) meninggal dunia usai didiagnosa mengidap difteri. Padahal, gejala yang ditimbulkannya beluml terlalu lama, yakni sekira dua pekan lalu.

Kepala Dinas Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Suhara manulang membeberkan kronologi saat mahasiswi semester 5 Fakutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) itu terkena difteri.

&quot;Jadi, berdasarkan keterangan yang kami terima dari UPT Puskesmas Ciputat Timur, bahwa korban memang mengalami penurunan kondisi kesehatan dimulai sejak awal bulan Desember 2017, sepulangnya dari Yogyakarta,&quot; terangnya, Selasa 26 Desember 2017.</content:encoded></item></channel></rss>
