<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanzania dan Kisah tentang Tanah 75 Ribu 'Penyihir'</title><description>Mereka  percaya akan kemampuan seseorang yang dapat mengubah hasil akhir  kejadian dengan kekuatan magis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/29/18/1837186/tanzania-dan-kisah-tentang-tanah-75-ribu-penyihir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/29/18/1837186/tanzania-dan-kisah-tentang-tanah-75-ribu-penyihir"/><item><title>Tanzania dan Kisah tentang Tanah 75 Ribu 'Penyihir'</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/29/18/1837186/tanzania-dan-kisah-tentang-tanah-75-ribu-penyihir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/29/18/1837186/tanzania-dan-kisah-tentang-tanah-75-ribu-penyihir</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2017 08:02 WIB</pubDate><dc:creator>Griska Laras Widanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/28/18/1837186/tanzania-dan-kisah-tentang-tanah-75-ribu-penyihir-KLdc5adBTo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah seorang dukun di Tanzania. (Foto: The Vintage News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/28/18/1837186/tanzania-dan-kisah-tentang-tanah-75-ribu-penyihir-KLdc5adBTo.jpg</image><title>Salah seorang dukun di Tanzania. (Foto: The Vintage News)</title></images><description>SEGALA sesuatu tentang sihir dan ilmu gaib dianggap sebagai sebuah dongeng di  zaman modern ini. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang percaya  akan keberadaannya. Di Benua Afrika, sihir menjadi sesuatu yang sangat  umum bahkan menjadi bagian budaya masyarakat. Kepercayaan mereka  terhadap ilmu gaib lebih kuat ketimbang pada hal-hal religius.Mereka  percaya akan kemampuan seseorang yang dapat mengubah hasil akhir  kejadian dengan kekuatan magis. Kepercayaan tersebut melandasi tindakan  orang-orang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai &amp;lsquo;penyihir&amp;rsquo;. Mereka  bukanlah penyihir sungguhan yang identik dengan sapu terbang dan topi  kerucut, seperti yang kerap digambarkan di berbagai dongeng. Penyihir di  Afrika adalah sejenis dukun yang mengobati berbagai penyakit mulai dari  penyakit fisik hingga psikologis. Pengobatan dilakukan menggunakan  hal-hal supranatural meski mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai  herbal dan tanaman obat Seperti dilansir The Vintage News,  Jumat (29/12/2012), Tanzania tercatat sebagai negara yang memiliki dukun  terbanyak di antara negara-negara Afrika lain.&amp;nbsp; Ada lebih dari 75 ribu  dukun yang dikenal dengan istilah Babu di negara itu. Hampir setiap desa  memiliki satu Babu yang mendiami gubuk dan tinggal terpisah dari  masyarakat.Masyarakat Tanzania selalu meminta saran Babu lebih  dulu sebelum mereka pergi ke dokter. Diagnosis dan perawatan biasanya  dilakukan atas saran tetua dan roh yang mendatangi Babu lewat mimpi.  Kemampuan tersebut membuat Babu sangat dihormati di masyarakat.
Berdasarkan  hasil riset Pew Research Center pada 2010, 93 persen orang Tanzania  percaya pada dukun. Hasil didapat dari wawancara langsung dengan 25 ribu  orang dari 19 negara di Afrika.&amp;nbsp; Seorang bernama Manyaunyau mengaku  mengganti namanya dan beralih profesi menjadi dukun. Sebelumnya, ia  bekerja sebagai supir bus dan memilih menjadi dukun agar dihormati.  Hampir semua politikus mengunjunginya untuk meramal kemenangan mereka  saat pemilihan.Berbeda dari Babu yang dihormati, masyarakat  Tanzania takut dengan masyarakat biasa yang melakukan sihir. Orangtua  memperingatkan anaknya untuk tidak mengunjungi rumah kerabat yang  menguasai ilmu gaib. &amp;nbsp;Mereka mengaitkan segala perubahan,  penyakit dan kejadian buruk dengan ilmu hitam. Banyak penduduk yang  dicurigai melakukan ilmu sihir dan dihukum berat.Dalam sebuah  artikel di&amp;nbsp;The Guardian&amp;nbsp;yang ditulis oleh pengacara Tanzania, sihir  dianggap sebagai sebab berbagai kasus. Ia mempercayai keberadaan sihir  dan menghormatinya sebagai bagian dari budaya.Ia pernah  menangani sebuah kasus seorang perempuan korban amukan warga. Perempuan  terebut adalah pendatang baru di Tanzania. Ia hampir buta dan tangannya  buntung sesiku. Masyarakat mencurigai ia melakukan praktik sihir karena  setelah kedatangannya mereka mengalami gagal panen. Keluarga sang  perempuan membawa kasus tersebut ke pengadilan, namun pengacara  menjelaskan bahwa berurusan dengan hukum dan sihir secara bersamaan  adalah hal yang rumit.
Selain memiliki kepercayaan yang berlebih  terhadap ilmu supranatural, masyarakat Tanzania percaya bahwa bagian  tubuh orang albino akan membawa kesejahteraan. Mereka memburu  orang-orang albino dan membunuhnya. Kepercayaan tersebut membuat takut  orang-orang dengan kondisi tersebut. Mereka memilih pindah ke tempat  yang lebih modern agar selamat.
(pai)</description><content:encoded>SEGALA sesuatu tentang sihir dan ilmu gaib dianggap sebagai sebuah dongeng di  zaman modern ini. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang percaya  akan keberadaannya. Di Benua Afrika, sihir menjadi sesuatu yang sangat  umum bahkan menjadi bagian budaya masyarakat. Kepercayaan mereka  terhadap ilmu gaib lebih kuat ketimbang pada hal-hal religius.Mereka  percaya akan kemampuan seseorang yang dapat mengubah hasil akhir  kejadian dengan kekuatan magis. Kepercayaan tersebut melandasi tindakan  orang-orang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai &amp;lsquo;penyihir&amp;rsquo;. Mereka  bukanlah penyihir sungguhan yang identik dengan sapu terbang dan topi  kerucut, seperti yang kerap digambarkan di berbagai dongeng. Penyihir di  Afrika adalah sejenis dukun yang mengobati berbagai penyakit mulai dari  penyakit fisik hingga psikologis. Pengobatan dilakukan menggunakan  hal-hal supranatural meski mereka memiliki pengetahuan mendalam mengenai  herbal dan tanaman obat Seperti dilansir The Vintage News,  Jumat (29/12/2012), Tanzania tercatat sebagai negara yang memiliki dukun  terbanyak di antara negara-negara Afrika lain.&amp;nbsp; Ada lebih dari 75 ribu  dukun yang dikenal dengan istilah Babu di negara itu. Hampir setiap desa  memiliki satu Babu yang mendiami gubuk dan tinggal terpisah dari  masyarakat.Masyarakat Tanzania selalu meminta saran Babu lebih  dulu sebelum mereka pergi ke dokter. Diagnosis dan perawatan biasanya  dilakukan atas saran tetua dan roh yang mendatangi Babu lewat mimpi.  Kemampuan tersebut membuat Babu sangat dihormati di masyarakat.
Berdasarkan  hasil riset Pew Research Center pada 2010, 93 persen orang Tanzania  percaya pada dukun. Hasil didapat dari wawancara langsung dengan 25 ribu  orang dari 19 negara di Afrika.&amp;nbsp; Seorang bernama Manyaunyau mengaku  mengganti namanya dan beralih profesi menjadi dukun. Sebelumnya, ia  bekerja sebagai supir bus dan memilih menjadi dukun agar dihormati.  Hampir semua politikus mengunjunginya untuk meramal kemenangan mereka  saat pemilihan.Berbeda dari Babu yang dihormati, masyarakat  Tanzania takut dengan masyarakat biasa yang melakukan sihir. Orangtua  memperingatkan anaknya untuk tidak mengunjungi rumah kerabat yang  menguasai ilmu gaib. &amp;nbsp;Mereka mengaitkan segala perubahan,  penyakit dan kejadian buruk dengan ilmu hitam. Banyak penduduk yang  dicurigai melakukan ilmu sihir dan dihukum berat.Dalam sebuah  artikel di&amp;nbsp;The Guardian&amp;nbsp;yang ditulis oleh pengacara Tanzania, sihir  dianggap sebagai sebab berbagai kasus. Ia mempercayai keberadaan sihir  dan menghormatinya sebagai bagian dari budaya.Ia pernah  menangani sebuah kasus seorang perempuan korban amukan warga. Perempuan  terebut adalah pendatang baru di Tanzania. Ia hampir buta dan tangannya  buntung sesiku. Masyarakat mencurigai ia melakukan praktik sihir karena  setelah kedatangannya mereka mengalami gagal panen. Keluarga sang  perempuan membawa kasus tersebut ke pengadilan, namun pengacara  menjelaskan bahwa berurusan dengan hukum dan sihir secara bersamaan  adalah hal yang rumit.
Selain memiliki kepercayaan yang berlebih  terhadap ilmu supranatural, masyarakat Tanzania percaya bahwa bagian  tubuh orang albino akan membawa kesejahteraan. Mereka memburu  orang-orang albino dan membunuhnya. Kepercayaan tersebut membuat takut  orang-orang dengan kondisi tersebut. Mereka memilih pindah ke tempat  yang lebih modern agar selamat.
(pai)</content:encoded></item></channel></rss>
