<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Periksa Kontraktor Terkait Robohnya Tembok Apartemen Pakubuwono Spring</title><description>Selain kontraktor, polisi juga memeriksa 4 karyawan pengerja proyek pembangunan Apartemen Pakubuwono Spring, Jakarta Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/29/338/1837355/polisi-periksa-kontraktor-terkait-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/29/338/1837355/polisi-periksa-kontraktor-terkait-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring"/><item><title>Polisi Periksa Kontraktor Terkait Robohnya Tembok Apartemen Pakubuwono Spring</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/29/338/1837355/polisi-periksa-kontraktor-terkait-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/29/338/1837355/polisi-periksa-kontraktor-terkait-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2017 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/29/338/1837355/polisi-periksa-kontraktor-terkait-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring-UuXidU8JVg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Reruntuhan tembok proyek pembangunan Apartemen Pakubowono Spring (Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/29/338/1837355/polisi-periksa-kontraktor-terkait-robohnya-tembok-apartemen-pakubuwono-spring-UuXidU8JVg.jpg</image><title>Reruntuhan tembok proyek pembangunan Apartemen Pakubowono Spring (Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Penyidik telah memanggil sejumlah pegawai di perusahaan kontraktor PT Tunas Jaya Sanur, untuk menyelidiki kasus ambruknya plafon Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peristiwa terjadi Selasa 26 Desember malam merenggut tiga nyawa pekerja dan tiga orang lainnya luka-luka.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, ada empat karyawan yang telah diinterogasi oleh penyidik perihal peristiwa robohnya plafon Apartemen Pakubuwono Spring yakni Kurmen selaku mandor, Rizal bagian safety proyek dan Wayang selaku HRD proyek serta korban luka, Muklas.
&quot;Untuk kontraktor, sebagian sudah ada yang di BAP (Berita Acara Pemeriksaan),&quot; kata Mardiaz saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/12/2017).
Dari hasil pemeriksaan empat orang saksi tesebut, polisi masih belum mendapat petunjuk yang mengarah pada adanya dugaan kelalaian dari pihak PT Tunas Jaya Sanur prihal robohnya bangunan di Apartemen Pakubuwono Spring. Pasalnya, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Mabes Polri.
&quot;Kami masih menunggu dari pihak labfor. Labfor membawa dokumen terkait gambar site plan bangunan, besi cor,&quot; tuturnya.
Mardiaz melanjutkan, penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik apartemen karena menunggu perkembangan dari olah TKP yang dilakukan tim labfor. Dan apabila hasil olah TKP itu memerlukan konfirmasi, maka penyidik akan memanggil pemilik apartemen.
(Baca juga: Kronologi Robohnya Tembok Apartemen Pakubuwono Spring yang Tewaskan 3 Orang)
&quot;Belum sampai ke sana (pemeriksaan pemilik apartemen) karena kami lihat dulu hasil labfor,&quot; pungkas Mardiaz.
Peristiwa terjadi pada  Selasa, 26 Desember 2017 kemarin, sekira pukul 20.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus mandor proyek tersebut Kurmen, pristiwa itu terjadi saat para pekerja proyek sedang mengerjakan pembangunan gedung tersebut.
Para pekerja ada yang sedang mengerjakan fabrikasi kayu atau Plafon diarea podium, sementara pekerja lainnya mengerjakan pengecetan dibagian belakang proyek tersebut. Namun, sekira pukul 20.15 WIB, secara tiba-tiba bangunan area podium patah dan roboh pada bagian tepi podium.
(Baca juga: Anies Baswedan: Proses Secara Hukum jika Ada Kelalaian di Apartemen Pakubowono Spring)
Korban yang merupakan pekerja dari PT. Tunas Jaya Sanur itu harus meregang nyawa lantaran tertimpa dan tertimbun bangunan. Setelah kejadian itu, beberapa korban berhasil dilarikan ke Rumah Sakit (RS) namun adapula yang langsung tewas di lokasi kejadian.
Tiga pekerja yang meninggal dunia yakni Adi alias Bima (30), Khoiru Ma'sum (35) dan Dedi Iriawan. Sedangkan korban luka-luka adalah Aris Suryanto (34), Muklas (44) dan Idris bin Sohari (28).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8yOC8xLzEwNzEyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Penyidik telah memanggil sejumlah pegawai di perusahaan kontraktor PT Tunas Jaya Sanur, untuk menyelidiki kasus ambruknya plafon Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Peristiwa terjadi Selasa 26 Desember malam merenggut tiga nyawa pekerja dan tiga orang lainnya luka-luka.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, ada empat karyawan yang telah diinterogasi oleh penyidik perihal peristiwa robohnya plafon Apartemen Pakubuwono Spring yakni Kurmen selaku mandor, Rizal bagian safety proyek dan Wayang selaku HRD proyek serta korban luka, Muklas.
&quot;Untuk kontraktor, sebagian sudah ada yang di BAP (Berita Acara Pemeriksaan),&quot; kata Mardiaz saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/12/2017).
Dari hasil pemeriksaan empat orang saksi tesebut, polisi masih belum mendapat petunjuk yang mengarah pada adanya dugaan kelalaian dari pihak PT Tunas Jaya Sanur prihal robohnya bangunan di Apartemen Pakubuwono Spring. Pasalnya, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Mabes Polri.
&quot;Kami masih menunggu dari pihak labfor. Labfor membawa dokumen terkait gambar site plan bangunan, besi cor,&quot; tuturnya.
Mardiaz melanjutkan, penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap pemilik apartemen karena menunggu perkembangan dari olah TKP yang dilakukan tim labfor. Dan apabila hasil olah TKP itu memerlukan konfirmasi, maka penyidik akan memanggil pemilik apartemen.
(Baca juga: Kronologi Robohnya Tembok Apartemen Pakubuwono Spring yang Tewaskan 3 Orang)
&quot;Belum sampai ke sana (pemeriksaan pemilik apartemen) karena kami lihat dulu hasil labfor,&quot; pungkas Mardiaz.
Peristiwa terjadi pada  Selasa, 26 Desember 2017 kemarin, sekira pukul 20.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus mandor proyek tersebut Kurmen, pristiwa itu terjadi saat para pekerja proyek sedang mengerjakan pembangunan gedung tersebut.
Para pekerja ada yang sedang mengerjakan fabrikasi kayu atau Plafon diarea podium, sementara pekerja lainnya mengerjakan pengecetan dibagian belakang proyek tersebut. Namun, sekira pukul 20.15 WIB, secara tiba-tiba bangunan area podium patah dan roboh pada bagian tepi podium.
(Baca juga: Anies Baswedan: Proses Secara Hukum jika Ada Kelalaian di Apartemen Pakubowono Spring)
Korban yang merupakan pekerja dari PT. Tunas Jaya Sanur itu harus meregang nyawa lantaran tertimpa dan tertimbun bangunan. Setelah kejadian itu, beberapa korban berhasil dilarikan ke Rumah Sakit (RS) namun adapula yang langsung tewas di lokasi kejadian.
Tiga pekerja yang meninggal dunia yakni Adi alias Bima (30), Khoiru Ma'sum (35) dan Dedi Iriawan. Sedangkan korban luka-luka adalah Aris Suryanto (34), Muklas (44) dan Idris bin Sohari (28).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8yOC8xLzEwNzEyOC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
