<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Nelayan yang Kapalnya 5 Hari Terombang-ambing di Tengah Laut</title><description>Cerita nelayan yang kapalnya terombang-ambing di tengah lautan karena mesin mati.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/29/512/1837179/cerita-nelayan-yang-kapalnya-5-hari-terombang-ambing-di-tengah-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/29/512/1837179/cerita-nelayan-yang-kapalnya-5-hari-terombang-ambing-di-tengah-laut"/><item><title>Cerita Nelayan yang Kapalnya 5 Hari Terombang-ambing di Tengah Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/29/512/1837179/cerita-nelayan-yang-kapalnya-5-hari-terombang-ambing-di-tengah-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/29/512/1837179/cerita-nelayan-yang-kapalnya-5-hari-terombang-ambing-di-tengah-laut</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2017 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/28/512/1837179/cerita-nelayan-yang-kapalnya-5-hari-terombang-ambing-di-tengah-laut-ORovfqDNKi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal nelayan yang terombang-ambing di laut. (Foto: Taufik Budi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/28/512/1837179/cerita-nelayan-yang-kapalnya-5-hari-terombang-ambing-di-tengah-laut-ORovfqDNKi.jpg</image><title>Kapal nelayan yang terombang-ambing di laut. (Foto: Taufik Budi/Okezone)</title></images><description>SEMARANG - Lima nelayan asal Batang terombang-ambing di lautan lepas karena mesin kapal mendadak rusak. Mereka pun melakukan beragam cara untuk memperbaiki mesin, hingga harus menyalakan suar agar terlihat oleh kapal lain yang sedang melaut.
Kapal &quot;Ikhtisari&quot; jenis sopek itu digunakan nelayan pencari rajungan. Mereka berangkat dari Pelabuhan Batang. Semula perjalanan laut itu berjalan lancar, hingga mendadak mesin mati saat tiba di sekitar 18 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
&amp;ldquo;Kejadian berawal saat saya berangkat dari Batang, Senin 25 Desember jam 8 pagi. Kami menuju haluan 70 terus ke arah Semarang. Jam 2 siang, lanjut pasang perangkap rajungan. Baru pasang dapat separuh perangkap, dua jam kemudian mesin macet,&amp;rdquo; ujar seorang ABK, Teguh (54), Kamis (28/12/2017).

Saat itulah kepanikan mulai terjadi. Mereka lantas memutuskan perangkap dan menerjunkan jangkar. Nakhoda kapal mencari penyebab kerusakan mesin. &amp;ldquo;Langsung perangkap diputus, dan menerjunkan jangkar. Setelah diperiksa nakhoda, ternyata rusak selang nozzle, itu enggak ada serepnya. Sebenarnya banyak serep tapi enggak ada yang cocok,&amp;rdquo; terangnya.
Kelima nelayan itu hanya bisa bertahan di atas kapal yang terus terombang-ambing dihantam gelombang. Menjelang malam, belum terlihat tanda-tanda kapal lain yang melintas di jalur pelayaran tersebut.
(Baca juga: Mesin Kapal Rusak, 5 Nelayan Terombang-ambing di Lautan)
&amp;ldquo;Sejak jam 4 sore terombang-ambing terus. Hingga Selasa pagi jam 8, ada sopek dari belakang mau mancing. Langsung saya suari (menyalakan suar), lalu sopek itu sampai di kapal kami. Kemudian saya dan nakhoda naik ke sopek menuju daratan untuk beli selang nozzle. Sementara yang tiga (nelayan lain) masih di kapal,&amp;rdquo; jelasnya.
Setelah tiba di daratan Kampung Tambaklorok, Semarang Utara, mereka mencari spare part mesin kapal. Namun, dua nelayan itu tak segera melaporkan kejadian nahas yang menimpa kapal mereka kepada petugas. &amp;ldquo;Lalu disarankan oleh pedagang warung di kampung setempat untuk melapor ke Tim SAR. Tapi bukan saya sendiri yang melapor, melainkan pedagang warung itu yang laporan,&amp;rdquo; katanya.
Hingga pada Rabu malam, petugas Basarnas Jateng mendatangi Teguh dan nakhoda untuk dimintai keterangan seputar musibah yang menimpa mereka. Keesokan harinya, Basarnas Jateng menerjunkan tim untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi tiga nelayan beserta kapalnya.
&amp;ldquo;Malam Kamis (Rabu malam) kira-kira jam 11, saya didatangi petugas dari Tim SAR. Terus ditanya tentang musibah itu. Hingga dilakukan evakuasi, Alhamdulillah semua selamat,&amp;rdquo; lugasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xNC8yMi8xMDY1OTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya diberitakan, Basarnas Jateng berhasil mengevakuasi kapal  &amp;ldquo;Ikhtisari&amp;rdquo; ke daratan. Kapal nahas itu ditarik menggunakan kapal cepat  RIB milik Basarnas Jateng.   &quot;Tim berhasil mengevakuasi kapal  tersebut pada pukul 09.30 WIB dan membawanya ke Pelabuhan Tanjung Emas  Semarang. Jumlah POB (person on board) sebenarnya lima orang, namun yang  dua sudah dievakuasi oleh nelayan Semarang, dan merekalah yang laporan  ke kami bahwa kapal mereka mati mesin dan masih ada tiga rekan mereka di  kapal tersebut,&quot; ungkap Captain Kapal Basarnas Jateng, Adil Triyanto.   Kelima ABK Kapal &quot;Ikhtiari&quot; yakni Teguh (54), Trenggono (57), Kusharjo  (48), Turlihwan (35), dan Tejo (50). Saat ini mereka telah berada di KN  SAR 231 Sadewa untuk pengecekan kesehatan dan istirahat di kapal milik  Basarnas tersebut.</description><content:encoded>SEMARANG - Lima nelayan asal Batang terombang-ambing di lautan lepas karena mesin kapal mendadak rusak. Mereka pun melakukan beragam cara untuk memperbaiki mesin, hingga harus menyalakan suar agar terlihat oleh kapal lain yang sedang melaut.
Kapal &quot;Ikhtisari&quot; jenis sopek itu digunakan nelayan pencari rajungan. Mereka berangkat dari Pelabuhan Batang. Semula perjalanan laut itu berjalan lancar, hingga mendadak mesin mati saat tiba di sekitar 18 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
&amp;ldquo;Kejadian berawal saat saya berangkat dari Batang, Senin 25 Desember jam 8 pagi. Kami menuju haluan 70 terus ke arah Semarang. Jam 2 siang, lanjut pasang perangkap rajungan. Baru pasang dapat separuh perangkap, dua jam kemudian mesin macet,&amp;rdquo; ujar seorang ABK, Teguh (54), Kamis (28/12/2017).

Saat itulah kepanikan mulai terjadi. Mereka lantas memutuskan perangkap dan menerjunkan jangkar. Nakhoda kapal mencari penyebab kerusakan mesin. &amp;ldquo;Langsung perangkap diputus, dan menerjunkan jangkar. Setelah diperiksa nakhoda, ternyata rusak selang nozzle, itu enggak ada serepnya. Sebenarnya banyak serep tapi enggak ada yang cocok,&amp;rdquo; terangnya.
Kelima nelayan itu hanya bisa bertahan di atas kapal yang terus terombang-ambing dihantam gelombang. Menjelang malam, belum terlihat tanda-tanda kapal lain yang melintas di jalur pelayaran tersebut.
(Baca juga: Mesin Kapal Rusak, 5 Nelayan Terombang-ambing di Lautan)
&amp;ldquo;Sejak jam 4 sore terombang-ambing terus. Hingga Selasa pagi jam 8, ada sopek dari belakang mau mancing. Langsung saya suari (menyalakan suar), lalu sopek itu sampai di kapal kami. Kemudian saya dan nakhoda naik ke sopek menuju daratan untuk beli selang nozzle. Sementara yang tiga (nelayan lain) masih di kapal,&amp;rdquo; jelasnya.
Setelah tiba di daratan Kampung Tambaklorok, Semarang Utara, mereka mencari spare part mesin kapal. Namun, dua nelayan itu tak segera melaporkan kejadian nahas yang menimpa kapal mereka kepada petugas. &amp;ldquo;Lalu disarankan oleh pedagang warung di kampung setempat untuk melapor ke Tim SAR. Tapi bukan saya sendiri yang melapor, melainkan pedagang warung itu yang laporan,&amp;rdquo; katanya.
Hingga pada Rabu malam, petugas Basarnas Jateng mendatangi Teguh dan nakhoda untuk dimintai keterangan seputar musibah yang menimpa mereka. Keesokan harinya, Basarnas Jateng menerjunkan tim untuk melakukan pencarian dan mengevakuasi tiga nelayan beserta kapalnya.
&amp;ldquo;Malam Kamis (Rabu malam) kira-kira jam 11, saya didatangi petugas dari Tim SAR. Terus ditanya tentang musibah itu. Hingga dilakukan evakuasi, Alhamdulillah semua selamat,&amp;rdquo; lugasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8xNC8yMi8xMDY1OTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya diberitakan, Basarnas Jateng berhasil mengevakuasi kapal  &amp;ldquo;Ikhtisari&amp;rdquo; ke daratan. Kapal nahas itu ditarik menggunakan kapal cepat  RIB milik Basarnas Jateng.   &quot;Tim berhasil mengevakuasi kapal  tersebut pada pukul 09.30 WIB dan membawanya ke Pelabuhan Tanjung Emas  Semarang. Jumlah POB (person on board) sebenarnya lima orang, namun yang  dua sudah dievakuasi oleh nelayan Semarang, dan merekalah yang laporan  ke kami bahwa kapal mereka mati mesin dan masih ada tiga rekan mereka di  kapal tersebut,&quot; ungkap Captain Kapal Basarnas Jateng, Adil Triyanto.   Kelima ABK Kapal &quot;Ikhtiari&quot; yakni Teguh (54), Trenggono (57), Kusharjo  (48), Turlihwan (35), dan Tejo (50). Saat ini mereka telah berada di KN  SAR 231 Sadewa untuk pengecekan kesehatan dan istirahat di kapal milik  Basarnas tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
