<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Kampung Narkoba di Jakarta, Ada yang Jadi Langganan Razia Polisi</title><description>Peredaran narkoba semakin marak di Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/30/338/1837880/5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2017/12/30/338/1837880/5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi"/><item><title>5 Kampung Narkoba di Jakarta, Ada yang Jadi Langganan Razia Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2017/12/30/338/1837880/5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2017/12/30/338/1837880/5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi</guid><pubDate>Sabtu 30 Desember 2017 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Odia Rogata</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/30/338/1837880/5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi-DSpyl85txc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/30/338/1837880/5-kampung-narkoba-di-jakarta-ada-yang-jadi-langganan-razia-polisi-DSpyl85txc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Peredaran narkoba semakin marak di Jakarta. Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang (Satresnarkoba) yang ada di Jakarta semakin gencar melakukan razia sebagai upaya pencegahan dan penindakan pengedar dan jaringan narkoba.

Petugas kepolisian sering kali melakukan razia barang haram tersebut ke beberapa kelurahan secara berulang-ulang. Bahkan ada daerah yang banyak warganya sering diamankan karena menyalahgunakan narkoba sehingga daerah itu disebut sebagai kampung narkoba.

Berikut beberapa daerah yang sering dijadikan targer operasi petugas sehingga disebut kampung narkoba.

1. Kampung Ambon

Pada Senin 2 Agustus 2017, Satresnarkoba Polres Jakarta Barat menemukan dua buah koper besar berisi 60 kilogram sabu di tangga darurat lantai sembilan di sebuah mal kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Terkait hal tersebut, petugas melakukan operasi cipta kondisi, Senin (7/8/2017) di Perumahan Permata atau dikenal sebagai Kampung Ambon yang berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi melakukannya karena mencurigai barang haram yang ditemukan itu diedarkan di wilayah tersebut.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/28/45902/236675_medium.jpg&quot; alt=&quot;Beraneka Warna, Barang Bukti Penyalahgunaan Narkoba yang Dimusnahkan BNN dan Mabes Polri&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Dugaan semakin kuat dengan ditemukannya 22 paket sabu seberat 11,84 gram, uang tunai sebesar Rp6 juta, empat bilah senjata tajam, sebuah senapan angin laras panjang, alat isap bong, plastik kosong untuk paket sabu, dan timbangan.

Barang-barang tersebut disita polisi dari 29 orang yang terjaring dalam razia cipta kondisi di tiga lapak yang berbeda di Kampung Ambon. Setelah dilakukan cek urine, terdapat 25 orang diantaranya positif mengonsumsi nakoba terdiri dari 19 laki-laki dan enam perempuan.

Mendengar merebaknya bisnis narkoba di kawasan Kampung Ambon membuat geram Djarot Saiful Hidayat yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Karena itu, Djarot meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Kampung Ambon yang sebelumnya sudah bersih dari peredaran narkoba tersebut.

&quot;Kampung Ambon sudah mulai baik, maka harus dijaga karena tetap jadi sasaran untuk distribusi narkoba. Makanya, kita enggak boleh lengah, kita sampaikan narkoba dari hulu sampai hilir harus dipersempit,&quot; tegas Djarot di Balai Kota Jakarta, Rabu 9 Agusntus 2017.

2. Kampung Boncos

Kampung Boncos berdiri pada pertengahan 1996, atau bertepatan dengan maraknya premanisme di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kala itu, beberapa preman hijrah ke Kampung Boncos dengan membawa narkoba jenis putau dan heroin. Bulan demi bulan, tahun demi tahun, pergerakan narkoba di kampung ini kian meluas dan membesar.

Sering kali Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggrebekan di Kampung Boncos, Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat.

Pada Jumat 21 November Operasi Nilai Jaya 2017 dilakukan dan sepuluh orang laki-laki diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Barat karena diduga menyalahgunakan narkoba. Dari hasil operasi tersebut beberapa barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain sembilan paket plastik sabu dengan berat bruto 43,75 gram, satu bendel plastik klip, sebuah alat isap bong, satu ponsel Samsung, satu bungkus sedotan, dua buah pisau, uang tunai Rp11 juta dan sebuah tas kulit.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/15/45511/235270_medium.jpg&quot; alt=&quot;Razia Narkoba di Kampung Peninggaran Tanah Kusir, 33 Orang Diamankan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kemudian, Rabu 20 Desember sebanyak 19 orang diamankan, tiga diantaranya perempuan. Barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain sabu seberat 37 gram, tiga unit senjata tajam, sebelas unit ponsel, tiga unit timbangan digital, dan satu alat isap bong.

3. Kampung Bahari

Selain Jakarta Barat, Satresnarkoba Polres Jakarta Utara juga kerap  kali menggrebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta  Utara. Diantaranya, pada 30 Januari 2016 yang melibatkan ratusan aparat  gabungan TNI, Polri, dan BNN.

Pada Agustus 2016, polisi berhasil mengamankan senjata tajam berbagai  jenis, puluhan barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja siap edar.  Polisi juga mengamankan 27 tersangka diantaranya 22 laki-laki dan lima  perempuan yang dibawa ke Polres Jakarta Utara.

Pada Sabtu 12 Januari, sebanyak 110 personel gabungan diantaranya  Kepolisisan, TNI, dan BNN melakukan penggrebekan hingga menyisir dari  rel kereta api sampai gubuk-gubuk liar. Dari penggrebekan tersebut  diamankan 21 orang, diantaranya 17 pria, dua perempuan, dan dua aparatur  negara yakni TNI AD.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/07/45317/234519_medium.jpg&quot; alt=&quot;Darurat Narkoba, Sejumlah Anggota DPR RI Jalani Tes Urin &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kemudian, Sabtu 15 April Satresnarkoba Polres Jakarta Utara menggelar  operasi narkoba secara mendadak karena adanya laporan dari masyarakat  bahwa di Kampung Bahari masih kerap adanya aktifitas transaksi narkoba.  Petugas mengamankan 22 orang, 12 diantaranya positif menggunakan  narkoba, sepuluh pria dan dua perempuan.

Petugas juga menyita 30 bungkus palastik klip sabu dengan berat bruto  16 gram, lima senjata tajam, dua ponsel, senjata api korek, timbangan  narkoba, enam Bing, dua peluru senpi, powerbank, empat buah dompet dan  uang Rp400 ribu.

4. Kampung Peninggaran

Kampung Peningaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan memang belum  termasuk kampung narkoba. Namun Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan  kerap kali melakukan razia narkoba di kampung ini.

Pemilihan Kampung Peninggaran karena informasi yang didapatkan kalau  kampung tersebut sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pemakaian  narkoba. Bahkan ibu-ibu atau perempuan di kampung itu dicurigai juga  terlibat dalam penjualan narkoba.

Pada Kamis 14 Desember personel gabungan dari Polres Jakarta Selatan  melakukan razia. Petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya,  narkoba jenis sabu, ganja, minuman keras, senjata tajam, bong, pistol,  dan kartu remi. Sebanyak 33 orang diamankan terdiri dari 22 pria dan  sebelas perempuan. Dua orang diantaranya positif menggunakan narkoba  jenis methylenedioxymethamphetamine (MDMA).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/09/20/42617/224920_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ini Puluhan Ribu Obat Keras dan Kedaluwarsa yang Disita Ditresnarkoba Polda Metro Jaya&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Untuk pencegahan meluasnya pengguna narkoba di kampung itu, pihak  kepolisian dan pemerintahan kini berupaya menangkal peredaran narkoba  dengan mendirikan posko antinarkoba. Posko didirikan demi mencegah  kampung tersebut menjadi kampung narkoba.

Posko itu rencananya akan menjadi pusat penyuluhan tanggap narkoba.  Warga akan diajari metode mendeteksi peredaran narkoba serta melapor ke  pihak berwajib.

5. Kampung Berlan

Berdasarkan informasi dihimpun, Kampung Berlan dulunya terkenal   sebagai kompleks TNI. Namun kini kompleks militer tersebut sudah banyak   dihuni oleh warga sipil dan pensiunan TNI. Adapun, di daerah Berlan,   Jalan Matraman, Jakarta Timur sendiri terkenal dengan kampung naroba   karena adanya kasus penggrebekan yang berujung maut di Jalan Slamet   Riyadi IV, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis   21 Januari 2015. Satu anggota polisi tewas saat akan menangkap bandar   narkoba di kampung itu.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/07/20/40122/217446_medium.jpg&quot; alt=&quot;1 Ton Narkoba Diperlihatkan saat Rilis di Polda Metro Jaya&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Diduga kerap terjadi peredaran narkoba, polisi melakukan operasi   seperti pada Sabtu 4 November. Polisi mengamankan 14 orang, empat orang   diantaranya perempuan. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti   berupa paket sabu siap edar, senjata tajam, alat hisap sabu, puluhan   klip plastik, beberapa unit ponsel, dan uang tunai Rp2,3 juta yang   diduga sebagai hasil penjualan narkotika jenis sabu.
</description><content:encoded>JAKARTA - Peredaran narkoba semakin marak di Jakarta. Satuan Reserse Narkotika, Psikotropika, dan Obat Terlarang (Satresnarkoba) yang ada di Jakarta semakin gencar melakukan razia sebagai upaya pencegahan dan penindakan pengedar dan jaringan narkoba.

Petugas kepolisian sering kali melakukan razia barang haram tersebut ke beberapa kelurahan secara berulang-ulang. Bahkan ada daerah yang banyak warganya sering diamankan karena menyalahgunakan narkoba sehingga daerah itu disebut sebagai kampung narkoba.

Berikut beberapa daerah yang sering dijadikan targer operasi petugas sehingga disebut kampung narkoba.

1. Kampung Ambon

Pada Senin 2 Agustus 2017, Satresnarkoba Polres Jakarta Barat menemukan dua buah koper besar berisi 60 kilogram sabu di tangga darurat lantai sembilan di sebuah mal kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Terkait hal tersebut, petugas melakukan operasi cipta kondisi, Senin (7/8/2017) di Perumahan Permata atau dikenal sebagai Kampung Ambon yang berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi melakukannya karena mencurigai barang haram yang ditemukan itu diedarkan di wilayah tersebut.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/28/45902/236675_medium.jpg&quot; alt=&quot;Beraneka Warna, Barang Bukti Penyalahgunaan Narkoba yang Dimusnahkan BNN dan Mabes Polri&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Dugaan semakin kuat dengan ditemukannya 22 paket sabu seberat 11,84 gram, uang tunai sebesar Rp6 juta, empat bilah senjata tajam, sebuah senapan angin laras panjang, alat isap bong, plastik kosong untuk paket sabu, dan timbangan.

Barang-barang tersebut disita polisi dari 29 orang yang terjaring dalam razia cipta kondisi di tiga lapak yang berbeda di Kampung Ambon. Setelah dilakukan cek urine, terdapat 25 orang diantaranya positif mengonsumsi nakoba terdiri dari 19 laki-laki dan enam perempuan.

Mendengar merebaknya bisnis narkoba di kawasan Kampung Ambon membuat geram Djarot Saiful Hidayat yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Karena itu, Djarot meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Kampung Ambon yang sebelumnya sudah bersih dari peredaran narkoba tersebut.

&quot;Kampung Ambon sudah mulai baik, maka harus dijaga karena tetap jadi sasaran untuk distribusi narkoba. Makanya, kita enggak boleh lengah, kita sampaikan narkoba dari hulu sampai hilir harus dipersempit,&quot; tegas Djarot di Balai Kota Jakarta, Rabu 9 Agusntus 2017.

2. Kampung Boncos

Kampung Boncos berdiri pada pertengahan 1996, atau bertepatan dengan maraknya premanisme di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kala itu, beberapa preman hijrah ke Kampung Boncos dengan membawa narkoba jenis putau dan heroin. Bulan demi bulan, tahun demi tahun, pergerakan narkoba di kampung ini kian meluas dan membesar.

Sering kali Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggrebekan di Kampung Boncos, Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat.

Pada Jumat 21 November Operasi Nilai Jaya 2017 dilakukan dan sepuluh orang laki-laki diamankan ke Mapolres Metro Jakarta Barat karena diduga menyalahgunakan narkoba. Dari hasil operasi tersebut beberapa barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain sembilan paket plastik sabu dengan berat bruto 43,75 gram, satu bendel plastik klip, sebuah alat isap bong, satu ponsel Samsung, satu bungkus sedotan, dua buah pisau, uang tunai Rp11 juta dan sebuah tas kulit.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/15/45511/235270_medium.jpg&quot; alt=&quot;Razia Narkoba di Kampung Peninggaran Tanah Kusir, 33 Orang Diamankan&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kemudian, Rabu 20 Desember sebanyak 19 orang diamankan, tiga diantaranya perempuan. Barang bukti yang berhasil didapatkan antara lain sabu seberat 37 gram, tiga unit senjata tajam, sebelas unit ponsel, tiga unit timbangan digital, dan satu alat isap bong.

3. Kampung Bahari

Selain Jakarta Barat, Satresnarkoba Polres Jakarta Utara juga kerap  kali menggrebek sarang narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta  Utara. Diantaranya, pada 30 Januari 2016 yang melibatkan ratusan aparat  gabungan TNI, Polri, dan BNN.

Pada Agustus 2016, polisi berhasil mengamankan senjata tajam berbagai  jenis, puluhan barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja siap edar.  Polisi juga mengamankan 27 tersangka diantaranya 22 laki-laki dan lima  perempuan yang dibawa ke Polres Jakarta Utara.

Pada Sabtu 12 Januari, sebanyak 110 personel gabungan diantaranya  Kepolisisan, TNI, dan BNN melakukan penggrebekan hingga menyisir dari  rel kereta api sampai gubuk-gubuk liar. Dari penggrebekan tersebut  diamankan 21 orang, diantaranya 17 pria, dua perempuan, dan dua aparatur  negara yakni TNI AD.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/12/07/45317/234519_medium.jpg&quot; alt=&quot;Darurat Narkoba, Sejumlah Anggota DPR RI Jalani Tes Urin &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Kemudian, Sabtu 15 April Satresnarkoba Polres Jakarta Utara menggelar  operasi narkoba secara mendadak karena adanya laporan dari masyarakat  bahwa di Kampung Bahari masih kerap adanya aktifitas transaksi narkoba.  Petugas mengamankan 22 orang, 12 diantaranya positif menggunakan  narkoba, sepuluh pria dan dua perempuan.

Petugas juga menyita 30 bungkus palastik klip sabu dengan berat bruto  16 gram, lima senjata tajam, dua ponsel, senjata api korek, timbangan  narkoba, enam Bing, dua peluru senpi, powerbank, empat buah dompet dan  uang Rp400 ribu.

4. Kampung Peninggaran

Kampung Peningaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan memang belum  termasuk kampung narkoba. Namun Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan  kerap kali melakukan razia narkoba di kampung ini.

Pemilihan Kampung Peninggaran karena informasi yang didapatkan kalau  kampung tersebut sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pemakaian  narkoba. Bahkan ibu-ibu atau perempuan di kampung itu dicurigai juga  terlibat dalam penjualan narkoba.

Pada Kamis 14 Desember personel gabungan dari Polres Jakarta Selatan  melakukan razia. Petugas menyita sejumlah barang bukti di antaranya,  narkoba jenis sabu, ganja, minuman keras, senjata tajam, bong, pistol,  dan kartu remi. Sebanyak 33 orang diamankan terdiri dari 22 pria dan  sebelas perempuan. Dua orang diantaranya positif menggunakan narkoba  jenis methylenedioxymethamphetamine (MDMA).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/09/20/42617/224920_medium.jpg&quot; alt=&quot;Ini Puluhan Ribu Obat Keras dan Kedaluwarsa yang Disita Ditresnarkoba Polda Metro Jaya&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Untuk pencegahan meluasnya pengguna narkoba di kampung itu, pihak  kepolisian dan pemerintahan kini berupaya menangkal peredaran narkoba  dengan mendirikan posko antinarkoba. Posko didirikan demi mencegah  kampung tersebut menjadi kampung narkoba.

Posko itu rencananya akan menjadi pusat penyuluhan tanggap narkoba.  Warga akan diajari metode mendeteksi peredaran narkoba serta melapor ke  pihak berwajib.

5. Kampung Berlan

Berdasarkan informasi dihimpun, Kampung Berlan dulunya terkenal   sebagai kompleks TNI. Namun kini kompleks militer tersebut sudah banyak   dihuni oleh warga sipil dan pensiunan TNI. Adapun, di daerah Berlan,   Jalan Matraman, Jakarta Timur sendiri terkenal dengan kampung naroba   karena adanya kasus penggrebekan yang berujung maut di Jalan Slamet   Riyadi IV, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur pada Kamis   21 Januari 2015. Satu anggota polisi tewas saat akan menangkap bandar   narkoba di kampung itu.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2017/07/20/40122/217446_medium.jpg&quot; alt=&quot;1 Ton Narkoba Diperlihatkan saat Rilis di Polda Metro Jaya&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Diduga kerap terjadi peredaran narkoba, polisi melakukan operasi   seperti pada Sabtu 4 November. Polisi mengamankan 14 orang, empat orang   diantaranya perempuan. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti   berupa paket sabu siap edar, senjata tajam, alat hisap sabu, puluhan   klip plastik, beberapa unit ponsel, dan uang tunai Rp2,3 juta yang   diduga sebagai hasil penjualan narkotika jenis sabu.
</content:encoded></item></channel></rss>
