<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Potensi Duo DM Memimpin Jawa Barat</title><description>Pilgub Jawa Barat 2018 semakin hangat setelah munculnya pasangan Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/02/525/1838695/menakar-potensi-duo-dm-memimpin-jawa-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/02/525/1838695/menakar-potensi-duo-dm-memimpin-jawa-barat"/><item><title>Menakar Potensi Duo DM Memimpin Jawa Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/02/525/1838695/menakar-potensi-duo-dm-memimpin-jawa-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/02/525/1838695/menakar-potensi-duo-dm-memimpin-jawa-barat</guid><pubDate>Selasa 02 Januari 2018 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/02/525/1838695/menakar-potensi-duo-dm-memimpin-jawa-barat-fBrThrnM6X.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/02/525/1838695/menakar-potensi-duo-dm-memimpin-jawa-barat-fBrThrnM6X.jpg</image><title></title></images><description>BANDUNG - Pilgub Jawa Barat 2018 semakin hangat setelah munculnya pasangan Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Pasangan ini disebut dengan Duo DM yang merupakan singkatan dari nama keduanya.

Duo DM sendiri muncul setelah Golkar mengeluarkan rekomendasi untuk mengusung Dedi Mulyadi. Sedangkan Deddy Mizwar adalah sosok yang 'tersakiti' setelah PKS dan PAN meninggalkannya. Kedua partai itu memilih menyeberang untuk mendukung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Partai Golkar dan Demokrat di tingkat Jawa Barat sudah sepakat untuk berkoalisi dan mengusung Duo DM. Tapi, keputusan untuk mengusung mereka ada di tangan DPP masing-masing. Mereka kini tinggal menunggu restu dari DPP Golkar dan Demokrat.

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan mengatakan pada akhirnya langkah Duo DM di pilgub akan ditentukan oleh para elite Golkar dan Demokrat di tingkat pusat. Kecocokan dan kesepakatan di tingkat Jawa Barat bisa saja disetujui atau tidak oleh DPP.

(Baca Juga: Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar Tebar Isyarat Segera Deklarasi di Pilgub Jabar)

&quot;Pada akhirnya akan ditentukan elite di tingkat pusat. Sampai saat ini belum ada keputusan walau kedua pihak sudah merasa cocok dan kedua DPD sudah bertemu. Keputusan finalnya itu ada di pusat,&quot; kata Firman kepada Okezone, Selasa (2/1/2018).

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah kompromi di antara DPP Golkar dan Demokrat. Selain perlunya kesepakatan koalisi, kedua partai juga harus sepakat soal komposisi siapa yang akan diusung sebagai cagub dan cawagub.

(Baca Juga: Dedi Mulyadi: Kita dengan Pak Deddy Mizwar Sudah Ada Chemistry seperti Keluarga)

Sebab, hingga kini belum pasti siapa yang menjadi cagub. Meski begitu, baik Dedi Mulyadi maupun Deddy Mizwar sama-sama tidak mempermasalahkan posisi Jabar I atau Jabar II.

&quot;Yang penting itu kompromi di tingkat pusat. Kalau itu terjadi, maka selesai (Duo DM akan diusung),&quot; ungkapnya.

Disinggung soal kombinasi Duo DM, Firman mengatakan keduanya memiliki  kelebihan untuk mengelola Pemprov Jawa Barat. Mereka sosok  berpengalaman di pemerintahan yang bisa jadi bekal penting saat keduanya  memimpin Jawa Barat.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNi8wNy8xLzk3NTIyLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Hal itu jadi kombinasi yang berbeda dibanding pasangan lain. Seperti   diketahui, Ridwan Kamil yang berpengalaman sebagai Wali Kota Bandung   belum memiliki pasangan. Sedangkan Sudrajat yang merupakan eks militer   berpasangan dengan Syaikhu yang merupakan Wakil Wali Kota Bekasi.   Bahkan, PDIP belum memastikan akan mengusung siapa.

&quot;Dua-duanya punya pengalaman. Deddy Mizwar sebagai wagub, paling   tidak dia memahami problematika di Jawa Barat. Dedi Mulyadi sebagai   Bupati kita kenal dipandang relatif berhasil membangun Purwakarta. Tentu   hal itu menjadi modal,&quot; jelasnya.

</description><content:encoded>BANDUNG - Pilgub Jawa Barat 2018 semakin hangat setelah munculnya pasangan Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Pasangan ini disebut dengan Duo DM yang merupakan singkatan dari nama keduanya.

Duo DM sendiri muncul setelah Golkar mengeluarkan rekomendasi untuk mengusung Dedi Mulyadi. Sedangkan Deddy Mizwar adalah sosok yang 'tersakiti' setelah PKS dan PAN meninggalkannya. Kedua partai itu memilih menyeberang untuk mendukung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Partai Golkar dan Demokrat di tingkat Jawa Barat sudah sepakat untuk berkoalisi dan mengusung Duo DM. Tapi, keputusan untuk mengusung mereka ada di tangan DPP masing-masing. Mereka kini tinggal menunggu restu dari DPP Golkar dan Demokrat.

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan mengatakan pada akhirnya langkah Duo DM di pilgub akan ditentukan oleh para elite Golkar dan Demokrat di tingkat pusat. Kecocokan dan kesepakatan di tingkat Jawa Barat bisa saja disetujui atau tidak oleh DPP.

(Baca Juga: Dedi Mulyadi-Deddy Mizwar Tebar Isyarat Segera Deklarasi di Pilgub Jabar)

&quot;Pada akhirnya akan ditentukan elite di tingkat pusat. Sampai saat ini belum ada keputusan walau kedua pihak sudah merasa cocok dan kedua DPD sudah bertemu. Keputusan finalnya itu ada di pusat,&quot; kata Firman kepada Okezone, Selasa (2/1/2018).

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah kompromi di antara DPP Golkar dan Demokrat. Selain perlunya kesepakatan koalisi, kedua partai juga harus sepakat soal komposisi siapa yang akan diusung sebagai cagub dan cawagub.

(Baca Juga: Dedi Mulyadi: Kita dengan Pak Deddy Mizwar Sudah Ada Chemistry seperti Keluarga)

Sebab, hingga kini belum pasti siapa yang menjadi cagub. Meski begitu, baik Dedi Mulyadi maupun Deddy Mizwar sama-sama tidak mempermasalahkan posisi Jabar I atau Jabar II.

&quot;Yang penting itu kompromi di tingkat pusat. Kalau itu terjadi, maka selesai (Duo DM akan diusung),&quot; ungkapnya.

Disinggung soal kombinasi Duo DM, Firman mengatakan keduanya memiliki  kelebihan untuk mengelola Pemprov Jawa Barat. Mereka sosok  berpengalaman di pemerintahan yang bisa jadi bekal penting saat keduanya  memimpin Jawa Barat.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNi8wNy8xLzk3NTIyLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Hal itu jadi kombinasi yang berbeda dibanding pasangan lain. Seperti   diketahui, Ridwan Kamil yang berpengalaman sebagai Wali Kota Bandung   belum memiliki pasangan. Sedangkan Sudrajat yang merupakan eks militer   berpasangan dengan Syaikhu yang merupakan Wakil Wali Kota Bekasi.   Bahkan, PDIP belum memastikan akan mengusung siapa.

&quot;Dua-duanya punya pengalaman. Deddy Mizwar sebagai wagub, paling   tidak dia memahami problematika di Jawa Barat. Dedi Mulyadi sebagai   Bupati kita kenal dipandang relatif berhasil membangun Purwakarta. Tentu   hal itu menjadi modal,&quot; jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
