<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepolisian Turki akan Tangkap 70 Orang Terkait Kudeta Militer</title><description>58 orang di antaranya merupakan tentara yang tengah bertugas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/04/18/1840049/kepolisian-turki-akan-tangkap-70-orang-terkait-kudeta-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/04/18/1840049/kepolisian-turki-akan-tangkap-70-orang-terkait-kudeta-militer"/><item><title>Kepolisian Turki akan Tangkap 70 Orang Terkait Kudeta Militer</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/04/18/1840049/kepolisian-turki-akan-tangkap-70-orang-terkait-kudeta-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/04/18/1840049/kepolisian-turki-akan-tangkap-70-orang-terkait-kudeta-militer</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2018 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Ainur Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/04/18/1840049/kepolisian-turki-akan-tangkap-70-orang-terkait-kudeta-militer-Xv9cAIUsMU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kudeta Militer di Turki. (Foto: New York Times)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/04/18/1840049/kepolisian-turki-akan-tangkap-70-orang-terkait-kudeta-militer-Xv9cAIUsMU.jpg</image><title>Kudeta Militer di Turki. (Foto: New York Times)</title></images><description>ANKARA - Kejaksaan Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 70 orang, 58 orang di antaranya merupakan tentara yang tengah bertugas. Surat penangkapan itu dikeluarkan dalam rangkaian penyelidikan yang menargetkan para pendukung Fethullah Gulen. Ulama terkenal Turki itu kini berdiam di Amerika Serikat dan menghadapi tuduhan sebagai dalang percobaan kudeta pada Juli 2016, kata media Pemerintah Turki.
Operasi penangkapan tersebut difokuskan di provinsi Konya, Turki Tengah. Pihak kepolisian melakukan serentetan penggerebekan di alamat yang tersebar di 27 provinsi. Sebanyak 12 dari 70 tersangka sebelumnya telah dikeluarkan dari angkatan bersenjata Turki, kantor berita Anadolu melaporkan.
BACA JUGA: Erdogan: Berikan Gulen Maka Kami Akan Kembalikan Pastor AS
 
Dilaporkan oleh Reuters, Kamis (4/1/2018), operasi tersebut digelar untuk menahan orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan Gulen. Operasi tersebut juga telah digelar hampir setiap hari sejak kudeta militer gagal pada 15 Juli 2016. Gulen sendiri mengklaim, ia tidak terlibat sama sekali dalam kudeta tersebut.
Sejak percobaan kudeta itu, lebih dari 50 ribu orang, termasuk ribuan personel keamanan dan pegawai negeri sipil, harus mendekam di balik jeruji besi dan menunggu persidangan. Sekira 150 ribu orang hukumannya ditangguhkan atau diberhentikan dari pekerjaan mereka.
BACA JUGA: Gulen Tak Kunjung Diekstradisi, Sentimen Anti-AS Merebak di Turki
Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa tindakan keras tersebut terlihat seperti pemberantasan perbedaan pendapat. Namun, pihak pemerintah mengklaim bahwa tindakan tersebut diperlukan karena ancaman keamanan yang dihadapi Turki sejak kudeta yang gagal, di mana 250 orang tewas.
Sekadar diketahui, Fethullah  Gulen merupakan ulama yang diklaim sebagai otak percobaan kudeta di Turki. Gulen, yang dulunya teman dekat Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengasingkan diri di Pennsylvania semenjak 1999. Para simpatisannya mengoperasikan jaringan sekolah dan bisnis yang saat ini dideklarasikan sebagai kelompok teroris oleh dewan keamanan nasional Turki.
Namun Gulen menepis semua tudingan tersebut. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat juga enggan mengekstradisi Gulen sebab Turki masih belum dapat memperlihatkan bukti konkret keterlibatan Gulen dalam kudeta.
(pai)</description><content:encoded>ANKARA - Kejaksaan Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 70 orang, 58 orang di antaranya merupakan tentara yang tengah bertugas. Surat penangkapan itu dikeluarkan dalam rangkaian penyelidikan yang menargetkan para pendukung Fethullah Gulen. Ulama terkenal Turki itu kini berdiam di Amerika Serikat dan menghadapi tuduhan sebagai dalang percobaan kudeta pada Juli 2016, kata media Pemerintah Turki.
Operasi penangkapan tersebut difokuskan di provinsi Konya, Turki Tengah. Pihak kepolisian melakukan serentetan penggerebekan di alamat yang tersebar di 27 provinsi. Sebanyak 12 dari 70 tersangka sebelumnya telah dikeluarkan dari angkatan bersenjata Turki, kantor berita Anadolu melaporkan.
BACA JUGA: Erdogan: Berikan Gulen Maka Kami Akan Kembalikan Pastor AS
 
Dilaporkan oleh Reuters, Kamis (4/1/2018), operasi tersebut digelar untuk menahan orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan Gulen. Operasi tersebut juga telah digelar hampir setiap hari sejak kudeta militer gagal pada 15 Juli 2016. Gulen sendiri mengklaim, ia tidak terlibat sama sekali dalam kudeta tersebut.
Sejak percobaan kudeta itu, lebih dari 50 ribu orang, termasuk ribuan personel keamanan dan pegawai negeri sipil, harus mendekam di balik jeruji besi dan menunggu persidangan. Sekira 150 ribu orang hukumannya ditangguhkan atau diberhentikan dari pekerjaan mereka.
BACA JUGA: Gulen Tak Kunjung Diekstradisi, Sentimen Anti-AS Merebak di Turki
Kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa tindakan keras tersebut terlihat seperti pemberantasan perbedaan pendapat. Namun, pihak pemerintah mengklaim bahwa tindakan tersebut diperlukan karena ancaman keamanan yang dihadapi Turki sejak kudeta yang gagal, di mana 250 orang tewas.
Sekadar diketahui, Fethullah  Gulen merupakan ulama yang diklaim sebagai otak percobaan kudeta di Turki. Gulen, yang dulunya teman dekat Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengasingkan diri di Pennsylvania semenjak 1999. Para simpatisannya mengoperasikan jaringan sekolah dan bisnis yang saat ini dideklarasikan sebagai kelompok teroris oleh dewan keamanan nasional Turki.
Namun Gulen menepis semua tudingan tersebut. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat juga enggan mengekstradisi Gulen sebab Turki masih belum dapat memperlihatkan bukti konkret keterlibatan Gulen dalam kudeta.
(pai)</content:encoded></item></channel></rss>
