<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenderal Gatot Dinilai Turun Level Jika Maju di Pilgub Jateng</title><description>Jenderal Gatot dinilai turun level jika maju di Pilgub Jateng 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/04/337/1839782/jenderal-gatot-dinilai-turun-level-jika-maju-di-pilgub-jateng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/04/337/1839782/jenderal-gatot-dinilai-turun-level-jika-maju-di-pilgub-jateng"/><item><title>Jenderal Gatot Dinilai Turun Level Jika Maju di Pilgub Jateng</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/04/337/1839782/jenderal-gatot-dinilai-turun-level-jika-maju-di-pilgub-jateng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/04/337/1839782/jenderal-gatot-dinilai-turun-level-jika-maju-di-pilgub-jateng</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2018 06:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/04/337/1839782/jenderal-gatot-dinilai-turun-level-jika-maju-di-pilgub-jateng-Aa9pyjQnZB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gatot Nurmantyo. (Foto: Rizky/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/04/337/1839782/jenderal-gatot-dinilai-turun-level-jika-maju-di-pilgub-jateng-Aa9pyjQnZB.jpg</image><title>Gatot Nurmantyo. (Foto: Rizky/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia  (UAI) Ujang Komarudin menilai, Jenderal Gatot Nurmantyo lebih pantas  menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden ketimbang menjadi  calon gubernur Jawa Tengah (Jateng).
&quot;Saya rasa Pak Gatot itu levelnya capres atau cawapres. Atau kalau menteri menjadi menko,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (4/1/2018).
Usulan Gatot menjadi cagub Jateng muncul dari kader-kader Partai  Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Solo. Usulan ini akan dibawa ke ranah  yang lebih serius dengan mengkomunikasikannya ke parpol-parpol lainnya.
Ujang menuturkan, sebaiknya partai berlambang kakbah itu mendukung Gatot sebagai capres ataupun cawapres. Pasalnya, bila Gatot hanya dicalonkan  sebagai cagub Jateng, justru akan menurunkan elektabilitas mantan  Panglima TNI itu.
&quot;Karena akan menurunkan level Pak Gatot,&quot; kata dia.
(Baca juga: Sudirman Said Sambut Positif Jika Jenderal Gatot Ikut Kontestasi Pilgub Jateng)
Sebelumnya  diberitakan, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, sampai saat  ini partainya belum mengambil keputusan dalam pencalonan di Pilgub Jawa  Tengah 2018. Hal ini karena perkembangan politik di Pilgub Jateng masih  sangat dinamis.
&quot;Pilgub Jateng masih bersifat dinamis, dan karenanya PPP belum  mengambil keputusan,&quot; ujar Arsul saat dihubungi, Selasa 2 Januari 2018.

Saking dinamisnya, menurut Arsul usulan-usulan nama untuk menjadi  gubernur masih bermunculan dari kader-kadernya di Jawa Tengah. Salah  satunya adalah usulan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Solo,  Jawa Tengah untuk mendukung mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot  Nurmantyo.
Usulan-usulan nama yang muncul seperti Gatot ini akan  dikomunikasikan dengan partai-partai politik lainnya. Hal ini karena  kursi PPP di DPRD Jawa Tengah tak mencukupi syarat untuk bisa mengusung  calon sendiri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wNy8yMi8xMDYzMDkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia  (UAI) Ujang Komarudin menilai, Jenderal Gatot Nurmantyo lebih pantas  menjadi calon presiden ataupun calon wakil presiden ketimbang menjadi  calon gubernur Jawa Tengah (Jateng).
&quot;Saya rasa Pak Gatot itu levelnya capres atau cawapres. Atau kalau menteri menjadi menko,&quot; katanya kepada Okezone, Kamis (4/1/2018).
Usulan Gatot menjadi cagub Jateng muncul dari kader-kader Partai  Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Solo. Usulan ini akan dibawa ke ranah  yang lebih serius dengan mengkomunikasikannya ke parpol-parpol lainnya.
Ujang menuturkan, sebaiknya partai berlambang kakbah itu mendukung Gatot sebagai capres ataupun cawapres. Pasalnya, bila Gatot hanya dicalonkan  sebagai cagub Jateng, justru akan menurunkan elektabilitas mantan  Panglima TNI itu.
&quot;Karena akan menurunkan level Pak Gatot,&quot; kata dia.
(Baca juga: Sudirman Said Sambut Positif Jika Jenderal Gatot Ikut Kontestasi Pilgub Jateng)
Sebelumnya  diberitakan, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, sampai saat  ini partainya belum mengambil keputusan dalam pencalonan di Pilgub Jawa  Tengah 2018. Hal ini karena perkembangan politik di Pilgub Jateng masih  sangat dinamis.
&quot;Pilgub Jateng masih bersifat dinamis, dan karenanya PPP belum  mengambil keputusan,&quot; ujar Arsul saat dihubungi, Selasa 2 Januari 2018.

Saking dinamisnya, menurut Arsul usulan-usulan nama untuk menjadi  gubernur masih bermunculan dari kader-kadernya di Jawa Tengah. Salah  satunya adalah usulan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Solo,  Jawa Tengah untuk mendukung mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot  Nurmantyo.
Usulan-usulan nama yang muncul seperti Gatot ini akan  dikomunikasikan dengan partai-partai politik lainnya. Hal ini karena  kursi PPP di DPRD Jawa Tengah tak mencukupi syarat untuk bisa mengusung  calon sendiri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8wNy8yMi8xMDYzMDkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
