<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Keok di Jakarta, Djarot Tantang Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut</title><description>Ketum PDIP resmi mengusung Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut. Lalu mampukah Djarot bertanding dengan nama-nama beken di Pilgub Sumut?</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/05/337/1840850/setelah-keok-di-jakarta-djarot-tantang-edy-rahmayadi-di-pilgub-sumut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/05/337/1840850/setelah-keok-di-jakarta-djarot-tantang-edy-rahmayadi-di-pilgub-sumut"/><item><title>Setelah Keok di Jakarta, Djarot Tantang Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/05/337/1840850/setelah-keok-di-jakarta-djarot-tantang-edy-rahmayadi-di-pilgub-sumut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/05/337/1840850/setelah-keok-di-jakarta-djarot-tantang-edy-rahmayadi-di-pilgub-sumut</guid><pubDate>Jum'at 05 Januari 2018 20:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/05/337/1840850/setelah-keok-di-jakarta-djarot-tantang-edy-rahmayadi-di-pilgub-sumut-D4bZeTUEbr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri Umumkan Djarot Jadi Cagub Sumut (foto: Heru H/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/05/337/1840850/setelah-keok-di-jakarta-djarot-tantang-edy-rahmayadi-di-pilgub-sumut-D4bZeTUEbr.jpg</image><title>Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri Umumkan Djarot Jadi Cagub Sumut (foto: Heru H/Okezone)</title></images><description>Ada cerita menarik di balik pengusungan nama Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018. Kisah itu dituturkan langsung sang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
&quot;Saya pikir gubernur (Sumut) kok selalu bermasalah hukum. Kok enggak ada yang mampu. Saya cari-cari, putar-putar. Kok saya pikir orang deket saya lupakan, orang yang bagus, serius, yang saya menilai pasti bisa. Tidak perlu panjang lebar, saya mau masukkan pak Djarot ke sana,&quot; kata Megawati di Markas PDIP, Jalan Diponegoro Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.
 PDIP Dukung Djarot di Pilgub Sumut (foto: Okezone)
&quot;Saya menilai, kok sayang, ya orang muda dan berkualitas nganggur,&quot; timpalnya disambut gelak tawa politikus PDIP.
(Baca Juga: Djarot Siap Bertarung dengan Letjen Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018)
Ya nama Djarot memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Karier politiknya pun terkesan moncer namun sayang dirinya gagal saat bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, ketika menemani Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melawan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Masyarakat mengenal Djarot saat menjadi Wali Kota Blitar dan ditunjuk sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Ahok setelah Joko Widodo resmi menjadi Presiden RI pada 2014.
Nama Djarot pun kian populer setelah mejadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta sejak 9 Mei 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara terkait kasus penodaan agama.
Setelah gagal di Pilkada DKI Jakarta, dia pun kembali ke partainya, PDI Perjuangan. Djarot adalah Ketua DPP Bidang Keorganisasian PDI Perjuangan yang fokus untuk pemenangan Pilkada Serentak 2018.
Djarot Resmi Diusung PDI Perjuangan Maju Pilgub Sumut
Serangkaian prestasi Djarot, membuat Megawati menunjuknya turun gunung untuk &quot;bertarung&quot; di Pilkada Sumut melawan nama-nama besar, seperti mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi hingga incumbent Tengku Erry Nuradi.
&quot;Untuk Sumatera, saya mau masukkan Pak Djarot ke sana. Untung Djarot mau, katanya sebagai petugas partai dia bersedia,&quot; ungkap Megawati.
Megawati pun merasa Djarot mampu memenangkan Pilkada Sumut dan menjadi pemimpin yang lebih baik di sana. &quot;Yang bisa menjawab permasalahan kegelisahan itu adalah Djarot Syaiful Hidayat,&quot; tegasnya.
(Baca Juga: PDIP Usung Djarot di Pilkada Sumut 2018)
Majunya Djarot di Pilkada Sumut bukan asal-asalan. Beberapa hari sebelum diumumkan Megawati, Djarot diam-diam sempat berdiskusi dengan Ahok tentang rencananya maju dalam Pilkada Sumut 2018.
&quot;Saya, kapan itu sebelum Natal, ketemu dan diskusi dengan Pak Ahok (soal pencalonan di Sumatera Utara,- red),&quot; ucap Djarot.
Saat itu, Ahok mengaku mendapat kabar jika Djarot dikabarkan akan maju di beberapa daerah, seperti Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Djarot pun diminta Ahok memilih Sumut.
&quot;Dia (Ahok,-red) sampaikan bahwa sebaiknya pilih Sumut,&quot; urainya.Saingan Djarot di Pilgub Sumut
Nama-nama yang bakal bertarung di Pilgub Sumut bukan orang  sembarangan. Sebut saja incumbent Teuku Erry Nuradi, mantan Gubernur DKI  Djarot Saiful Hidayat, dan mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi.
Partai NasDem hingga kini masih mencari teman koalisi untuk mengusung  kembali Tengku Erry untuk Pilgub Sumut. Sementara Edy Rahmayadi sudah  mengantongi dukungan dari PKS, Partai Gerindra, Golkar dan PAN.
(Baca Juga: Gubernur Sumut Temui JK Bahas Pilkada Serentak 2018)
Sedangkan Djarot, secara resmi sudah diumumkan Ketua Umum PDIP  Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilgub Sumut, pada Kamis 4 Januari  2018.
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin  memprediksi Nama Djarot dan Letjen Edy Rahmayadi memiliki peluang sama  besar di Pilgub Sumut.
 Edy Rahmayadi (foto: Antara)
Bila keduanya disimulasikan berhadap-hadapan sebagai Cagub, maka  diprediksi peluang menangnya 50 berbanding 50. Artinya, kedua calon  tersebut memiliki potensi menang yang sama-sama besar.
Menurut Ujang, faktor penentu kemenangan di antara keduanya  tergantung bagaimana mesin partai dan tim dapat bekerja secara solid  untuk meraih simpati rakyat Sumut.
&quot;Bergantung pada kesiapan tim dan mesin partai dalam menggarap grassroot,&quot; terang Ujang.
(Baca Juga: Edy Rahmayadi: Pak Djarot Teman Saya, Fair Dong Kita Bertanding di Pilgub Sumut)Cawagub Djarot Tak Boleh Asal-asalan
Ketua Relawan Djarot Mania, Hardiyanto Kenneth mengucapkan selamat   kepada Djarot Saiful Hidayat setelah terpilih menjadi Cagub Sumut.
Pria yang akrab disapa Kent itu menegaskan, Relawan Djarot Mania siap   memenangkan pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah 6 Juli 1962 itu untuk   menjadi orang nomor satu di Sumut.
 Djarot dan Cagub PDIP (foto: Okezone)
(Baca Juga: Bakal Pendamping Djarot di Pilgub Sumut Jangan Asal Pilih)
&quot;Kami (Relawan Djarot Mania) tegak lurus, dan satu komando siap   memenangkan Pak Djarot di Sumut, kami akan menghidupkan kembali mesin   perjuangan di Sumut. Pak Djarot sudah terbukti bagus dalam memimpin Kota   Blitar dan Jakarta walaupun hanya sebentar,&quot; kata pengacara dan   pengusaha muda kelahiran Medan, Sumatera Utara itu.
Kent berharap suami dari Happy Farida tidak asal-asalah memilih Wakil   Gubernur. Menurutnya, Djarot harus memilih wakil yang bisa kerja,   kompak, loyal, dan mempunyai kualitas baik .
&quot;Kami doakan supaya bisa memilih dan mendapatkan pasangan wakil   gubernur yang serasi, kompak, dan bisa kerja. Jangan asal-asalan untuk   memilih wakil. Dan Kami Relawan Djarot Mania akan mengawal Pak Djarot   sampai tetes darah penghabisan, harga mati untuk Pak Djarot,&amp;rdquo; papar   Kent.Tanggapan Masyarakat Atas Pengusungan Djarot di Pilgub Sumut
Pengusungan Djarot di Pilgub Sumut 2018 mendapatkan tanggapan beragam    dari warga. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang kontra.
Dedi (31), warga Medan Tuntungan, Kota Medan menyebutkan kehadiran    Djarot yang diusung PDIP di Pilgub Sumut akan memberikan warna lain    dalam kontestasi politik 5 tahunan itu.
Dia pun memiliki harapan, kehadiran Djarot tak hanya untuk memenuhi    hasrat politik partai pengusungnya untuk meraih kekuasaan di Sumut    jelang pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden di tahun 2019    mendatang.
&amp;ldquo;Silahkan saja, toh undang-undang memperbolehkan kok. Untuk kapasitas    kita tidak sangsikan, karena Pak Djarot juga pernah menjadi kepala    daerah di Blitar dan juga Jakarta. Tapi pengetahuan pak Djarot soal    masalah-masalah krusial di Sumut ini yang kita sangsikan. Oleh karena    itu, kita harap nantinya dia didampingi orang yang benar-benar memahami    kondisi Sumatera Utara,&amp;rdquo; jelas Dedi.
(Baca Juga: Megawati Tunjuk Djarot sebagai Cagub di Sumut, Ini Kata Warga Medan)
Sedangkan Ebenezer, warga Sunggal, Deliserdang, menilai pengusungan    Djarot tidak lah tepat. Djarot dinilai bukan sosok yang memahami  kondisi   Sumatera Utara baik secara sosial, cultural, ekonomi maupun  politik.
&amp;ldquo;Saya kok kurang setuju ya. Karena dia kan bukan orang sini, dan    tidak pernah tinggal di sini. Jadi pasti tidak tahu betul masalah di    sini. Lagipula, kalau dia gagal, apa dia punya beban. Toh dia tinggal    pindah ke daerah asalnya. Jadi lebih baik yang memang punya hubungan    emosional dengan Sumut lah. Pasti lebih sungguh-sungguh,&amp;rdquo; ulas pria    berusia 55 tahun itu.
Meski begitu, pria yang biasa disapa Eben tersebut sadar betul bahwa    Djarot yang merupakan kader PDIP, hanyalah petugas partai yang akan    selalu memenuhi perintah ketua umumnya. Oleh karena itu dia pun berharap    agar Djarot nantinya dapat memilih calon wakil gubernur yang berasal    dari Sumatera Utara.
&amp;ldquo;Apa enggak ada satupun orang Sumut ini yang bisa jadi pemimpin. Harusnya mereka dikedepankan,&amp;rdquo; pungkas Eben.
(fid)


</description><content:encoded>Ada cerita menarik di balik pengusungan nama Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018. Kisah itu dituturkan langsung sang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
&quot;Saya pikir gubernur (Sumut) kok selalu bermasalah hukum. Kok enggak ada yang mampu. Saya cari-cari, putar-putar. Kok saya pikir orang deket saya lupakan, orang yang bagus, serius, yang saya menilai pasti bisa. Tidak perlu panjang lebar, saya mau masukkan pak Djarot ke sana,&quot; kata Megawati di Markas PDIP, Jalan Diponegoro Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.
 PDIP Dukung Djarot di Pilgub Sumut (foto: Okezone)
&quot;Saya menilai, kok sayang, ya orang muda dan berkualitas nganggur,&quot; timpalnya disambut gelak tawa politikus PDIP.
(Baca Juga: Djarot Siap Bertarung dengan Letjen Edy Rahmayadi di Pilgub Sumut 2018)
Ya nama Djarot memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat. Karier politiknya pun terkesan moncer namun sayang dirinya gagal saat bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 silam, ketika menemani Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melawan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Masyarakat mengenal Djarot saat menjadi Wali Kota Blitar dan ditunjuk sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Ahok setelah Joko Widodo resmi menjadi Presiden RI pada 2014.
Nama Djarot pun kian populer setelah mejadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta sejak 9 Mei 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara terkait kasus penodaan agama.
Setelah gagal di Pilkada DKI Jakarta, dia pun kembali ke partainya, PDI Perjuangan. Djarot adalah Ketua DPP Bidang Keorganisasian PDI Perjuangan yang fokus untuk pemenangan Pilkada Serentak 2018.
Djarot Resmi Diusung PDI Perjuangan Maju Pilgub Sumut
Serangkaian prestasi Djarot, membuat Megawati menunjuknya turun gunung untuk &quot;bertarung&quot; di Pilkada Sumut melawan nama-nama besar, seperti mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi hingga incumbent Tengku Erry Nuradi.
&quot;Untuk Sumatera, saya mau masukkan Pak Djarot ke sana. Untung Djarot mau, katanya sebagai petugas partai dia bersedia,&quot; ungkap Megawati.
Megawati pun merasa Djarot mampu memenangkan Pilkada Sumut dan menjadi pemimpin yang lebih baik di sana. &quot;Yang bisa menjawab permasalahan kegelisahan itu adalah Djarot Syaiful Hidayat,&quot; tegasnya.
(Baca Juga: PDIP Usung Djarot di Pilkada Sumut 2018)
Majunya Djarot di Pilkada Sumut bukan asal-asalan. Beberapa hari sebelum diumumkan Megawati, Djarot diam-diam sempat berdiskusi dengan Ahok tentang rencananya maju dalam Pilkada Sumut 2018.
&quot;Saya, kapan itu sebelum Natal, ketemu dan diskusi dengan Pak Ahok (soal pencalonan di Sumatera Utara,- red),&quot; ucap Djarot.
Saat itu, Ahok mengaku mendapat kabar jika Djarot dikabarkan akan maju di beberapa daerah, seperti Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Djarot pun diminta Ahok memilih Sumut.
&quot;Dia (Ahok,-red) sampaikan bahwa sebaiknya pilih Sumut,&quot; urainya.Saingan Djarot di Pilgub Sumut
Nama-nama yang bakal bertarung di Pilgub Sumut bukan orang  sembarangan. Sebut saja incumbent Teuku Erry Nuradi, mantan Gubernur DKI  Djarot Saiful Hidayat, dan mantan Pangkostrad Edy Rahmayadi.
Partai NasDem hingga kini masih mencari teman koalisi untuk mengusung  kembali Tengku Erry untuk Pilgub Sumut. Sementara Edy Rahmayadi sudah  mengantongi dukungan dari PKS, Partai Gerindra, Golkar dan PAN.
(Baca Juga: Gubernur Sumut Temui JK Bahas Pilkada Serentak 2018)
Sedangkan Djarot, secara resmi sudah diumumkan Ketua Umum PDIP  Megawati Soekarnoputri untuk maju di Pilgub Sumut, pada Kamis 4 Januari  2018.
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin  memprediksi Nama Djarot dan Letjen Edy Rahmayadi memiliki peluang sama  besar di Pilgub Sumut.
 Edy Rahmayadi (foto: Antara)
Bila keduanya disimulasikan berhadap-hadapan sebagai Cagub, maka  diprediksi peluang menangnya 50 berbanding 50. Artinya, kedua calon  tersebut memiliki potensi menang yang sama-sama besar.
Menurut Ujang, faktor penentu kemenangan di antara keduanya  tergantung bagaimana mesin partai dan tim dapat bekerja secara solid  untuk meraih simpati rakyat Sumut.
&quot;Bergantung pada kesiapan tim dan mesin partai dalam menggarap grassroot,&quot; terang Ujang.
(Baca Juga: Edy Rahmayadi: Pak Djarot Teman Saya, Fair Dong Kita Bertanding di Pilgub Sumut)Cawagub Djarot Tak Boleh Asal-asalan
Ketua Relawan Djarot Mania, Hardiyanto Kenneth mengucapkan selamat   kepada Djarot Saiful Hidayat setelah terpilih menjadi Cagub Sumut.
Pria yang akrab disapa Kent itu menegaskan, Relawan Djarot Mania siap   memenangkan pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah 6 Juli 1962 itu untuk   menjadi orang nomor satu di Sumut.
 Djarot dan Cagub PDIP (foto: Okezone)
(Baca Juga: Bakal Pendamping Djarot di Pilgub Sumut Jangan Asal Pilih)
&quot;Kami (Relawan Djarot Mania) tegak lurus, dan satu komando siap   memenangkan Pak Djarot di Sumut, kami akan menghidupkan kembali mesin   perjuangan di Sumut. Pak Djarot sudah terbukti bagus dalam memimpin Kota   Blitar dan Jakarta walaupun hanya sebentar,&quot; kata pengacara dan   pengusaha muda kelahiran Medan, Sumatera Utara itu.
Kent berharap suami dari Happy Farida tidak asal-asalah memilih Wakil   Gubernur. Menurutnya, Djarot harus memilih wakil yang bisa kerja,   kompak, loyal, dan mempunyai kualitas baik .
&quot;Kami doakan supaya bisa memilih dan mendapatkan pasangan wakil   gubernur yang serasi, kompak, dan bisa kerja. Jangan asal-asalan untuk   memilih wakil. Dan Kami Relawan Djarot Mania akan mengawal Pak Djarot   sampai tetes darah penghabisan, harga mati untuk Pak Djarot,&amp;rdquo; papar   Kent.Tanggapan Masyarakat Atas Pengusungan Djarot di Pilgub Sumut
Pengusungan Djarot di Pilgub Sumut 2018 mendapatkan tanggapan beragam    dari warga. Ada yang mendukung, tapi tak sedikit pula yang kontra.
Dedi (31), warga Medan Tuntungan, Kota Medan menyebutkan kehadiran    Djarot yang diusung PDIP di Pilgub Sumut akan memberikan warna lain    dalam kontestasi politik 5 tahunan itu.
Dia pun memiliki harapan, kehadiran Djarot tak hanya untuk memenuhi    hasrat politik partai pengusungnya untuk meraih kekuasaan di Sumut    jelang pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden di tahun 2019    mendatang.
&amp;ldquo;Silahkan saja, toh undang-undang memperbolehkan kok. Untuk kapasitas    kita tidak sangsikan, karena Pak Djarot juga pernah menjadi kepala    daerah di Blitar dan juga Jakarta. Tapi pengetahuan pak Djarot soal    masalah-masalah krusial di Sumut ini yang kita sangsikan. Oleh karena    itu, kita harap nantinya dia didampingi orang yang benar-benar memahami    kondisi Sumatera Utara,&amp;rdquo; jelas Dedi.
(Baca Juga: Megawati Tunjuk Djarot sebagai Cagub di Sumut, Ini Kata Warga Medan)
Sedangkan Ebenezer, warga Sunggal, Deliserdang, menilai pengusungan    Djarot tidak lah tepat. Djarot dinilai bukan sosok yang memahami  kondisi   Sumatera Utara baik secara sosial, cultural, ekonomi maupun  politik.
&amp;ldquo;Saya kok kurang setuju ya. Karena dia kan bukan orang sini, dan    tidak pernah tinggal di sini. Jadi pasti tidak tahu betul masalah di    sini. Lagipula, kalau dia gagal, apa dia punya beban. Toh dia tinggal    pindah ke daerah asalnya. Jadi lebih baik yang memang punya hubungan    emosional dengan Sumut lah. Pasti lebih sungguh-sungguh,&amp;rdquo; ulas pria    berusia 55 tahun itu.
Meski begitu, pria yang biasa disapa Eben tersebut sadar betul bahwa    Djarot yang merupakan kader PDIP, hanyalah petugas partai yang akan    selalu memenuhi perintah ketua umumnya. Oleh karena itu dia pun berharap    agar Djarot nantinya dapat memilih calon wakil gubernur yang berasal    dari Sumatera Utara.
&amp;ldquo;Apa enggak ada satupun orang Sumut ini yang bisa jadi pemimpin. Harusnya mereka dikedepankan,&amp;rdquo; pungkas Eben.
(fid)


</content:encoded></item></channel></rss>
