<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia Kontrak Ocean Infinity untuk Lanjutkan Pencarian MH370</title><description>Malaysia sudah mencapai kesepakatan dengan Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian. Kontrak akan resmi ditandatangani pekan depan.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/06/18/1840928/malaysia-kontrak-ocean-infinity-untuk-lanjutkan-pencarian-mh370</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/06/18/1840928/malaysia-kontrak-ocean-infinity-untuk-lanjutkan-pencarian-mh370"/><item><title>Malaysia Kontrak Ocean Infinity untuk Lanjutkan Pencarian MH370</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/06/18/1840928/malaysia-kontrak-ocean-infinity-untuk-lanjutkan-pencarian-mh370</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/06/18/1840928/malaysia-kontrak-ocean-infinity-untuk-lanjutkan-pencarian-mh370</guid><pubDate>Sabtu 06 Januari 2018 01:03 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/05/18/1840928/malaysia-kontrak-ocean-infinity-untuk-lanjutkan-pencarian-mh370-nvhW0LOI5q.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ocean Infinity meluncurkan Kapal Seabed Constructor untuk mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 (Foto: The Star)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/05/18/1840928/malaysia-kontrak-ocean-infinity-untuk-lanjutkan-pencarian-mh370-nvhW0LOI5q.JPG</image><title>Ocean Infinity meluncurkan Kapal Seabed Constructor untuk mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 (Foto: The Star)</title></images><description>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Pemerintah Malaysia akhirnya sepakat mengizinkan Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. Perusahaan eksplorasi bawah laut asal Amerika Serikat (AS) itu diberikan kontrak khusus oleh Kementerian Perhubungan Malaysia.
BACA JUGA: Hilangnya MH370, Tragedi dengan Sejumlah Misteri&amp;nbsp;
BACA JUGA: Setelah Sempat Terhenti, Upaya Pencarian MH370 Kembali Dilanjutkan&amp;nbsp;
Menteri Perhubungan Malaysia, Datuk Seri Liow Tiong Lai, mengumumkan pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan Ocean Infinity. Sesuai dengan penawaran awal, kesepakatan itu menyebutkan bahwa Ocean Infinity tidak akan dibayar jika tidak berhasil menemukan bangkai pesawat.
&amp;ldquo;Adalah tugas kita untuk mencari jawaban dan pesawat. Mulai hari ini pemerintah telah memutuskan untuk kembali melanjutkan pencarian. Kontrak dengan Ocean Infinity akan ditandatangani pekan depan di Kuala Lumpur,&amp;rdquo; ujar Liow Tiong Lai, mengutip dari The Star, Sabtu (6/1/2018).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMS8xOS8xLzg4NzAyLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kabar tercapainya kesepakatan itu juga disebar kepada pihak keluarga penumpang korban pesawat Malaysia Airlines MH370. Pesan tersebut berbunyi &amp;lsquo;Tim Pencari MH370 ingin memberi tahu bahwa pemerintah Malaysia telah melibatkan Ocean Infinity untuk mengambil alih operasi pencarian lebih lanjut untuk MH370&amp;rsquo;.
BACA JUGA: Perusahaan AS Kerahkan Kapal Cari Bangkai Pesawat Malaysia Airlines MH370
Sebagaimana diberitakan, Ocean Infinity meluncurkan kapal pinjaman dari Norwegia, Seabed Constructor, dari Afrika Selatan menuju Samudera Hindia. Kapal tersebut membawa sejumlah kapal selam mini yang bisa diluncurkan untuk mengoptimalkan pencarian bawah laut.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 menghilang dari pantauan radar tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing, China, pada 8 Maret 2014. Burung besi tersebut hilang bersama dengan 239 orang yang berada di dalam kabin.
BACA JUGA: Setelah Tiga Tahun Tanpa Hasil, Pencarian MH370 Dihentikan
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/30/20521/128448_medium.jpg&quot; alt=&quot;Puing Pesawat Diduga Milik MH370&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Puing Pesawat Diduga Milik MH370. Foto: Reuters)
Pesawat diperkirakan berbelok arah hingga jatuh ke perairan Samudera Hindia. Operasi pencarian lantas dilakukan oleh tim gabungan dari Australia, Malaysia, dan China, di area seluas 120 ribu kilometer persegi.
BACA JUGA: Mantap! Perusahaan Eksplorasi AS Tawarkan Bantuan Pencarian MH370 Tanpa Memungut Biaya&amp;nbsp;
BACA JUGA: Malaysia Tertarik Tawaran Kelanjutan Pencarian MH370 Tanpa Biaya&amp;nbsp;
Namun, operasi yang telah menelan biaya hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) itu dihentikan pada Januari 2017 karena dianggap tidak mengalami kemajuan berarti. Kendati demikian, pemerintah Malaysia menyatakan bahwa operasi bisa dilanjutkan apabila ada petunjuk pasti mengenai kemungkinan lokasi bangkai pesawat MH370.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR &amp;ndash; Pemerintah Malaysia akhirnya sepakat mengizinkan Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. Perusahaan eksplorasi bawah laut asal Amerika Serikat (AS) itu diberikan kontrak khusus oleh Kementerian Perhubungan Malaysia.
BACA JUGA: Hilangnya MH370, Tragedi dengan Sejumlah Misteri&amp;nbsp;
BACA JUGA: Setelah Sempat Terhenti, Upaya Pencarian MH370 Kembali Dilanjutkan&amp;nbsp;
Menteri Perhubungan Malaysia, Datuk Seri Liow Tiong Lai, mengumumkan pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan Ocean Infinity. Sesuai dengan penawaran awal, kesepakatan itu menyebutkan bahwa Ocean Infinity tidak akan dibayar jika tidak berhasil menemukan bangkai pesawat.
&amp;ldquo;Adalah tugas kita untuk mencari jawaban dan pesawat. Mulai hari ini pemerintah telah memutuskan untuk kembali melanjutkan pencarian. Kontrak dengan Ocean Infinity akan ditandatangani pekan depan di Kuala Lumpur,&amp;rdquo; ujar Liow Tiong Lai, mengutip dari The Star, Sabtu (6/1/2018).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wMS8xOS8xLzg4NzAyLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kabar tercapainya kesepakatan itu juga disebar kepada pihak keluarga penumpang korban pesawat Malaysia Airlines MH370. Pesan tersebut berbunyi &amp;lsquo;Tim Pencari MH370 ingin memberi tahu bahwa pemerintah Malaysia telah melibatkan Ocean Infinity untuk mengambil alih operasi pencarian lebih lanjut untuk MH370&amp;rsquo;.
BACA JUGA: Perusahaan AS Kerahkan Kapal Cari Bangkai Pesawat Malaysia Airlines MH370
Sebagaimana diberitakan, Ocean Infinity meluncurkan kapal pinjaman dari Norwegia, Seabed Constructor, dari Afrika Selatan menuju Samudera Hindia. Kapal tersebut membawa sejumlah kapal selam mini yang bisa diluncurkan untuk mengoptimalkan pencarian bawah laut.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 menghilang dari pantauan radar tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Beijing, China, pada 8 Maret 2014. Burung besi tersebut hilang bersama dengan 239 orang yang berada di dalam kabin.
BACA JUGA: Setelah Tiga Tahun Tanpa Hasil, Pencarian MH370 Dihentikan
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/07/30/20521/128448_medium.jpg&quot; alt=&quot;Puing Pesawat Diduga Milik MH370&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
(Puing Pesawat Diduga Milik MH370. Foto: Reuters)
Pesawat diperkirakan berbelok arah hingga jatuh ke perairan Samudera Hindia. Operasi pencarian lantas dilakukan oleh tim gabungan dari Australia, Malaysia, dan China, di area seluas 120 ribu kilometer persegi.
BACA JUGA: Mantap! Perusahaan Eksplorasi AS Tawarkan Bantuan Pencarian MH370 Tanpa Memungut Biaya&amp;nbsp;
BACA JUGA: Malaysia Tertarik Tawaran Kelanjutan Pencarian MH370 Tanpa Biaya&amp;nbsp;
Namun, operasi yang telah menelan biaya hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) itu dihentikan pada Januari 2017 karena dianggap tidak mengalami kemajuan berarti. Kendati demikian, pemerintah Malaysia menyatakan bahwa operasi bisa dilanjutkan apabila ada petunjuk pasti mengenai kemungkinan lokasi bangkai pesawat MH370.</content:encoded></item></channel></rss>
