<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemuda Miskin Ini Dipasung dan Diasingkan di Kebun karena Sering Mengamuk</title><description>Nasib miris dialami Fauzi Murtala (27), warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara yang dipasung karena gangguan jiwa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/07/340/1841265/pemuda-miskin-ini-dipasung-dan-diasingkan-di-kebun-karena-sering-mengamuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/07/340/1841265/pemuda-miskin-ini-dipasung-dan-diasingkan-di-kebun-karena-sering-mengamuk"/><item><title>Pemuda Miskin Ini Dipasung dan Diasingkan di Kebun karena Sering Mengamuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/07/340/1841265/pemuda-miskin-ini-dipasung-dan-diasingkan-di-kebun-karena-sering-mengamuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/07/340/1841265/pemuda-miskin-ini-dipasung-dan-diasingkan-di-kebun-karena-sering-mengamuk</guid><pubDate>Minggu 07 Januari 2018 07:59 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/07/340/1841265/pemuda-miskin-ini-dipasung-dan-diasingkan-di-kebun-karena-sering-mengamuk-Kyt7L4nAX5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi orang gangguan jiwa dipasung (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/07/340/1841265/pemuda-miskin-ini-dipasung-dan-diasingkan-di-kebun-karena-sering-mengamuk-Kyt7L4nAX5.jpg</image><title>Ilustrasi orang gangguan jiwa dipasung (Okezone)</title></images><description>LHOKSUKON &amp;ndash; Nasib miris dialami Fauzi Murtala (27), warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Karena mengalami gangguan jiwa, pria itu dipasung dan diasingkan di kebun oleh keluarganya.

&quot;Fauzi dipasung dan diasingkan karena kerap memukul orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri,&quot; kata Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Aceh Utara, Muktaruddin, kemarin.

IPSM bersama tim telah menemui Fauzi pada Sabtu siang, setelah keberadaan korban diberitahukan rekannya. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah gubuk tanpa dinding.

&quot;Saat kita datang menemuinya, korban sedang makan rumput di tempat dia dipasung, ini menyedihkan dan tragis,&quot; kata Muktaruddin, yang dibenarkan Wakilnya, Akmal Daud.

Dikatakan, korban dipasung oleh keluarganya sekitar 40 meter di sebuah gubuk dalam kebun belakang rumahnya di Desa Tanjong Geulumpang. Di dekat lokasi korban dipasung terdapat rawa yang ditumbuhi semak belukar.

Fauzi Murtala adalah salah satu warga miskin di Desa Tanjong Geulumpang. Ayah, ibu dan adiknya tinggal di rumah tidak layak huni, atap rumah mereka juga sudah dalam kondisi bolong-bolong.

Keluarganya, kata IPSM menyatakan, jangankan untuk membawa Fauzi berobat ke rumah sakit jiwa, untuk biaya makan mereka sehari-hari saja sulit bahkan kerap makan tanpa lauk-pauk.

&quot;Sedihnya lagi, orang tua laki-laki korban juga diduga mengalami gangguan jiwa, sehingga hanya sang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja serabutan, seperti menjadi buruh harian lepas di sawah,&quot; kata mereka.

Fauzi dipasung dengan kaki bagian kirinya diikat menggunakan rantai ke sebatang kayu, di sebuah gubuk beratap rumbia tanpa dinding dan hanya beralaskan tikar seadanya.

IPSM menyebut sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak pusat kesehatan masyarakat di kecamatan tersebut. Menurut petugas kesehatan, mereka akan segera turun ke lokasi untuk menanganinya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Baktiya Ibnu Khaldun dihubungi terpisah menyatakan, korban adalah penderita &quot;skizofrenia paranoid&quot; yang sudah pernah dibawa pihaknya ke rumah sakit jiwa. Kemungkinan besar dia dipasung karena memukul orang di sekitarnya.

&quot;Kami sudah pernah membawa korban ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh, bahkan sudah tiga kali, terakhir pada 2016. Saat itu yang bersangkutan masih di bawah pengawasan kami dan sudah pernah sembuh. Berarti ini sudah alami sakit lagi,&quot; katanya.

Pihaknya, kata Ibnu Khaldun, akan segera turun ke lokasi untuk menanganinya dan kemungkinan besar korban akan dibawa lagi ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh untuk dirawat lebih lanjut.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8yNi8xLzEwNDU5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>LHOKSUKON &amp;ndash; Nasib miris dialami Fauzi Murtala (27), warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Karena mengalami gangguan jiwa, pria itu dipasung dan diasingkan di kebun oleh keluarganya.

&quot;Fauzi dipasung dan diasingkan karena kerap memukul orang di sekitarnya, termasuk keluarganya sendiri,&quot; kata Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Aceh Utara, Muktaruddin, kemarin.

IPSM bersama tim telah menemui Fauzi pada Sabtu siang, setelah keberadaan korban diberitahukan rekannya. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah gubuk tanpa dinding.

&quot;Saat kita datang menemuinya, korban sedang makan rumput di tempat dia dipasung, ini menyedihkan dan tragis,&quot; kata Muktaruddin, yang dibenarkan Wakilnya, Akmal Daud.

Dikatakan, korban dipasung oleh keluarganya sekitar 40 meter di sebuah gubuk dalam kebun belakang rumahnya di Desa Tanjong Geulumpang. Di dekat lokasi korban dipasung terdapat rawa yang ditumbuhi semak belukar.

Fauzi Murtala adalah salah satu warga miskin di Desa Tanjong Geulumpang. Ayah, ibu dan adiknya tinggal di rumah tidak layak huni, atap rumah mereka juga sudah dalam kondisi bolong-bolong.

Keluarganya, kata IPSM menyatakan, jangankan untuk membawa Fauzi berobat ke rumah sakit jiwa, untuk biaya makan mereka sehari-hari saja sulit bahkan kerap makan tanpa lauk-pauk.

&quot;Sedihnya lagi, orang tua laki-laki korban juga diduga mengalami gangguan jiwa, sehingga hanya sang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga dan bekerja serabutan, seperti menjadi buruh harian lepas di sawah,&quot; kata mereka.

Fauzi dipasung dengan kaki bagian kirinya diikat menggunakan rantai ke sebatang kayu, di sebuah gubuk beratap rumbia tanpa dinding dan hanya beralaskan tikar seadanya.

IPSM menyebut sudah berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak pusat kesehatan masyarakat di kecamatan tersebut. Menurut petugas kesehatan, mereka akan segera turun ke lokasi untuk menanganinya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Baktiya Ibnu Khaldun dihubungi terpisah menyatakan, korban adalah penderita &quot;skizofrenia paranoid&quot; yang sudah pernah dibawa pihaknya ke rumah sakit jiwa. Kemungkinan besar dia dipasung karena memukul orang di sekitarnya.

&quot;Kami sudah pernah membawa korban ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh, bahkan sudah tiga kali, terakhir pada 2016. Saat itu yang bersangkutan masih di bawah pengawasan kami dan sudah pernah sembuh. Berarti ini sudah alami sakit lagi,&quot; katanya.

Pihaknya, kata Ibnu Khaldun, akan segera turun ke lokasi untuk menanganinya dan kemungkinan besar korban akan dibawa lagi ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh untuk dirawat lebih lanjut.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMC8yNi8xLzEwNDU5NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
