<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Umat Kristen Palestina Serang Mobil Kepala Gereja Ortodoks Yunani</title><description>Umat Kristen Palestina geram karena Gereja Ortodoks Yunani menjual tanah kepada kelompok Israel dan Yahudi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/08/18/1841842/umat-kristen-palestina-serang-mobil-kepala-gereja-ortodoks-yunani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/08/18/1841842/umat-kristen-palestina-serang-mobil-kepala-gereja-ortodoks-yunani"/><item><title>Umat Kristen Palestina Serang Mobil Kepala Gereja Ortodoks Yunani</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/08/18/1841842/umat-kristen-palestina-serang-mobil-kepala-gereja-ortodoks-yunani</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/08/18/1841842/umat-kristen-palestina-serang-mobil-kepala-gereja-ortodoks-yunani</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2018 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/08/18/1841842/umat-kristen-palestina-serang-mobil-kepala-gereja-ortodoks-yunani-AS8nUh3qM5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Gereja Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, Patriark Theofilus III, menghadiri misa Natal bersama Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Betlehem (Foto: Musa al Shaer/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/08/18/1841842/umat-kristen-palestina-serang-mobil-kepala-gereja-ortodoks-yunani-AS8nUh3qM5.jpg</image><title>Kepala Gereja Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, Patriark Theofilus III, menghadiri misa Natal bersama Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Betlehem (Foto: Musa al Shaer/AFP)</title></images><description>YERUSALEM &amp;ndash; Kepala Gereja Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, Theofilus III, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat perayaan Hari Natal. Mobil yang ditumpanginya diserang oleh pengunjuk rasa di Tepi Barat karena Gereja Ortodoks Yunani dianggap mendukung keputusan penjualan tanah ke kelompok Yahudi.
BACA JUGA: Rayakan Natal, Warga Gaza Berdoa untuk Masa Depan Palestina
Gereja Ortodoks Yunani diketahui menjadi salah satu pemilik tanah paling besar di Tanah Suci Yerusalem. Organisasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir memicu kontroversi bagi Israel dan Palestina karena berupaya menjual aset-aset utamanya kepada investor swasta.
Ratusan umat Kristen Palestina memblokir iring-iringan kendaran Patriark Theofilus III yang hendak menghadiri misa Natal di Betlehem pada Minggu 7 Januari. Para pengunjuk rasa melempar batu, botol, dan meneriakkan kata pengkhianat kepada Theofilus III. Beruntung, aparat keamanan Palestina berhasil menghalau mereka.
&amp;ldquo;Apa yang terjadi hari ini adalah pesan kepada Otoritas Palestina dan Yordania bahwa kami tidak akan mengizinkan pengkhianat ini tetap tinggal di Gereja,&amp;rdquo; tukas pengunjuk rasa bernama Elyeef Sayegh, melansir dari Middle East Monitor, Senin (8/1/2018).
BACA JUGA: Wah! Bela Masjid Al Aqsa, Muslim dan Kristen Palestina Kompak Berunjuk Rasa
Media-media Israel melaporkan kesepakatan kontroversial terjalin antara Gereja Ortodoks Yunani dengan investor swasta terkait penjualan properti di Yerusalem Barat dan Timur serta di Caesarea dan Jaffa. Beberapa calon pembeli berasal dari latar belakang Yahudi dan Israel.
Pejabat Gereja Ortodoks menerangkan, properti tersebut terpaksa dijual guna membayar utang yang menggunung dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mengaku tanah tersebut selama ini disewakan untuk kontrak jangka panjang.
BACA JUGA: Cerita Umat Kristiani Palestina Protes Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel&amp;nbsp;
Sejumlah legislator Israel berupaya menghentikan kesepakatan karena dinilai dapat menaikkan harga jual properti hingga beberapa kali lipat. Sementara itu, Palestina menentang penjualan tanah kepada kelompok Yahudi dan Israel dan menilai tindakan itu sebagai pengkhianatan.</description><content:encoded>YERUSALEM &amp;ndash; Kepala Gereja Ortodoks Yunani untuk Yerusalem, Theofilus III, mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat perayaan Hari Natal. Mobil yang ditumpanginya diserang oleh pengunjuk rasa di Tepi Barat karena Gereja Ortodoks Yunani dianggap mendukung keputusan penjualan tanah ke kelompok Yahudi.
BACA JUGA: Rayakan Natal, Warga Gaza Berdoa untuk Masa Depan Palestina
Gereja Ortodoks Yunani diketahui menjadi salah satu pemilik tanah paling besar di Tanah Suci Yerusalem. Organisasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir memicu kontroversi bagi Israel dan Palestina karena berupaya menjual aset-aset utamanya kepada investor swasta.
Ratusan umat Kristen Palestina memblokir iring-iringan kendaran Patriark Theofilus III yang hendak menghadiri misa Natal di Betlehem pada Minggu 7 Januari. Para pengunjuk rasa melempar batu, botol, dan meneriakkan kata pengkhianat kepada Theofilus III. Beruntung, aparat keamanan Palestina berhasil menghalau mereka.
&amp;ldquo;Apa yang terjadi hari ini adalah pesan kepada Otoritas Palestina dan Yordania bahwa kami tidak akan mengizinkan pengkhianat ini tetap tinggal di Gereja,&amp;rdquo; tukas pengunjuk rasa bernama Elyeef Sayegh, melansir dari Middle East Monitor, Senin (8/1/2018).
BACA JUGA: Wah! Bela Masjid Al Aqsa, Muslim dan Kristen Palestina Kompak Berunjuk Rasa
Media-media Israel melaporkan kesepakatan kontroversial terjalin antara Gereja Ortodoks Yunani dengan investor swasta terkait penjualan properti di Yerusalem Barat dan Timur serta di Caesarea dan Jaffa. Beberapa calon pembeli berasal dari latar belakang Yahudi dan Israel.
Pejabat Gereja Ortodoks menerangkan, properti tersebut terpaksa dijual guna membayar utang yang menggunung dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mengaku tanah tersebut selama ini disewakan untuk kontrak jangka panjang.
BACA JUGA: Cerita Umat Kristiani Palestina Protes Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel&amp;nbsp;
Sejumlah legislator Israel berupaya menghentikan kesepakatan karena dinilai dapat menaikkan harga jual properti hingga beberapa kali lipat. Sementara itu, Palestina menentang penjualan tanah kepada kelompok Yahudi dan Israel dan menilai tindakan itu sebagai pengkhianatan.</content:encoded></item></channel></rss>
