<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemesan Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa WN Kanada, Bayar Rp31 Juta</title><description>Polisi mendalami adanya jaringan internasional terkait dengan pembuatan video porno bocah dan perempuan dewasa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841565/pemesan-video-porno-bocah-dan-perempuan-dewasa-wn-kanada-bayar-rp31-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841565/pemesan-video-porno-bocah-dan-perempuan-dewasa-wn-kanada-bayar-rp31-juta"/><item><title>Pemesan Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa WN Kanada, Bayar Rp31 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841565/pemesan-video-porno-bocah-dan-perempuan-dewasa-wn-kanada-bayar-rp31-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841565/pemesan-video-porno-bocah-dan-perempuan-dewasa-wn-kanada-bayar-rp31-juta</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2018 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/08/525/1841565/pemesan-video-porno-bocah-dan-perempuan-dewasa-wn-kanada-bayar-rp31-juta-Yqh9Vz1HKp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi saat merilis penangkapan para pelaku video porno bocah dengan perempuan dewasa. (Foto: CDB/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/08/525/1841565/pemesan-video-porno-bocah-dan-perempuan-dewasa-wn-kanada-bayar-rp31-juta-Yqh9Vz1HKp.jpg</image><title>Polisi saat merilis penangkapan para pelaku video porno bocah dengan perempuan dewasa. (Foto: CDB/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Polisi mendalami keterlibatan jaringan internasional dalam pembuatan video porno yang memuat adegan seks antara tiga bocah laki-laki dengan perempuan dewasa.
&quot;Kalau untuk jaringan internasional, ini akan kita gali lebih dalam lagi, karena itu baru katanya,&quot; ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Senin (8/1/2018).
Keterlibatan jaringan internasional itu dilatarbelakangi adanya permintaan dari salah seorang warga Kanada berinisial R kepada Muhamad Faisal Akbar, selaku 'sutradara' video panas ini. Tawaran tersebut didapatnya setelah bergabung di komunitas di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.
&quot;Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, tersangka pun mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang,&quot; kata Agung.
(Baca juga: Ini Jumlah Bayaran untuk Pemeran Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)
Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici, yang berperan sebagai perekrut perempuan dan Ismi (DPO). Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung.
&quot;Apakah itu betul jaringan? Kita akan cek itu, kita nanti minta bantu Bareskrim untuk langkah selanjutnya,&quot; ungkap Agung.

Pelaku mendapatkan nominal  uang dari hasil pembuatan video tersebut, &quot;ada Rp6 juta, Rp16 juta.  Totalnya mencapai 31 juta,&quot; kata Agung.
(Baca juga: Polisi Tangkap 6 Pelaku Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)
Keenam pelaku yang diamankan, di antaranya Muhamad Faisal Akbar alias  Alfa alias Bos, yang berperan sebagai 'sutradara' dan pengambil video  serta yang menjual video tersebut. SM alias Cici yang berperan perekrut  pemeran perempuan, A alias Intan yang berperan sebagai wanita dalam  video porno sekaligus perekrut anak, IO alias Imel yang berperan  perekrut anak dan juga pemeran dalam video tersebut.
Selanjutnya S yang turut serta dalam pembuatan video porno yang juga  merupakan salah satu ibu dari anak yang turut dalam adegan video porno.  Terakhir adalah H yang juga turut serta dalam pembuatan video.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8wNy8xLzEwNzUyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>BANDUNG - Polisi mendalami keterlibatan jaringan internasional dalam pembuatan video porno yang memuat adegan seks antara tiga bocah laki-laki dengan perempuan dewasa.
&quot;Kalau untuk jaringan internasional, ini akan kita gali lebih dalam lagi, karena itu baru katanya,&quot; ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Senin (8/1/2018).
Keterlibatan jaringan internasional itu dilatarbelakangi adanya permintaan dari salah seorang warga Kanada berinisial R kepada Muhamad Faisal Akbar, selaku 'sutradara' video panas ini. Tawaran tersebut didapatnya setelah bergabung di komunitas di Facebook bernama VIKA. Berawal dari mengirimkan foto porno berupa editan antara seorang anak dan perempuan dewasa pada akhir bulan April, Faisal pun mendapatkan pujian dari komunitas tersebut.
&quot;Setelah mengirimkan foto dan mendapat komentar positif, tersangka pun mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang,&quot; kata Agung.
(Baca juga: Ini Jumlah Bayaran untuk Pemeran Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)
Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan anak laki-laki kepada Cici, yang berperan sebagai perekrut perempuan dan Ismi (DPO). Mereka kemudian membuat video tersebut di bulan Mei dan Agustus 2017 lalu di dua hotel di Kota Bandung.
&quot;Apakah itu betul jaringan? Kita akan cek itu, kita nanti minta bantu Bareskrim untuk langkah selanjutnya,&quot; ungkap Agung.

Pelaku mendapatkan nominal  uang dari hasil pembuatan video tersebut, &quot;ada Rp6 juta, Rp16 juta.  Totalnya mencapai 31 juta,&quot; kata Agung.
(Baca juga: Polisi Tangkap 6 Pelaku Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)
Keenam pelaku yang diamankan, di antaranya Muhamad Faisal Akbar alias  Alfa alias Bos, yang berperan sebagai 'sutradara' dan pengambil video  serta yang menjual video tersebut. SM alias Cici yang berperan perekrut  pemeran perempuan, A alias Intan yang berperan sebagai wanita dalam  video porno sekaligus perekrut anak, IO alias Imel yang berperan  perekrut anak dan juga pemeran dalam video tersebut.
Selanjutnya S yang turut serta dalam pembuatan video porno yang juga  merupakan salah satu ibu dari anak yang turut dalam adegan video porno.  Terakhir adalah H yang juga turut serta dalam pembuatan video.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8wNy8xLzEwNzUyNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
