<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bocah di Video Porno Dipaksa Ibunya Beradegan Panas dengan Perempuan Dewasa</title><description>Bocah di video porno ternyata dipaksa oleh ibunya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841641/bocah-di-video-porno-dipaksa-ibunya-beradegan-panas-dengan-perempuan-dewasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841641/bocah-di-video-porno-dipaksa-ibunya-beradegan-panas-dengan-perempuan-dewasa"/><item><title>Bocah di Video Porno Dipaksa Ibunya Beradegan Panas dengan Perempuan Dewasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841641/bocah-di-video-porno-dipaksa-ibunya-beradegan-panas-dengan-perempuan-dewasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/08/525/1841641/bocah-di-video-porno-dipaksa-ibunya-beradegan-panas-dengan-perempuan-dewasa</guid><pubDate>Senin 08 Januari 2018 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/08/525/1841641/bocah-di-video-porno-dipaksa-ibunya-beradegan-panas-dengan-perempuan-dewasa-fTdQXfBrrc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi saat merilis penangkapan para pelaku video porno bocah dengan perempuan dewasa. (Foto: CDB/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/08/525/1841641/bocah-di-video-porno-dipaksa-ibunya-beradegan-panas-dengan-perempuan-dewasa-fTdQXfBrrc.jpg</image><title>Polisi saat merilis penangkapan para pelaku video porno bocah dengan perempuan dewasa. (Foto: CDB/Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Adanya keterlibatan orang tua dalam kasus video porno yang berisikan adegan syur antara tiga bocah laki-laki dengan perempuan dewasa sangatlah disayangkan. Apalagi menurut keterangan yang digali polisi, bocah tersebut sempat menolak melakukan adegan tak pantas itu.
&quot;Kasus ini yang jadi prihatin orang tuanya, menyuruh putra melakukan hal itu, padahal putranya udah menolak,&quot; terang Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Senin (8/1/2018).
Untuk itu, Agung akan menggaet Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna memberikan trauma healing, guna memperbaiki psikologis ketiga anak-anak yang menjadi korban dalam kasus video porno ini.
&quot;Karena ini korbannya jauh di bawah umur, kami kerjasama dengan P2TP2A, kita akan utamakan trauma healing anak, agar bisa semangat lagi,&quot; terangnya.
(Baca juga: Pemesan Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa WN Kanada, Bayar Rp31 Juta)
Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menuturkan, ibu bocah yang bernama Susanti itu suaranya terdengar dalam video. Diketahui, si ibu menunggu anaknya saat rekaman.

&quot;Bahasanya jelas seorang ibu untuk memerintahkan anaknya, semuanya terbukti ada peran ibunya untuk diekspolitasi. Di hotel kedua juga ibu terlibat dan menunggu anaknya,&quot; ucap Umar.
(Baca juga: Ini Jumlah Bayaran untuk Pemeran Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)
Diberitakan sebelumnya, tim gabungan kepolisian Polda Jabar beserta Polrestabes Bandung  dibantu Cyber Mabes Polri berhasil mengungkap kasus beredarnya video  porno yang sempat menjadi ramai di media sosial. Video tersebut  menampilkan adegan seks antara perempuan dewasa dengan bocah laki-laki.
Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan enam orang pelaku yang terlibat dalam pembuatan video panas itu, sedangkan satu orang masih DPO.
Keenam pelaku yang diamankan, di antaranya Muhamad Faisal Akbar alias  Alfa alias Bos, yang berperan sebagai 'sutradara' dan pengambil video  serta yang menjual video tersebut. SM alias Cici yang berperan perekrut  pemeran perempuan, A alias Intan yang berperan sebagai wanita dalam  video porno sekaligus perekrut anak, IO alias Imel yang berperan  perekrut anak dan juga pemeran dalam video tersebut.
Selanjutnya S yang turut serta dalam pembuatan video porno yang juga  merupakan salah satu ibu dari anak yang turut dalam adegan video porno.  Terakhir adalah H yang juga turut serta dalam pembuatan video.&quot;Ada tiga korban dalam kasus ini, yakni anak-anak yang ada dalam   video tersebut, di antaranya berinisial DN (9), SP (11) dan RD (9),&quot; kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto.
Agung menuturkan, pembuatan video pertama adegan panas itu  dilakukan  pada bulan antara April sampai dengan Mei, sedangkan video  kedua  dibuat pada bulan Agustus.
Adapun, kronologis pembuatan video porno itu berawal dari sang  sutradara Muhamad Faisal Akbar yang bergabung dalam grup di media sosial  Facebook. Dalam grup tersebut, dirinya ditawari untuk membuat video  adegan seks yang memuat anak kecil di dalamnya.
Pemesan sendiri diketahui berinisial R yang merupakan warga  negara Kanada, yang saat ini tengah dalam pengembangan penyelidikan.  &quot;Jadi ditawari pembuatan video, setelah itu dibuatkanlah video itu dan  dikirimkan kepada R, yang setelah itu, pelaku mendapatkan nominal uang  dari hasil pembuatan video tersebut, ada Rp6 juta, Rp16 juta. Totalnya  mencapai 31 juta,&quot; terang Agung.
&quot;Jadi motifnya (pembuatan video) karena uang,&quot; ucap Agung.</description><content:encoded>BANDUNG - Adanya keterlibatan orang tua dalam kasus video porno yang berisikan adegan syur antara tiga bocah laki-laki dengan perempuan dewasa sangatlah disayangkan. Apalagi menurut keterangan yang digali polisi, bocah tersebut sempat menolak melakukan adegan tak pantas itu.
&quot;Kasus ini yang jadi prihatin orang tuanya, menyuruh putra melakukan hal itu, padahal putranya udah menolak,&quot; terang Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Senin (8/1/2018).
Untuk itu, Agung akan menggaet Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna memberikan trauma healing, guna memperbaiki psikologis ketiga anak-anak yang menjadi korban dalam kasus video porno ini.
&quot;Karena ini korbannya jauh di bawah umur, kami kerjasama dengan P2TP2A, kita akan utamakan trauma healing anak, agar bisa semangat lagi,&quot; terangnya.
(Baca juga: Pemesan Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa WN Kanada, Bayar Rp31 Juta)
Sementara itu, Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana menuturkan, ibu bocah yang bernama Susanti itu suaranya terdengar dalam video. Diketahui, si ibu menunggu anaknya saat rekaman.

&quot;Bahasanya jelas seorang ibu untuk memerintahkan anaknya, semuanya terbukti ada peran ibunya untuk diekspolitasi. Di hotel kedua juga ibu terlibat dan menunggu anaknya,&quot; ucap Umar.
(Baca juga: Ini Jumlah Bayaran untuk Pemeran Video Porno Bocah dan Perempuan Dewasa)
Diberitakan sebelumnya, tim gabungan kepolisian Polda Jabar beserta Polrestabes Bandung  dibantu Cyber Mabes Polri berhasil mengungkap kasus beredarnya video  porno yang sempat menjadi ramai di media sosial. Video tersebut  menampilkan adegan seks antara perempuan dewasa dengan bocah laki-laki.
Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan enam orang pelaku yang terlibat dalam pembuatan video panas itu, sedangkan satu orang masih DPO.
Keenam pelaku yang diamankan, di antaranya Muhamad Faisal Akbar alias  Alfa alias Bos, yang berperan sebagai 'sutradara' dan pengambil video  serta yang menjual video tersebut. SM alias Cici yang berperan perekrut  pemeran perempuan, A alias Intan yang berperan sebagai wanita dalam  video porno sekaligus perekrut anak, IO alias Imel yang berperan  perekrut anak dan juga pemeran dalam video tersebut.
Selanjutnya S yang turut serta dalam pembuatan video porno yang juga  merupakan salah satu ibu dari anak yang turut dalam adegan video porno.  Terakhir adalah H yang juga turut serta dalam pembuatan video.&quot;Ada tiga korban dalam kasus ini, yakni anak-anak yang ada dalam   video tersebut, di antaranya berinisial DN (9), SP (11) dan RD (9),&quot; kata Irjen Pol Agung Budi Maryoto.
Agung menuturkan, pembuatan video pertama adegan panas itu  dilakukan  pada bulan antara April sampai dengan Mei, sedangkan video  kedua  dibuat pada bulan Agustus.
Adapun, kronologis pembuatan video porno itu berawal dari sang  sutradara Muhamad Faisal Akbar yang bergabung dalam grup di media sosial  Facebook. Dalam grup tersebut, dirinya ditawari untuk membuat video  adegan seks yang memuat anak kecil di dalamnya.
Pemesan sendiri diketahui berinisial R yang merupakan warga  negara Kanada, yang saat ini tengah dalam pengembangan penyelidikan.  &quot;Jadi ditawari pembuatan video, setelah itu dibuatkanlah video itu dan  dikirimkan kepada R, yang setelah itu, pelaku mendapatkan nominal uang  dari hasil pembuatan video tersebut, ada Rp6 juta, Rp16 juta. Totalnya  mencapai 31 juta,&quot; terang Agung.
&quot;Jadi motifnya (pembuatan video) karena uang,&quot; ucap Agung.</content:encoded></item></channel></rss>
