<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Peluang Kemenangan Pasangan Esthon-Chris di Pilgub NTT</title><description>KPU NTT sudah menerima 4 pasang calon kepala daerah yang akan bertanding pada Pilkada Serentak 2018. Lalu bagaimana peluang Esthon-Chris?</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843404/menakar-peluang-kemenangan-pasangan-esthon-chris-di-pilgub-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843404/menakar-peluang-kemenangan-pasangan-esthon-chris-di-pilgub-ntt"/><item><title>Menakar Peluang Kemenangan Pasangan Esthon-Chris di Pilgub NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843404/menakar-peluang-kemenangan-pasangan-esthon-chris-di-pilgub-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843404/menakar-peluang-kemenangan-pasangan-esthon-chris-di-pilgub-ntt</guid><pubDate>Kamis 11 Januari 2018 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Rianghepat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/11/340/1843404/menakar-peluang-kemenangan-pasangan-esthon-chris-di-pilgub-ntt-c4bvrr2e23.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Esthon F dan Chris Rotok (foto: Adi R/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/11/340/1843404/menakar-peluang-kemenangan-pasangan-esthon-chris-di-pilgub-ntt-c4bvrr2e23.jpg</image><title>Esthon F dan Chris Rotok (foto: Adi R/Okezone)</title></images><description>KUPANG - Usai sudah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menanti kedatangan pasangan bakal calon untuk mendaftat sebagai calon peserta dalam kontestasi lima tahunan di provinsi berbasis kepulauan itu.

Meskipun baru akan ditutup pada Rabu 10 Januari 2018 pukul 24.00 Wita, namun kerja KPU di tahapan ini sudah usai. Hal itu karena empat pasangan calon yang digadang dan dijagokan gabungan partai politik pemilik kursi di DPRD NTT telah selesai mendaftar.
(Baca Juga: Usai Daftar ke KPU, Pasangan Esthon-Chris Jalani Pemeriksaan Kesehatan)
Para pasangan calon masing-masingnya saat ini tengah mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan fisik, psikologis serta penyalahgunaan obat terlarang dan narkotika di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT.
Esthon Foenay-Chris Rotok (foto: Adi R/Okezone)
Empat pasangan yang mendaftar dan dinyatakan lolos ikut tahapan selanjutnya oleh KPU NTT masing-masing pasangan Esthon Foenay-Chris Rotok yang diusung Partai Gerindra, PAN dan Partai Perindo. Pasangan Beny K Harman-Beny Litelnoni yang diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS. Pasangan Marianus Sae-Ny Emiliana Nomleni yang diusung PDIP dan PKB, serta pasangan Viktor Laiskodat-Josef Naisoi usungan Partai NasDem, Golkar dan Partai Hanura.

Banyak opini berseliweran di jagad NTT menakar peluang menang empat pasangan calon pemimpin wilayah seribu nusa ini. Hal itu sangat beralasan, karena empat pasangan ini lengkap mewakili kepentingan suku dan agama serta etnis yang beragam di daerah yang berpulau-pulau ini.

Terpetetakan konstelasi dua pulau besar Timor dan Flores yang mewakili kepentingan etnis Timor dan Flores. Bukan sekadar itu, empat bakal calon dan pasangannya juga melambang kolaborasi agama mayoritas yaitu Katolik dan Protestan.

Memang kondisi ini sudah menjadi keniscayaan setiap kali pelaksanaan pesta demokrasi rakyat lima tahunan daerah itu. Sebut saja pasangan Esthon-Chris adalah paket yang mewakili etnis Timor Protestan dan Chris etnis Flores Katolik. Hal sama juga yang terjadi di pasangan Viktor-Josef. Sementara pasangan Marianus-Ny Emi adalah hasil 'perkawinan' Flores Katolik dan Timor Protestan. Hal sama juga untuk pasangan Beny Harman-Beny Litelnon.

Dalam konteks itu banyak pendapat menyatakan pertarungan akan sangat ketat dan akan memberi warna tersendiri dalam kontestasi ini. Meskipun begitu masing-masing pasangan punya keyakinan menang dengan indikator program kerja dan pola pendekatan kontistuen.

&quot;Jujur kami sudah kerja dan sudah sampai ke tengah masyarakat. Kami sudah menyerahkan semuanya kepada putusan rakyat untuk memilih dan kami yakin pasangan kami yang akan dipilih,&quot; kata Esthon Foenay.

Menurut dia, dari aspek peta kekuatan Timor Flores, Katolik dan Protestan, polarisasi pemilih dalam konteks pemilih emosional akan terbagi merata untuk empat pasangan calon ini sesuai konstruksi peta yang ada. Namun, jika hal ini disentuh dengan pendekatan pengalaman, rekam jejak dan integritas, maka para pemilih rasional akan menjatuhkan pilihan ke pasangan Esthon-Chris.Hal ini bukan sekadar bualan, namun ini menjadi nyata dari pernyataan  banyak masyarakat saat tim bertemu ke lapangan. Publik NTT sudah sangat  mengenal Esthon Foenay sebagai bekas birokrat yang berpengalaman dan  bahkan memiliki rekam jejak yang relarif tanpa cacat.

Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra itu pernah menjadi Wakil Gubernur  NTT di periode 2003-2008 yang mengakhiri masa dinasnya tanpa cela dan  cacat. Terkenal tenang, dinamis, sederhana dan sedikit humoris, Esthon  Foenay mendapat banyak simpatik masyarakat.

Bahkan nama suku 'Foenay' yang disandangnya mewakili arti bagi  kalangan suku Timor. Di mana nama 'Foenay' itu adalah suku penting di  kalangan Raja Timor. Memang hal ini sama sekali tak ada kaitan dengan  pemilihan kepala suku lazimnya di sistem kerajaan atau suku, namun  tentunya memilki daya magnet kuat untuk menjaring pemilih.

Hal sama juga terjadi pada Chris Rotok sang pendamping Esthon Foenay.  Bakal calon wakil gubernur ini memiliki rekam jejak yang juga tidak  kalah dan sudah sangat dikenal publik NTT. Kader Partai Amanat Nasional  (PAN) Provinsi NTT ini bahkan baru saja mengakhiri tugasnya sebagai  Bupati Manggarai di Pulau Flores selama 2 periode.
 Esthon Foenay-Chris Rotok saat Daftar ke KPU NTT (foto: Adi R/Okezone)
Bekas birokrat ini juga mengakhiri masa tugasnya sebagai kepala  daerah di basis Katolik itu juga tanpa cacat. Rekam jejak pasangan ini  menjadi jualan tim relawan pasangan Esthon-Chris ke publik masyarakat  pemilih di NTT.

&quot;Jujur kami tidak punya apa-apa, yang kami miliki adalah pengalaman  dan hati untuk membangun masyarakat dan daerah ini menuju sejahtera  dengan sejumlah program pro rakyat,&quot; kata Esthon.

NTT dengan tipologi dan geografis yang strategis di selatan NKRI  katanya memiliki potensi yang jika diramu dengan cerdas dan cermat akan  membawa dampak bagi kemajuan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

&quot;Dan itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang punya pengalaman,&quot;  kata Esthon yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  Daerah (Bappeda) Provinsi NTT itu.

&quot;Kalau dia orang baru yang tidak pernah urus NTT pasti akan kesulitan,&quot; lanjutnya.

NTT sangat beragam dan beraneka baik suku, agama, ras dan golongan.  Hal ini tentu membutuhkan pemimpin yang punya rasa toleransi tinggi.  Pemimpin berazas  pluralis sangat dibutuhkan di provinsi ini. &quot;Dan  kamilah pemimpinnya. Kami sudah membuktikan itu,&quot; kata Esthon.

Dia mengaku dalam kontestasi pilkada ini, pasanga Esthon-Chris  menilai tiga pasanganainnya adalah saudara dan sahabat-sahabat. &quot;Dalam  politik di pilgub kita berkompetisi tetapi dalam Tuhan kita bersaudara.  Biarlah rakyat memilih dengan pilihannya,&quot; kata Esthon.
(Baca Juga: Pasangan Esthon-Chris Imbau Masyarakat Hindari Narkoba)
Pasangan Esthon-Chris di kondisi ini terus memberikan pendidikan  poliik yang baik bagi masyarakat yang punya kekuasaan sesungguhnya untuk  menentukan siapa pemimpinnya lima tahun ke depan.

&quot;Kita hanya bisa bekerja dan berusaha serta berdoa. Tuhanlah yang  menentukan. Pasangan Esthon-Chris meyakini akan memenangi kontestasi  ini,&quot; katanya.

Dalam kesemuanya itu kedamaian dan keamanan harus menjadi tujuan  akhir prosesi kontestasi politik lima tahunan ini. Itulah pendidikan  politik yang sesungguhnya dan menujukan kedewasaan para petarung dan  pemimpin politik derah ini. Tunjukan program pasangan, jangan saling  crla dan sebar kampanye hitam. Hiduplah dalam kedewasaan politik yang  santun.</description><content:encoded>KUPANG - Usai sudah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT) menanti kedatangan pasangan bakal calon untuk mendaftat sebagai calon peserta dalam kontestasi lima tahunan di provinsi berbasis kepulauan itu.

Meskipun baru akan ditutup pada Rabu 10 Januari 2018 pukul 24.00 Wita, namun kerja KPU di tahapan ini sudah usai. Hal itu karena empat pasangan calon yang digadang dan dijagokan gabungan partai politik pemilik kursi di DPRD NTT telah selesai mendaftar.
(Baca Juga: Usai Daftar ke KPU, Pasangan Esthon-Chris Jalani Pemeriksaan Kesehatan)
Para pasangan calon masing-masingnya saat ini tengah mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan fisik, psikologis serta penyalahgunaan obat terlarang dan narkotika di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT.
Esthon Foenay-Chris Rotok (foto: Adi R/Okezone)
Empat pasangan yang mendaftar dan dinyatakan lolos ikut tahapan selanjutnya oleh KPU NTT masing-masing pasangan Esthon Foenay-Chris Rotok yang diusung Partai Gerindra, PAN dan Partai Perindo. Pasangan Beny K Harman-Beny Litelnoni yang diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS. Pasangan Marianus Sae-Ny Emiliana Nomleni yang diusung PDIP dan PKB, serta pasangan Viktor Laiskodat-Josef Naisoi usungan Partai NasDem, Golkar dan Partai Hanura.

Banyak opini berseliweran di jagad NTT menakar peluang menang empat pasangan calon pemimpin wilayah seribu nusa ini. Hal itu sangat beralasan, karena empat pasangan ini lengkap mewakili kepentingan suku dan agama serta etnis yang beragam di daerah yang berpulau-pulau ini.

Terpetetakan konstelasi dua pulau besar Timor dan Flores yang mewakili kepentingan etnis Timor dan Flores. Bukan sekadar itu, empat bakal calon dan pasangannya juga melambang kolaborasi agama mayoritas yaitu Katolik dan Protestan.

Memang kondisi ini sudah menjadi keniscayaan setiap kali pelaksanaan pesta demokrasi rakyat lima tahunan daerah itu. Sebut saja pasangan Esthon-Chris adalah paket yang mewakili etnis Timor Protestan dan Chris etnis Flores Katolik. Hal sama juga yang terjadi di pasangan Viktor-Josef. Sementara pasangan Marianus-Ny Emi adalah hasil 'perkawinan' Flores Katolik dan Timor Protestan. Hal sama juga untuk pasangan Beny Harman-Beny Litelnon.

Dalam konteks itu banyak pendapat menyatakan pertarungan akan sangat ketat dan akan memberi warna tersendiri dalam kontestasi ini. Meskipun begitu masing-masing pasangan punya keyakinan menang dengan indikator program kerja dan pola pendekatan kontistuen.

&quot;Jujur kami sudah kerja dan sudah sampai ke tengah masyarakat. Kami sudah menyerahkan semuanya kepada putusan rakyat untuk memilih dan kami yakin pasangan kami yang akan dipilih,&quot; kata Esthon Foenay.

Menurut dia, dari aspek peta kekuatan Timor Flores, Katolik dan Protestan, polarisasi pemilih dalam konteks pemilih emosional akan terbagi merata untuk empat pasangan calon ini sesuai konstruksi peta yang ada. Namun, jika hal ini disentuh dengan pendekatan pengalaman, rekam jejak dan integritas, maka para pemilih rasional akan menjatuhkan pilihan ke pasangan Esthon-Chris.Hal ini bukan sekadar bualan, namun ini menjadi nyata dari pernyataan  banyak masyarakat saat tim bertemu ke lapangan. Publik NTT sudah sangat  mengenal Esthon Foenay sebagai bekas birokrat yang berpengalaman dan  bahkan memiliki rekam jejak yang relarif tanpa cacat.

Bahkan Ketua DPD Partai Gerindra itu pernah menjadi Wakil Gubernur  NTT di periode 2003-2008 yang mengakhiri masa dinasnya tanpa cela dan  cacat. Terkenal tenang, dinamis, sederhana dan sedikit humoris, Esthon  Foenay mendapat banyak simpatik masyarakat.

Bahkan nama suku 'Foenay' yang disandangnya mewakili arti bagi  kalangan suku Timor. Di mana nama 'Foenay' itu adalah suku penting di  kalangan Raja Timor. Memang hal ini sama sekali tak ada kaitan dengan  pemilihan kepala suku lazimnya di sistem kerajaan atau suku, namun  tentunya memilki daya magnet kuat untuk menjaring pemilih.

Hal sama juga terjadi pada Chris Rotok sang pendamping Esthon Foenay.  Bakal calon wakil gubernur ini memiliki rekam jejak yang juga tidak  kalah dan sudah sangat dikenal publik NTT. Kader Partai Amanat Nasional  (PAN) Provinsi NTT ini bahkan baru saja mengakhiri tugasnya sebagai  Bupati Manggarai di Pulau Flores selama 2 periode.
 Esthon Foenay-Chris Rotok saat Daftar ke KPU NTT (foto: Adi R/Okezone)
Bekas birokrat ini juga mengakhiri masa tugasnya sebagai kepala  daerah di basis Katolik itu juga tanpa cacat. Rekam jejak pasangan ini  menjadi jualan tim relawan pasangan Esthon-Chris ke publik masyarakat  pemilih di NTT.

&quot;Jujur kami tidak punya apa-apa, yang kami miliki adalah pengalaman  dan hati untuk membangun masyarakat dan daerah ini menuju sejahtera  dengan sejumlah program pro rakyat,&quot; kata Esthon.

NTT dengan tipologi dan geografis yang strategis di selatan NKRI  katanya memiliki potensi yang jika diramu dengan cerdas dan cermat akan  membawa dampak bagi kemajuan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera.

&quot;Dan itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang punya pengalaman,&quot;  kata Esthon yang pernah menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan  Daerah (Bappeda) Provinsi NTT itu.

&quot;Kalau dia orang baru yang tidak pernah urus NTT pasti akan kesulitan,&quot; lanjutnya.

NTT sangat beragam dan beraneka baik suku, agama, ras dan golongan.  Hal ini tentu membutuhkan pemimpin yang punya rasa toleransi tinggi.  Pemimpin berazas  pluralis sangat dibutuhkan di provinsi ini. &quot;Dan  kamilah pemimpinnya. Kami sudah membuktikan itu,&quot; kata Esthon.

Dia mengaku dalam kontestasi pilkada ini, pasanga Esthon-Chris  menilai tiga pasanganainnya adalah saudara dan sahabat-sahabat. &quot;Dalam  politik di pilgub kita berkompetisi tetapi dalam Tuhan kita bersaudara.  Biarlah rakyat memilih dengan pilihannya,&quot; kata Esthon.
(Baca Juga: Pasangan Esthon-Chris Imbau Masyarakat Hindari Narkoba)
Pasangan Esthon-Chris di kondisi ini terus memberikan pendidikan  poliik yang baik bagi masyarakat yang punya kekuasaan sesungguhnya untuk  menentukan siapa pemimpinnya lima tahun ke depan.

&quot;Kita hanya bisa bekerja dan berusaha serta berdoa. Tuhanlah yang  menentukan. Pasangan Esthon-Chris meyakini akan memenangi kontestasi  ini,&quot; katanya.

Dalam kesemuanya itu kedamaian dan keamanan harus menjadi tujuan  akhir prosesi kontestasi politik lima tahunan ini. Itulah pendidikan  politik yang sesungguhnya dan menujukan kedewasaan para petarung dan  pemimpin politik derah ini. Tunjukan program pasangan, jangan saling  crla dan sebar kampanye hitam. Hiduplah dalam kedewasaan politik yang  santun.</content:encoded></item></channel></rss>
