<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal 5 &quot;Petarung&quot; yang Maju di Pilkada Banyuasin</title><description>Ada lima petarung yang akan adu kekuatan merebut hati rakyat di Pilkada Banyuasin 2018</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843541/mengenal-5-petarung-yang-maju-di-pilkada-banyuasin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843541/mengenal-5-petarung-yang-maju-di-pilkada-banyuasin"/><item><title>Mengenal 5 &quot;Petarung&quot; yang Maju di Pilkada Banyuasin</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843541/mengenal-5-petarung-yang-maju-di-pilkada-banyuasin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/11/340/1843541/mengenal-5-petarung-yang-maju-di-pilkada-banyuasin</guid><pubDate>Kamis 11 Januari 2018 16:13 WIB</pubDate><dc:creator>Mewan Haqulana </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/11/340/1843541/mengenal-5-petarung-yang-maju-di-pilkada-banyuasin-NjSGGl1UBd.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/11/340/1843541/mengenal-5-petarung-yang-maju-di-pilkada-banyuasin-NjSGGl1UBd.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>BANYUASIN - Pesta demokrasi terbesar di Banyuasin, Sumatera Selatan segera bergulir. Ada lima petarung yang akan adu kekuatan merebut hati rakyat di Pilkada Banyuasin 2018 ini.

Mayoritas peseta yang akan turun di gelanggang Pilkada Banyuasin ini merupakan pemain lama pada musim Pilkada Sebelumnya. Dari enam calon bupati sebelumnya, hanya Agus Saputra dan Yan Anton Ferdian yang tidak turun lagi. Sementara 4 rivalnya Arkoni, Askolani, Slamet Sumasentoni dan Hazwar Bidui kembali naik &quot;ring&quot;.

Golkar sebagai partai pemenang Pemilu yang memiliki 8 kursi DPRD Banyuasin bergabung dengan PKPI menggenapkan syarat 9 kursi minimal dukungan, memajukna pasangan Syaiful Bachri - Agus Salam.


&amp;nbsp;Syaiful Bachri-Agus Salam (Foto: Mewan/Okezone)
Sebagai partai besar di tiga orde, Golkar tentunya memiliki mesin politik yang bisa diandalkan. Ditambah massa militan PKPI, digadang mampu meraup banyak suara.

Calon yang diusung juga memiliki daya jual yang cukup tinggi. Syaiful Bachri yang merupakan mantan kepala Dinas Pertanian Banyuasin dinilai mumpuni memajukan pertanian Banyuasin dengan sukses 1,2 juta ton gabah dan mengantarkan kabupen ini menjadi lumbung pangan provinsi. Namanya tidak asing lagi di Banyuasin teriutama di kalangan petani yang merupakan mayoritas penduduk Banyuasin.

Agus Salam, wakil yang mendampinginya juga tidak diragukan lagi. Pengalamannya 3 periode menjadi ketua DPRD Banyuasin cukup untuk membuktikan kematangan politiknya dan kinerjanya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sementara itu Askolani Jasi-Slamet Sumasentono, merupakan petarung kuat yang patut disegani. Kalau dinilai di atas kertas berdasarkan jumlah dukungan kursi Parpol, pasangan yang punya slogan 'Bangkit' ini merupakan pemenang, dengan dukungan 16 kursi dari 5 Parpol Besar. PDIP 7 kursi, Nasdem 2 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 1 kursi dan gerindra 3 kursi.


&amp;nbsp;Askolani Jasi-Slamet Sumasentono (Foto: Mewan/Okezone)
Pasangan ini juga merupakan pemain lama dalam Pilkada Banyuasin. Keduanya merupakan petarung memperebutkan kursi bupati Banyuasin 2013 lalu. Pastinya masih memilik massa militan yang siap menyukseskannya di pertarungan kali ini.

Askolani merupakan kader PDIP yang ramah dan kerap turun ke pelosok Banyuasin, juga tegas memperjuangkan aspirasi rakyat di kursi parlemen. Dipadu dengan  Slamet yang dikenak dengan Pakde, merupakan tokoh yang disakralkan oleh kalangan suku jawa dna masyarakat perairan. Dengan ketokohan pasangan ini ditambah kekuatan 5 partai besar, sangat berpeluang merebut kursi bupati Banyuasin.

Selanjutnya gabungan partai Hanura dan PKB memajukan  Arkoni yang kali ini disandingkan dengan Azwar Hamid sebagai wakilnya. Kedua merupakan tokoh masyarakat yang dibesarkan oleh partai politik dan menjadi wakil masyarakat di parlemen tingkat provinsi dan kabupaten.


&amp;nbsp;Arkoni-Azwar Hamid (Foto: Mewan/Okezone)
Dengan motto 'Maju' Arkoni yang merupakan anak asli daerah Rantau Bayur dan Azwar Hamid dari putra kecamatan Betung digadang menjadi pegobat dahaga warga Banyuasin yang ingin dipimpin putra daerah.

Kemudian Partai PAN dan PKS memberi kepercayaan pada pasangan Agus Subiantoro-Hazwar Bidui untuk bersaing di Pilkada Banyuasin. Gabungan dua partai besar ini menyandingkan tokoh daratan Banyuasin dengan tokoh daerah perairan.

Agus, yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Perindustrian Sumsel, sudah berpengalaman di bidang birokrasi dan beberapa kali menjadi pemimpin di sejumlah wilayah kematan perairan Banyuasin. Bahkan diantara semua Balon, hanya dia yang pernah menjabat Bupati, yakni saat menjadi PJS Bupati Muratara.

Selanjutnya ketokohan Hazuar Bidui juga patut diperhitungkan oleh  calon lain. Bagaimana tidak,  berdasarkan hasil perolehan Pilkada  sebelumnya dia berhasil menjasi runner up, selih tipis dengan Bupati  terpilih Yan Anton-Supriono.



Meski hanya diusung dua parpol, tapi mesin politik PAN dan PKS mampu  bersaing dengan partai besar lainnya. PAN yang memiliki banyak  organisasi pendukung yang tersebar hingga tingkat desa dan RT menjadi  kekuata pasangan ini untuk meraup suara. Sementara itu PKS yang terkenal  dengan militansi para kadernya dan memiliki massa rill, siap berjuang  all out memenangkan jagoannya.

Selain empat petarung dari jalur Parpol tersebut, juga ada calon dari  jalur Independen, Buya Husni Tamrin Madani dan Supartijo. Kehadiran  pasangan ini menjadi penawar dahaga warga Banyuasin yang jenuh dengan  partai politik. Basic Husni Tamrin sebagai pendiri pesantren juga  menjadi alternatif pilihan bagi warga banyuasin yang mayoritas beragama  islam.



Rabu, Januari 2018 semua bakal calon ini telah mendaftarkan diri ke  KPUD Banyuasin. &quot;Lima bakal pasangan calon telah mendaftar, tapi sejauh  ini belum ada yang melengkapi syarat. Kamu memberikan tenggang waktu  hingga tanggal 20 Januari dan 2 Februari penetapan,&quot; singkat Ketua KPUD  Banyuasin, Dahri.
</description><content:encoded>BANYUASIN - Pesta demokrasi terbesar di Banyuasin, Sumatera Selatan segera bergulir. Ada lima petarung yang akan adu kekuatan merebut hati rakyat di Pilkada Banyuasin 2018 ini.

Mayoritas peseta yang akan turun di gelanggang Pilkada Banyuasin ini merupakan pemain lama pada musim Pilkada Sebelumnya. Dari enam calon bupati sebelumnya, hanya Agus Saputra dan Yan Anton Ferdian yang tidak turun lagi. Sementara 4 rivalnya Arkoni, Askolani, Slamet Sumasentoni dan Hazwar Bidui kembali naik &quot;ring&quot;.

Golkar sebagai partai pemenang Pemilu yang memiliki 8 kursi DPRD Banyuasin bergabung dengan PKPI menggenapkan syarat 9 kursi minimal dukungan, memajukna pasangan Syaiful Bachri - Agus Salam.


&amp;nbsp;Syaiful Bachri-Agus Salam (Foto: Mewan/Okezone)
Sebagai partai besar di tiga orde, Golkar tentunya memiliki mesin politik yang bisa diandalkan. Ditambah massa militan PKPI, digadang mampu meraup banyak suara.

Calon yang diusung juga memiliki daya jual yang cukup tinggi. Syaiful Bachri yang merupakan mantan kepala Dinas Pertanian Banyuasin dinilai mumpuni memajukan pertanian Banyuasin dengan sukses 1,2 juta ton gabah dan mengantarkan kabupen ini menjadi lumbung pangan provinsi. Namanya tidak asing lagi di Banyuasin teriutama di kalangan petani yang merupakan mayoritas penduduk Banyuasin.

Agus Salam, wakil yang mendampinginya juga tidak diragukan lagi. Pengalamannya 3 periode menjadi ketua DPRD Banyuasin cukup untuk membuktikan kematangan politiknya dan kinerjanya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Sementara itu Askolani Jasi-Slamet Sumasentono, merupakan petarung kuat yang patut disegani. Kalau dinilai di atas kertas berdasarkan jumlah dukungan kursi Parpol, pasangan yang punya slogan 'Bangkit' ini merupakan pemenang, dengan dukungan 16 kursi dari 5 Parpol Besar. PDIP 7 kursi, Nasdem 2 kursi, Demokrat 3 kursi, PPP 1 kursi dan gerindra 3 kursi.


&amp;nbsp;Askolani Jasi-Slamet Sumasentono (Foto: Mewan/Okezone)
Pasangan ini juga merupakan pemain lama dalam Pilkada Banyuasin. Keduanya merupakan petarung memperebutkan kursi bupati Banyuasin 2013 lalu. Pastinya masih memilik massa militan yang siap menyukseskannya di pertarungan kali ini.

Askolani merupakan kader PDIP yang ramah dan kerap turun ke pelosok Banyuasin, juga tegas memperjuangkan aspirasi rakyat di kursi parlemen. Dipadu dengan  Slamet yang dikenak dengan Pakde, merupakan tokoh yang disakralkan oleh kalangan suku jawa dna masyarakat perairan. Dengan ketokohan pasangan ini ditambah kekuatan 5 partai besar, sangat berpeluang merebut kursi bupati Banyuasin.

Selanjutnya gabungan partai Hanura dan PKB memajukan  Arkoni yang kali ini disandingkan dengan Azwar Hamid sebagai wakilnya. Kedua merupakan tokoh masyarakat yang dibesarkan oleh partai politik dan menjadi wakil masyarakat di parlemen tingkat provinsi dan kabupaten.


&amp;nbsp;Arkoni-Azwar Hamid (Foto: Mewan/Okezone)
Dengan motto 'Maju' Arkoni yang merupakan anak asli daerah Rantau Bayur dan Azwar Hamid dari putra kecamatan Betung digadang menjadi pegobat dahaga warga Banyuasin yang ingin dipimpin putra daerah.

Kemudian Partai PAN dan PKS memberi kepercayaan pada pasangan Agus Subiantoro-Hazwar Bidui untuk bersaing di Pilkada Banyuasin. Gabungan dua partai besar ini menyandingkan tokoh daratan Banyuasin dengan tokoh daerah perairan.

Agus, yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Perindustrian Sumsel, sudah berpengalaman di bidang birokrasi dan beberapa kali menjadi pemimpin di sejumlah wilayah kematan perairan Banyuasin. Bahkan diantara semua Balon, hanya dia yang pernah menjabat Bupati, yakni saat menjadi PJS Bupati Muratara.

Selanjutnya ketokohan Hazuar Bidui juga patut diperhitungkan oleh  calon lain. Bagaimana tidak,  berdasarkan hasil perolehan Pilkada  sebelumnya dia berhasil menjasi runner up, selih tipis dengan Bupati  terpilih Yan Anton-Supriono.



Meski hanya diusung dua parpol, tapi mesin politik PAN dan PKS mampu  bersaing dengan partai besar lainnya. PAN yang memiliki banyak  organisasi pendukung yang tersebar hingga tingkat desa dan RT menjadi  kekuata pasangan ini untuk meraup suara. Sementara itu PKS yang terkenal  dengan militansi para kadernya dan memiliki massa rill, siap berjuang  all out memenangkan jagoannya.

Selain empat petarung dari jalur Parpol tersebut, juga ada calon dari  jalur Independen, Buya Husni Tamrin Madani dan Supartijo. Kehadiran  pasangan ini menjadi penawar dahaga warga Banyuasin yang jenuh dengan  partai politik. Basic Husni Tamrin sebagai pendiri pesantren juga  menjadi alternatif pilihan bagi warga banyuasin yang mayoritas beragama  islam.



Rabu, Januari 2018 semua bakal calon ini telah mendaftarkan diri ke  KPUD Banyuasin. &quot;Lima bakal pasangan calon telah mendaftar, tapi sejauh  ini belum ada yang melengkapi syarat. Kamu memberikan tenggang waktu  hingga tanggal 20 Januari dan 2 Februari penetapan,&quot; singkat Ketua KPUD  Banyuasin, Dahri.
</content:encoded></item></channel></rss>
