<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPU Lakukan Pencocokan dan Penelitian Serentak DP4 Mulai 20 Januari</title><description>Wahyu mengatakan, gerakan coklit serentak  tersebut tidak hanya memeriksa keberadaan calon pemilih pilkada  serentak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/14/337/1844759/kpu-lakukan-pencocokan-dan-penelitian-serentak-dp4-mulai-20-januari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/14/337/1844759/kpu-lakukan-pencocokan-dan-penelitian-serentak-dp4-mulai-20-januari"/><item><title>KPU Lakukan Pencocokan dan Penelitian Serentak DP4 Mulai 20 Januari</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/14/337/1844759/kpu-lakukan-pencocokan-dan-penelitian-serentak-dp4-mulai-20-januari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/14/337/1844759/kpu-lakukan-pencocokan-dan-penelitian-serentak-dp4-mulai-20-januari</guid><pubDate>Minggu 14 Januari 2018 18:00 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/14/337/1844759/kpu-lakukan-pencocokan-dan-penelitian-serentak-dp4-mulai-20-januari-tkuBHRuWHu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/14/337/1844759/kpu-lakukan-pencocokan-dan-penelitian-serentak-dp4-mulai-20-januari-tkuBHRuWHu.jpg</image><title>Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) secara serentak di daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak.

&quot;Gerakan coklit serentak akan dilaksanakan satu bulan, dimulai pada 20 Januari nanti di daerah yang pilkada, dengan target coklit itu satu PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) dalam satu hari itu lima rumah,&quot; kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Meskipun pelaksanaan pilkada dilakukan di 171 daerah, pelaksanaan coklit serentak akan melibatkan 381 daerah termasuk kabupaten-kota di 17 provinsi yang akan menyelenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.
(Baca Juga: MPR Harap Pilkada 2018 Tak Dijadikan Ajang Pecah Belah Bangsa)
Gerakan coklit serentak tersebut sebagai upaya KPU dalam menyusun daftar pemilih yang akurat pada pelaksanaan Pilkada 2018, hingga nantinya dijadikan dasar daftar pemilih sementara untuk Pileg dan Pilpres 2019.

Seluruh komisioner KPU, baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten akan turun langsung ke lapangan untuk bersama-sama panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) melakukan coklit.
Total petugas yang terlibat dalam coklit serentak tersebut adalah tujuh komisioner KPU Pusat, 155 anggota KPU tingkat provinsi, 1.905 anggota KPU tingkat kabupaten-kota, 27.820 petugas PPK, 193.602 petugas PPS, dan 385.791 orang PPDP.

&quot;Kalau semuanya itu bergerak, dengan target satu PPDP mampu menjangkau lima rumah, maka akan ada 1.928.955 rumah yang dicoklit secara serentak mulai 20 Januari nanti,&quot; ujarnya.
(Baca Juga: DPR: Bawaslu Harus Tegas Tindak Calon Gunakan Instrumen Negara untuk Kampanye)
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menambahkan, gerakan coklit serentak tersebut tidak hanya memeriksa keberadaan calon pemilih pilkada serentak, melainkan juga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan pilkada.

&quot;Gerakan itu tidak hanya sekadar coklit, tapi PPDP juga bertugas melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga dengan metode 'door-to-door',&quot; ujar Wahyu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xMS8xLzEwNzczMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) terhadap data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) secara serentak di daerah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak.

&quot;Gerakan coklit serentak akan dilaksanakan satu bulan, dimulai pada 20 Januari nanti di daerah yang pilkada, dengan target coklit itu satu PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) dalam satu hari itu lima rumah,&quot; kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Meskipun pelaksanaan pilkada dilakukan di 171 daerah, pelaksanaan coklit serentak akan melibatkan 381 daerah termasuk kabupaten-kota di 17 provinsi yang akan menyelenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.
(Baca Juga: MPR Harap Pilkada 2018 Tak Dijadikan Ajang Pecah Belah Bangsa)
Gerakan coklit serentak tersebut sebagai upaya KPU dalam menyusun daftar pemilih yang akurat pada pelaksanaan Pilkada 2018, hingga nantinya dijadikan dasar daftar pemilih sementara untuk Pileg dan Pilpres 2019.

Seluruh komisioner KPU, baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten akan turun langsung ke lapangan untuk bersama-sama panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) melakukan coklit.
Total petugas yang terlibat dalam coklit serentak tersebut adalah tujuh komisioner KPU Pusat, 155 anggota KPU tingkat provinsi, 1.905 anggota KPU tingkat kabupaten-kota, 27.820 petugas PPK, 193.602 petugas PPS, dan 385.791 orang PPDP.

&quot;Kalau semuanya itu bergerak, dengan target satu PPDP mampu menjangkau lima rumah, maka akan ada 1.928.955 rumah yang dicoklit secara serentak mulai 20 Januari nanti,&quot; ujarnya.
(Baca Juga: DPR: Bawaslu Harus Tegas Tindak Calon Gunakan Instrumen Negara untuk Kampanye)
Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan menambahkan, gerakan coklit serentak tersebut tidak hanya memeriksa keberadaan calon pemilih pilkada serentak, melainkan juga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan pilkada.

&quot;Gerakan itu tidak hanya sekadar coklit, tapi PPDP juga bertugas melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga dengan metode 'door-to-door',&quot; ujar Wahyu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xMS8xLzEwNzczMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
