<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Bisa Berperan Cegah Insiden Serupa Ambruknya Tower 2 BEI</title><description>Masyarakat dinilai bisa berperan dalam mencegah terjadinya kejadian seperti robohnya selasar Tower 2 BEI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/338/1845606/masyarakat-bisa-berperan-cegah-insiden-serupa-ambruknya-tower-2-bei</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/16/338/1845606/masyarakat-bisa-berperan-cegah-insiden-serupa-ambruknya-tower-2-bei"/><item><title>Masyarakat Bisa Berperan Cegah Insiden Serupa Ambruknya Tower 2 BEI</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/338/1845606/masyarakat-bisa-berperan-cegah-insiden-serupa-ambruknya-tower-2-bei</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/16/338/1845606/masyarakat-bisa-berperan-cegah-insiden-serupa-ambruknya-tower-2-bei</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2018 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/16/338/1845606/masyarakat-bisa-berperan-cegah-insiden-serupa-ambruknya-tower-2-bei-t2ECZixBIL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Selasar Tower II Gedung BEI roboh. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/16/338/1845606/masyarakat-bisa-berperan-cegah-insiden-serupa-ambruknya-tower-2-bei-t2ECZixBIL.jpg</image><title>Selasar Tower II Gedung BEI roboh. (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Ahli konstruksi Iswandi Imran&amp;lrm; mengatakan, laporan masyarakat bisa jadi early warning system atau sistem peringatan dini guna mencegah terjadinya insiden seperti ambruknya selesar Tower 2 Gedung BEI yang mengakibatkan puluhan korban luka-luka.
&quot;Ya memang kalau kita bicara bangunan itu banyak sekali elemennya. Maka dari itu perlu peran serta pengguna atau masyarakat yang sangat krusial sekali. Sehingga kalau misalnya ada dirasa bergoyang atau bergetar pada satu fasilitas bangunan, sebaiknya dilaporkan input-input seperti itu,&quot; kata Iswandi saat dihubungi Okezone, Selasa (16/1/2018). Menurut Iswandi, laporan masyarakat adalah informasi berharga bagi pemilik maupun pengelola sebuah gedung.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/01/16/46469/238784_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ia menambahkan, laporan masyarakat dapat dilakukan bila melihat  adanya perubahan bentuk maupun struktur, seperti  getaran yang tak biasa ketika gedung tersebut dilalui. &quot;Masukan dari masyarakat itu karena mereka bisa mengamati, misalnya ada prilakunya, ada yang beda seperti geterannya sangat terasa  atau perubahan bentuk. Dan masukan dari user kalau ada keanehan harus  dilaporkan,&quot; tandasnya.
(Baca juga: Sejumlah Keanehan Konstruksi Selasar Gedung BEI yang Roboh)
Ia mengimbau agar perawatan gedung-gedung bertingkat di Indonesia dilakukan rutin dan konsisten guna memastikan kelaikan bangunan. &quot;Saya kurang tahu prakteknya seperti apa, tapi bangunan itu butuh perawatan, dan sebaiknya itu konsisten dilaksanakan,&quot; harapnya.
Terpisah, Dosen Teknik Sipil UI Elly Tjahyono mengaku tengah melakukan survei guna mengetahui penyebab robohnya selasar Gedung BEI tersebut. &quot;Kami sedang melakukan survei dan akan meneliti lebih jauh lagi. Setelah itu baru dapat membei komentar,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xNS8xLzEwNzg3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Ahli konstruksi Iswandi Imran&amp;lrm; mengatakan, laporan masyarakat bisa jadi early warning system atau sistem peringatan dini guna mencegah terjadinya insiden seperti ambruknya selesar Tower 2 Gedung BEI yang mengakibatkan puluhan korban luka-luka.
&quot;Ya memang kalau kita bicara bangunan itu banyak sekali elemennya. Maka dari itu perlu peran serta pengguna atau masyarakat yang sangat krusial sekali. Sehingga kalau misalnya ada dirasa bergoyang atau bergetar pada satu fasilitas bangunan, sebaiknya dilaporkan input-input seperti itu,&quot; kata Iswandi saat dihubungi Okezone, Selasa (16/1/2018). Menurut Iswandi, laporan masyarakat adalah informasi berharga bagi pemilik maupun pengelola sebuah gedung.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/01/16/46469/238784_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pasca Selasar Roboh, Aktivitas BEI Berjalan Normal IHSG Naik ke 6.391&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ia menambahkan, laporan masyarakat dapat dilakukan bila melihat  adanya perubahan bentuk maupun struktur, seperti  getaran yang tak biasa ketika gedung tersebut dilalui. &quot;Masukan dari masyarakat itu karena mereka bisa mengamati, misalnya ada prilakunya, ada yang beda seperti geterannya sangat terasa  atau perubahan bentuk. Dan masukan dari user kalau ada keanehan harus  dilaporkan,&quot; tandasnya.
(Baca juga: Sejumlah Keanehan Konstruksi Selasar Gedung BEI yang Roboh)
Ia mengimbau agar perawatan gedung-gedung bertingkat di Indonesia dilakukan rutin dan konsisten guna memastikan kelaikan bangunan. &quot;Saya kurang tahu prakteknya seperti apa, tapi bangunan itu butuh perawatan, dan sebaiknya itu konsisten dilaksanakan,&quot; harapnya.
Terpisah, Dosen Teknik Sipil UI Elly Tjahyono mengaku tengah melakukan survei guna mengetahui penyebab robohnya selasar Gedung BEI tersebut. &quot;Kami sedang melakukan survei dan akan meneliti lebih jauh lagi. Setelah itu baru dapat membei komentar,&quot; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xNS8xLzEwNzg3Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
